| |

Bagaimana Pancasila Lahir dan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional?

Garuda Pancasila, simbol perjuangan Indonesia di Monumen Juang 45
(https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/garuda-pancasila )

Setiap tanggal 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati hari tersebut sebagai Hari Pancasila. Pada peringatan tersebut, pemerintah menetapkan sebagai hari libur nasional. Walaupun begitu, beberapa instansi bahkan pemerintah melaksanakan upacara bendera. Seperti yang terlaksana pada 1 Juni 2022 lalu, Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dilaksanakan di Lapangan Pancasila Ende, Nusa Tenggara Timur. Acara ini juga disiarkan melalui laman website, kanal YouTube, dan televisi nasional sehingga seluruh Indonesia dapat menyaksikan momen tersebut. Tujuan lain diadakannya upacara ini yaitu agar masyarakat Indonesia tetap ingat bahwa ideologi dan pedoman bangsa Indonesia dalam bermasyarakat adalah Pancasila.

Perumusan Pancasila bermula dari pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai janji Jepang untuk membantu kemerdekaan Indonesia. Melalui Sidang BPUPKI, terdapat pendapat-pendapat tokoh, seperti Muhammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno. Muhammad Yamin pada 29 Mei 1945 mengusulkan lima dasar yang terdiri dari Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Pada 31 Mei 1945, Soepomo merumuskan dasar negara yang meliputi Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat. Sedangkan Ir. Soekarno mengusulkan pendapatnya pada 1 Juni 1945 meliputi Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Usulan-usulan dari perwakilan anggota BPUPKI tersebut dibahas oleh Panitia Sembilan untuk lebih berfokus dalam pembentukan dasar negara. Akhirnya, dibentuklah Rancangan Pembukaan UUD 1945 yang disebut sebagai Piagam Jakarta. Isi dari Piagam Jakarta mencakup usulan-usulan dalam sidang sebelumnya dengan mencantumkan beberapa perubahan yang meliputi:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sila-sila ini belum dapat dikatakan sebagai isi dasar negara dalam bentuk yang resmi. Setelah upacara proklamasi kemerdekaan, terdapat beberapa perwakilan dari agama Protestan dan Katolik yang menyatakan keberatan dengan sila pertama pada Piagam Jakarta. Sila tersebut terkesan hanya merangkul salah satu agama sehingga dikhawatirkan terjadinya konflik dan perpecahan. Untuk itu, beberapa perwakilan anggota PPKI mengadakan rapat dan mufakat untuk mengganti sila pertama menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Pemerintah resmi menetapkan Hari Lahir Pancasila sebagai Hari Libur Nasional pada 1 Juni sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 tahun 2016. Selain itu, Pemerintah menyarankan kepada seluruh instansi untuk melaksanakan Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila untuk menumbuhkan nasionalisme dan sarana memperluas wawasan kebangsaan.

Similar Posts

  • “Open Mic” – Perayaan HUT Gugus Komunitas Speaking Club

    Yogyakarta – KOPMA UGM, dalam rangka mensosialisasikan pentingnya public speaking yang baik serta mengasah kemampuan para anggota Koperasi “Kopma UGM” untuk tampil dan berbicara di depan publik, gugus komunitas Speaking Club (SC) mengadakan acara “Open Mic” pada hari Sabtu (6/6). Lebih dari itu, acara ini merupakan acara peringatan hari ulang tahun gugus komunitas SC yang ke-17. Bertempat di ruang anggota, acara ini diikuti oleh kurang lebih 20 peserta.

    “Dalam acara ini, kami memberikan kesempatan kepada peserta untuk unjuk kebolehan di bidang speaking, apapun itu.” ungkap Riski Primadona Aji selaku salah satu penyelenggara. Acara diawali dengan penampilan para peserta yang dibebaskan untuk menampilkan apapun. Banyak dari peserta yang kemudian tampil menyanyi, stand up comedy serta ada pula yang menampilkan kebolehanya dalam berhipnotis. Pada sesi berikutnya, acara diisi dengan sambutan dari bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) serta ketua SC. Kemudian acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama.

    “Harapan kedepan semoga SC dapat semakin berkembang dan terus menjadi gugus komunitas yang mewadahi dan mengembangkan minat anggota di bidang public speaking” ungkap Arief Ardiasmoro selaku salah satu pengurus gugus komunitas Speaking Club. (Novi Isnaeni / Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM”)

  • Pradiksar IV

    11082843_1049625005052082_1155337968_n11039595_1049628528385063_859570363_n

    Yogyakarta- 31 Maret 2015, bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 telah mengadakan acara pradiksar pada tanggal 28 Maret 2015 pukul 16.00—17.00 WIB di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” dan diikuti oleh empat belas orang.

