Pelatihan PKL

Yogyakarta, KOPMA UGM- Bidang Human Resource and Development (HRD) telah mengadakan pelatihan PKL pada hari Sabtu (4/7) bertempat di Ruang Sidang II Gelanggang Mahasiswa UGM. Pelatihan ini bertujuan untuk untuk meningkatkan team building dan kemampuan public speaking peserta PKL.
Dalam pelatihan ini terdapat dua sesi, yakni materi dan pemaparan CV perwakilan peserta PKL. Pada sesi pertama, materi team building disampaikan oleh Muhammad Fajri Saptaji (Ketua Umum Koperasi “Kopma UGM”). Ketika menyampaikan materi, Fajri juga mengajak peserta melakukan permainan untuk menguji team building yang dimiliki oleh peserta pelatihan. Seusai seusai penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan presentasi CV perwakilan peserta PKL.
Ria Nurmaningsih selaku salah satu peserta pelatihan mengungkapkan, “ Menyenangkan, karena pematerinya tidak hanya sekadar memaparkan materi namun memberikan permainan sebagai aplikasi dari materi yang telah dipaparkan”.
Selain itu, Nurul Meika Tri Wahyuni selaku staf HRD Koperasi “Kopma UGM” yang diwawancarai via Whatsapp mengungkapkan, “Setelah pelatihan ini harapannya peserta PKL memiliki kapasitas lebih untuk mempersiapkan diri ke dunia kerja, khususnya untuk koordinasi dengan rekan kerja”.

Similar Posts

  • | |

    Bagaimana Pancasila Lahir dan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional?

    Garuda Pancasila, simbol perjuangan Indonesia di Monumen Juang 45
    (https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/garuda-pancasila )

    Setiap tanggal 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati hari tersebut sebagai Hari Pancasila. Pada peringatan tersebut, pemerintah menetapkan sebagai hari libur nasional. Walaupun begitu, beberapa instansi bahkan pemerintah melaksanakan upacara bendera. Seperti yang terlaksana pada 1 Juni 2022 lalu, Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dilaksanakan di Lapangan Pancasila Ende, Nusa Tenggara Timur. Acara ini juga disiarkan melalui laman website, kanal YouTube, dan televisi nasional sehingga seluruh Indonesia dapat menyaksikan momen tersebut. Tujuan lain diadakannya upacara ini yaitu agar masyarakat Indonesia tetap ingat bahwa ideologi dan pedoman bangsa Indonesia dalam bermasyarakat adalah Pancasila.

    Perumusan Pancasila bermula dari pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai janji Jepang untuk membantu kemerdekaan Indonesia. Melalui Sidang BPUPKI, terdapat pendapat-pendapat tokoh, seperti Muhammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno. Muhammad Yamin pada 29 Mei 1945 mengusulkan lima dasar yang terdiri dari Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Pada 31 Mei 1945, Soepomo merumuskan dasar negara yang meliputi Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat. Sedangkan Ir. Soekarno mengusulkan pendapatnya pada 1 Juni 1945 meliputi Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

    Usulan-usulan dari perwakilan anggota BPUPKI tersebut dibahas oleh Panitia Sembilan untuk lebih berfokus dalam pembentukan dasar negara. Akhirnya, dibentuklah Rancangan Pembukaan UUD 1945 yang disebut sebagai Piagam Jakarta. Isi dari Piagam Jakarta mencakup usulan-usulan dalam sidang sebelumnya dengan mencantumkan beberapa perubahan yang meliputi:

    1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
    3. Persatuan Indonesia.
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Sila-sila ini belum dapat dikatakan sebagai isi dasar negara dalam bentuk yang resmi. Setelah upacara proklamasi kemerdekaan, terdapat beberapa perwakilan dari agama Protestan dan Katolik yang menyatakan keberatan dengan sila pertama pada Piagam Jakarta. Sila tersebut terkesan hanya merangkul salah satu agama sehingga dikhawatirkan terjadinya konflik dan perpecahan. Untuk itu, beberapa perwakilan anggota PPKI mengadakan rapat dan mufakat untuk mengganti sila pertama menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

    Pemerintah resmi menetapkan Hari Lahir Pancasila sebagai Hari Libur Nasional pada 1 Juni sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 tahun 2016. Selain itu, Pemerintah menyarankan kepada seluruh instansi untuk melaksanakan Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila untuk menumbuhkan nasionalisme dan sarana memperluas wawasan kebangsaan.

  • Gamashirt Koperasi “Kopma UGM” Photo Contest

    Halo Gamanian…
    Dalam rangka launching DISTRO GAMASHIRT pada tanggal 27 Juni 2016, @gamashirt mengadakan Photo contest di INSTAGRAM berhadiah voucher belanja Rp200.000,- dan 2 buah Kaos Ekslusif Gamashirt untuk 2 orang pemenang dengan LIKE terbanyak.
    Caranya gampang, kamu cukup foto di depan DISTRO GAMASHIRT sambil menunjukan atau memakai salah satu produk Distro Gamashirt yang telah kamu beli dari Distro Gamashirt.

