Pentingnya Bisa Belajar Mandiri di Dunia Perkuliahan

Belajar merupakan suatu proses atau upaya yang dilakukan oleh setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, juga sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari. 

Proses belajar, mendesak untuk diarahkan pada : inisiatif atau dorongan internal, tujuan ditetapkan di awal, pencarian sumber belajar yang beragam, kesadaran akan diri sendiri. Ini mengindikasikan belajar mandiri perlu disosialisasikan kepada pemangku kepentingan.

Sebagaimana fungsi pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3 adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, menuntut adanya proses belajar mengajar yang mampu memfasilitasi siswa untuk mencapai fungsi pendidikan nasional tersebut. 

Setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Ada yang suka belajar sambil mendengar musik, ada juga yang butuh suasana hening. Nah, karena konteksnya belajar mandiri, bisa bebas mencoba berbagai cara belajar mana yang paling cocok untuk masing-masing individu. Mau belajar di cafe, di taman, atau di kamar kosan, semuanya bisa! Yang penting, tahu mana tempat yang paling bikin kamu fokus dan nyaman.

Di dunia kampus, jalannya perkuliahan tidak lagi harus menunggu teman yang belum paham, justru harus mengejar teman yang sudah memiliki pemahaman lebih jauh. Tiap mahasiswa harus bisa belajar sesuai kecepatan dan kemampuannya sendiri. Jika ada suatu topik yang mudah dipahami, bisa langsung berlanjut ke topik yang lain. Namun jika ada yang susah, artinya bisa fokus lebih lama sampai benar-benar paham. Nah, itu salah satu keuntungan besar dari belajar mandiri.

Dengan belajar mandiri, seorang mahasiswa dilatih untuk bertanggung jawab akan dirinya sendiri. Menentukan sendiri target belajarnya dan juga harus memastikan kita-kiat untuk tercapainya target tersebut. Belajar mandiri akan membuat mahasiswa lebih dewasa dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.

Tentu ada tantangan-tantangan yang dihadapi dalam belajar mandiri, contoh sederhana melawan rasa malas. Namun disinilah seorang mahasiswa akan belajar untuk kreatif dalam mencari solusi dari tantangan yang dihadapi. Misalnya juga, ketika materi kuliah sulit, bisa mencari referensi tambahan di internet, ikut diskusi online, atau bahkan membentuk kelompok belajar dengan teman-teman. Semakin banyak tantangan yang dihadapi, semakin kreatif juga seseorang dalam menyelesaikannya.

Yang paling utama, jangan lupa untuk menikmati prosesnya ya! Belajar mandiri bukan berarti harus selalu serius mengejar target. Kamu bisa sambil menikmati kopi favorit, atau mungkin belajar di tempat-tempat yang bikin kamu nyaman. Yang penting, kamu tetap on the track dan mari menikmati setiap momen belajar itu. Yeay.

Similar Posts

  • Photography Tips For Photographer

    Cheesecake gummi bears icing jujubes tootsie roll toffee lollipop sweet roll. Cake jelly-o pie oat cake muffin tootsie roll wafer candy liquorice. Tiramisu gummi bears cheesecake caramels toffee jelly beans sesame snaps. Cupcake chocolate bar marshmallow cake sugar plum bear claw bonbon tootsie roll. Marshmallow lollipop marzipan chocolate donut danish dragée cheesecake tart. Lollipop cheesecake cake lollipop chocolate cake icing candy canes. Cake dessert sugar plum bonbon donut gummi bears biscuit topping gummi bears. Gummi bears toffee cookie bonbon topping chocolate cake. Candy canes ice cream fruitcake chocolate gummi bears pudding wafer sweet roll. Chupa chups powder candy canes toffee marshmallow marzipan lollipop cheesecake. Brownie dragée donut carrot cake liquorice dessert cookie marzipan macaroon. Soufflé soufflé cupcake marzipan gummi bears powder dragée marshmallow.
    Chocolate cake apple pie gingerbread danish. Cheesecake candy sweet roll ice cream. Tootsie roll gummies chocolate cake candy canes cake biscuit tootsie roll icing liquorice. Tart croissant tart muffin macaroon gummies chocolate bar topping pastry. Ice cream bear claw icing macaroon liquorice cupcake powder. Macaroon tart candy lollipop cheesecake. Cotton candy macaroon brownie ice cream chocolate. Ice cream marshmallow cake. Halvah muffin macaroon sugar plum. Topping jelly beans pastry muffin sweet roll chocolate lollipop. Fruitcake liquorice ice cream muffin caramels ice cream. Chupa chups pudding fruitcake chocolate bar powder gummi bears muffin pudding. Chupa chups marzipan ice cream muffin jelly bear claw.