    Menurut Rizka Siwi Margianti selaku staf PSDA Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016, “Tujuan diadakan pradiksar pada kali ini adalah untuk mengenalkan gugus komunitas yang ada di Koperasi “Kopma UGM”.

    Pukul 16.00 WIB acara dimulai pembukaan oleh Rizka kemudian dilanjutkan dengan pengenalan gugus komunitas riset oleh Agam Brata selaku ketua gugus komunitas Riset Koperasi “Kopma UGM”. Seusai menyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

    Setelah tanya jawab, pukul 17.00 WIB acara diakhir dengan doa kemudian peserta kembali menuju rumah masing-masing. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).

  • Anggota Koperasi “Kopma UGM” Ciptakan Usaha melalui PKM Kewirausahaan

    Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada seklaigus anggota Koperasi “Kopma UGM” merintis usaha di Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan 2017. Tim yang diketuai oleh Destri Karlina (Sekolah Vokasi, 2014) dan beranggotakan Hasbiyansyah (Sekolah Vokasi, 2014), Tabiah (Sekolah Vokasi, 2015), Deni Haryono (Sekolah Vokasi, 2015), Iit Wakhidah (Psikologi, 2015) lolos mendapat dana hibah dari Dikti sebagai modal awal usaha. Tim ini mendapat bimbingan dari Fitri Damayanti Berutu, S.E., S.S., M.Sc., sekaligus Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Koperasi “Kopma UGM”. Beliau juga merupakan staf pengajar di Program Studi Manajemen Sekolah Vokasi UGM.

    Mereka mengembangkan usaha berupa media edukasi anak untuk membantu mengembangkan character building di masa pertumbuhannya. Produk tersebut dinamai PUBBA (Pop Up Book Berbasi Audio) dengan menghadirkan media pembelajaran audio berupa suara yang menarik sehingga dapat memotivasi anak untuk mengenal nilai-nilai dalam membangun character building.

    Latar belakang dari pembuatan PUBBA yaitu pentingnya pendidikan karakter pada anak sejak sedini mungkin. Selain alasan tersebut, minimnya media edukasi anak yang membantu meningkatkan character building masih jarang ditemui di pasaran. PUBBA diperuntukkan bagi anak usia TK (Taman Kanak-kanak)dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau yang berusia 4-6 tahun.

    PUBBA melibatkan pembelajaran melalui audio dan visual dalam penggunaannya. Audio berupa narasi yang ingin disampaikan, dan visual berupa desain pop up book yang inovatif. Dengan demikian diharapkan kegiatan belajar untuk mengembangkan character building lebih atraktif.

    Sejauh ini, tim PUBBA dalam proses produksi dan sudah membuka PO (Pre-Order) sampai tanggal 2 Juni mendatang. Produk ini dibandrol seharga Rp210.000,00 dan bebas ongkos kirim untuk pembeli daerah UGM dan sekitarnya.

    Koperasi “Kopma UGM” memberikan dukungan berupa perijinan tempat produksi untuk assembling rangkaian pop up book. “Hal ini sangat membantu kami, apa lagi tim kami belum memilki rumah produksi secara mandiri,” tutur Destri Karlina.

    Pemesanan hubungi
    085647885733 (Destri Karlina)

    PUBBA

  • |

    Cooperative Month 2023 Koperasi Mahasiswa UGM

    Cooperative Month 2023 hadir sebagai agenda kegiatan tahunan Koperasi Mahasiswa UGM. Cooperative Month adalah sebuah rangkaian acara yang lahir dari tekad dan komitmen Koperasi Mahasiswa UGM dalam mengaktualisasikan prinsip-prinsip koperasi dan visi-misi organisasi. Rangkaian kegiatan yang dilangsungkan pada Cooperative Month 2023 Koperasi Mahasiswa UGM  yaitu, Wawasan Perkoperasian yang merupakan rangkaian kegiatan pertama dalam pelaksanaan kegiatan Cooperative Month 2023 ini. Wawasan perkoperasian mengusung konsep “Sowan Koperasi” dengan tema “Generasi Muda Cikal Bakal Local Genius 6.0 Koperasi” yang juga melibatkan koperasi-koperasi siswa SMA/SMK sederajat yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Olikopsisnas atau Olimpiade Koperasi Siswa Nasional yang merupakan kegiatan inti dari Cooperative Month 2023. Acara yang diikuti siswa-siswi tingkat SMA/SMK sederajat ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan meningkatkan wawasan perkoperasian generasi muda Indonesia, agar dimasa mendatang akan menjadi generasi penerus koperasi dan terus berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Olikopsisnas 2023 berusaha menjadi lebih baik dalam memfasilitasi antusiasme tersebut dengan konsep berupa perlombaan cerdas cermat perkoperasiaan. Cooperative Workshop merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian acara Cooperative Month 2023 sekaligus momen pengumuman kejuaraan Olikopsisnas 2023. Tema yang diusung adalah “Koperasi Mahasiswa Cikal Bakal Local Genius 6.0”. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat umum serta para tim yang telah berhasil lolos dalam tahap penyisihan Olikopsisnas 2023.

