Dikmen 14

Yogyakarta – 14 April 2015, bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota Koperasi “Kopma UGM” telah mengadakan Pendidikan Manajemen (Dikmen) yang ke-14 pada tanggal 11-12 April 2015 bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”. Acara ini diikuti oleh sepuluh anggota yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan dasar perkoperasian (diksarkop) dan pendidikan keorganisasian (dikorg).

Tujuan dari pendidikan manajemen ini yaitu untuk mempersiapkan kader-kader koperasi sekaligus sebagai pembekalan bagi anggota yang menjabat di kepengurusan Koperasi “Kopma UGM” yang berdasarkan pada konsep 3D 2014.

Hari Pertama

Acara diawali dengansambutan dari tim pendidikan manajemen yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada dan Mars Koperasi “Kopma UGM”pada pukul 06.30-07.00. Pendidikan manajemen secara keseluruhan memiliki lima materi yang disampaikan dalam dua hari yaitu Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) yang disampaikan oleh Ufairoh Nurulhayah pada pukul 07.00-09.00, kemudian materi kedua mengenai Business Plan disampaikan oleh Akhmad Mudhaqir pada pukul 09.05-11.05.

Jeda istirahat beserta ibadah sholat dan makan dilakukan pada pukul 11.05 – 12.30 dan dilanjutkan dengan materi ketiga yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia disampaikan oleh Ahmad Faqihddin. Kemudian acara kembali jeda pada pukul 14.30 – 15.15 untuk ibadah sholat. Materi terakhir pada hari pertama mengenai Laporan Keuangan disampaikan oleh Tri Suci Rahayu pada pukul 15.15 – 17.25 yang kemudian dilanjutkan penutupan oleh panitia hingga pukul 17.30.

Hari kedua

Materi terakhir dari serangkaian acara pendidikan manajemen adalah Debat Koperasi, dipimpin oleh Nur Lutfiana Widyastuti dimulai pada pukul 07.05 hingga 10.05. Tema debat yang diambil yaitu sebarapa penting kuantitas dibanding kualitas anggota bagi Koperasi “Kopma UGM”.

Terakhir pendidikan manajemen keempat belas Koperasi “Kopma UGM” ditutup pada pukul 10.15 oleh tim pendidikan manajemen. (Humas dan Gerakan “Kopma UGM” / Novi Isnaeni)

Similar Posts

  • Sayembara Cooperative Plan

    Penasaran dengan karya para pemenang sayembara cooperative plan?
    Mau tau???

    Kamu bisa lihat karya sang jawara, Hatta Nur Rochim, disini

    Kamu juga bisa lihat komik sang runner-up disini
    Masih kurang dengan komiknya??? Kamu bisa lihat papernya dengan mendownload: [download id=”1873″]

    Selamat sekali lagi untuk Hatta Nur Rochim dan Eko Yuli K.

    #AkuCintaKoperasi #Aciko

  • |

    Cooperative Workshop 2020 Koperasi “Kopma UGM”

    Cooperative Workshop 2020 hadir sebagai agenda kegiatan tahunan Koperasi “Kopma UGM”. Dilangsungkan pada Sabtu, 10 Oktober 2020, Cooperative Workshop 2020, hadir dengan mengangkat tema “Collaborative Management for Sustainable Cooperative”. Sebagai kegiatan yang ditunggu-tunggu, Cooperative Workshop Koperasi “Kopma UGM” menghadirkan pembicara handal di bidangnya, untuk berbagi informasi kepada Kopmania. Adapun mereka, Awan Santosa S.E., M.Sc, yang merupakan Dosen dan Kepala LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta, dan juga Juan Reza Kamarullah, selaku Marketing and Business Development Division Head Koperasi Astra. Tentunya sepanjang acara dipandu oleh moderator cakap, yaitu Fidya Sekar Kinanti, selaku Ketua Gugus Speaking Club Kopeasi “Kopma UGM”.

