Melangkah Bersama Menuju Gelora Sinergi: Mengenal Lebih DekatKepengurusan Staf Koperasi Mahasiswa UGM 2024/2025

Koperasi mahasiswa Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu wadah penting yang ada dalam kehidupan kampus, tidak hanya sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai ajang untuk belajar tentang manajemen, kepemimpinan, dan kolaborasi. Di balik layanan yang diberikan oleh Kopma UGM, terdapat sebuah struktur organisasi yang memastikan operasionalnya berjalan dengan lancar. Salah satu bagian penting dalam struktur tersebut adalah kepengurusan staf Kopma UGM.


Kabinet kepengurusan periode 2024/2025 ini mengusung nama “GELORA SINERGI”, yang bermakna dari dua kata, yaitu Gelora yang merupakan akronim dari kata Gesit, Logis, dan Kekeluargaan. Ini menjadi dasar tindakan dalam setiap langkah yang dilakukan oleh seluruh elemen di Koperasi Mahasiswa UGM. Sikap Gesit dalam bertindak sesuai dengan logika, serta didasarkan pada kekeluargaan, diharapkan dapat membawa Kopma UGM menjadi lebih baik. Sinergi, sebagai konsep kedua, menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam mencapai tujuan. Dengan melibatkan setiap unsur dalam struktur kepengurusan Kopma UGM, diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat untuk dapat mengantarkan pada kemajuan bersama.


Kepengurusan staf Koperasi Mahasiswa UGM 2024/2025 dipimpin oleh Ana Nur Fauziah sebagai Ketua Umum. Ana Nur Fauziah, dengan pengalaman dan dedikasi yang luas, diharapkan dapat memimpin kepengurusan ini dengan baik dan bijak, memastikan bahwa prinsip-prinsip “GELORA SINERGI” sebagai budaya organisasi dapat diterapkan secara konsisten dalam semua aspek operasional.

Kepengurusan ini didukung oleh delapan bidang yang berperan penting dalam menjalankan operasional Kopma UGM:
1. Keanggotaan: Mengelola dan mengembangkan jaringan anggota Kopma UGM, serta meningkatkan keterlibatan dan kepuasan anggota.
Ketua Bidang :
– Anggita Tantri Utami
Staf :
– Hartawan Kuncoro Jati
– Kaila Fidelya Ardhani
– Aya Thalia
2. Bisnis: Fokus pada pengembangan dan implementasi strategi bisnis untuk meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasional.
Ketua Bidang :
– Muhammad Fadhil Zulkifli
Staf :
– Helena Swastika Evelyn
– Aqfhal Ilham Al Firdaus
– Riyan Hadi P
– Farhana Nur Shadrina
– Allizza Nur Fitriana
3. Sumber Daya Manusia: Mengelola sumber daya manusia Kopma UGM, termasuk rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan karyawan.
Ketua Bidang :
– Ade Ayu Wulandari
Staf :
– Mifthahul Janah Shalsabilla
– Ardina Resti Wulandari
– Faisal Agymnastiar Rahmad Fradani
4. Keuangan: Bidang ini bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan Kopma UGM, perpajakan dan sistem akuntansi.
Ketua Bidang :
– Rieke Alya Wiesesa
Staf :
– Alfiyah Alfiyah
– Nabila Nur Fauzia
– Tiara Anggun Cahyani
5. Hubungan Masyarakat: Menangani hubungan masyarakat dan komunikasi internal, serta mengelola kampanye dan promosi Kopma UGM.
Ketua Bidang :
– Andhika Saputra Kusuma Yuda
Staf :
– Anggit Salsabila
– Dini Nur Dinayah
– Reisya Adelia Putri Amandyta Arifin
6. Media Kreatif: Mengelola dan mengembangkan konten kreatif untuk mempromosikan Kopma UGM dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
Ketua Bidang :
– Diana Jasmine Salsabila
Staf :
– Kanza Anieq
– Audrelia Cantika
– Arthika Wibawa
7. Riset dan Teknologi: Mengembangkan dan menerapkan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan layanan dan operasional Kopma UGM.
Ketua Bidang :
– Devita Ariyani
Staf :
– Azzuro Najma Annaila
– Zerlinda Putri Ardany
– Fadhlan Anfasal Hajji
8. Administrasi Umum: Membantu Administrasi dan juga sebagai pendukung yang membantu bidang-bidang lain serta kerumahtanggaan koperasi seperti sarana
prasarana.
Ketua Bidang :
– Alifia Safira Irtanandya
Staf :
– Siti Nur Halimah
– Nabila Rizquna


Selain itu, Kopma UGM memiliki struktur Kepengawasan yang diketuai oleh Denting Azzahra dan dibantu dua anggota pengawas yaitu Cyrillus Fishio Fantino dan Ika Trisnawati. Bertanggung jawab untuk memantau pelaksanaan hasil audit internal serta melakukan evaluasi terhadap bidang-bidang tertentu setiap triwulan.


