Sosisalisasi Kewirausahaan

8967_840429929331635_1050736289810009945_n

Yogyakarta- 8 Maret 2015, gugus komunitas Kewirausahaan Koperasi “Kopma UGM” telah mengadakan sosialisasi kewirausahaan pada hari Minggu, 1 Maret 2015 bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” pukul 15.30-18.00 WIB dan dihadiri oleh 6 orang.

Pada acara tersebut yang menjadi pemateri adalah seluruh pengelola gugus komunitas yakni Alwy Herfian Satriatama, Ainun Nur Mazidah, dan Syufiya Rahmawati. Menurut Ainun Nur Mazidah selaku pengelola gugus komunitas Kewirausahaan menyatakan, “Tujuan diadakannya sosialisasi pada kali ini adalah untuk memberikan pemahaman pada calon anggota mengenai konsep gugus komunitas kewirausahaan dan daftar ulang untuk seleksi anggota gugus komunitas Kewirausahaan.”

Sebelum masuk materi sosialisasi gugus komunitas Kewirausahaan, pertama-tama peserta bermain game lalu ramah tama dengan pengelola gugus komunitas Kewirausahaan Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016.

Seusai sosialisasi, pengelola gugus komunitas Kewirausahaan juga menjelaskan progam kerja serta alur seleksi anggota gugus komunitas. “Tugas untuk calon anggota yang berminat untuk bergabung sebagai anggota gugus komunitas Kewirausahaan yakni membuat business plan maksimal dua halaman,” ungkap Ainun setelah acara sosialisasi berakhir.

Tepat pukul 18.00 ketika adzan magrib berkumdang acara sosialisasi kewirausahaan yang diadakan oleh gugus komunitas Kewirausahaan berakhir. (Humas Kopma UGM / Rusli Akhmad Junaedi).

Similar Posts

  • | |

    Kontribusi Mahasiswa melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Mengembangkan UMKM di Masa Pandemi

    Mahasiswa adalah tulang punggung pembangunan negara, terutama dalam kaitannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan sebagai faktor yang dapat mendorong kemajuan masyarakat. Masa pandemi yang berlanjut seperti ini memerlukan adanya peran dari seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali mahasiswa. Selain belajar, mahasiswa juga dituntut untuk bermasyarakat dan berkontribusi secara aktif dalam pembangunan masyarakat. Teruntuk mahasiswa, kita perlu ingat bahwa selama kita menyandang status mahasiswa, kita memiliki sebuah tanggung jawab besar yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tentu kita harus tetap mengingat sekaligus mengamalkan isi dari Tri Dharma tersebut, yakni pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta yang terpenting adalah pengabdian kepada masyarakat.

     

    Kita perlu menyadari bahwa ilmu yang kita pelajari di kuliah perlu kita terapkan di kehidupan sehari-hari untuk pembangunan masyarakat. Terutama pada masa pandemi yang berkepanjangan, dan memerlukan adanya pemulihan di berbagai bidang. Bidang perekonomian rakyat menengah kebawah merupakan salah satu bidang yang paling berat terdampak oleh adanya pandemi. Terutama dengan kebijakan PPKM yang tentunya menghambat kegiatan perekonomian. UMKM dinilai dapat menjadi salah satu kunci utama pemulihan ekonomi pasca pandemi. Seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki yang diliput oleh Beritasatu (23/07/2021) bahwa kolaborasi dari berbagai pihak adalah kunci ketahanan eksistensi UMKM di masa pandemi. Beliau menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat dituntut untuk bergotong royong membantu pemulihan UMKM setelah sekian lama terdampak pandemi. Gotong royong tersebut dijalankan melalui berbagai upaya dari berbagai lapisan masyarakat, seperti adanya pelatihan dan pengembangan digitalisasi UMKM oleh instansi pemerintah maupun swasta. Melalui gagasan tersebut, terlihat bahwa peluang mahasiswa untuk berkontribusi secara aktif dalam bergotong royong mempertahankan eksistensi UMKM, tentunya dilaksanakan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.