  • |

    Berkoperasi di Kala Pandemi

    Setahun sudah Indonesia mengalami pandemi COVID-19, banyak dampak yang ditimbulkan olehnya di berbagai sektor kegiatan bermasyarakat. Kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu yang terdampak secara signifikan dari adanya pandemi COVID-19, terutama bagi mereka yang menjalankan kegiatan usaha seperti koperasi dan UMKM. Usaha berskala kecil menghadapi berbagai tantangan di masa pandemi COVID-19. Seperti yang dikutip dari situs pemberitaan SINDONEWS.com/Lukman Hakim (Sabtu, 12 Juni 2021) memberitakan bahwa Edhi Kusdiyarwoko D selaku Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menyampaikan pada pidato dalam acara seminar nasional Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur bahwa akibat perubahan kondisi sosio-ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19, pengelola koperasi dan UMKM dituntut untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan usahanya di kala pandemi.

    Pesan yang disampaikan oleh Edhi Kusdiyarwoko memberikan gambaran bahwa pandemi COVID-19 menghambat aktivitas perekonomian konvensional sehingga menuntut kita sebagai anggota koperasi untuk berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk bisa bertahan di masa yang sulit ini. Setidaknya kita bisa mengambil tiga poin yang harus kita lakukan, yakni antara lain:

     

    1. Digitalisasi kegiatan ekonomi

    Mengurangi interaksi sosial bukan berarti harus berhenti menjalankan usaha perekonomian. Berkat perkembangan teknologi informasi, kita bisa mengembangkan berbagai usaha berbasis digital yang sangat berguna bagi usaha seperti koperasi di masa pandemi. Kita bisa menggunakan media sosial untuk memasarkan produk dan jasa kita dan memakai platform jual beli digital untuk menawarkan produk kita secara daring. Selain itu, adanya uang digital seperti GoPay, OVO, dan metode cashless lainnya sangat mempermudah transaksi tanpa kontak fisik yang tentunya menjadi salah satu poin daya tarik untuk usaha kecil dan koperasi kita.

    Lalu, media digital juga dimanfaatkan sebagai pendataan seperti pasokan barang yang terintegrasi secara daring dengan mitra usaha kita, sehingga tidak perlu repot-repot lagi untuk memperoleh barang dari usaha yang bekerja sama dengan koperasi yang kita kelola.

    1. Inovasi produk kreatif di masa pandemi

    Pandemi COVID-19 menjadi penghambat, sekaligus memberikan banyak peluang usaha untuk bermunculan. Kita dapat memanfaatkan kebutuhan masyarakat di masa pandemi untuk kita kembangkan menjadi usaha kita. Contohnya sederhana, di masa pandemi ini, masyarakat pasti butuh akses terhadap kebutuhan medis seperti masker dan hand sanitizer untuk melindungi diri dari paparan virus COVID-19. Tentu, sebagai pengelola usaha dan koperasi kita dapat menghimpun anggota kita untuk berinovasi menciptakan produk kreatif seperti masker kain berlapis yang dapat kita desain sesuai kreativitas kita.

    Kemudian, kita dapat memanfaatkan pasar industri yang selalu berkembang permintaannya, yakni industri kuliner. Pandemi COVID-19 ini memunculkan banyak inovasi produk kuliner baru yang dipasarkan di berbagai sosial media. Melalui kreativitas anggota, tentu kita dapat menciptakan berbagai inovasi kuliner menarik yang dapat dipasarkan di koperasi yang kita kelola.