    Tidak hanya dihadari oleh para pembicara dan peserta, Cooperative Workshop 2020 Koperasi “Kopma UGM” juga turut mengundang Dr. R. Suharyadi, selaku Direktur Kemahasiswaan UGM, Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.MA., selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DIY, dan Sukarjo, S.I.Kom, selaku Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

    Sebagai pembicara pertama, Awan Santosa S.E., M.Sc, memaparkan materi untuk Kopmania, dengan topik bahasan seputar demokrasi ekonomi dan masa depan koperasi di Indonesia. Menurut Awan Santosa, koperasi identik dan dekat dengan penderitaan. Koperasi lahir dan tumbuh berkembang di atas puing-puing kesengsaraan serta penderitaan, yang berkaitan dengan sejarahnya. Koperasi lahir merespon situasi yang tidak baik sepanjang sejarah kehidupan manusia. Sebagai respon situasi sulit yang dihadapi manusia ketika itu, koperasi kredit atau simpan pinjam banyak lahir di seluruh dunia, hingga saat ini.

    Berbicara mengenai koperasi selalu berkaitan dengan demokrasi ekonomi. Koperasi juga merespon bagaimana sistem sebelumnya yang merugikan, berusaha digantikan dengan sistem lebih baik. Mengubah relasi-relasi merugikan dengan menghadirkan nilai yang sejalan dan diturunkan dari nilai agama, yang melihat bahwa setiap manusia itu sama, tanpa melihat strata kelas. Koperasi hadir sebagai media yang memperjuangkan nilai tersebut.

    Koperasi di Indonesia mendapatkan tempat istimewa, yang bisa dikatakan sebagai anak kandung revolusi kemerdekaan RI. Tepat sehari setelah kemerdekaan, Koperasi mencita-citakan ekonomi Indonesia itu nantinya adalah berkoperasi. Dalam Pasal 33 UUD 1945, koperasi diatur dan dijelaskan fungsi dan urgensinya, jauh sebelum negara-negara lain melakukannya. Di dalam koperasi tidak ada majikan dan buruh, semuanya terlibat sebagai pemegang kendali, dan pengambil keputusan, dengan posisi yang dilihat setara.

    Cita-cita koperasi sederhana, yaitu salah satunya dapat mengatur sektor distribusi, tata niaga, dan ritel. Menurut Awan Santosa, kenyataannya, setelah 73 tahun mencita-citakan tujuan tersebut koperasi belum dapat sepenuhnya mewujudkan hal tersebut. Masih banyak pertanyaan dan tantangan yang ada serta harus diselesaikan untuk dapat mewujudkan cita-cita tersebut. Koperasi bukan hanya satu bisnis kecil, namun satu visi yang bicara dalam konteks makro secara nasional. Satu visi yang jelas ini diharapkan akan berangsur-angsur dapat berkontribusi secara signifikan terhadap struktur perekonomian nasional.

    Juan Reza Kamarullah, menyampaikan seputar kegiatan yang dilakukan oleh Koperasi Astra selama ini. Bagaimana Koperasi Astra bergerak dan melangsungkan berbagai kegiatan berkaitan dengan perkoperasian, seperti program CSR dan Community and Activity. Beradaptasi dan berevolusi mengikuti perkembangan zaman, Koperasi Astra memiliki platform atau aplikasi yang terhubung dengan gawai masyarakat. Berbagai kemudahan ditawarkan oleh aplikasi Koperasi Astra untuk dinikmati penggunanya. Tawaran ini datang sebagai platform pengajuan pinjaman yang terintegrasi dengan berbagai layanan dari aplikasi lain, seperti Gopay untuk membantu dalam proses registrasi dan transaksi.