     

    Sesuai dengan namanya, Tri Dharma Perguruan Tinggi mengandung tiga unsur utama yang menjiwai perjalanan akademis seorang mahasiswa, yakni seperti yang telah disebutkan sebelumnya adalah pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui tiga unsur pokok tersebut dapat dijabarkan kontribusi mahasiswa dalam pengembangan UMKM di masa pandemi sebagai berikut.

     

    1. Pembelajaran

    Pembelajaran mencakup segala aktivitas transfer ilmu pengetahuan melalui metode secara langsung, yakni melalui penyampaian oleh dosen, serta melalui metode tidak langsung, yakni pembelajaran mandiri oleh mahasiswa dengan mencari materi tambahan di luar kelas. Berbagai ilmu yang berguna bagi pengembangan UMKM dapat dipelajari oleh mahasiswa dari bermacam-macam disiplin ilmu. Mahasiswa dari disiplin ilmu sains dan teknologi dapat memperoleh berbagai pengetahuan mengenai optimalisasi produksi melalui berbagai penerapan teknologi serbaguna, seperti peralatan industri dan penggunaan aplikasi berbasis digital untuk membantu kegiatan usaha. Seorang mahasiswa ilmu komputer dapat mempelajari sistem jaringan teknologi informasi untuk merancang sebuah aplikasi digital untuk membantu pembukuan, kegiatan jual beli, dan lain sebagainya. Lalu seorang mahasiswa dari disiplin ilmu ekonomika dapat mempelajari ilmu manajemen sederhana untuk ia kembangkan menjadi sebuah konsep yang dapat berguna bagi kegiatan UMKM

     

    Pembelajaran tentunya tidak hanya mencakup teori yang terikat oleh disiplin ilmu yang dipelajari oleh mahasiswa, namun juga mencakup kemampuan lain yang diasah di luar kelas. Kemampuan ini mencakup soft-skills seperti kepemimpinan, berbicara di depan umum, berdiskusi menyampaikan pendapat, perencanaan kegiatan, dan kemampuan bersosialisasi lainnya. Kemampuan ini dilatih di berbagai kegiatan di luar kelas, seperti melalui organisasi yang ada baik di dalam maupun di luar kampus. Kemampuan ini tentunya sangat dibutuhkan ketika mahasiswa terjun langsung ke masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan. Untuk mengembangkan sektor UMKM, mahasiswa harus memiliki bekal kemampuan bersosialisasi yang baik. Maka sebelum terjun ke masyarakat untuk berkontribusi, mahasiswa dituntut untuk mencari pengalaman melalui berbagai wadah pengembangan seperti yang telah dicontohkan sebelumnya.

    1. Penelitian dan Pengembangan

    Melanjutkan dari pembelajaran, penelitian dan pengembangan merupakan penerapan dari ilmu yang mahasiswa pelajari untuk mengkaji sekaligus menyelesaikan permasalahan di masyarakat, seperti resesi ekonomi masa pandemi yang masyarakat alami saat ini. Melalui berbagai pengetahuan yang dipelajari semasa kuliah, mahasiswa dapat menerapkannya untuk mengembangkan sektor UMKM, seperti inovasi produk berbasis agroindustri yang mengembangkan potensi hayati daerah. Kontribusi mahasiswa melalui konsep penelitian dilakukan dengan cara meneliti berbagai hambatan yang dihadapi oleh UMKM seperti kurangnya optimalisasi teknologi dan pemanfaatan potensi daerah. Mahasiswa dapat berkontribusi dengan meneliti berbagai potensi daerah seperti hasil bumi yang kemudian dikembangkan untuk diolah menjadi produk yang layak jual dan diminati. Selain itu, mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan digital untuk membantu digitalisasi UMKM sebagai alternatif metode jual beli yang aman di masa pandemi. Dengan demikian, maka adanya berbagai inovasi tersebut akan mendongkrak UMKM untuk bangkit setelah terdampak pandemi.