     

    1. Menggaet ketertarikan generasi milenial untuk bergabung dalam UMKM dan koperasi

    Terakhir, kita perlu menggaet kontribusi dari generasi milenial untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan usaha kecil dan koperasi. Generasi milenial yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa tentunya akan menemukan kejenuhan dalam menjalani kegiatan di masa pandemi. Mereka memerlukan adanya wadah kegiatan yang positif untuk memanfaatkan waktu luang. Koperasi dan UMKM menjadi salah satu wadah yang dapat mengasah kemampuan mereka dalam mengelola usaha.

    Wirausaha dan koperasi mahasiswa dapat kita jadikan contoh nyata wadah pengembangan kemampuan generasi milenial. Mereka dapat berkontribusi menjadi anggota maupun mitra usaha dalam kegiatan koperasi dan UMKM. Generasi milenial adalah generasi yang kreatif dan mampu melihat peluang inovasi di masa pandemi seperti ini, sehingga melalui kontribusi mereka, tentu dapat memajukan eksistensi koperasi dan UMKM di masa pandemi ini.

    Tiga poin di atas merupakan beberapa hal yang dapat kita perhatikan saat menjalankan koperasi dan UMKM di masa pandemi. Melalui tiga poin tersebut, tentu kita sebagai anggota koperasi dapat mengembangkan usaha kita agar mampu bertahan di masa pandemi. Oleh karena itu, kita sebagai anggota koperasi sekaligus generasi milenial yang ‘melek digital’ dan mampu menilai situasi dan kondisi harus selalu berinovasi dalam menjalankan usaha.

     

    Sumber gambar

    Perkembangan Koperasi Yogyakarta

  • |

    Semarak Hari Kemerdekaan dalam Kesederhanaan

    “Tujuh belas Agustus tahun empat lima. Itu lah hari kemerdekaan kita…”

    Sepenggal lirik lagu yang pasti dan akan terus dinyanyikan oleh kita rakyat Indonesia setiap tahunnya. Tepat di tanggal 17 Agustus 2020, 75 tahun yang lalu, para pendiri bangsa ini mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Peristiwa bersejarah yang tidak akan pernah dilupakan dan akan selalu diteruskan ke anak, cucu, cicit generasi bangsa. Kediaman Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi saksi bisu momen Bangsa Indonesia lepas dan tidak lagi menjadi budak bangsa lain. Upacara kemerdekaan rutin dilakukan setiap tahun setelah kejadian tersebut. Bentuk selebrasi dengan upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih, dilakukan tidak hanya di tingkat pusat atau negara, namun juga di daerah. Selain upacara bendera, berbagai kegiatan seru lain dilakukan sebagai bentuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia.

    Di tahun 2020, perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia sedikit berbeda dari perayaan usia sebelum-sebelumnya. Badai pandemi Covid-19 di negeri tercinta belum kunjung usai. Perjuangan bangsa untuk bisa terbebas darinya, agaknya masih susah untuk tercapai. Demi tidak menambah penyebaran wabah, penerapan protokol kesehatan, untuk tidak berkumpul dan membuat massa yang ramai sebisa mungkin dilakukan. Adaptasi di tengah kondisi ini secepat mungkin diharuskan. Dari hal inilah, perayaan Hari Kemerdekaan di tahun ini memiliki ceritanya sendiri. Hal mencolok yang amat terlihat seperti pada beberapa kegiatan berikut:

    1. Upacara Bendera di Tengah Pandemi

    Hari Kemerdekaan identik dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di berbagai tempat, utamanya yang menjadi sorotan adalah upacara bendera di Istana Negara. Setiap tahun, momen upacara bendera di Istana Negara ditayangkan secara langsung di hampir seluruh stasiun TV Indonesia. Dengan upacara bendera dihadiri oleh banyak tokoh penting dan undangan resmi kenegaraan. Namun pada perayaan usia ke-75 tahun, kemeriahan upacara bendera di Istana Negara tidak digelar. Upacara bendera di tengah pandemi, dilakukan secara sederhana, terbatas, dan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Mereka yang hadir mengikuti upacara di lokasi sangat dibatasi, dengan hanya dihadiri oleh enam pimpinan dan pejabat negara. Upacara bendera tetap turut melibatkan tamu undangan, melalui media daring. Hal ini telah tercantum sebagaimana dalam Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara tentang Pedoman Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI.

