Similar Posts
Bangkit dari Resesi akibat Pandemi Bersama Koperasi
BykopmaugmKeterpurukan sosial ekonomi dialami oleh hampir sebagian besar masyarakat akibat pandemi yang hingga saat ini belum kunjung usai. Kabar pertambahan kasus, lonjakkan angka positif masih berseliweran di telinga dan mata masyarakat. Ekonomi mulai perlahan bangkit, namun belum sepenuhnya dapat kembali ke keadaan semula. Perekonomian Indonesia yang disokong berbagai sektor, banyak mengandalkan keberadaan UMKM dan Koperasi. Koperasi sebagai badan usaha yang berbasis orang dan berbeda dibanding bisnis berbasis modal, dapat menjadi penyelamat di tengah kesulitan ekonomi.
Pemerintah mempertimbangkan solusi khusus di bidang ekonomi yaitu memacu aktifitas sektor UMKM dan koperasi sebagai “Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional”. Cara yang ditempuh adalah dengan menyiapkan tujuh langkah atau visi Penguatan Ekonomi Nasional, dengan pertimbangan bahwa 99% populasi usaha, 97% lapangan kerja, serta 60% PDB adalah bersumber dari sektor UMKM dan koperasi.
Pandemi menghadirkan kesempatan yang baik dalam meyakinkan masyarakat melihat sisi lain dalam ekonomi dan berbisnis. Tidak lagi hanya menggantungkan nasib pada segelintir pemilik modal. Koperasi yang dipercaya sebagai praktik nyata demokrasi dapat bekerja dalam ruang hidup keseharian. Di Indonesia pemberdayaan koperasi dan UMKM dilakukan secara konsisten dari dulu hingga sekarang, di tengah pandemi.
Koperasi dipercaya dapat menjadi solusi menciptakan pertumbuhan ekonomi berkeadilan. Hal ini mengingat bahwa koperasi tidak menjadikan profit atau keuntungan sebagai hal yang utama, melainkan lebih mengejar manfaat. Benefit oriented bagi seluruh stake holder-nya, mulai dari pekerja, anggota, konsumen, pemasok dan juga pemerintah.
Digitalisasi dan pengembangan koperasi yang menyesuaikan dengan zamannya menjadi salah satu kiat koperasi bertahan. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki yang dilansir dari laman antaranews.com menyatakan langkahnya untuk memberdayakan UMKM adalah dengan mewujudkannya dekat dengan basis anak muda dan teknologi. Kegiatan serba digital yang didorong pelaksanaannya karena pandemi ini turut memengaruhi gerak koperasi dalam perjalanannya.
Koperasi dapat mengembangkan berbagai sektor ekonomi daerah yang belum mendapat perhatian, menjadi sumber baru kekuatan perekonomian Indonesia. Dalam rencana atau langkah solutif yang dirancang pemerintah sebagai pemulihan ekonomi di sektor UMKM dan koperasi, langkah pengembangan produk lokal unggulan mulai dari bidang pertanian, peternakan, periklanan, pengolahan, hingga pemasaran terintegrasi sebagai basis usaha koperasi dan UMKM, menjadi langkah ketiga yang dicanangkan.
Konsep pembangunan ekonomi rakyat ke arah sistem perekonomian yang lebih berkeadilan dan kekeluargaan sebagaimana diamanatakan UUD 1945 pasal 33, berusaha dibawa oleh koperasi. Ekonomi berkeadilan digambarkan dengan adanya kesejahteraan merata dirasakan masyarakat. Tiga area pokok yang menjadi kebijakan ekonomi berkeadilan, yakni kebijakan berbasis lahan, kebijakan berbasis kesempatan, dan kebijakan berbasis peningkatakan kapasitas SDM.
Prinsip atau langkah menarik dari ketujuh langkah pemerintah lainnya adalah pada keinginan pembangunan kemandirian dan daya saing ekonomi bangsa melalui gerakan jiwa kewirausahan dan gerakan cinta produk Indonesia. Dikampanyekannya gerakan Produksi Beli Gunakan Sendiri (PBGS), diharapkan dapat mengembalikan daya produksi dan konsumsi masyarakat dengan menimbang produk impor yang terhambat. Produksi barang dan jasa akan berjalan beriringan dengan adanya tingkat daya beli atau konsumsi masyarakatnya.
Berbagai hal yang sempat tertunda dan berhenti di tengah keterpurukan pandemi, harapannya dapat segera kembali. Stop penundaan dan bangkit bersama koperasi bisa menjadi salah satu langkah yang tepat untuk dipertimbangkan. Tidak ada istilah kuno, kalau ternyata peluang besar ada pada koperasi, yang dapat menjadi cara baru mengembalikan semangat ekonomi nasional seperti dulu.
