Open Recruitment Staf 2015/2016
Koperasi “Kopma UGM” telah membuka kesempatan bagi Anggota aktif untuk mengaktualisasikan diri dengan mengikuti seleksi Staf Koperasi “Kopma UGM” 2015/2016.
Syarat dan Formulir dapat dilihat di sini

Setiap tanggal 12 Juli, seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Koperasi Nasional. Hari Koperasi Nasional ditetapkan bertepatan dengan Kongres Gerakan Koperasi pertama di Tasikmalaya tahun 1947. Mulai tahun itu, koperasi di Indonesia terus berkembang hingga sekarang.
Tahun ini koperasi akan melaksanakan hari jadinya yang ke 75. Setidaknya, telah ada sekitar lima generasi yang telah merasakan sejuknya asas kebersamaan dan kekeluargaan dalam koperasi. Tidak selalu mulus, koperasi di Indonesia memiliki tantangan di setiap zamannya. Pada era kemajuan teknologi sekarang, koperasi perlu terus beradaptasi dengan memasukan unsur digital serta mengikuti tren pasar.
Konsep Platform Co-op dan Startup Co-op
Pada era serba teknologi, koperasi perlu berkembang lebih jauh ke ranah digital. Hal ini dinilai penting dilakukan untuk tetap mengikuti zaman serta diminati konsumen. Langkah adaptasi tersebut, salah satunya dituangkan dalam wujud baru koperasi bernama Platform Cooperative dan Startup Cooperative.
Platform Cooperative disingkat Platform Co-op, dipopulerkan oleh Trebor Scholz, seorang Asisten Profesor di New Scool University New York. Platform Co-op merupakan platform digital yang dimiliki dan diatur secara kolektif oleh orang-orang yang bergantung dan berpartisipasi di dalamnya.
Pengertian serupa juga dimiliki Startup Cooperative atau Startup Co-op. Istilah Startup Co-op lebih populer dipakai di Indonesia, dengan dipelopori oleh Indonesia Consurtium for Cooperatives Innovation (ICCI). Lembaga ini pula yang hingga sekarang ikut mengembangkan Startup Co-op di Indonesia.
Seluruh pihak yang terlibat di dalam Platform Co-op menjadi pemilik sekaligus pengelola secara bersama-sama. Pendiri, pegawai, pengguna, produsen, dan konsumen tidak hanya mempunyai rasa kepemilikan, tapi secara kelembagaan juga benar-benar menjadi pemilik sah.
Seperti halnya terjadi pada koperasi, anggota dapat menentukan keputusan lembaga dan mendapatkan bagian dari profit. Selain itu, asas kebersamaan dan kekeluargaan dalam koperasi tetap dijunjung tinggi.
Contoh sukses Platform Co-op
Inovasi dalam dunia koperasi tersebut telah berhasil dilaksanakan di negara-negara barat. Sebutlah Stocksy, Loconomics, dan Modo adalah tiga dari sekian banyak Platform Co-op yang telah sukses pada bidangnya masing-masing.
Seperti Stocksy yang menjual stok foto dan video berkualitas tinggi pada laman web yang dikelola. Platform Co-op ini diluncurkan pada tahun 2013 dengan meraih omzet senilai 10 juta USD dan memiliki 1000 anggota.
Ada pula Modo Carsharing atau Platform Co-up rental mobil bagi anggotanya. Platform Co-op ini telah berusia lebih dari 20 tahun dan terus mengalami perkembangan. Kini telah ada lebih dari 600 mobil yang dapat digunakan dengan biaya perawatan gratis.
Perkembangannya di Indonesia
Sayangnya, bentuk Platform Co-op di Indonesia belum begitu populer. Dilansir dari Antara.com, ICCI sempat tawarkan konsep Startup Co-op kepada Mentri Koperasi dan Usaha Kecil Mikro, Teten Masduki pada tahun 2019. Tawaran tersebut mendapat apresiasi dan ditindak lanjuti dengan pembentukan tim dalam upaya merumuskan rencana aksi.