    Selain tidak dihadiri oleh tamu undangan di Istana Negara, upacara pengibaran Bendera Pustaka, dilakukan secara terbatas oleh hanya delapan Paskibraka, yang sebelumnya telah dikukuhkan langsung oleh presiden. Kedelapan Paskibraka ini, merupakan pasukan yang sebelumnya bertugas di tahun 2019. Langkah ini diambil sebagai upaya menghindari terjadinya kontak fisik di tengah pandemi. Pengukuhan Paskibraka tingkat provinsi dilakukan secara daring oleh Presiden Jokowi. Upacara yang dilangsungkan di daerah juga turut mematuhi pedoman dan aturan pusat.

    1. Himbauan untuk Masyarakat

    Dikarenakan tidak dapat mengikuti ataupun menyaksikan kemeriahan upacara di tahun ini, pemerintah mengeluarkan beberapa himbauan kepada masyarakat. Himbauan ini diharapkan dapat dilaksanakan oleh seluruh warga, demi tetap menciptakan suasana perayaan yang meriah. Himbauan pemerintah meminta masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak terhitung mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2020. Kemudian ada juga himbauan agar masyarakat mengambil sikap sempurna pada pukul 10.17 WIB saat peringatan HUT RI ke-75, dengan masyarakat yang berada di zona waktu berbeda mengikuti zona WIB. Pemberitahuan sikap sempurna akan menggunakan suara sirine yang disiapkan di titik-titik strategis. Himbauan lainnya adalah agar masyarakat menghentikan semua kegiatan selama tiga menit, untuk memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

    1. Semarak Perlombaan Tetap Ada

    Selain dilakukannya upacara bendera pada 17 Agustus, masyarakat juga akan menyelenggarakan berbagai bentuk perlombaan. Sudah seperti tradisi tujuhbelasan semarak perlombaan memeriahkan Hari Kemerdekaan dilakukan di berbagai daerah tanah air. Perlombaan seperti makan kerupuk, panjat pinang, balap karung, dan tarik tambang adalah jenis perlombaan yang rutin digelar. Namun, mengingat situasi sekarang, kemeriahan perlombaan ini ikut terlumpuhkan. Meski tidak dianjurkan untuk menyelenggarakan perlombaan di tengah kondisi pandemi, ternyata ada beberapa bentuk perlombaan kekinian yang menjadi alternatif masyarakat zaman now. Alternatif lomba berbasis daring pun menjadi pilihan masyarakat di Hari Kemerdekaan. Perlombaan game online, membuat video TikTok, membuat video kreatif bertema kemerdekaan, menghias masker, dan berbagai format lomba yang dibuat ke dalam bentuk daring, seperti cerdas cermat, foto, mewarnai, menyanyi dan lainnya ramai dilakukan. Bentuk perlombaan secara daring ini dapat diikuti oleh banyak massa, tanpa harus membentuk perkumpulan. Semarak perlombaan tetap membara dalam keseruan yang diciptakan oleh masyarakat sendiri.

    Di tahun ini yang menjadi fokus utama, tentu ialah bagaimana kita dapat segera terbebas dari jajahan wabah Covid-19 dan memulihkan keadaan negara. Adapun tema Hari Kemerdekaan tahun ini ialah “Indonesia Maju”, dengan harapan agar dapat senantiasa menyongsong kemajuan di berbagai lini. Semangat dan rasa kebangsaan dalam setiap insan negeri, membuat peringatan secara sederhana, tidak lantas menghilangkan kemeriahan dan kekhusyukan perayaan Indonesia Merdeka. Tahun ini memang berbeda, namun karena inilah kita punya cerita untuk diceritakan kelak di hari esok.

    (ayu pratiwi)

    sumber foto: liputan6.com

  • |

    WASPADA! MODUS PENIPUAN BERKEDOK KOPERASI

    Sumber gambar sampul : m.industry.co.id

     

    Secara etimologis, koperasi berarti bekerja sama. Menurut undang-undang nomor 25 tahun 1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Sebagaimana kita ketahui bersama, Bapak Koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta. Menurut beliau, koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya koperasi adalah usaha yang dijalankan bersama dengan tujuan memperbaiki ekonomi. Tentu saja sangat menarik, bukan? Namun, apa yang terjadi apabila koperasi ini dijadikan modus operandi oleh sebagian orang untuk menarik keuntungan dengan cara yang tidak benar? Jawabannya hanya satu, ya, benar : MENGERIKAN!