Dengan struktur Kepengurusan yang terstruktur dan bidang-bidang yang berfungsi secara efektif, diharapkan kepengurusan staf Kopma UGM 2024/2025 dapat mencapai tujuan “GELORA SINERGI” dengan sukses. Melalui kerjasama yang erat antara seluruh elemen, diharapkan Kopma UGM dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kehidupan kampus Universitas Gadjah Mada.


penulis: Anggit Salsabila (Staf Hubungan Masyarakat)

Similar Posts

  • |

    KOPMA UGM 44: Merajut Kenangan, Menguatkan Ikatan

    Sabtu, 4 April 2026, menjadi hari yang istimewa bagi keluarga besar Koperasi Konsumen Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (KOPMA UGM). Di tengah semangat Idul Fitri yang masih terasa hangat, KOPMA UGM merayakan hari ulang tahunnya yang ke-44 sekaligus menggelar acara halal bihalal bersama seluruh kepengurusan, staf, dan karyawan. Bertempat di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, perayaan ini menjadi momentum bersejarah yang mempertemukan seluruh elemen organisasi dalam satu ruang penuh syukur, kebersamaan, dan semangat melangkah maju.

    Empat puluh empat tahun bukanlah waktu yang singkat. Sejak berdiri, KOPMA UGM telah bertumbuh menjadi salah satu koperasi mahasiswa terkemuka di Indonesia tidak hanya sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai laboratorium pengembangan karakter mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai koperasi. Perayaan HUT tahun ini pun dirancang lebih dari sekadar seremonial, melainkan ia adalah ruang perjumpaan, apresiasi, dan pembaruan semangat untuk terus berkembang.

    Rangkaian perayaan HUT KOPMA UGM ke-44 telah dimulai jauh sebelum hari puncak. Sejak 24 Maret 2026, KOPMA UGM membuka lomba TikTok Challenge bertemakan HUT KOPMA 2026 yang terbuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum. Lomba ini disambut antusias oleh peserta, menjadikannya salah satu ajang yang berhasil memperluas jangkauan KOPMA UGM ke khalayak yang lebih luas di media sosial.

    Pada sesi pengumuman pemenang yang berlangsung meriah di GIK UGM, nama-nama terbaik pun akhirnya diumumkan. Shita Amalia berhasil meraih posisi pertama dengan perolehan 243 poin, disusul oleh Zahra Adenia di posisi kedua dengan 240 poin. Selisih tipis antara keduanya mencerminkan ketatnya persaingan sekaligus tingginya kualitas kreativitas para peserta.

    Sambutan Ketua Umum KOPMA UGM, Faisal Agymnastiar Rahmad Fradani, membuka sesi seremonial dengan penuh inspirasi. Ia menyampaikan rasa syukur atas capaian selama 44 tahun sekaligus mengajak seluruh anggota untuk terus berinovasi dan memperkuat solidaritas organisasi. Sesudahnya, acara dilanjutkan dengan ceramah dan pengajian yang menghadirkan suasana spiritual yang menyejukkan selaras bertema makna dari pentingnya bagi umat muslim untuk terus memperkuat silaturahmi dengan sesama, hal tersebut memancarkan semangat halal bihalal pasca Idul Fitri.

    Tradisi pemotongan tumpeng pun menjadi puncak simbolis dari perayaan ini. Tumpeng yang megah dipotong sebagai lambang rasa syukur atas 44 tahun perjalanan KOPMA UGM yang penuh warna dari tantangan yang membentuk ketangguhan hingga pencapaian yang membanggakan.

    Sesuai dengan siklus regenerasi organisasi, acara HUT ke-44 ini juga menjadi momen perkenalan resmi pengurus baru KOPMA UGM kepada seluruh hadirin. Kehadiran wajah-wajah baru di jajaran kepengurusan menjadi bukti nyata bahwa KOPMA UGM terus bergerak, terus meregenerasi, dan terus menjaga estafet kepemimpinan yang bertanggung jawab. Momen ini disambut hangat oleh para karyawan dan pengurus senior, menciptakan nuansa yang penuh harapan terhadap masa depan organisasi.

