Progam Modal Usaha Anggota

Koperasi “Kopma UGM” mengadakan progam modal usaha anggota dengan persyaratan sebagai berikut:         :

  1. PesertaPengajuan Modal Usaha merupakananggotaKoperasi “Kopma UGM” baik Anggota BIasa (AB) maupun Anggota Luar Biasa (ALB)
  2. Anggota kelompok terdiri dari 3-5 orang
  3. Nama pengusuldan (ketua dan anggota) harus ditulis lengkap dan tidak boleh disingkat
  4. Peserta telah mengikuti Pendidikan Dasar,serta telah/akan mengikuti PendidikanOrganisasi dan Pendidikan Manajemen
  5. Peserta telah membayar simpanan wajib sampai Desember 2017
  6. Mempunyai kemampuan untuk mengangsur modal pinjaman setiap bulannya secara tertib dan teratur
  7. Mempunyai saldo simpanan sukarela minimal Rp500.000,00 per kelompok
  8. Bersedia mengikuti Pendidikan Kewirakoperasian yang akan diselenggarakan Koperasi “Kopma UGM”
  9. Bersedia aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan Koperasi “Kopma UGM”
  10. Mengumpulkan fotokopi bukti pembayaran simpanan sukarela dan simpanan wajib
  11. Mengumpulkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) asli, fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta Kartu Member Card (KMC)
  12. Mengumpulkan formulir pengajuan modal usaha
  13. Mengumpulkan pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
  14. Mengumpulkan proposal sampai 17 September 2015

Download Formulir Pengajuan Modal Usaha Anggota di sini

Similar Posts

  • Koperasi “Kopma UGM” Usai Selenggarakan RAT Ke-34

    Yogyakarta- Koperasi “Kopma UGM” telah selesai menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-34 yang berlangsung pada 2—4 Februari 2015 bertempat di Auditorium LPPT Unit II UGM. RAT ke-34 Koperasi “Kopma UGM” dihadari oleh perwakilan dari Kementrian Koperasi dan UMKM, perwakilan Gubernur D.I.Y, Kepala Dinas Perindustrian, Perdangan, dan Koperasi  Kabupaten Sleman, pengurus pusat maupun wilayah Forum Komunikasi Koperasi Mahasisa Indonesia (FKKMI), pengurus Himpunan Koperasi Mahaisswa Yogyakarta (HKMY), perwakilan koperasi mahasiswa se-D.I.Y, serta anggota Koperasi “Kopma UGM”.

    Mengangkat tema “Indegeneous Indonesia”,  bahwa koperasi tercipta dari budaya gotong royong dan tolerasi. Dengan koperasi kita bisa belajar berbudaya dan melestarikan budaya asli Indonesia. RAT Ke-34 Koperasi “Kopma UGM” membahas serta mengesahkan berbagai hal, antara lain: Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan, RGBPK, RAPBK bidang, divisi, dan non divisi, pemilihan tim Cooperative Plan (CP), pemilihan tim AD/ART, serta pemilihan ketua umum dan ketua pengawas periode 2016/2017.

    Sementara itu, menurut Destri Karlina selaku ketua gugus Lembaga Penerbitan (LP) Koperasi “Kopma UGM” periode 2016/2017 mengatakan, “Penyelenggaraan RAT kali ini sudah baik. Semoga ke depannya dalam penyelenggaraan RAT, anggota lebih diedukasi mengenai RAT dan agenda-agenda yang terdapat didalamnya.”

    In shaa allah dengan amanah yang dititipkan, saya berusaha membawa Koperasi “Kopma UGM” untuk dapat mencapai target BSC yang telah disahkan pada RAT kali ini,” tandas Ufaioroh Nurulhayah selaku ketua umum Koperasi “Kopma UGM” periiode 2016/2017.

  • | |

    Koperasi “KOPMA UGM” Gelar Cooperative Workshop 2021, Gandeng Koperasi dan UMKM Lokal

    Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) “KOPMA UGM” menyelenggarakan acara Cooperative Workshop 2021 pada Sabtu, 11 September 2021 secara daring melalui media Zoom Meeting. Acara ini ditujukan untuk meningkatkan semangat kewirausahaan dan partisipasi masyarakat dalam perkoperasian serta usaha kecil-menengah terutama di masa pandemi. Workshop ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai instansi badan usaha koperasi mahasiswa di DIY dan beberapa dari daerah lain seperti Jakarta.

    Beberapa pembicara yang diundang untuk mengisi acara ini terdiri atas berbagai tokoh yang berkecimpung di sektor koperasi dan UMKM berbasis digital, yakni M. Riza Adha Damanik, S.T., M. Si., Ph.D selaku staf khusus Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, yakni Teten Masduki yang juga hadir sekaligus memberikan sambutannya dalam acara ini.  Kemudian dilanjutkan oleh pemaparan sesi kedua oleh Henri Suhardja yang merupakan pegiat UMKM berbasis digital dan sekaligus CEO dari Titipku, sebuah startup berupa platform digital yang menghimpun berbagai usaha kecil dan menengah sebagai sebuah marketplace yang beroperasi dalam skala lokal. Untuk kelancaran diskusi dan interaksi antar pembicara dan audiens, acara ini dimoderatori oleh Gita Dewi Nawangwulan yang merupakan Master Teacher di platform Ruangguru.