    Perkembangan teknologi yang begitu pesatnya pada abad 21 memberikan dampak positif maupun negatif bagi dunia ekonomi. Dampak positif yang begitu banyak ternyata disertai juga dengan dampak negatif. Di antara dampak positif dari perkembangan teknologi di bidang ekonomi adalah terbukanya lowongan pekerjaan yang baru, meningkatnya produktivitas, lancarnya komunikasi, mudahnya transaksi dan seterusnya. Dampak negatifnya yang paling menonjol adalah penipuan berbasis online. Koperasi sebagai salah satu sistem usaha namanya turut tercemar akan hal ini.

    Agar terhindar dari penipuan ini, sudah seharusnya kita memahami dan mengetahui ciri-ciri dari koperasi ilegal yang banyak beroperasi belakangan ini. Berikut adalah ciri-cirinya.

    1. Hasil Timbal Balik Yang Tidak Rasional

    Koperasi ilegal biasanya akan menawarkan hasil timbal balik yang begitu besar. Orang-orang yang sedang terhimpit masalah ekonomi tentu saja mudah sekali tergiur hal semacam ini. Tanpa pikir panjang mereka langsung memberikan investasinya tanpa mengetahui belati yang siap menikam di baliknya. Bukannya keuntungan yang diperoleh, kerugianlah yang didapat.

           2. Tidak Terdaftar Secara Legal

    Koperasi yang ilegal pastinya tidak memiliki badan hukum dan tidak tercantum dalam daftar koperasi milik Kementerian Koperasi dan UKM. Hal ini sangatlah berbahaya dan perlu diwaspadai. Berdasarkan data, pada tahun 2019, terdeteksi 153 Koperasi Simpan Pinjam ilegal (data Kemenkop dan UKM).

    3. Menjanjikan Klaim Tanpa Risiko

    Dengan adanya iming-iming klaim tanpa risiko, sudah mengindikasikan adanya hal yang tidak beres. Bagaimanapun juga, yang namanya investasi tetap memiliki risiko baik besar maupun kecil.

            4. Memberikan Pinjaman Kepada Non-Anggota

    Koperasi ilegal sering sekali memberikan pinjaman kepada orang non-anggota tanpa proses seleksi atau scoring. Kemudian pihak koperasi ilegal ini akan memberikan biaya jasa pinjaman yang besar. Apabila si peminjam tidak dapat membayarnya tepat waktu, maka informasi pribadinya sangatlah mungkin dibocorkan.

    Lalu bagaimanakah solusinya? Terdapat beberapa cara agar kita terselamatkan dari penipuan semacam ini.

    1.  Melakukan Riset Mengenai Koperasi Terkait

    Ini adalah cara paling ampuh untuk mengetahui apakah suatu koperasi benar-benar sebuah koperasi yang legal atau sekedar akal-akalan pihak yang bermaksud jahat. Kita dapat mengetahuinya melalui web http://nik.depkop.go.id/. Koperasi yang legal pastilah tercatat  lengkap dengan data-data seperti nomor badan hukumnya, tanggal badan hukum, alamat, nomor induk koperasi (NIK), dan sertifikat.

            2. Memperhatikan Ciri-Ciri Koperasi Tersebut

    Cara yang kedua adalah dengan memperhatikan apakah koperasi tersebut memiliki beberapa ciri koperasi ilegal sebagaimana telah disebutkan di atas. Lakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

    Lalu apa yang harus kita lakukan apabila menemukan koperasi ilegal? Di bawah ini tuntunan pelaporan koperasi ilegal kepada pihak yang berwajib.

    1. Masuk laman www.lapor.go.id
    2. Tuliskan instansi tujuan : Kementerian Koperasi dan UKM
    3. Isi data dan berikan bukti yang mendukung
    4. Submit laporan.