    Salah satu momen paling menyentuh dalam acara ini adalah sesi pengumuman dan penghargaan Karyawan Berdedikasi KOPMA UGM. Di tengah tepuk tangan meriah seluruh hadirin, dua nama yang telah mengabdikan dirinya dengan sepenuh hati kepada KOPMA UGM pun disebut dengan penuh kebanggaan:

    1. Lu’luil Azizah
    2. Muhammad Gunawan

    Ibu Lu’luil Azizah, yang telah mengabdi selama 10 tahun, menerima penghargaan atas dedikasi dan loyalitasnya dalam mendukung operasional dan tumbuh-kembang KOPMA UGM. Selama satu dekade, beliau telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian organisasi ini. Penghargaan berikutnya diberikan kepada Bapak Muhammad Gunawan, sosok yang telah berdedikasi selama 20 tahun separuh dari usia KOPMA UGM itu sendiri. Dua dekade pengabdian yang melewati berbagai fase perubahan dan pertumbuhan organisasi menjadikan beliau sebagai salah satu pilar yang sungguh patut diapresiasi. Penghargaan ini bukan sekadar simbolis. Ia adalah pengakuan bahwa di balik pencapaian sebuah organisasi, selalu ada orang-orang yang bekerja dengan tekun, tanpa sorotan, namun dengan dampak yang nyata dan besar.

    Acara pun ditutup dengan sesi salam-salaman dan foto bersama yang berlangsung hangat dan penuh keceriaan.  HUT KOPMA UGM ke-44 dan Halal Bihalal 2026 bukan sekadar perayaan ulang tahun ia adalah cermin dari sebuah organisasi yang matang, yang tahu bagaimana menghargai perjalanannya, merawat orang-orangnya, dan menyambut masa depan dengan penuh optimisme. Dari lomba kreatif yang menjaring generasi muda, ceramah spiritual yang menyejukkan hati, hingga penghargaan bagi karyawan berdedikasi yang telah bertahun-tahun mengabdi, setiap bagian acara ini memancarkan satu pesan yang sama yaitu, KOPMA UGM adalah keluarga yang terus tumbuh bersama.

    Dengan pondasi nilai-nilai koperasi yang kokoh, semangat kebersamaan yang terus terjaga, dan komitmen untuk berinovasi, KOPMA UGM melangkah ke depan dengan arah yang jelas. Perayaan HUT ke-44 yang beriringan dengan Halal Bihalal menjadi wujud syukur atas momen Idul Fitri sekaligus ruang untuk memperkuat sinergi dan rasa kekeluargaan di dalam organisasi. Empat puluh empat tahun menjadi titik penting untuk melanjutkan perjalanan dengan langkah yang lebih progresif dan berdampak. Selamat ulang tahun KOPMA UGM. Perjalanan ini belum selesai. Energi positif dari kebersamaan hari ini menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh.

    Ditulis oleh: Reva Auralia Finasty

  • |

    Eco-Friendly Checklist – Save the Planet From Your Desk

    Secara harfiah eco-friendly berarti ramah lingkungan atau tidak membahayakan bagi lingkungan sekitar. Istilah eco-friendly sering digunakan berdampingan dengan istilah go-green yang hingga saat ini terus gencar digalakkan. Gaya hidup modern mendorong manusia untuk menyepelekan kebiasaan hidup hemat energi dan air. Seharusnya dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat didampingi pula dengan kontribusi untuk hidup “green living” sehingga setidaknya dapat melindungi bumi dari polusi udara, air, dan tanah. Berikut adalah beberapa kegaiatan kecil yang dapat dilakukan hanya dimulai dari dunia kerja.

    sumber gambar: wikipedia.id

     