Meskipun rencana baik ini masih terus diupayakan oleh pihak-pihak terakait, nggak ada salahnya lho kita curi start untuk menggagas Startup Co-op di Indonesia. Apalagi bentuk Startup bukan jadi hal asing lagi bagi generasi millennial. Dengan menggabungkan peluang pasar dan rancangan yang seksama, bukan tidak mungkin, Startup Co-op yang dirancang dapat berjalan sukses seperti Stocksy dan Modo Carsharing.
Jambore koperasi nasional merupakan suatu ajang sekaligus sebagai wadah mempertemukan elemen organisasi koperasi mahasiswa di seluruh indinesia. Kegiatan tersebut meliputi berbagai acara yang di sajikan guna menunjang daya kreasi dan kreatifitas setiap mahasiswa masing-masing universitas melalui delagasinya. Pada intinya kegiatan jambore koperasi berusaha menyatukan kekeluargaan koperasi mahasiswa indonesia. Tak luput. Delegasi Universitas Gadjah Mada turut memriahkan kegiatan jambore koperasi nasional ini. Delegasi tersebut di peroleh melalui open recruitment kepada seluruh anggota koperasi “kopma ugm”. Tidak tertutup kemungkinan juga bagi anggota baru tahun 2016. Setelah melalui seleksi secara ketat dan tertutup yang di lakukan bidang humas dan gerakan koperasi “kopma ugm”, terdapat 3 anggota delegasi terbaik untuk dapat mengikuti jambore koperasi nasional yang mana pada tahun ini di laksanakan di kota batik kata sapaannya, dengan nama kota solo/surakarta, lebih tepatnya di universitas sebelas maret sebagai tuan rumah sekaligus panitia dalam jambore tersebut. datang dengan penuh antusias serta tujuan untuk menambah relasi, delegasi koperasi “kopma ugm” hadir di tengah-tengah peserta yang lain dengan keunikan tersendiri. Yang mana tahun ini delegasi koperasi “kopma ugm” terdiri dari dua anggota baru tahun 2016 dan anggota tahun tahun 2105, serta dengan pendamping dari staff humas dan gerakan. Wajah baru menyelimuti delegasi dari UGM, mengingat keseluruhan peserta dari tim lain terdiri dari pengurus yang pastinya sudah memiliki pengalaman yang lebih dan luar biasa. Sebagai delegasi termuda, tidak menyurutkan kegemilangan perwakilan koperasi “kopma ugm” dalam menggagas jambore koperasi yang berkemajuan.
Selama kegiatan jambore koperasi nasional, delegasi Koperasi “Kopma UGM” berasumsi bahwa terdapat tiga hal pokok kegiatan dibalik suksesnya acara tersebut meliputi:
• Kegiatan kompetisi dalam mengasah kecerdasan dan kreatifitas masing-masing tim maupun individu
Secara garis besar, kegiatan jambore memiliki kualitas tinggi dalam ajang kompetisi antar tim. Atmosfir semakin terasa memanas dirasakan sendiri oleh delegasi koperasi”kopma ugm” ketika akan memulai lomba cerdas cermat koperasi sebagai perlombaan pertama dalam jambore tersebut. langkah bagus di torehkan delegasi dari UGM yang mana, dapat menyingkirkan tim lain yang notabennya mereka sudah lebih berpengalaman tentang koperasi dan sudah masuk dalam kepengurusan di setiap universitasnya. Meskipun sebagai delegasi muda, akan tetapi perwakilan UGM mampu menembus dalam tahap akhir atau tahap ketiga dari perlombaan cerdas cermat tersbut.
Lanjut dengan lomba duta koperasi, lagi-lagi sebutan delegasi muda berhasil mengibas para pesaing yang lain hingga dapat masuk pada babak final. Suatu kebanggan bagi tim perwakilan UGM mengingat personil yang di kirim masih belia dan terlalu muda.