    Nah itulah sekelumit mengenai koperasi ilegal atau “bodong” di Indonesia. Semoga Kopmania terhindar dari koperasi-koperasi yang tidak legal. Kita berharap dunia perkoperasian Indonesia dapat lepas dari stigma-stigma buruk dan menunjukkan jati dirinya yang asli. “Ada bagian tubuh yang tak bisa kita lihat tanpa bantuan cermin. Ada sudut pandang yang tak bisa kita pahami tanpa ketelitian telaah Saudara” (Salim A.Fillah, penulis).

     

  • | |

    Urgensi Vaksinasi COVID-19 Bagi Pengelola Usaha

    Pandemi COVID-19 telah kita alami selama satu tahun lebih. Dampak yang dibawanya sangat masif bagi situasi dan kondisi perekonomian di Indonesia. Adanya ancaman akibat penularan virus sangat mengganggu kegiatan perekonomian. Hal ini sangat berdampak pada penghidupan para pengelola usaha yang menjalankan kegiatan mereka di masa pandemi. Bidang usaha merupakan salah satu sektor yang rawan menjadi tempat beredarnya virus. Hal ini karena pengelola akan bertemu dengan orang yang banyak dalam frekuensi waktu yang singkat, terutama di bidang jasa dan kuliner. Jenis usaha tersebut melibatkan banyak kontak dalam satu tempat yang sama, sehingga risiko yang ada sangat besar. Segala upaya harus kita lakukan untuk mengurangi risiko terpapar virus ganas ini.

    Vaksinasi sebagai aksi nyata mengurangi ancaman COVID-19 pada pengelola usaha.

    Salah satu upaya konkret dan efektif untuk mengurangi risiko paparan virus yang sangat menular ini yaitu vaksinasi. Vaksinasi adalah salah satu tindakan penting yang dapat dilakukan oleh pengelola usaha untuk mengurangi risiko paparan virus. Seperti yang dilansir oleh Kabar24/Dewi Adriani pada 11/3/2021, pemerintah memulai program vaksinasi sebagai upaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pasca pandemi. Pemerintah mengestimasikan bahwa dengan adanya program vaksinasi ini, pertumbuhan ekonomi akan mencapai angka 5 persen. Seperti yang disampaikan oleh Hasbullah Thabrany, selaku Chairman Indonesia Health Economic Association dalam wawancara yang dilakukan oleh Bisnis, Kabar24 menerangkan bahwa “Setelah kita divaksin, maka kita merasa tenang, teman-teman juga merasa tenang, sehingga kita bisa bekerja dan berproduksi.”

    Program vaksinasi adalah salah satu komitmen pemerintah dalam memulihkan kondisi ekonomi yang sebelumnya melemah akibat pandemi. Sasaran utama dari pemulihan ekonomi melalui vaksinasi tersebut adalah para pengelola bisnis dan usaha. Hal ini dikarenakan melalui vaksinasi, mereka mampu menjalankan usaha mereka dengan risiko yang minim. Berbagai kegiatan vaksinasi telah diselenggarakan dengan melibatkan para pelaku usaha. Salah satunya adalah program vaksinasi bagi para pengusaha kuliner yang diadakan oleh pemerintah Kota Yogyakarta. Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta pada 23/06/2021 mengabarkan bahwa pemerintah bekerjasama dengan tenaga medis memberikan vaksinasi massal bagi para pelaku dan pegawai restoran dan kafe di Kota Yogyakarta. Tercatat sebanyak 130 pegawai dan pelaku usaha kuliner telah diberikan dosis vaksin Astrazeneca. Heroe Poerwadi selaku Wali Kota Yogyakarta menyampaikan harapannya dengan vaksinasi tersebut bisa menjaga para pelaku usaha kuliner yang berhadapan langsung dengan masyarakat banyak.

    Terakhir, perlu kita sadari sebagai pengelola usaha termasuk juga pengelola koperasi bahwa vaksinasi adalah salah satu upaya konkret yang dapat kita ambil dalam mengurangi risiko terpapar virus COVID-19. Berbagai informasi dapat kita dapatkan mengenai penyelenggaraan program vaksinasi, terutama di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Dengan demikian, mari kita mendaftar vaksinasi jika diberikan peluang, sembari kita menunggu giliran kita, jangan lupa untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan.