sumber gambar: bangfirman.com
(ayu pratiwi)
Oprec Pengelola Perpus
[Open Recruitment]
Oprec pengelola Perpustakaan Koperasi Kopma Ugm periode Juli -September 2016
Persyaratan :
1. Anggota Koperasi “Kopma UGM”
2. Lunas simpanan wajib s/d September 2016
3. Berkomitnen tinggiYang berminat jadi puskawan, yang ingin nambah uang jajan, boleh banget mendaftarkan diri..
Promo Brizzi Swalayan dan Mini Market Kopma UGM
Malam Kopmania…. 🙂
Mulai tanggal 16 Februari kemarin SWALAYAN dan MINI MARKET KOPMA, mengadakan PROMO BRIZZI loh, dapat POTONGAN 10% setiap belanja di atas Rp10.000,-
Bagi teman-teman segera belanja di SWALAYAN dan MINI MARKET KOPMA ya… 🙂
Duta Trainer Community
Yogyakarta- 7 April 2015, Gugus komunitas Trainer Community telah mengadakan acara Duta TC pada tanggal 3 April 2015 pukul 16.00–21.00 WIB di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”. Acara ini diikuti oleh anggota Tranier Community sejumlah sepuluh orang.
Menurut Rony Iskandar selaku ketua gugus komunitas Trainer Community Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016, “Tujuan diadakan acara ini adalah untuk berbagi ilmu pada anggota baru mengenai gugus komunitas Trainer Community.”
Sebelum acara memulai acara, anggota Trainer Community yang telah mengikuti Young Trainer Acamdemy (YTA) terlebih dahulu membagi pengalamannya pada anggota lain. Setelah itu acara memasuki acara inti yang terdiri dari tiga sesi.
Pada sesi pertama yakni let’s design your training kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu the important thing of grooming. Terakir, sesi ketiga adalah how to promote your self. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).
Upgrading Pandiksar 110 Koperasi “Kopma UGM”
Yogyakarta-Kamis, 26 Februari 2015 bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 kembali mengadakan acara yakni berupa upgrading untuk Pandiksarkop (Panitia Pendidikan Dasar Koperasi) ke-110. Upgrading untuk Pandiksar 110 dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2015 di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” pukul 18.30-selesai dan diikuti oleh 13 orang.
Mengapa upgrading untuk Pandiksar 110 perlu diadakan? Menurut Anjar Pramesty selaku Staf PSDA Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 yang diwawancara via facebook menyatakan “Setiap kepanitiaan pasti ada titik jenuhnya, padahal seharusnya job desk masih terus diselesaikan. Titik jenuh itu cukup bisa menurunkan kinerja panitia. Maka dari itu, upgrading menjadi sarana refreshing yang dapat memotivasi panitia untuk terus meningkatkan kinerja panitia”.
Upgrading Pandiksar 110 kali ini diisi oleh Anindityo Dwiprakoso (Mas Tyo) dan Prasetya Kurniawan (Wawan) dari Trainer Community (TC) Koperasi “Kopma UGM”. Materi yang disampaikan pertama-tama adalah ice breaking yang disii oleh Wawan lalu dilanjutkan dengan game dari Mas Tyo untuk mengurutkan jati diri koperasi (sejarah dan identitas) dan nama-nama kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016.
“Pandiksar seru banget bisa masuk ke dalam game dengan baik. Mereka tampak antusias meskipun ngantuk-ngantuk,” ungkap Anjar Pramesty. Selain itu, Anjar Pramesty juga berharap “Setelah upgrading ini, harapannya pandiksar semakin kompak dan bisa lebih maksimal dalam menjalankan job desk,” tuturnya. (Humas Kopma UGM/Rusli Akhmad Junaedi).
Sosisalisasi Kewirausahaan
Yogyakarta- 8 Maret 2015, gugus komunitas Kewirausahaan Koperasi “Kopma UGM” telah mengadakan sosialisasi kewirausahaan pada hari Minggu, 1 Maret 2015 bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” pukul 15.30-18.00 WIB dan dihadiri oleh 6 orang.
Pada acara tersebut yang menjadi pemateri adalah seluruh pengelola gugus komunitas yakni Alwy Herfian Satriatama, Ainun Nur Mazidah, dan Syufiya Rahmawati. Menurut Ainun Nur Mazidah selaku pengelola gugus komunitas Kewirausahaan menyatakan, “Tujuan diadakannya sosialisasi pada kali ini adalah untuk memberikan pemahaman pada calon anggota mengenai konsep gugus komunitas kewirausahaan dan daftar ulang untuk seleksi anggota gugus komunitas Kewirausahaan.”
Sebelum masuk materi sosialisasi gugus komunitas Kewirausahaan, pertama-tama peserta bermain game lalu ramah tama dengan pengelola gugus komunitas Kewirausahaan Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016.
Seusai sosialisasi, pengelola gugus komunitas Kewirausahaan juga menjelaskan progam kerja serta alur seleksi anggota gugus komunitas. “Tugas untuk calon anggota yang berminat untuk bergabung sebagai anggota gugus komunitas Kewirausahaan yakni membuat business plan maksimal dua halaman,” ungkap Ainun setelah acara sosialisasi berakhir.
Tepat pukul 18.00 ketika adzan magrib berkumdang acara sosialisasi kewirausahaan yang diadakan oleh gugus komunitas Kewirausahaan berakhir. (Humas Kopma UGM / Rusli Akhmad Junaedi).



