Konsolidasi Tim Kerja Pengawas Koperasi “Kopma UGM”

Yogyakarta – Konsolidasi Tim Kerja Pengawas (TKP) yang diselenggarakan oleh pengawas Koperasi “Kopma UGM” pada Minggu (10/4) lalu. Konsolidasi ini bertempat di Hutan Pinus, Imogiri, Yogyakarta. Konsolidasi ini diselenggarakan dalam rangka membahas Sayembara pengawas, Pra Laptri, dan Laptri pertama yang akan segera diselenggarakan akhir bulan ini. TKP periode 2016/2017 beranggotakan Danang Triyantoro, Djati Paksi Rimbantoro, Anisaa Rizky R, Naufal Farah Azizah, dan Devi Ayu Mustikoweni.

“Konsolidasi berlangsung meriah, selain itu konsolidasi ini diadakan di tempat yang sangat asri dan indah sehingga menambah greget TKP dalam membahas Sayembara pengawas, Pra Laptri, dan Laptri pertama. Selain itu, konsolidasi ini juga bertujuan agar Tim Kerja Pengawas lebih solid dan dapat bekerja sama dengan pengawas dengan lebih baik untuk kedepannya,” ujar Danang Triyantoro, salah satu anggota tim kerja pengawas.

Similar Posts

  • |

    Peluang Mahasiswa Content Creator

    Koperasi “Kopma UGM” kembali hadir dengan menyelenggarakan pelatihan ke-empat Jiwa Enterpreneurship bagi anggotanya pada Senin pagi (24/8). Pada kesempatan kali ini, tema pelatihan yang diangkat adalah Peluang Mahasiswa Content Creator. Dewan Laksamana, Mahasiswa Psikologi 2019 yang merupakan content creator @ideasnacks, hadir dalam pelatihan sebagai pemateri. Acara berlangsung pada pukul 10.00-11.30 WIB dan dimoderatori oleh Yusi Irma Nadia.

    Amin Bachtiar, Ketua Koperasi “Kopma UGM”, menyatakan bahwa rangkaian pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan jiwa enterpreneurship mahasiswa, terutama bagi anggota Koperasi “Kopma UGM” sendiri. “Semoga saja (acara ini) bisa menjadi masukan terutama bagi teman-teman semua untuk bisa meningkatkan jiwa enterpreneurship dan juga buat teman-teman mahasiswa di Indonesia,” ungkapnya.

    Sesuai dengan tema yang diangkat, Koperasi “Kopma UGM” menghadirkan Dewan Laksamana, seorang kontributor dan head of content Ideasnacks. Dewan menyebutkan bahwa Ideasnacks adalah suatu platform projek eksperimental publikasi pemikiran interdispliner seputar filsafat, seni berpikir dan cacat berpikir, sains,  dan humaniora yang memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Medium, Twitter, dan Website sebagai wadah publikasinya. Selain itu, Ideasnacks adalah platform publikasi tulisan yang membahas fenomena yang terjadi di sekitar kita secara mendalam dengan bahasa yang ringan, sehingga mudah dimengerti orang awam. Contoh, fenomena ta’aruf, diputusin pacar, atau dikucilkan teman yang dibahas dengan sudut pandang psikologi.

    Pengertian content creator sendiri adalah seseorang yang idenya dibentuk ke dalam sebuah karya, baik berupa video, suara, gambar, maupun tulisan. Adapun seseorang yang membuat karya berupa tulisan disebut content writer. Ada dua tipe content writer, yaitu seseorang yang menulis karena hobi dan seseorang yang memang bekerja membuat konten untuk nge-branding suatu perusahaan. Sedangkan istilah yang juga familiar adalah copy writer, hampir sama seperti content writer, tapi tujuannya untuk marketing atau menarik konsumen. Jadi, jika content writer lebih mengarah ke luar untuk mengenalkan suatu company, copy writer lebih mengarah ke dalam untuk mempersuasi orang.

