Open Recruitment Tim Kerja Keanggotaan

11051144_1602674286613954_966120254_n

Syarat:

  1. Anggota Koperasi “Kopma UGM”
  2. Sudah mengikuti Diksar
  3. Fotocopy Kopma Member Card
  4. Bukti pembayaran simpanan wajib sampai Juli 2015
  5. Fotocopy jadwal kuliah (KRS)
  6. Mengumpulkan formulir dan foto 3×4

Timeline:

  1. Pengumpulan berkas 9-17 Maret 2015
  2. Wawancara 18-21 Maret 2015
  3. Magang 23-31 Maret 2015

CP: 085729262712 9 (Rizka)

Ayo buat kamu-kamu-kamu yang mau belajar lebih banyak tentang Koperasi “Kopma UGM”. Segera daftar dan ikuti seleksinya!!

Similar Posts

  • Koperasi “Kopma UGM” Adakan Dikorg ke-29

    Yogyakarta–Koperasi “Kopma UGM”kembali mengadakan Pendidikan Organisasi (Dikorg) ke-29 bertempat di Wisma Satunama pada 5–6 Desember 2015 dengan mengangkat teman “The Secret of Puzzle”. Acara ini diadakan bagi anggota koperasi yang telah mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) serta kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta.

    Acara dimulai pukul 06.00 WIB pada hari pertama, rombongan berangkat dari Koperasi “Kopma” UGM” menuju lokasi pada pukul 07.30. Materi yang disampaikan adalah Manajemen Organisasi oleh Andrianto Maulana, Leadership oleh Akhmad Mudhakir, Manajemen Konflik oleh Jazaul Hasanah, Manajemen Komunikasi oleh AkhmadFaqihudin. Setelah semua materi disampaikan, materiterakhir yang disampaikan adalah materi Life Plan dari anggota gugus Trainer Community (TC), Siti Ema Atika. Acara kemudian dilanjutkan dengan pensi dari setiap kelompok. Pertunjukan yang ditampilkan antara lain: puisi berantai, drama musikal, tebak angka, karaoke dan lagu berantai. Penghujung kegiatan pada hari itu adalah Heart to Heart (HTH) oleh staf PSDA yang berakhir pada pukul 22.30 WIB.

    Acara hari kedua dimulai pukul 06.00 WIB, peserta berkumpul di ruang Aula Wisma Satunama untu ksarapan pagi. Acara selanjutnya adalah outbond yang diisi oleh para punggawa TC, outbond berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Seusai outbond, peserta kemudian mandi dan berbenah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan siang di ruang Aula. Agenda terakhir adalah pengumuman panitia Dikorg ke-30, pembagian hadiah dan pengumuman putra-putri Dikorg, yang terpilih adalah Reza sebagai putra Dikorg dan Sanela sebagai putri Dikorg.

  • Upgrading Press Release

    Yogyakarta- KOPMA UGM, Upgrading press release yang diadakan oleh bidang humas dan gerakan (16/4) bertujuan untuk memotivasi dan melatih kemampuan menulis press release staf, asisten bidang, dan pengelola gugus komunitas. Acara yang bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” terdiri dari dua materi, pertama, teknik kepenulisan dasar yang diampu oleh Hamzah Zhafiri Dicky (Manajer Utama Isigood.com) dan kedua, penulisan press release yang disampaikan Hendy Kurniawan (Editor Online Tribun Jogja).

    “Menulis memang bukan pekerjaan yang mudah, melakukannya membutuhkan latihan bertahap dan konsisten, “ ucap Hamzah ketika menyampaikan materi. Peserta tampak antusias dengan datang tepat waktu pada acara tersebut.

    Menurut Anwar Danu Saputra sebagai salah satu peserta upgrading mengatakan,”Bagus, sangat edukatif. Kita tidak hanya dijelaskan tentang teori tapi juga dibimbing untuk praktik secara langsung.”

    Press release merupakan salah satu komponen penting bagi sebuah corporate seperti Koperasi “Kopma UGM”. Salah satu misi dari Koperasi “Kopma UGM” adalah mewujudkan hubungan yang harmonis baik internal maupun eksternal dengan meningkatkan kualitas dan intensitas informasi tentang Koperasi “Kopma UGM”. Press release inilah salah satu medianya,” ujar Rusli Akhmad Junaedi selaku penanggung jawab acara yang diwawancarai seusai acara.