    Rangkaian waktu kegiatan yang dilaksanakan pada Cooperative Month 2023 Koperasi Mahasiswa UGMyaitu, Wawasan Perkoperasian yang merupakan kegiatan pertama dilangsungkan pada Jumat, 20 Oktober 2023 yang dilaksanakan secara luring, dan pada Minggu, 22 Oktober 2023 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Olikopsisnas atau Olimpiade Koperasi Siswa Nasional dilangsungkan pada Minggu, 26 November 2023 yang dilaksanakan secara luring, dan Cooperative Workshop dilangsungkan pada Minggu, 26 November 2023 yang dilaksanakan secara luring.

    Acara semifinal Olikopsisnas dilaksanakan pada Minggu, 26 November 2023 yang dilangsungkan dengan kegiatan Cooperative Workshop. Pengumuman kejuaraan kegiatan Olimpiade Koperasi Siswa Nasional atau Olikopsisnas dimenangkan oleh 5 orang juara, 3 orang pemenang dengan juara inti berasal dari sekolah yang sama yaitu, MAN 1 Yogyakarta dengan nama, Haka Aghisna R. dari MAN 1 Yogyakarta untuk Juara 1, Aurelia Lysandra dari MAN 1 Yogyakarta untuk Juara 2, Andini Eling K. dari MAN 1 Yogyakarta untuk Juara 3, serta 2 orang pemenang dengan juara harapan dengan nama, Harry Aditya A. dari SMA Brawijaya untuk Juara Harapan 1, dan Fatimatuzzahra dari Mas Ali Maskum untuk Juara Harapan 2.

    Cooperative Workshop Cooperative Month 2023, hadir dengan mengangkat tema “Koperasi Mahasiswa Cikal Bakal Local Genius 6.0”. Sebagai kegiatan yang ditunggu-tunggu, Cooperative Month 2023 Koperasi Mahasiswa UGM menghadirkan pembicara yang keren dan handal di bidangnya, untuk membagikan ilmu dan pengetahuan kepada Kop Mania. Adapun pembicara pada Cooperative Workshop Cooperative Month 2023 yaitu, Anggia Zainur Rahmah M.SEI, yang merupakan Pendamping Koperasi Dinas Koperasi dan UKM DIY 2022, dan juga Sevina Alfi, selaku mahasiswa dari Universitas Veteran Yogyakarta yang memiliki bisnis Fashion dan FnB. Tentunya selama acara Cooperative Month 2023 Koperasi Mahasiswa UGM dipandu oleh moderator cakap, yaitu Irsalina Ghassani.

    Tidak hanya dihadiri oleh pembicara dan peserta, Cooperative Month 2023 Koperasi Mahasiswa UGM juga turut mengundang Bapak SyahBenol selaku Penasehat Koperasi, dan juga Drs.Teten Masduki, selaku Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara Cooperative Month 2023 Koperasi Mahasiswa UGM. Peserta Cooperative Workshop yang hadir tidak hanya mahasiswa Kopmania UGM saja tetapi dari kalangan peserta Kopma Universitas lain juga turut hadir dalam mengisi kegiatan Cooperative Workshop ini. 

    Sebagai pembicara pertama Anggia Zainur Rahmah M.SEI, memaparkan materi untuk Kopmania, dengan topik bahasan seputar pengenalan koperasi pada masa sekarang kepada mahasiswa agar lebih mengenal tentang koperasi. Koperasi mahasiswa adalah suatu organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi atau institut pendidikan tinggi. Koperasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan bersama anggotanya, yang umumnya terdiri dari mahasiswa yang tergabung dalam komunitas akademis tertentu. Menurut Anggia Zainur Rahmah, koperasi mahasiswa bukan hanya suatu entitas ekonomi, melainkan juga merupakan wadah untuk pengembangan kepemimpinan, pembelajaran kolektif, dan penerapan nilai-nilai sosial. Dengan demikian, koperasi mahasiswa bukan hanya sebagai sarana bisnis, tetapi juga sebagai alat untuk membangun komunitas yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan akademis. Bergabung dengan koperasi mahasiswa dapat membangun jaringan yang kuat. Interaksi dengan sesama anggota, pengurus, dan pihak-pihak eksternal dapat membantu dalam membangun koneksi yang berharga.