    Selanjutnya, terkait jenis dan media content creator ada berbagai macam. Untuk jenis video, kita dapat memanfaatkan media Youtube, Instagram, dan Tiktok. Dewan menjelaskan, ketika kita masuk ke dunia per-youtube-an, setidaknya ada satu kemampuan dan satu hal yang harus dimiliki seorang calon youtuber. Pertama adalah kemampuan editing untuk menghasilkan video yang menarik agar orang tertarik untuk melihat, seperti thumbnail yang bagus dan judul clickbait tentu membutuhkan ide kreatif. Kedua adalah karakter yang sangat menentukan bagaimana kita akan membuat sebuah konten, artinya konten memiliki ciri khas sendiri tidak hanya mengikuti arus. Konten pada Youtube terbagi menjadi dua, yaitu konten sederhana dan konten berat. Konten sederhana adalah konten yang dekat dengan kehidupan kita, seperti keseharian mahasiswa, jalan-jalan ke tempat wisata, review makanan, dan lain-lain. Contoh Youtuber yang memiliki konten sederhana adalah Jerome Polin, kontennya yang ringan memiliki ciri khas sering upload karena tidak butuh banyak script atau effort untuk membuatnya. Sedangkan konten berat lebih ke arah berbobot dan memiliki kualitas yang kuat karena memerlukan banyak riset dan script yang panjang sebelum membuat video, sehingga mereka jarang apload. Cohtohnya, LEMiNO dan Vox. Youtube memang lebih kompleks dibandingkan Instagram dan Tiktok. Namun, ada satu kata kunci yang sama-sama harus diperhatikan, yaitu karakter atau ciri khas. Karakter tersebut dapat membuat suatu konten mencuat di saat yang lain melakukan hal yang sama. Contohnya, pada Tiktok, Emil mario yang suka marah-marah dan Keanu yang terkenal dengan kontennya yang julid. “Jadi, untuk muncul ke permukaan dari sekian banyak content creator yang punya ciri khas sama kamu harus punya kekuatan yang benar-benar kuat sehingga kamu bisa muncul ke permukaan di saat yang lain tidak kelihatan, karakternya harus kuat,” tutur Dewan.

    Kemudian, untuk jenis konten berupa suara, kita dapat memanfaatkan media Spotify atau Instagram. Konten audio ini biasanya disebut podcast, dapat berisi pembahasan hal-hal penting atau pembicaraan sederhana saja. Lalu, untuk tulisan, kita dapat menggunakan media Website, Instagram, Blogspot, LinkedIn (profesional), dan Medium. Sedangkan untuk gambar, Instagram adalah media terbaik untuk membagikan konten. Media-media yang sangat beragam tersebut merupakan kesempatan bagi kita yang gemar mengoceh, menulis, ataupun fotografi untuk menjadi content creator.

    Namun, permasalahan utama yang biasanya muncul ketika seseorang akan membuat konten adalah ide. Dewan memberikan tips and trick ketika seseorang tidak menemukan ide original. Menurutnya, dalam dunia kreatif ada yang namanya ATM, singkatan dari Amati, Tiru, Modifikasi. Amati apa yang ada di sekitar kita, misalnya yang sedang trending di medsos, dan lihat karya orang lain yang menurut kita bagus, menarik, atau berkarakter. Setelah mengamati, lalu coba buat karya serupa dan lihat apakah bagus atau tidak untuk diperbaiki. Langkah terakhir ketika sudah meniru adalah modifikasi. Disini kreatifitas kita akan diuji, kita boleh memakai template orang lain, tetapi harus ada ciri khas kita sendiri. “Dengan kalian pakai metode ATM ini kamu bisa bikin satu karya yang nggak original dari kamu tapi pakai daya kreatif kamu, nah ini diperbolehkan dalam dunia kreatif,” ucap Dewan.