     

    1. Pengabdian kepada Masyarakat

    Terakhir dan terpenting, adalah pengabdian kepada masyarakat. Segala ilmu dan pengetahuan yang dipelajari dan dikembangkan semasa kuliah harus digunakan untuk mengabdi kepada masyarakat. Melalui penelitian dan pengembangan, mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat sebagai wujud pengabdian. Kemudian mahasiswa dituntut untuk terjun langsung ke masyarakat untuk menyalurkan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan untuk mengembangkan masyarakat. Melalui pengabdian, seorang mahasiswa dapat berkontribusi dalam mempertahankan eksistensi UMKM dengan berbagai penyuluhan dan sosialisasi yang didapatkan dari pembelajaran, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan. Penyuluhan ini tentunya dapat mencakup berbagai bentuk yang menyesuaikan dengan disiplin ilmu mahasiswa tersebut. Seperti adanya penyuluhan pemanfaatan platform jual beli berbasis online untuk membantu kegiatan UMKM di masa pandemi

     

    Demikian paparan dari kontribusi yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mengembangkan UMKM di masa pandemi yang tentunya sejalan dengan Tri Dharma Perguruan tinggi.  Harapannya para akademisi dapat selalu terinspirasi untuk selalu mengabdi kepada masyarakat, terutama di masa pandemi seperti ini yang memerlukan kontribusi berbagai lapisan masyarakat. Oleh karenanya peran dan peluang mahasiswa sangatlah besar dalam mengembangkan UMKM di tengah krisis seperti sekarang ini.

  • |

    Belajar Mencintai Mulai dari Diri Sendiri

    “Seseorang berhak dicintai dan mencintai” adalah quotes yang sering kita dengar dalam urusan percintaan. Quotes ini diartikan dengan hak seseorang untuk mencintai orang lain maupun berhak dicintai oleh orang lain yang tanpa paksaan antar keduanya. Berdasarkan tafsiran umum ini banyak orang yang menganggap bahwa dirinya hanya mencintai orang lain tanpa dicintai balik. Padahal, quotes ini juga dapat diartikan dalam lingkup self-love.

    Self-love atau mencintai diri sendiri merupakan hal yang penting dalam hidup kita. Dengan kita mencintai diri kita sendiri, kita akan terhindar dengan pandangan hidup yang negative yang sering menghinggapi pikiran kita. Kita juga dapat menikmati hidup tanpa memikirkan beban yang seharusnya tidak kita ambil pusing, sehingga terhindar dari stress. Dengan terus meningkatkan kemampuan self-love, kita juga dapat merasakan kebahagiaan dengan cara-cara yang sederhana.

    Sering kali kita terlalu fokus pada kekurangan diri kita. Kita terlalu membuang waktu untuk memikirkan apa yang dikatakan oleh orang lain berdasarkan kekurangan kita. Padahal, disetiap kekurangan juga pasti terdapat kelebihan. Karena begitulah dunia diciptakan, saling melengkapi, sama halnya dengan siang-malam, panjang-pendek, baik-buruk. Sehingga yang seharusnya kita pikirkan adalah bagaimana caranya kita menngkatkan kelebihan pada diri kita dengan self-improvement.

    Masalahnya, self-improvement ini akan berujung pada kesia-siaan apabila kita tidak atau belum menerapkan self-love pada diri kita terlebih dahulu. Ada banyak cara untuk mencintai diri kita sendiri, seperti belajar memaafkan diri sendiri dan merelakan apa yang sudah berlalu dengan menjadikannya sebagai sebuah pelajaran ketimbang penyesalan. Selain itu, kita pasti juga sudah akrab dengan isitilah “Me Time” atau waktu yang kita sediakan untuk diri sendiri sebagai waktu untuk menjernihkan pikiran yang sedang jenuh atau sekedar reward atau penghargaan atas apa yang telah kita capai.

    Dari penjelasan diatas, mungkin sebagian besar pembaca akan menerjemahkan self-love dengan egoisme. Padahal, konsep self-love sangat berbeda dengan konsep egoisme itu sendiri. Self-love artinya kita menerima dan menghargai apa yang kita punya, baik itu fisik, pikiran, maupun hati serta takdir yang diberikan oleh Yang Maha Esa. Sementara egoisme merupakan sikap atau tindakan dimana kita hanya mementingkan kepentingan diri sendiri tanpa mengindahkan kehadiran dan eksistensi orang lain yang mana sikap atau tindakan itu merugikan orang lain.