    Selain itu, Muhammad Fajri Saptaji selaku ketua umum Koperasi “Kopma UGM” yang diwawancarai sehari setelah pelaksanaan upgrading menambahkan, “Upgrading kemarin merupakan upgrading yang cukup bermutu dibandingkan dengan upgrading yang lain di kopma, sebab di sana penanggung jawab acara mampu mengundang pemateri yang memang ahli dibidangnya.”

  • Pendidikan Organisasi Koperasi “Kopma UGM” Bagi Anggota

    Yogyakarta – Pendidikan organisasi (Dikorg) ke-30 Koperasi “Kopma UGM” dilaksanakan pada 2-3 April 2016. Dikorg yang bertempat di Ambarbinangun dihelat oleh Bidang PSDA (Pengembangan Sumber Daya Anggota) untuk memberikan pengetahuan tentang organisasi. Pendidikan organisasi ditujukan bagi anggota Koperasi “Kopma UGM” yang telah menyelesaikan pendidikan dasarnya (Diksar).

    Secara keseluruhan, terdapat lima materi yang disampaikan pada hari pertama. Materi Manajemen Organisasi disampaikan oleh Ufairoh Nurulhayah, selaku Ketua Umum Koperasi “Kopma UGM”, Materi Leadeship disampaikan oleh Akhmad Faqihuddin, selaku Ketua Pengawas Koperasi “Kopma UGM”, Materi Manajemen Konflik disampaikan oleh Rizka Siwi Margianti, selaku Kabid. PSDA, Materi terakhir yaitu Manajemen Komunikasi disampaikan oleh Anwar Danu Saputra, selaku Kabid. Humas dan Gerakan. Sementara itu, pada malamnya, terdapat Materi Life Plan yang disampaikan oleh Anggota Trainer Community.

    Pagi hari kedua pelaksanaan dikorg ke-30, para peserta dibangunkan pada jam 04.30 WIB untuk Sholat Subuh dan persiapan senam pagi. Senam pagi dimulai dari jam 05.15-06.30 WIB dilanjutkan outbond yang diisi oleh Trainer Community. Outbond diakhiri dengan ishoma yang dilanjutkan dengan sharing pengalaman organisasi antar para peseerta. Dikorg ke-30 diakhiri dengan pemberian hadiah, pemilihan putra dan putri dikorg ke-30 dan pengumuman panitia dikorg ke-31.

  • |

    Koperasi dan Problematika Digitalisasi

    Pandemi Covid-19 sangat memengaruhi sektor ekonomi hampir di seluruh lini, berbeda dengan krisis finansial lainnya. Pada krisis finansial 1998, UMKM dan koperasi dapat bertahan, menjadi pelindung bahkan pendukung perekonomian Indonesia, berbeda dengan krisis akibat pandemi sekarang. Begitu pemaparan di awal yang disampaikan oleh pembicara pada kesempatan 8 November 2020, berbincang dengan para peserta. Koperasi “Kopma UGM” menghadirkan kembali Sharing Session Gerakan Cinta Koperasi ketiga, untuk Kopmania. “Digitalisasi Koperasi sebagai Langkah Kemajuan di Era Modern” menjadi tema yang diangkat pada sharing session kali ini. Yang dihadirkan sebagai pembicara menemani dan memberikan banyak insight adalah beliau Mohammad Anharulfikri. Mohammad Anharulfikri merupakan Businees Development VIS Indonesia, yang juga sempat menjadi Ketua Umum Kopma UGM pada 2018/2019.

    Seperti dipaparkan oleh Mohammad Anharulfikri, bahwa tantangan yang dihadapi koperasi selama pandemi adalah berupa kesulitan dalam operasional, meliputi penagihan hingga pelaporan. Tidak dapatnya berkoordinasi secara langsung dengan anggota atau pengurus membuat koperasi mau tidak mau harus ikut beradaptasi. Di sinilah dianggap perlu dilakukannya digitalisasi terhadap tubuh koperasi sendiri. Pandemi bisa jadi gerbang awal untuk mulainya koperasi menjamah digitalisasi, agar dapat menghindari masalah seperti likuiditas. Kurangnya infrastruktur penunjang serta tidak jarang terjadinya kendala finansial, sangat menjadi tantangan koperasi di Indonesia.