    Pada zaman sekarang ini, peluang mahasiswa sebagai content creator sangat luas karena selain bisa mengasah kreativitas, juga akan banyak dibutuhkan di dunia kerja nantinya. Bahkan, hampir semua instansi menawarkan posisi content creator di bagian website dan platform lainnya yang digunakan. Terkait hal ini, sangat penting untuk kita belajar mengenai content creator, pun banyak wadah untuk membagikan konten yang kita miliki, baik itu gambar, suara, video, maupun tulisan. Kita juga dapat mengetahui cara membuat konten yang baik dan benar dari berbagai platform seperti video tutorial youtube, blog, artikel, dan banyak lagi. “Kalau kalian mau jadi content creator, coba buat dulu aja, lalu buat yang lebih baik, nggak papa di-publish, lihat feedback dari teman-teman kurang apa terus bikin yang lebih baik lagi,” tutup Dewan.

    – Whafir Pramesty

  • Diksarkop 110

    IMG_5653

    Yogyakarta- 18 Maret 2015, bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 telah mengadakan pendidikan dasar koperasi (diksarkop) ke-110 pada tanggal 14—15 Maret 2015 di Perpustakaan Pusat UGM dan Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” dan diikuti oleh 60 orang.

    Hari pertama

    Pukul 06.15 WIB peserta berkumpul di halaman depan Koperasi “Kopma UGM”. Tiga puluh menit kemudian peserta beserta panitia bersama-sama menuju Perpustakaan Pusat UGM. Ketika telah sampai di Ruang Seminar Lt.2 Perpustakaan Pusat UGM, peserta dijamu dengan coffe break.

    Tepat pukul 07.15 WIB acara pelatihan diksarkop 110 dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, dan Mars Kopma UGM. Seusai menyanyikan ketiga lagu tersebut, acara dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia dan perkenalan panitia diksarkop 110 serta sambutan sekaligus pembukaan secara resmi diksarkop 110 oleh Muhammad Fajri Saptaji selaku ketua umum Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016.

    Setelah pembukaan, acara pertama yakni penyampaian materi mengenai pembukaan pelatihan oleh Ufairoh Nurulhayah kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang sejarah dan identitas koperasi oleh Nur Lutfiana Widiastuti.

    Sebelum masuk pada materi ketiga mengenai part-timer yang disampaikan oleh Akhmad Faqihuddin terdapat sesi ice breaking yang dipandu oleh Trainer Community Koperasi “Kopma UGM”. Ketika materi part-timer, acara jeda sejenak untuk istirahat, shalat, dan makan (Ishoma).

    Pukul 13.00 WIB acara kembali dilanjutkan dengan materi tentang peran anggota koperasi yang disampaikan oleh Jazaul Hasanah kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai kewirakoperasian yang disampaikan oleh Akhmad Mudhaqir dan Sulistyowat lalu jeda sejenak untuk istirahat dan shalat ashar.

    Setelah istirahat, acara dilanjutkan dengan pengenalan kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 hingga pukul 17.00 WIB. Seusai pengenalan kepengurusan-staf, panitia mengarahkan peserta untuk berpindah menuju Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”.

    Ketika sampai di Koperasi “Kopma UGM” acara jeda sejenak untuk istirahat, shalat magrib, dan makan. Seusai ishoma acara dilanjutkan dengan pentas seni dan orasi calon ketua angkatan diksarkop 110 sampai pukul 21.00 WIB.

    Hari kedua

    Pukul 06.15 WIB peserta kumpul di depan Front Office Koperasi “Kopma UGM”. Lima belas menit acara dimulai dengan senam bersama di depan Front Office Koperasi “Kopma UGM”. Seusai senam, peserta beristirahat sejenak sembari menikmati coffe break yang telah disediakan.

    Beberapa saat kemudian, acara dilanjutkan kembali dengan games outing yang dipandu gugus komunitas Kewirausahaan dan Trainer Community hingga pukul 11.15 WIB. Setelah games outing terlaksana, panitia mengarahkan peserta kembali menuju Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” untuk istirahat, shalat, dan makan.