Tidak berhenti apa kegiatan itu saja, masih banyak perlombaan yang di sajikan secara apik oleh panitia universitas sebelas maret yang lainnya. Seperti perlombaan jingle kopma, kreasi batik,dan LKTI dengan tema “Transformasi kopmaku”. Dari keseluruhan lomba tersebut delegasi muda UGM berpartisipasi secara aktif dengna tetap menjaga nama baik Universitas Gadjah Mada sebagai intsansi yang menaunginya.
Secara keseluruhan kegiatan jambore bisa di katakan baik, meskipun tetap perlu adanya perbaikan dan inovasi kearah berkemajuan dalam kegiatan jambore mendatang.
• Forum kekeluargaan sebagai bentuk usaha meningkatkan kualitas jambore dan khususnya kemajuan koperasi mahasiswa dimasa mendatang
Kegiatan forum ini sendiri meliputi beberapa macam. Dimana terdapat pengenalan tentang FKKMI dan pada penghujung kegiatan jambore terdapat forum evaluasi kegiatan selama jambore. Pada sesi pengenalan FKKMI, di hadiri oleh ketua FKKMI yang baru dan ketua yang lama dan bru lengser. Pada acara tersebut, lebih menekankan terhadap pengenalan ke arah FKKMI sendiri dan info terkait aturan terbaru yang ada di dalam kegiatan jambore koperasi nasional berdasarkan hasil munas FKKMI di bantul, Yogyakarta. Sedangkan forum evaluasi sendiri dihadiri oleh masing-masing perwakilan setiap tim. Pada waktu itu, di dalam forum setiap perwakilan berhak mengeluarkan kritik serta saran terhadap kegiatan selama jambore berlangsung. Suasana yang semakin dramatis menjadikan forum tersebut sedikit memanas dan menemukan jalan buntu, mengingat banyak peserta yang merasa kecewa terhadap kurangnya perhatian, fasilitas, kepuasan, transparansi data, serta jadwal yang di rasa menyimpang dari konsep awal. Dari situlah, perwakilan tim UGM mencoba memberikan jalan tengah serta solusi sehinga ketika menemukan masalah, secara pasti juga akan ada solusi terbaik. Dari evaluasi tersebut bisa di katakan terjadi pertama kali dan bisa dikatakan sebagai langkah awal adanya usaha memajukan jambore koperasi nasional yang lebih berkualitas tentunya juga dengan semakin bertambahnya kuantitas yang ada.
• Wisata tempat sejarah dan budaya daerah guna menambah wawasan kearifan lokal
Kegiatan inilah yang di tunggu-tunggu dari setiap peserta dimana mereka dapat merasakan dan menelisik kebudayaan yang ada di solo. Mengingat peserta jambore bukan hanya anggota koperasi mahasiswa yang ada di sekitas solo saja, melainkan hingga luar jawa. Bahkan terjauh hingg sampai pulau sulawesi. Dengan adanya wisata tersebut dapat membuat peserta dalam menghilangkan penat selama lima hari berkegiatan jambore dan mencari buah tangan yang cocok untuk di bawa ke kampung halamannya.
Jambore koperasi nasional telah berlalu, semua tidak akan hilang secepatnya. Akan terus membekas sebagai pengalamn yang indah. Kegiatan yang penuh dengan kesan menarik dan di kemas secara elegan. Dengan jambore tersebut, di harapkan buat semakin kuatnya persaingan antar unersitas dalam merebutkan gelar juara umum, melainkan menjadikan sadar bahwa koperasi mahasiswa saat ini dapat menjadi landasan dalam langkah awal membangun perekonomian indonesia yang berkemajuan melalui koperasi. Sudah bukan saatnya kemenangan pribadi menjadi prioritas, akan tetapi kajayaan bersama terasa lebih terhormat dan bijak dalam sebagai kader penerus insan-insan koperasi indonesia.