    Sevina Alfi, memaparkan materi dengan tema “Memupuk Pemikiran Kritis Dan Inovatif Dalam Berbisnis”. Menurut Sevina Alfi, seorang pemilik bisnis harus mempunyai perilaku yang kritis dan inovatif, sebuah bisnis tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kreativitas dan inovasi yang mendukung bisnis tersebut berjalan. Kedua perilaku tersebut akan membawa sebuah bisnis menuju kesuksesan saat dikelola dengan baik. Mempunyai pemikiran yang kritis juga harus mempunyai strategi. Menurut Sevina Alfi, strategi untuk meningkatkan kemampuan pemikiran kritis yaitu, berlatih mendengarkan secara aktif, mencoba pahami sudut pandang orang lain, banyak bertanya, dan mempertimbangkan pandangan ke depan.

    Berpikir kritis dan inovasi akan mempengaruhi suatu keberhasilan bisnis. Berpikir secara analitikal adalah salah satu aspek dari cara berpikir kritis untuk menganalisis suatu informasi dengan baik. Sebagai seorang pebisnis, Sevina Alfi juga menjelaskan bahwa seorang pemilik bisnis harus mempunyai pemikiran yang terbuka dalam menerima pendapat, opini, juga kritik dan saran saat meeting. Membagi waktu untuk memperkirakan waktu produksi dengan promosi adalah Manajemen waktu yang terpenting dalam berbisnis. Komunikasi yang baik juga merupakan hal yang terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis. Komunikasi yang baik merupakan bagian krusial dari proses berpikir kritis. Inovasi juga penting dalam keberhasilan bisnis. Inovasi membantu pertumbuhan perusahaan untuk selalu up to date dengan menciptakan produk atau layanan sesuai dengan kebutuhan pasar dengan menerapkan ciri khas pada produk. Problem solving adalah solusi yang diberikan segera ketika mendapat keluhan dari customer tentang produk kita.

  • Audiensi cabang Koperasi “Kopma UGM” dengan FMIPA

    Yogyakarta – Selasa (24/5), berlangsung audiensi antara Pengurus-Staf Koperasi “Kopma UGM” dengan dengan Prof. Drs. Mudasir, M.Eng., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerja Sama FMIPA UGM) dan Bapak Mantoro (Bidang kerja sama kantin FMIPA UGM). Bertempat di Ruang Sidang FMIPA UGM, audiensi ini bertujuan untuk melaporkan perkembangan foto kopi cabang Koperasi “Kopma UGM” di di Fakultas MIPA.

    “Kami berterima kasih karena Koperasi “Kopma UGM” telah berkontribusi untuk kami dan mahasiswa kami. Mudah-mudahan kerja sama yang saling menguntungkan ini terus berlanjut,” ujar Prof. Drs. Mudasir, M.Eng., Ph.D. saat menutup audiensi.

  • Rapat Kerja Koperasi “Kopma UGM” 2015

    Yogyakarta-Sabtu, 28 Februari 2015, Koperasi “Kopma UGM” telah menyelenggarakan rapat kerja yang membahas timeline dan progam kerja (proker) 2015. Rapat kerja diadakan pada Jum’at, 27 Februari 2015 pukul 16.00-17.30 WIB dan dihadiri oleh kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 dan anggota Koperasi “Kopma UGM”.
    Menurut Akhmad Faqihuuddin selaku Ketua Bidang Human Resource and Development (HRD) Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 menyatakan, “Tujuan diadakannya rapat kerja pada kali ini ialah sebagai sarana untuk mensosialisasikan timeline dan progam kerja kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 pada anggota Koperasi “Kopma UGM”.”
    Pembahasan pertama dalam agenda rapat kerja ialah pemaparan timeline dan proker dari tiap-tiap bidang mulai dari bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA), Bisnis, HRD, Keuangan, Humas dan Gerakan, dan Administrasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan timeline pengawas. Setelah pemaparan timeline bidang dan pengawas usai, rangkaian acara selanjutnya adalah sesi tanya jawab yang berlangsung kurang lebih selama 30 menit. Terakhir, Sebelum memasuki penghujung acara terdapat pembagian doorprize untuk lima orang anggota yang beruntung.
    “Harapannya setelah pelaksanaannya rapat kerja kali ini, timeline dan progam kerja yang telah oleh tiap-tiap bidang dan pengawas dapat segera dilaksanakan dengan semaksimal mungkin,” tutur Alan Griha Yunanto selaku Ketua Pengawas Koperasi Kopma UGM” periode 2015/2016. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.