    Pukul 12.15 WIB acara dilanjutkan dengen pengenalan gugus komunitas yang ada di Koperasi “Kopma UGM”. Seusai pengenalan gugus komunitas, acara jeda sejenak untuk istirahat dan shalat ashar.

    Sesudah Ishoma, acara dilanjutkan dengan tukar kado dan ritual. Setelah kedua acara tersebut usai, tiba dipenghujung acara yakni pemberian penghargaan serta pengumuman ketua diksarkop 110. Pukul 17.00 WIB seluruh rangkaian acara telah usai dilaksanakan, peserta pulang menuju rumah masing-masing. (Humas Kopma UGM / Rusli Akhmad Junaedi).

  • Lowongan Kerja Koperasi “Kopma UGM”

    Koperasi “Kopma UGM” membuka lowongan pekerjaan dengan posisi dan persyaratan sebagai berikut:

    1. Staf Pemasaran.
    2. Staf Optel.
    3. Staf Akuntansi.
    4. Juru Masak.
    5. Penjahit.

    Persyaratan

    1. Pria (1,2,4) maksimal 28 tahun.
    2. Wanita (1,2,3) maksimal 28 tahun dan maksimal 35 tahun (5).
    3. Pendidikan minimal SMA/SMK (1,2,3,4).
    4. Mampu mengoperasikan komputer (2,3).
    5. Memiliki pengalaman di bidang yang sama (3,4).
    6. Mampu membuat berbagai olahan kue/roti (4).

    Kirimkan surat lamaran ke alamat Koperasi “Kopma UGM” dengan melampirkan Curriculum Vitae (CV), fotocopy ijazah terakhir yang dilegalisir, foto ukuran 3×4 (2 lembar), fotocopy KTP dan SKCK.

    Semua persyaratan paling lambar dikumpulkan tanggal 30 September 2015. Surat lamaran ditujukan pada Ketua Bidang HRD Koperasi “Kopma UGM”.

  • |

    Menyikapi Covid-19 di Antara Kita ke Depannya

           

    Semenjak Virus Corona datang menghampiri akhir tahun 2019 hingga kini, sebagian besar masyarakat masih merasakan ketakutan, kebingungan, dan perasaan negatif lainnya. Virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan, China merupakan virus jenis baru dari keluarga virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Virus Corona jenis baru ini diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dengan penyakitnya dikenal dengan nama Coronavirus Disease-2019 (Covid-19), yang menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat, hingga kematian. Virus ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak kecil, ibu hamil, hingga lansia. Penyakit Covid-19 diyakini oleh para ahli kesehatan tidak begitu tinggi tingkat persentase kematiannya dari pada virus lain seperti SARS dan MERS, namun menjadi sangat berbahaya karena tingkat penyebarannya yang sangat mudah dan cepat dibandingkan virus lainnya. Hampir seluruh negara di dunia turut menjadi korban dari penyebaran Covid-19, dengan jumlah kasus per-1 Juli 2020 telah mencapai sebanyak 10.583.878 orang.

    Covid-19 bukan hanya menjadi masalah kesehatan, namun juga menyerang berbagai sektor kehidupan masyarakat dunia. Permasalahan kesehatan menjadi hal utama yang diutamakan penanganannya, guna dapat menangani permasalahan lain yang membuntuti. Covid-19 turut mengubah struktur sosial masyarakat, karena turut mengacaukan tatanan perekonomian. Seperti dalam salah satu artikel berita Tirto.id (10/07/2020) menyebutkan bahwa perilaku sosial masyarakat berubah, begitu pun kohesi sosial, cara (usage), kebiasaan (folkways), tata kelakuan (mores), dan adat istiadat (custom) turut beradaptasi di tengah kondisi pandemi ini. Penekanan laju penyebaran virus sejauh ini dilakukan dengan melakukan pembatasan sosial. Namun, pembatasan sosial yang dianjurkan pemerintah telah memaksa sebagian masyarakat berada di rumah saja, menyimpan permasalahan dalam hal ekonomi sosial masyarakat. Banyak pihak merasa dirugikan dengan dilakukannya pembatasan sosial.