#AkuCintaKoperasi
Yogyakarta-Gugus Gerakan Cinta Koperasi “Kopma UGM” kembali mengadakan suksesi pada Kamis (17/12) untuk memilih ketua baru. Acara yang bertempat di ruang anggota Koperasi “Kopma UGM” ini diikuti oleh internal dan alumni GCK. Sebelum memasuki acara inti, diadakan bincang-bincang ringan yang bertujuan untuk memperjelas gambaran GCK dan esensi proker-prokernya pada anggota. Bahkan, anggota juga diajak turun langsung dalam liputan sosial. Mereka nampak sangat antusias dengan kegiatan tersebut.
Usai sholat maghrib, acara dilanjutkan. Memasuki acara inti, yaitu suksesi, para calon ketua (Ari, Nofita, Winda, dan Deden) memaparkan visi dan misi yang akan diusung untuk memajukan GCK bila terpilih nanti. Setelah itu, musyawarah dilakukan untuk memilih ketua. Berdasarkan hasil musyawarah, terpilihlah Windarti Wahdaningrum (Geografi Lingkungan 2014) sebagai ketua GCK 2016.
“Pilihan untuk bersedia mengemban amanah adalah sesuatu yang sulit, tetapi bukan tidak mungkin untuk dijalankan. Hal paling penting adalah bagaimana mulai membangun komitmen, berusaha berbuat sebaik-baiknya dan menjadikan amanah itu sebagai prioritas,” tulis Winda ketika dihubungi lewat instant messenger. Selain itu, Winda juga mengajak untuk mulai membangun rasa memiliki terhadap GCK.
Yogyakarta, KOPMA UGM- Bidang Human Resource and Development (HRD) telah mengadakan buka bersama kepengurusan-staf bersama karyawan Koperasi “Kopma UGM” pada hari Sabtu, (4/7) bertempat di halaman depan Front Office Koperasi “Kopma UGM”. Buka bersama yang diadakan kali ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahim antara kepengurusan-staf dengan karyawan.
Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Muhammad Fajri Saptaji selaku ketua umum Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pengajian yang diisi oleh Ust. Eko Susilo. Dalam pengajian tersebut pembahasan yang diulas oleh pemateri adalah tentang pentingnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin dalam rangka beribadah pada Allah SWT., khususnya di bulan Ramadhan. Seusai pengajian, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama sekaligus penyerahan sertifikat Employee of Three Months, dan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR).
Muhammad Fajri Saptaji mengungkapkan, “Alhamdulilah, saya merasa senang, karena antusias karyawan yang cukup baik. Awalnya pengajian ini hendak dilaksanakan pada tanggal 7 Juli, akan tetapi karena usul dari karyawan, maka pengajian ini diajukan menjadi tanggal 4 Juli,”
“Acaranya bagus, karena itu dapat menambah keakraban antara pengurus dan karyawan. Harapannya acara semacam ini lebih sering untuk diadakan,” ujar Agus Dyanto selaku salah satu karyawan Koperasi “Kopma UGM” yang mengikuti acara tersebut.
Yogyakarta- 7 April 2015, Gugus komunitas Trainer Community telah mengadakan acara Duta TC pada tanggal 3 April 2015 pukul 16.00–21.00 WIB di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”. Acara ini diikuti oleh anggota Tranier Community sejumlah sepuluh orang.
Menurut Rony Iskandar selaku ketua gugus komunitas Trainer Community Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016, “Tujuan diadakan acara ini adalah untuk berbagi ilmu pada anggota baru mengenai gugus komunitas Trainer Community.”
Sebelum acara memulai acara, anggota Trainer Community yang telah mengikuti Young Trainer Acamdemy (YTA) terlebih dahulu membagi pengalamannya pada anggota lain. Setelah itu acara memasuki acara inti yang terdiri dari tiga sesi.
Pada sesi pertama yakni let’s design your training kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu the important thing of grooming. Terakir, sesi ketiga adalah how to promote your self. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).