    • Jalan kaki, menaiki sepeda atau menggunakan transportasi umum untuk memulai kegiatan sehari-hari.
    • Non-aktifkan autosaver untuk mengurangi konsumsi energy.
    • Bahan-bahan rapat sebaiknya menggunakan dokumen yang dikirim melalui e-mail atau presentasi di layar sehingga mengurangi penggunaan kertas berlebihan.
    • Turunkan kecerahan pada monitor hingga 70% untuk menghemat energi.
    • Kurangi sampah dengan menggunakan reusable gelas-gelas kopi atau minuman dan membawa tas makan siang atau tumbler untuk bekerja.
    • Simpanlah tanaman di meja kerja untuk meningkatkan kualitas udara di kantor.
    • Menggunakan kertas yang masih dapat digunakan untuk mencetak dokumen.
    • Matikan komputer dan cabut charger sebelum meninggalkan meja kerja setiap hari.
    • Menggunakan lampu yang memiliki sensor gerak sehingga dapat mengurangi energi yang terbuang sia-sia di ruangan kosong yang terkadang lampu tetap menyala.
    • Ciptakan tempat sampah daur ulang sendiri.
    • Membeli bahan makanan dan bahan-bahan penting lainnya secara online, dimaksudkan dapat mengurangi polusi udara yang dapat dihasilkan dari kendaraan pribadi.
    • Menyimpan camilan buatan lokal atau refill di dalam laci untuk mengurangi banyaknya sampah yang menumpuk.
    • Menggalakkan beberapa rekan kerja untuk melakukan hal yang sama.

    Tidak hanya untuk pekerja kantor, hal yang sama juga dapat dilakukan oleh mahasiswa dimanapun dan kapanpun. Berawal dari kegiatan seperti berangkat menuju kampus dengan jalan kaki, membawa bekal dari rumah, ataupun merawat tanaman di meja belajar. Kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut tanpa diketahui dapat menjadi pemicu untuk hidup lebih eco-friendly. (Sharmila)

  • |

    Relasi dan Prestasi dalam Lingkup Koperasi “Kopma UGM”

    Yogyakarta, 1 November 2020 — Koperasi “Kopma UGM” sukses menggelar program Sharing Session Gerakan Cinta Koperasi #2 pada Minggu pagi (1/10). Pada kesempatan kedua ini, tema yang diangkat adalah “Relasi, Koperasi, dan Prestasi” yang dibawakan oleh Abimanyu Arya Ramadhan, mahasiswa PWK FT UGM 2017. Berlangsung melalui platform Google Meet, acara dimulai pukul 09.30 WIB.

     

    Acara sharing session ini tidak hanya diisi dengan cerita pengalaman-pengalaman yang dilalui Abimanyu selama di Koperasi “Kopma UGM”, ia juga membahas topik secara teori. Pemaparan materi diawali dengan mengenalkan definisi relasi dan prestasi secara umum. Menurut Abimanyu, relasi adalah hubungan antara satu orang dengan orang lain yang dapat menimbulkan komunikasi di dalamnya. Selain itu, dengan adanya relasi dapat mendatangkan kebermanfaatan di masa mendatang karena adanya hubungan komunikasi yang sudah terjalin baik sebelumnya. “Relasi sangat bernilai positif bagi teman-teman karena memang suatu saat nanti akan mendapatkan manfaatnya atau timbal baliknya baik  teman-teman kepada orang lain atau orang lain kepada teman-teman,” ucapnya.

     

    Sedangkan prestasi dalam KBBI berarti yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Menurut Abimanyu sendiri, prestasi adalah suatu hasil capaian atau penghargaan dari seseorang atau kelompok yang telah berhasil dalam melakukan suatu hal yang menjadi suatu keunggulan dibandingkan yang lain dan dapat membanggakan bagi diri sendiri maupun orang lain. Prestasi tidak hanya diartikan sebagai capaian yang bersimbol, menjadi orang yang bermanfaat dan membanggakan juga merupakan prestasi.

     

    Selanjutnya, Abimanyu menjelaskan bagaimana dirinya membangun relasi dan prestasi dalam lingkup Koperasi “Kopma UGM”. Hal pertama dan utama yang dilakukan adalah niat. Niat sangat penting untuk membentuk komitmen bergabung di suatu organisasi atau kepanitiaan. Kita juga harus mempertimbangkan beberapa kegiatan yang akan diikuti dengan berbagai risiko kedepannya. Kita dapat mengikuti beberapa kegiatan dengan mempertimbangkan manajemen waktu atau hanya mengikuti satu kegiatan sehingga bisa fokus dan tekun. Namun, beberapa orang juga dapat mengikuti beberapa kegiatan dengan manajemen waktu yang baik. Oleh karena itu, segala sesuatu harus dipertimbangkan dengan matang. “Kita harus punya komitmen sebelum masuk suatu organisasi atau kepanitiaan, apakah kita harus mengambil banyak tapi nanti risikonya malah keteteran atau teledor tidak bisa manajemen waktu dengan baik atau kita fokus saja yang sedikit tapi kita benar-benar serius mengikuti, kebetulan saya pilih yang sedikit saja dan ditekuni, sampe sekarang masih jadi anggota Kopma UGM,” tuturnya.