    Digitalisasi yang dihadirkan dalam aplikasi ini bekerja sama dengan berbagai platform e-commerce yang sangat menarik untuk pengguna. Koperasi Astra tidak hanya berupaya melayani publik eksternalnya, namun juga turut menyejahterakan publik internal. Sebagai bentuk perhatian kepada publik internal, Koperasi Astra turut memberikan kenyaman dan kemudahan bagi karyawannya. Salah satu bentuknya adalah permudah bentuk simpan pinjam yang dilakukan karyawan, dengan menggandeng rekan HR dari Grup Astra lainnya. Ini merupakan nilai tambah dari Koperasi Astra, yang sudah sangat memanfaatkan platform digital.

    Paparan berbagai fakta seputar perjalanan dan pembaharuan koperasi, disampaikan dengan menarik oleh kedua pembicara. Bahwa sejatinya diperlukan semangat dan kerja sama para insan muda Indonesia untuk membantu mewujudkan cita-cita koperasi. Modifikasi berbagai bentuk layanan koperasi mengikuti perkembangan zaman, juga turut diperlukan dalam mempertahankan dan mengembangkan koperasi. “Ide itu penting, mulai dulu dari yang simpel dan kuatnya kita, lalu kita expand. Bisa secara proses yang baru, sistemnya, atau cara yang lebih efisien. Karena untuk mendatangkan profit, bukan hanya dari menambahkan customer, tapi dengan efisiensi itu juga bisa.” ungkap Juan Reza Kamarullah.

     

    (ayu pratiwi)

  • Konsolidasi Tim Kerja Pengawas Koperasi “Kopma UGM”

    Yogyakarta – Konsolidasi Tim Kerja Pengawas (TKP) yang diselenggarakan oleh pengawas Koperasi “Kopma UGM” pada Minggu (10/4) lalu. Konsolidasi ini bertempat di Hutan Pinus, Imogiri, Yogyakarta. Konsolidasi ini diselenggarakan dalam rangka membahas Sayembara pengawas, Pra Laptri, dan Laptri pertama yang akan segera diselenggarakan akhir bulan ini. TKP periode 2016/2017 beranggotakan Danang Triyantoro, Djati Paksi Rimbantoro, Anisaa Rizky R, Naufal Farah Azizah, dan Devi Ayu Mustikoweni.

    “Konsolidasi berlangsung meriah, selain itu konsolidasi ini diadakan di tempat yang sangat asri dan indah sehingga menambah greget TKP dalam membahas Sayembara pengawas, Pra Laptri, dan Laptri pertama. Selain itu, konsolidasi ini juga bertujuan agar Tim Kerja Pengawas lebih solid dan dapat bekerja sama dengan pengawas dengan lebih baik untuk kedepannya,” ujar Danang Triyantoro, salah satu anggota tim kerja pengawas.

  • |

    Belajar Mencintai Mulai dari Diri Sendiri

    “Seseorang berhak dicintai dan mencintai” adalah quotes yang sering kita dengar dalam urusan percintaan. Quotes ini diartikan dengan hak seseorang untuk mencintai orang lain maupun berhak dicintai oleh orang lain yang tanpa paksaan antar keduanya. Berdasarkan tafsiran umum ini banyak orang yang menganggap bahwa dirinya hanya mencintai orang lain tanpa dicintai balik. Padahal, quotes ini juga dapat diartikan dalam lingkup self-love.

    Self-love atau mencintai diri sendiri merupakan hal yang penting dalam hidup kita. Dengan kita mencintai diri kita sendiri, kita akan terhindar dengan pandangan hidup yang negative yang sering menghinggapi pikiran kita. Kita juga dapat menikmati hidup tanpa memikirkan beban yang seharusnya tidak kita ambil pusing, sehingga terhindar dari stress. Dengan terus meningkatkan kemampuan self-love, kita juga dapat merasakan kebahagiaan dengan cara-cara yang sederhana.