     

    Sumber foto
    People vector created by stories – www.freepik.com

  • |

    Perwira Muda sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

    Diselenggarakan oleh Koperasi “Kopma UGM”, Webinar Gebyar Perwira Nasional 2020, menghadirkan dua bahasan tema yang relevan dengan wirausaha dan perekonomian masa kini. Mengusung tema “Mencetak Wirausahawan Muda Sukses dan Berkualitas dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045”, sebagai webinar kedua, yang berlangsung pada 28 November 2020. Ditemani moderator webinar, Wildan Dwi Cahyadi, pembicara Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M menyampaikan materi menarik selama kurang lebih 1,5 jam.

    Dr. Rangga berbagi tips dan trik terkait strategi kewirausahaan untuk para peserta webinar, yang kerap disapanya sebagai “perwira”. Wirausahawan ialah orang-orang pemberani layaknya jendral atau perwira dalam dunia bisnis. Penting untuk seorang wirausahawan mengetahui kunci untuk memenangkan sebuah kompetisi, yaitu perihal mengenal diri sendiri dan situasi. Bisnis bukan sekadar keinginan pribadi, tapi lebih kepada melihat situasi dan juga peluang. Menurut Dr. Rangga bisnis lebih mudah mencapai sukses ketika berhasil menghasilkan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

    Skala prioritas menjadi penting untuk dimiliki wirausahawan, dengan susunan skala urgensi dan skala important. Bisnis adalah tentang bagaimana seorang wirausahawan memposisikan dirinya di pasar. Memposisikan diri di tempat yang memiliki peluang pendukung keberlangsungan usaha. Kerja sama dan kolaborasi dapat menjadi pilihan untuk mengoptimalkan peluang pasar yang ada.

    Banyak bercerita tentang pengalaman beliau dalam bekerja, baik sebagai tenaga pendidik, ataupun wirausahawan, Dr. Rangga berbagi banyak sebagai pembelajaran. Berwirausaha bukan sekadar untuk hidup, tapi lebih pentingnya adalah untuk menghidupi. “Jangan terlalu fokus pada produk, tapi fokuslah pada kompetensi. Karena kompetensi itu layaknya akar yang kuat untuk menunjang hasil setelahnya” terang Dr. Rangga dengan tegas. Seorang wirausahawan diharapkan fokus pada benefit bukan hanya berpacu meraih profit.

    Ketersediaan modal menjadi faktor penghambat utama dalam berwirausaha. Uang, aset bangunan, sumber daya alam, mesin dan lainnya menjadi modal, namun bukan yang utama. Modal yang paling berharga adalah human capital, yang tidak akan terdepresiasi bahkan ketika ia sering digunakan. Sebaliknya, ketika semakin diasah, human capital akan semakin memiliki nilai. Inovasi dan kreativitas menjadi dasar keunggulan yang dimiliki human capital. Seorang wirausahawan harus bisa menciptakan value atau nilai dalam bisnisnya. Formula yang dapat diterapkan dalam mengembangkan human capital yang berkualitas adalah dengan mencari cara unik dan berbeda, serta mendekatkan diri kepada masyarakat untuk melihat peluang.

    Berbagai usaha yang dirintis oleh Dr. Rangga banyak berkaitan dengan peningkatan ilmu dalam berwirausaha dan mengelola keuangan untuk menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Kekuatan take and give dapat mendukung dalam menjadi landasan berbisnis. Semakin banyak solusi yang ditawarkan untuk masyarakat akan membawa lebih banyak kebaikan untuk pengembangan bisnis yang didapat dari masyarakat pula.

    Kunci pendukung dan pembangunan perekonomian Indonesia agar dapat menuju Indonesia Emas 2045 adalah tetap pada bagaimana human capital yang ada. Inovasi dan kreativitas yang dimiliki oleh generasi muda bangsa dapat menjadi senjata menuju perwujudan hal tersebut.  Cita-cita mulia Indonesai Emas 2045 harapannya bukan hanya sekadar angan, namun mimpi yang harus direalisasikan. “Cara untuk mewujudkan semua mimpi adalah dengan cara bangun terlebih dahulu” menjadi pesan penutup Dr. Rangga untuk para perwira, peserta webinar.

     

    (ayu pratiwi)

     

     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.