     

    Setelah memiliki niat, langkah selanjutnya adalah mencari informasi mengenai apa saja kegiatan yang ada di Koperasi “Kopma UGM” melalui pengurus koperasi sendiri, kakak tingkat maupun teman yang sudah bergabung. Mengingat beragamnya gugus, komunitas, dan divisi usaha yang ada di Koperasi “Kopma UGM”, kita juga harus bisa memilih sesuai minat dan kemampuan yang dimiliki. “Sangat bagus sekali ya menggali informasi sedalam-dalamnya, memang kita dituntut mencari informasi jangan menunggu informasi nanti kita yang ketinggalan dan coba dengan informasi itu sesuaikan dengan minat dan kemampuan kira-kira mau masuk yang mana, kalau ragu dipertimbangkan lagi,” ungkap Abimanyu.

     

    Setelah cocok dengan kegiatan yang diikuti, cobalah mencari teman dengan mencoba kenalan dan berkomunikasi dengan baik. Kita harus mencoba memberanikan diri untuk memulai percakapan karena ini merupakan momen penting untuk memulai mencari relasi, baik seangkatan, adik tingkat, maupun kakak tingkat. Relasi bermula dari perkenalan, dari perkenalan kita akan membangun percakapan dan hubungan. Bisa dipraktikkan ketika ada pertemuan, kita dapat memulai membuka obrolan terlebih dahulu. Manfaatkan kesempatan untuk mengenali orang di sekitar kita untuk membangun relasi. “Jangan menunggu orang lain memulai karena nanti akan ketinggalan atau terlewat kesempatan yang sangat baik, jadi usahakan kalau ada temuan di awal kepanitiaan atau organisasi coba kenali orang di samping kanan kirinya, dengan itu nanti akan mulai mengenal dan suatu saat bisa terus berkomunikasi dan terjalin relasi,” ungkap Abimanyu.

     

    Selanjutnya adalah mencoba memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi baik individu maupun kelompok, terutama dalam perlombaan antar-koperasi mahasiswa. Ketika kita bergabung di Koperasi “Kopma UGM”, banyak sekali perlombaan yang dapat diikuti. Kita harus memberanikan diri keluar dari zona nyaman untuk mengejar prestasi dan relasi. Gagal bukan masalah, justru akan mendorong kita untuk lebih matang mengikuti perlombaan selanjutnya. “Kebetulan dulu saya ikut, dan pertama kali ikut seleksi itu gagal, berikutnya mencoba seleksi dengan persiapan yang lebih matang, awal-awal coba memang perlu, kalau tidak berani mencoba bakal ketinggalan kesempatan yang bagus,” ungkap Abimanyu. “Gagal sekali, dua kali, tiga kali, gak masalah, yang penting coba terus, itu untuk kita keluar dari zona nyaman dan mendapatkan prestasi tersebut,” imbuhnya.

     

    Setelah itu, Abimanyu berbagi pengalaman mengenai kepanitiaan dan prestasi yang diperoleh dari bergabung di Koperasi “Kopma UGM” dimana tentu menghasilkan relasi yang baik. Selain relasi, prestasi dan kegiatan yang diikuti juga dapat dijadikan bahan Curriculum Vitae yang lumayan. Dengan bergabung di Koperasi “Kopma UGM”, setidaknya kita akan mendapatkan tiga hal, yaitu relasi, koperasi, dan prestasi. Hal itu sangat penting untuk meningkatkan skills dari berbagai kegiatan yang ada. “Kuncinya adalah berani memulai dengan komunikasi, jangan malu-malu dan manfaatkan kesempatan yang sudah ada di depan mata, jangan ditunda-tunda,” pesan Abimanyu di akhir acara.

     

    • Whafir Pramesty
  • | |

    FAQ : Koperasi Sebagai Salah Satu Pilar Ekonomi

    Koperasi adalah salah satu badan usaha yang sudah ada sejak lama di Indonesia. Ketika mendengar kata “koperasi”, maka yang terproyeksikan di pikiran kita biasanya adalah bagi hasil, modal, simpan pinjam, dan kerja sama. Dapat dipastikan bahwa sebenarnya masih banyak hal mengenai koperasi yang belum kita ketahui. Yuk simak artikel ini baik-baik karena akan ada beberapa hal yang tentunya berguna untuk menambah pengetahuan.