    Kehadiran teknologi sangat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena kehadirannya, banyak sektor yang bisa mengefisiensikan kerja para anggotanya. Bisa dilihat bahwa semakin banyak bermunculan start up sebagai perusahaan yang memanfaatkan kemudahan teknologi. Akan tetapi, di sini koperasi masih banyak yang tertinggal. Bagaimana koperasi masih menggunakan pencatatan manual, menemui kesulitan pengembangan usaha karena terbatasnya akses, dan juga terkait sumber pendanaan atau pendapatan yang sering kali masih kurang.

    PT Visi Indonesia Sentosa saat ini berusaha mengembangkan sebuah platform yang diharapkan dapat membantu koperasi sedikit mulai bergerak ke ranah digital. VIS mengembangkan mobile banking untuk koperasi. Harapannya dengan aplikasi ini dapat membuat data yang bersifat exclusive hanya dapat diterima anggota, dan tidak dinikmati audiens umum, seperti jika menggunakan media sosial. Platform atau aplikasi ini nantinya akan terintegrasi, bersifat otomatis, dan hanya dapat digunakan oleh dukungan data pengurus serta anggota koperasi. Terdapat perbedaan tampilan dan fitur di antara anggota dan pengurus koperasi pada platform.

    Platform ini dapat memudahkan kegitan simpan pinjam pada koperasi karena dapat dilakukan secara daring, tanpa terikat ruang. VIS turut ingin membuka akses pemasukan dan pendanaan tambahan dengan berkembang bersama anggota. Ini diwujudkan dengan dibukanya akses pemasukan tambahan dengan mendistribusikan barang lebih murah, berbagi pendapatan dengan dompet anggota, serta disediakannya akses ke Bank Sampoerna untuk sumber pendanaan baru. Pengurangan biaya operasional juga dapat dilakukan dengan otomasi pengiriman dan penjumlahan uang, pengiriman pesan atau pemberitahuan, yang akan mendukung admin menjadi lebih efektif dan efisien. Dalam persoalan penambahan anggota baru juga sangat dimungkinkan, dengan iklan digital pada platform, proses onboarding yang mudah, dan penyelenggaraan event.

    Lantas bagaimana prosedur yang harus dilakukan koperasi mahasiswa ketika hendak bergabung menjadi mitra VIS? Menjadi pertanyaan peserta diskusi, yang selanjutnya dijelaskan oleh pembicara. Bahwa sangatlah mudah ketika koperasi mahasiswa ingin bergabung, karena dipermudah dengan biaya pengembangan, dan syarat lainnya. Yang menjadi tantangan kemudian adalah bagaimana nantinya membuat produk atau sistem informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan. Bagaimana membuat koperasi mulai bergerak dan memanfaatkan bentuk digitalnya.

    Mohammad Anharulfikri percaya bahwa dengan memajukan koperasi, akan dapat mengangkat taraf ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Koperasi dapat meningkatkan daya saing dengan usaha sejenis non-koperasi. Hal-hal operasional harus dapat diefisiensikan untuk bergerak lebih maju, dengan tidak lagi memerhatikan kesulitan pencatatan data yang dilakukan manual. Teknologi dan digitalisasi ada untuk mengatasi hal teknis kecil yang bisa menghambat proses pemajuan. Dengan tidak melupakan bahwa hal utama yang harus dilakukan koperasi adalah terbuka kepada anggotanya. Koperasi dapat mengawasi anggotanya, begitu sebaliknya. Pertanggungjawaban pengelolaan akan membantu koperasi mulai bergerak ke pengembangan dan pembaharuan.

    Karena sejatinya ketika ingin mewujudkan digitalisasi harus diawali dengan sosialisasi. Digitalisasi bukan sesuatu yang sangat krusial untuk dilakukan koperasi saat ini. Perkembangan teknologi dan digital bergerak sangat dinamis dan terus terjadi pembaharuan. Bukan tidak mungkin ini bisa saja menyulitkan koperasi kelak. Ini kemudian perihal bagaimana meyakinkan koperasi untuk mulai menjamah bentuk digital, kemudian ikut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi.

     

    (ayu pratiwi)