    Untuk menutup tulisan ini, saya akan mengutip perkataan Maulana Jalaluddin Rumi, seorang sufi, filsuf sekaligus sastrawan dan penyair. Sila pembaca tafsirkan sendiri

    (sumber gambar: hipwee.com )

     

    Everything in the universe is within you. Ask all from yourself

    –  Maulana Jalaluddin Rumi –

  • |

    Pelatihan Self Employed untuk Mengasah Softskill dan Hardskill Anggota Koperasi Mahasiswa UGM

    Gambar 1. Dokumentasi Self Employee

    Koperasi Mahasiswa UGM merupakan organisasi atau UKM yang aktif dalam menyebarkan dan mengajak masyarakat umum khususnya mahasiswa UGM untuk ikut bergabung serta meramaikan kegiatan yang diselenggarakan oleh Koperasi Mahasiswa UGM. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa UGM selama dikampus, memperluas jaringan relasi antar mahasiswa, memperbanyak pengalaman dalam berorganisasi, bekerja sama dan ikut berkontribusi memberikan insight positif bagi masyarakat umum, serta menjadi wadah untuk mengembangkan minat bakat ataupun skill yang dimiliki mahasiswa agar menjadi lebih baik.

    Salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Koperasi Mahasiswa UGM adalah Self Employee.  Kegiatan cukup sering diadakan dengan tujuan mengembangkan Softskill maupun Hardskill dengan topik pembicaraan yang menarik serta mendatangkan narasumber yang cukup ahli dan memiliki penguasaan yang baik disetiap pertemuannya. Sehingga memberikan kita pengalaman yang lebih menarik dengan bertemu secara langsung dan mendengarkan berbagai hal baru, membuka wawasan kita menjadi lebih luas serta mendapatkan bagaimana cara mereka dalam meraih kesuksesannya.

    Pada bulan Juni, kami sudah 3 kali mengadakan kegiatan Self Employee dengan topik “Membranding Bisnis” Bersama narasumber kami mbak Eka Samsiati Putri sebagai owner dari Mie Terserah yang membagikan cerita bagaimana cara mereka dari awal mendirikan bisnisnya hingga meluncurkan produknya. Kemudian Self Employee kedua kami mendatangkan narasumber yaitu mbak Larasati Kaisar Rafi yang akan membagikan pengalamannya sebagai MC di acara-acara besar dan  menjadi seorang penyiar radio. Yang cukup menarik dari kegiatan Self Employee kami kali ini adalah, narasumber yang kami undang merupakan seorang mahasiswa, tentunya ini menjadikan nilai lebih agar kita sebagai sesama mahasiswa menjadi termotivasi dan semakin semangat berjuang dalam meraih cita-cita. Kegiatan Self Employee  selanjutnya dilaksanakan dengan acara yang cukup besar, karena merupakan sebuah kolaborasi anatar Koperasi Mahasiswa UGM Bersama BUMI Schoolarship . Dengan mengadakan Bootcamp dan seminar pelatihan selama 3 hari, dengan topik mengenai beasiswa, mulai dari tahapan beasiswa, persyaratan, berkas, wawancara dan tes skolastik. Selain itu juga para audiens juga berkesempatan untuk bisa sharing atau bertanya secara langsung kepada para narasumber.

  • Beasiswa Aku Cinta Koperasi

    Yogyakarta – Pada tahun ini, dalam rangka memperingati hari pendidikan Nasional Koperasi “Kopma UGM” menyelenggarakan Program Beasiswa Aku Cinta Koperasi. Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa-mahasiswi ugm untuk membantu kebutuhan finansial dalam menunjang pendidikan. Penyeleksian beasiswa ini berlangsung selama satu bulan.

    Tahap penyeleksian beasiswa ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, dimana para pendaftar beasiswa ini mengumpulkan berkas-berkas seperti formulir, sertifikat kegiatan, dan esai mengenai biodata diri pendaftar yang pengumpulannya berlangsung dari 2 sampai dengan 25 Mei 2016. Para pendaftar pun berasal dari hampir seluruh fakultas yang ada di Universitas Gadjah Mada. Selanjutnya adalah tahap wawancara yang berlangsung sejak 26 sampai dengan 30 Mei 2016. Terdapat 20 pendaftar yang mengikuti seleksi pada tahap ini.