    Koperasi itu apa sih? Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

    Lantas apa fungsi dan peran koperasi? Fungsi dan peran koperasi tercantum secara rinci dalam Undang-Undang No. 25 tahun 1992 pada Bab III Pasal keempat sebagai berikut :

    1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
    2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
    4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

    Berdasarkan Undang-Undang di atas, jelas bahwa koperasi memiliki fungsi dan peran yang fundamental dalam kontribusinya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, secara terkhusus pada bidang ekonomi.

    Pertanyaan mendasar yang juga selalu muncul pada awal paragraf adalah mengenai waktu. Kapan sih koperasi didirikan? Koperasi berdiri dikarenakan keresahan masyarakat yang terhimpit oleh permasalahan ekonomi. Mereka kemudian sepakat untuk bersekutu guna menyelamatkan ekonomi mereka maupun kawan seperjuangannya. Salah satu koperasi paling awal yang berdiri di Indonesia adalah Koperasi Kredit Padi, Serikat Islam, dan Boedi Utomo. Kemudian pada tanggal 12 Juli 1947 diadakan Kongres Koperasi I yang berlokasi di Tasikmalaya. Tanggal tersebut hingga kini kemudian ditetapkan sebagai hari koperasi.

    Sesudah mengetahui kapan perkoperasian di Indonesia resmi berdiri, lantas muncul tanda tanya kedua, siapakah pendirinya? Pendiri koperasi yang paling mula-mula adalah Patih Raden Aria Wiriaatmadja, seseorang dari wilayah Purwokerto. Beliau adalah pendiri Bank Pegawai Negeri. Sang Patih mendirikan bank ini karena terdorong melihat para pegawai negeri terjerat hutang-hutang yang berasal dari bunga pinjaman. Berkat jasa-jasanya, nama beliau diabadikan pada sebuah jalan di Purwokerto. Jika Patih Aria adalah pendiri koperasi pertama di Indonesia, lantas siapakah yang menyandang gelar Bapak Koperasi Indonesia? Beliau adalah salah seorang pahlawan Republik serta seseorang yang mendapatkan gelar Bapak Proklamator Indonesia. Ya, benar, beliau adalah Drs. Mohammad Hatta. Bung Hatta -panggilan akrab beliau- mempelajari koperasi di negara-negara Skandinavia dan berpendapat bahwa sistem ini sangatlah cocok dengan kondisi perekonomian Indonesia yang lemah. Pemikiran-pemikiran hebat beliau dapat kita jumpai di dalam bukunya “Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun”. Atas jasa-jasa Bung Hatta yang begitu besar bagi koperasi, pada kongres II di Bandung, beliau diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

    Lalu, apa sajakah jenis-jenis koperasi di Indonesia? Koperasi digolongkan menjadi dua, yaitu berdasarkan jenis usahanya dan tingkatannya. Berdasar jenis usahanya, koperasi terdiri atas koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi simpan pinjam, koperasi jasa, dan koperasi pemasaran. Kemudian berdasar tingkatannya koperasi terbagi atas koperasi primer dan sekunder. Hal ini diatur dalam UU No. 25 tahun 1992.

    “Dimana sih aturan pakem mengenai koperasi?” Koperasi diatur dalam segala urusannya berdasarkan Undang-Undang No. 25 tahun 1992. Spesifiknya, Undang-Undang ini mengatur tentang pengertian koperasi, landasan, asas, tujuan, fungsi, prinsip, syarat pembentukan, status badan hukum, bentuk dan jenis, keanggotaan, dan seterusnya. Koperasi-koperasi yang bergerak di Indonesia menggunakan undang-undang tersebut sebagai pondasi dan dasar hukumnya dalam menjalankan fungsinya.

    Pertanyaan selanjutnya yang seringkali ditanyakan oleh masyarakat umum adalah makna dari logo koperasi. Berikut adalah logo koperasi berikut maknanya!

    Logo koperasi ditentukan pada Kongres Koperasi 1 di Tasikmalaya. Kemudian pada tahun 2012 logonya berubah ke logo baru, namun pada tahun 2015 kembali menggunakan logo lamanya. Artinya :

    1. Rantai yang tergambar menggambarkan persahabatan yang kokoh.
    2. Roda gigi melambangkan kerja keras secara konsisten.
    3. Kapas dan Padi sebagai bentuk ilustrasi usaha koperasi dalam memakmurkan rakyat.
    4. Timbangan menonjolkan sisi keadilan sosial sebagai dasar dari koperasi.
    5. Bintang dalam perisai menunjukkan bahwa landasan idiil koperasi adalah Pancasila.
    6. Pohon beringin menjelaskan sifat kepribadian dan kemasyarakatan masyarakat Indonesia yang sudah mengakar.
    7. Tulisan Koperasi Indonesia, menandakan lambang kepribadian koperasi rakyat Indonesia
    8. Warna Merah Putih menerangkan sifat nasional Indonesia yang bangga dan cinta tanah air.