    Sering kali kita terlalu fokus pada kekurangan diri kita. Kita terlalu membuang waktu untuk memikirkan apa yang dikatakan oleh orang lain berdasarkan kekurangan kita. Padahal, disetiap kekurangan juga pasti terdapat kelebihan. Karena begitulah dunia diciptakan, saling melengkapi, sama halnya dengan siang-malam, panjang-pendek, baik-buruk. Sehingga yang seharusnya kita pikirkan adalah bagaimana caranya kita menngkatkan kelebihan pada diri kita dengan self-improvement.

    Masalahnya, self-improvement ini akan berujung pada kesia-siaan apabila kita tidak atau belum menerapkan self-love pada diri kita terlebih dahulu. Ada banyak cara untuk mencintai diri kita sendiri, seperti belajar memaafkan diri sendiri dan merelakan apa yang sudah berlalu dengan menjadikannya sebagai sebuah pelajaran ketimbang penyesalan. Selain itu, kita pasti juga sudah akrab dengan isitilah “Me Time” atau waktu yang kita sediakan untuk diri sendiri sebagai waktu untuk menjernihkan pikiran yang sedang jenuh atau sekedar reward atau penghargaan atas apa yang telah kita capai.

    Dari penjelasan diatas, mungkin sebagian besar pembaca akan menerjemahkan self-love dengan egoisme. Padahal, konsep self-love sangat berbeda dengan konsep egoisme itu sendiri. Self-love artinya kita menerima dan menghargai apa yang kita punya, baik itu fisik, pikiran, maupun hati serta takdir yang diberikan oleh Yang Maha Esa. Sementara egoisme merupakan sikap atau tindakan dimana kita hanya mementingkan kepentingan diri sendiri tanpa mengindahkan kehadiran dan eksistensi orang lain yang mana sikap atau tindakan itu merugikan orang lain.

    Untuk menutup tulisan ini, saya akan mengutip perkataan Maulana Jalaluddin Rumi, seorang sufi, filsuf sekaligus sastrawan dan penyair. Sila pembaca tafsirkan sendiri

    (sumber gambar: hipwee.com )

     

    Everything in the universe is within you. Ask all from yourself

    –  Maulana Jalaluddin Rumi –

  • Upgrading Pandiksar 110 Koperasi “Kopma UGM”

    1514586_10205233601217267_6071899239049469172_n

    Yogyakarta-Kamis, 26 Februari 2015 bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 kembali mengadakan acara yakni berupa upgrading untuk Pandiksarkop (Panitia Pendidikan Dasar Koperasi) ke-110. Upgrading untuk Pandiksar 110 dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2015 di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” pukul 18.30-selesai dan diikuti oleh 13 orang.

    Mengapa upgrading untuk Pandiksar 110 perlu diadakan? Menurut Anjar Pramesty selaku Staf PSDA Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 yang diwawancara via facebook menyatakan “Setiap kepanitiaan pasti ada titik jenuhnya, padahal seharusnya job desk masih terus diselesaikan. Titik jenuh itu cukup bisa menurunkan kinerja panitia. Maka dari itu, upgrading menjadi sarana refreshing yang dapat memotivasi panitia untuk terus meningkatkan kinerja panitia”.

    Upgrading Pandiksar 110 kali ini diisi oleh Anindityo Dwiprakoso (Mas Tyo) dan Prasetya Kurniawan (Wawan) dari Trainer Community (TC) Koperasi “Kopma UGM”. Materi yang disampaikan pertama-tama adalah ice breaking yang disii oleh Wawan lalu dilanjutkan dengan game dari Mas Tyo untuk mengurutkan jati diri koperasi (sejarah dan identitas) dan nama-nama kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016.

    “Pandiksar seru banget bisa masuk ke dalam game dengan baik. Mereka tampak antusias meskipun ngantuk-ngantuk,” ungkap Anjar Pramesty. Selain itu, Anjar Pramesty juga berharap “Setelah upgrading ini, harapannya pandiksar semakin kompak dan bisa lebih maksimal dalam menjalankan job desk,” tuturnya. (Humas Kopma UGM/Rusli Akhmad Junaedi).