    Dari penilaian kedua tahap diatas, pada 31 Mei 2016 terpilihlah 12 calon penerima beasiswa Aku Cinta Koperasi. Rencananya, penyerahan resmi ini akan diadakan pada tanggal 17 Juni 2016. “ Antusiasme para mahasiswa terhadap beasiswa ini sangat baik, terlihat dari jumlah para pendaftar. Segala proses penyeleksian pun berlangsung lancar. Semoga beasiswa ini memberikan kebermanfaatan,” Ujar Woro Imas P selaku Staf Humas dan Gerakan.

  • Pelatihan PKL

    Yogyakarta-Bidang HRD Koperasi “Kopma UGM” kembali mengadakan pelatihan PKL yang berasal dari SMKN 7 Yogyakarta pada Rabu (6/1) bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”. Pelatihan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan  kualitas SDM serta memberikan pengetahuan tentang Koperasi pada umumnya dan khususnya Koperasi “Kopma UGM” itu sendiri. Selain itu, pelatihan iini juga bertujuan untuk lebih mendekatkan hubungan antara peserta PKL dengan kepengurusan-staf yang ada di Koperasi “Kopma UGM”.

    Pelatihan ini terdiri dari dua materi, yakni pengenalan koperasi yang disampaikan oleh Anwar Danu Saputra (Staf Humas dan Gerakan) dan Cash Opname yang disampaikan oleh Winda Aviany Anindya (Staf Keuangan). “Harapannya dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan untuk para PKL yang bekerja sama dengan Koperasi” Kopma UGM” ke depannya,” tandas Nurul Meika selaku staf HRD yang juga merupakan penanggung jawab pelatihan.

  • Pengajian Karyawan Koperasi “Kopma UGM” 2015

    SAM_0061

    Yogyakarta-Minggu, 1 Maret 2015, bidang Human Resource and Development (HRD) Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 telah mengadakan pengajian untuk karyawan Koperasi “Kopma UGM” di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” pada tanggal 28 Februari 2015 pukul 13.30-15.00 WIB. Rangkaian acara pada pengajian pada waktu adalah sebagai berikut:

    1. Pembukaan
    2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an
    3. Inti acara pengajian
    4. Pengumuman
    5. Penutup

    Tak lama kemudian, acara memasuki sesi pembukaan yang disampaikan oleh pembawa acara. Rangkaian acara selanjutnya adalah pembacaan ayat suci Al Qur’an yakni surat Al Fatihah secara bersama-sama. Sesudah membaca ayat suci Al Qur’an, acara memasuki sesi inti pengajian yang disampaikan oleh Bpk. Ust. Drs. H. Agus Machali.

    Pada pengajian waktu itu, Bpk. Agus menyampaikan tentang pentingnya bersyukur. Beliau mengingatkan jama’ah untuk senantiasa berbudi pekerti yang baik dengan selalu bersikap jujur, mempunyai rasa malu, dan syukur kepada Allah SWT.

    “Nikmat yang tinggi jika diberi harta yang banyak, namun nikmat kesehatan adalah nikmat yang tidak ada duanya. Akan tetapi, nikmat tertinggi yang diberikan Allah SWT adalah ketaqwaan,” tutur Bpk. Agus ketika menyampaikan ceramahnya pada jama’ah.

    Empat puluh lima menit berlalu, pengajian yang disampaikan oleh Bpk. Agus telah usai. Sebelum menginjak penghujung acara, Nurul Meika Tri Wahyuni selaku Staf HRD Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 menyampaikan pengumuman pada karyawan Koperasi “Kopma UGM” mengenai susunan kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016.

    Tepat pukul 15.00 WIB pengajian karyawan berakhir bersamaan dengan berkumandangnya adzan shalat ashar. Seusai adzan seluruh peserta pengajian lantas beranjak menuju mushola guna menunaikan ibadah shalat ashar. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).