    Salah satu hal yang sering menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat adalah, “Kalau koperasi itu menjual segala sesuatu menjadi lebih murah, dan seterusnya…, lantas dana operasionalnya berasal dari mana?” Sumber dana koperasi terbagi menjadi dua, yaitu dana sendiri dan dana pinjaman. Dana sendiri terdiri dari empat jenis, yaitu simpanan pokok, simpanan wajib, dana simpanan, dan hibah. Sumber dana yang pertama adalah simpanan pokok. Simpanan pokok adalah dana yang harus disetorkan oleh setiap anggota ketika bergabung dan hanya dibayarkan sekali. Yang kedua adalah simpanan wajib. Simpanan ini bersifat wajib bagi setiap anggota dan disetorkan sebulan sekali dengan jumlah yang sudah disepakati, atau dalam bahasa mudahnya adalah kas. Ketiga, dana simpanan. Dana ini adalah dana yang berhasil dari sisa hasil usaha yang tidak didistribusikan pada anggota dan digunakan untuk kegiatan selanjutnya. Yang terakhir dari klasifikasi yang pertama adalah hibah. Berdasarkan kategori jenis pendanaan dana pinjaman, maka sumber dana koperasi terbagi menjadi lima jenis sumber, yaitu dari anggota, koperasi lain, bank atau lembaga keuangan lain, penerbitan obligasi dan surat hutang, dan sumber pendanaan lain yang sah.

    Nah, berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul di benak kita semua, semoga artikel ini membantu dalam melebarkan pengetahuan menuju hal-hal yang sebelumnya tidak kita pahami. Salam pengetahuan Kopmania!

     

  • | |

    Hingar Bingar Penerimaan Mahasiswa Baru di Kampus Biru

    Kerumunan gadjah mada muda pada saat upacara penutupan PPSMB UGM tahun 2022 / Sumber: https://twitter.com/ssingularitears/status/1555833679011663872?t=l921cupfjfzFZotBaz9A3w&s=19

    Senin pagi (1/8), Lapangan Pancasila tampak dipenuhi ribuan orang memakai almamater berwarna khaki muda dan caping beraneka warna. Mereka yang berkerumun ini adalah mahasiswa baru strata satu Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah menjalankan hari pertama masa orientasi kampus dengan nama Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB). 

    Pada hari pertama pelaksanaan PPSMB, seluruh mahasiswa baru dikumpulkan di Lapangan Pancasila guna mengikuti upacara pembukaan PPSMB UGM tahun 2022. Upacara pembukaan ini akhirnya kembali digelar secara luring, setelah vakum dua tahun lamanya. Sebanyak 9000 mahasiswa baru tampak khidmat bercampur rasa senang sebab dapat merasakan kembali PPSMB dengan sebagaimana mestinya.

    Pembukaan masa orientasi mahasiswa baru turut dihadiri juga oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Pada sambutannya, Raja Kasultanan Yogyakarta menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa baru karena telah memilih Yogyakarta, khususnya UGM sebagai tempat melanjutkan studi. 

    “Terima kasih telah mempercayakan Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada sebagai destinasi edukasi. Sebuah pilihan yang tepat dengan beragamnya pilihan jurusan yang berkualitas dan keberadaan Yogyakarta sebagai Nusantara culture melting point, yang Inshaallah dapat membentuk karakter anak bangsa menjadi insan-insan cendekia sekaligus berbudaya,” terang Sri Sultan Hamengkubuwono X lebih lanjut.

    Setelah upacara pembukaan telah selesai digelar, seluruh mahasiswa baru kemudian dikumpulkan bersama gugusnya masing-masing untuk melakukan pembekalan di fakultas yang telah ditetapkan. PPSMB total dijalankan selama enam hari, termasuk dua hari masa PPSMB ranah fakultas. Segala lini aspek baik panitia, rektorat, hingga petugas keamanan kampus turut bahu-membahu menyukseskan gelaran penyambutan penerimaan mahasiswa baru di kampus biru.