    Syarat dan Ketentuan:
    1. Berlaku untuk umum, kecuali Kepengurusan-Staf “Koperasi Kopma UGM” 2016/2017
    2. Menunjukan atau memakai produk Gamashirt
    3. Foto di depan Logo @gamashirt yang terdapat di depan Distro Gamashirt (yang terletak di Selokan Mataram, dekat Gudeg Yu Jum dan Wara Computer)
    4. Share fotomu di Instagram dan sertakan 8 Hastag:
    ‪#‎GamashirtPhotoContest‬
    ‪#‎Gamashirt‬
    ‪#‎DistroGamashirt‬
    ‪#‎KaosUGM‬
    ‪#‎UGM‬
    ‪#‎KopmaUGM‬
    ‪#‎AkuCintaKoperasi‬ ; dan
    ‪#‎BanggaMenjadiUGM‬
    (Pemenang hanya dipilih melalui hastag yang ada dalam ketentuan, jadi wajib menyertakan MINIMAL 8 hastag di atas, dan boleh menambahkan hastag sendiri)

    5. Tag akun IG @kopmaugm dan @gamashirt
    6. Share di semua medsos kamu dan tag teman kamu sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan LIKE terbanyak di Instagram dan Kamu mendapat hadiah senilai ratusan ribu rupiah
    7. Photo Contest Gamashirt berlangsung dari tanggal 27 Juni – 27 Agustus 2016
    8. Akun INSTAGRAM pemenang diumumkan pada tanggal 28 Agustus 2016

    Segera pilih kaos kesukaanmu, dapatkan DISKON 20% dan VOUCHER POTONGAN HARGA Rp50.000 hanya di @gamashirt
    SMS/WA 081239613332

  • HUT Trainer Community ke-11

    Yogyakarta-Kopma UGM, Perayaan HUT Trainer Community ke-11 dengan tema Wish (Harapan) bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” (9/4) bertujuan untuk menguatkan tali silaturahim berbagai elemen yang ada di Koperasi “Kopma UGM”, baik itu anggota dan alumni TC serta perwakilan kepengurusan-staf dan gugus komunitas.

    Walaupun sebenarnya HUT Trainer Community yang jatuh pada tanggal 22 April baru dapat dirayakan dua minggu kemudian tidak mengurangi kemeriahan acara. Hal ini dibuktikan dengan dekorasi yang semarak di tempat berlangsungnya acara.

     “Di ulang tahun yang kesebelas dengan tema wish berharap dapat menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ujar Rony Iskandar selaku ketua Trainer Community yang diwawancarai pada saat acara sedang berlangsung.

    Menurut Alan Griha Yunanto, ulang tahun TC sudah cukup ramai. Konsep acaranya cukup bagus. Mungkin acaranya lebih berbobot lagi dan dapat ditingkatkan di ulang tahun mendatang.

    “Alhamdulilah TC itu sebuah komunitas yang sudah keren tidak hanya di internal kopma tapi juga eksternal. Harapannya TC semakin berjaya dan kadernya lebih berkualitas,” tandas Sulistyowati.

  • Koperasi “Kopma UGM” adakan pendidikan dasar bagi anggota

    Yogyakarta – Koperasi “Kopma UGM” mengadakan pendidikan dasar perkoperasian (Diksarkop) ke-114 bagi anggota, terutama anggota baru pada Sabtu dan Minggu, 12 – 13 Maret 2016. Diksarkop ke-114 bertempat di Mipa Selatan (Milan) Sekolah Vokasi, UGM. Diksarkop ini bertujuan agar anggota dapat lebih mengenal koperasi terutama Koperasi “Kopma UGM”.

    Pada hari pertama, acara dimulai pukul 06.30 WIB. Materi yang disampaikan diantaranya Sejarah dan Identitas oleh Anwar Danu Saputra, Part timer oleh Umi Sayidul Mursalin, Peran Anggota Koperasi oleh Rizka Siwi Margianti dan Kewirakoperasian oleh Bagus Setyo Aryadi dan Sulistyowati. Selanjutnya, para pengurus dan staf pun mengadakan sharing dengan para peserta mengenai berbagai pengalaman selama berorganisasi di Koperasi “Kopma UGM”. Acara hari pertama pun ditutup dengan pementasan seni dan bakat dari masing-masing kelompok yang berakhir pukul 21.00 WIB.

    Pada hari kedua, para peserta berkumpul di halaman depan Front Office tepat pukul 06.15 WIB untuk melakukan senam pagi bersama. Acara dilanjutkan dengan Games Outing oleh Trainer Community dan pengenalan gugus komunitas. Sri Kumala Ningrum terpilih sebagai putri diksar. Acara diakhiri pukul 17.45 WIB dengan ritual diksar Koperasi “Kopma UGM”.

  • Warning Up Challenge

    1426922076154 (1)

    Yogyakarta- 27 Maret 2015, Gugus Kewirausahaan Koperasi “Kopma UGM” mengadakan acara “Warning Up Challenge” pada tanggal 22 Maret 2014 pukul 09.00—12.30 WIB di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” dan diikuti oleh lima orang. Acara ini merupakan serangkaian alur seleksi kedua untuk menjadi anggota gugus komunitas Kewirausahaan yakni dengan praktik selling contest secara langsung.

    Menurut Ainun Nur Mazidah selaku pengelola gugus komunitas Kewirausahaan, “Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk menyeleksi serta memberikan pelatihan mengenai strategi memasarkan produk pada calon anggota.”

    Dalam seleksi ini panitia membebaskan peserta menggunakan kreativitas dan fasilitas yang ada. Selain menyeleksi, acara ini juga bertujuan untuk mendidik calon anggota untuk mengatur strategi promosi, menjual produk, menentukan harga, menentukan produk, dan menentukan segmentasi pasar secara riil.

    Ketika proses seleksi berlangsung peserta tampak antusias dan dapat menjual seluruh produk. “Esensi pendidikan pada saat kegiatan seleksi ini adalah strategi untuk mencapai efisiensi. Semakin tinggi kreativitas, maka semakin sedikit effort yang dikeluarkan dan mampu meningkatkan profit,” ujar Ainun seusai acara. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).