    Telah berbulan-bulan kita dipaksa untuk berdiam diri di rumah sebagai bentuk pembatasan sosial, mencegah penyebaran yang makin meluas. Interaksi dilakukan sebagian besar secara daring dengan bantuan teknologi internet. Kegiatan seperti saling sapa, mengobrol, belajar, bekerja, kegiatan hiburan seperti penyelenggaraan konser, dan seminar dilakukan dari rumah masing-masing. Masyarakat yang masih dibuat kebingungan dengan ketidakpastian kapan semua permasalahan kesehatan ini dapat berakhir, mulai menganggap enteng hingga menjadi apatis dan sudah melakukan banyak kegiatan di luar secara bebas. Karena itulah pemerintah di banyak negara telah mengusung konsep hidup darurat pandemi dengan menerapkan tatanan kehidupan normal baru atau new normal sebagai jawaban alternatif dari kondisi ini.

    Kenormalan baru atau new normal adalah transformasi perilaku hidup masyarakat dalam menjalankan aktivitas normal, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Di Indonesia sendiri masih banyak terjadi polemik terkait kebijakan diterapkannya tatanan kenormalan baru atau new normal. Pasalnya, banyak pihak seperti ahli kesehatan yang merasa pelaksanaan new normal akan meningkatkan jumlah kasus. Hal ini dikarenakan masih banyaknya pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat ketika melakukan kegiatan di luar rumah. Kebijakan terkait protokol kesehatan yang dimaksud pemerintah di sini adalah berupa kewajiban dalam mengenakan masker di tempat umum, menjaga jarak aman, rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, hindari menyentuh wajah, menerapkan etika batuk dan bersin, isolasi mandiri, dan menjaga kesehatan fisik dengan penerapan pola hidup sehat.

    Masyarakat dalam memasuki tatanan kehidupan normal baru dituntut untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Peran pemerintah sangatlah penting sebagai aktor utama dalam penanganan masalah pandemi, namun kedisiplinan masyarakat juga turut menjadi kunci suksesnya penerapan kenormalan baru. Langkah-langkah tepat dan terencana patut dipertimbangkan dalam meninjau pelaksanaan kenormalan baru di negara kita, mengingat kurva laju kasus sampai saat ini masih belum melandai.  Bimbingan dari pemerintah melalui setiap kebijakannya sangat diharapkan masyarakat menjadi penyelamat. Kerentanan sosial yang terjadi di masyarakat diharapkan dapat berangsur membaik dengan mulai dibukanya kembali berbagai sektor yang sebelumnya ditutup. Jangan sampai penerapan tatanan kenormalan baru atau new normal akan berbalik menjadi pisau yang menambah peliknya bencana. Tatanan kenormalan baru diingatkan bukan sebagai euforia, namun lebih kepada pembaharuan adaptasi yang harus disiplin dilakukan.

    Terapkan protokol kesehatan yang dianjurkan di mana pun kita berada, termasuk ketika akan berbelanja ke Koperasi “Kopma UGM”. Selalu memakai masker dan bawa hand sanitizer kalian ke mana pun kalian pergi. Jaga jarak aman juga penting. Tidak apa aku dan kamu berjarak secara fisik karena Covid-19, asalkan batin kita selalu dekat. Seperti kata Pak Jokowi dalam pidatonya kemarin “Perasaan kita harus sama” dalam memerangi Covid-19, agar bencana pamdemi segera berlalu. Ke depannya tetap disiplin dan patuhi anjuran kebijakan pemerintah, hingga vaksin atau obat untuk penyakit Covid-19 berhasil ditemukan, dan bisa didapatkan di rumah sakit terdekat. Untuk itu, aku, kamu dan kita semua harus tetap optimis dan yakin dapat melewati ini ke depannya.

     

    Sumber foto: Inisiatifnews.com

    (Ayu Pratiwi)