    Puncaknya terjadi pada sabtu sore, (6/8). Seluruh mahasiswa baru kembali dikumpulkan di Lapangan Pancasila untuk mengikuti rangkaian upacara penutupan. Rasa bangga, gembira, dan haru tergambar dari tiap-tiap mahasiswa baru atas rasa syukur telah menjadi bagian dari keluarga UGM. Doa dan harapan mereka tulis dalam sebuah kertas untuk kemudian disuarakan dalam Lapangan Pancasila. 

    Hal yang tak kalah ikonik, yaitu pembentukan formasi juga terselenggara pada upacara penutupan PPSMB UGM. Total terdapat sepuluh formasi yang berhasil dibuat dengan menggunakan kipas palapa berwarna merah dan putih. satu formasi lain juga terbentuk dari caping yang mahasiswa baru gunakan. Formasi bertuliskan “Bakti Gadjah Mada Pilar Intelektual Nusantara” menjadi akhir dari formasi ini.

  • |

    Gebyar Perwira Nasional 2020

    Koperasi menurut UU No.2/1992 adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Dalam upaya mengembangkan perekonomian, koperasi melakukan pengembangan usaha yang dijalankan melalui kerja sama dan inovasi terbarukan karena koperasi juga berperan dalam perkembangan ekonomi nasional yang berkelanjutan di masa depan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pendidikan perkoperasian dan kewirausahaan. Pendidikan perkoperasian dan kewirausahaan adalah salah satu peran penting yang harus dilakukan untuk melahirkan insan koperasi yang dapat menjawab persoalan perekonomian untuk saat ini maupun di masa depan.

     

    Indonesia saat ini memerlukan tangan-tangan kreatif, pemikiran-pemikiran inovatif, serta pelaku usaha yang produktif. Untuk merespon hal tersebut, Koperasi “Kopma UGM” melalui Bidang Hubungan Masyarakat menyelenggarakan Pameran Kewirausahaan yang kemudian dinamai Gebyar Perwira Nasional 2020. Tema kegiatan ini adalah “Bersama Bangun Bangsa dengan Berwirausaha”. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik para pemuda untuk dapat berwirausaha, terlibat langsung dalam memajukan perekonomian bangsa. Serta, bermanfaat bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan potensi dan peluang usaha yang lebih baik dengan membuka kesempatan untuk saling bekerja sama. Pada akhirnya, kegiatan ini adalah sebagai langkah nyata Koperasi “Kopma UGM” untuk memberikan wadah tumbuh bersama membangun bangsa dengan berwirausaha.

     

    Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah membangun semangat dan minat generasi muda dan masyarakat untuk giat berwirausaha, memberikan sosialisasi dan informasi-informasi terkait dunia kewirausahaan dan perkoperasian, dan menjadi sarana edukasi bagi para pelaku usaha maupun calon pelaku usaha guna mengembangkan potensi usaha di era industri 4.0. Selain itu juga sebagai peluang untuk melakukan branding Koperasi “Kopma UGM” sebagai salah satu model usaha berbasis koperasi yang eksis di Yogyakarta. Serta, memperluas jaringan stakeholder maupun mitra bagi Koperasi “Kopma UGM” kedepannya. Gebyar Perwira Nasional 2020 terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan secara daring. Pertama, Webinar Nasional Kewirausahaan yang akan dilaksanakan sebanyak dua kali dengan tema dan narasumber yang berbeda. Webinar yang pertama akan mengundang narasumber dengan latar belakang birokrasi dan yang kedua akan menghadirkan pembicara dari latar belakang akademisi. Webinar akan diselenggarakan pada 28 November 2020 melalui Zoom Meeting. Kedua, talkshow seputar dinamika dunia wirausaha yang akan menghadirkan pembicara dari latar belakang praktisi. Talkshow akan dilaksanakan melalui Zoom Meeting pada 29 November 2020 setelah webinar sekaligus menutup rangkaian kegiatan. Ketiga, pameran wirausaha virtual akan menggunakan platform Instagram dan Tik Tok Gebyar Perwira Nasional 2020 dengan menampilkan video berbagai jenis dan bidang usaha terpilih yang kemudian akan dibagi dalam beberapa klaster, mulai dari koperasi, UMKM, start-up, dan sebagainya. Keempat, berbagai perlombaan seperti pameran wirausaha virtual, lomba business plan, dan lomba poster yang berkaitan dengan tema “Berwirausaha di Tengah Pandemi”. Puncak acara akan dilaksanakan pada 28-29 November 2020 pukul 08.00—17.00 WIB melalui platform Instagram dan Zoom Meeting. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada akun media sosial Instagram @perwira_ugm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.