    • Sambutan + Poin2nya (Halim, Dinkop-UKM Sleman Dinkop-UKM DIY, Menkop UKM Pak Teten Masduki

    Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Koperasi “KOPMA UGM,” Halim Latif Purnama yang memberikan sambutan dan apresiasi untuk panitia penyelenggara serta penyampaian beberapa poin yang menjadi urgensi diselenggarakannya workshop ini, yakni penurunan omset UMKM di skala nasional yang merupakan dampak dari pandemi COVID-19 yang berkelanjutan. Kemudian acara ini mengundang beberapa pihak instansi Dinas Koperasi baik di tingkat Kabupaten dan Provinsi yang diwakili oleh yang masing-masing juga memberikan apresiasi dan harapan besar terhadap manfaat yang diperoleh dari diselenggarakannya acara ini. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki yang juga melihat urgensi berupa transformasi dan modernisasi koperasi dan UMKM untuk memajukan perekonomian. Beliau juga menyampaikan seruan untuk mahasiswa dan pemuda untuk bangga memakai produk hasil UMKM lokal.

    • Sesi 1 : M. Riza Adha Damanik, S.T., M. Si., Ph.D

    Sesi primer dalam acara Workshop ini adalah penyampaian dari kedua narasumber yang telah disepakati akan menyampaikan materi, untuk sesi pertama, materi disampaikan oleh Pak M. Riza Adha Damanik, S.T., M.Si., PH.D. Beliau menjelaskan bahwasannya koperasi memiliki andil yang sedemikian besarnya bagi berputarnya roda perekonomian Indonesia. Hal ini dapat kita simpulkan ketika melihat bahwasannya koperasi menyumbangkan 6,20% dari jumlah PDB Nasional. Beliau juga menyampaikan mengenai tantangan koperasi saat ini adalah tingkat partisipasi masyarakat yang terbilang cukup rendah. Tingkat partisipasi masyarakat Indonesia hanya sebesar 9,25% dibandingkan dengan tingkat partisipasi koperasi dunia yang mencapai 16,31% (PBB 2014). Pandemi yang kian hari kian memburuk turut memperburuk kondisi perkoperasian Indonesia, di antara dampak yang nyata terjadi adalah tergerusnya modal kerja berikut penurunan aset koperasi. Berdasarkan data BAPPENAS tahun 2020, selama pandemi Covid-19, 80% koperasi mengalami masalah terkait berkurangnya permintaan serta langka dan mahalnya harga bahan baku. Hal ini perlu untuk diwaspadai sesegera mungkin, mengingat bahwa koperasi adalah salah satu tonggak perekonomian Indonesia yang memiliki peranan penting. Terdapat dua strategi utama yang harus dijalankan, yaitu dengan berhimpun sehingga posisi tawar semakin kuat serta memproduksi komoditas dalam jumlah signifikan.

    Narasumber menyampaikan bahwa sejauh ini terdapat tiga upaya yang bersumber dari pemerintah dalam urusannya untuk mewujudkan koperasi yang berkemajuan kedepannya. Yang pertama adalah pemberlakuan PP No. 7 tahun 2021. Yang kedua adalah re-branding koperasi yang diharapkan mampu membentuk koperasi menjadi bisnis yang lebih modern, dan terakhir adalah akses pembiayaan. Tak lupa, Beliau juga menyertakan keadaan koperasi dari negara lain sebagai bahan komparasi, sebagai berikut.

     

    Jepang Singapura Inggris
    memiliki 224 koperasi mahasiswa yang tergabung dalam satu federasi. Koperasi mahasiswa merupakan bagian dari Singapore National Cooperative Federation. Terhubung dalam jaringan yang terdiri dari lebih dari 30 koperasi.

     

    • Sesi 2 : Henri Suhardja

    Sesi penyampaian materi yang kedua dibawakan oleh Pak Henri Suhardja. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwasannya Covid-19 memberikan dampak negatif yang signifikan pada bidang bisnis seperti terjadinya tindak PHK dimana-mana dan terpuruknya UMKM dan pariwisata. Meskipun membawa segudang dampak negatif, Covid-19 juga mendorong munculnya dampak positif. bermunculannya pengusaha-pengusaha pada saat kritis serta memberikan peluang untuk memulai suatu usaha yang baru adalah efek positifnya. Berdasarkan data, 25% pasar tradisional tutup dalam empat tahun terakhir, hal ini menandakan dimulainya era baru dalam dunia bisnis. Pak Henri sebagai Co-Founder dari Titipku menyampaikan bahwa Titipku memiliki tujuan untuk membantu UMKM menerobos dunia maya dan digital. Titipku sendiri memiliki perbedaan dengan marketplace lainnya. Perbedaan tersebut adalah Titipku hanya bergerak secara hyperlocal, bukan nasional. UMKM yang dibantu oleh Titipku adalah UMKM yang 100% asli Indonesia, dan pembeli dapat mengenal pemilik UMKM tersebut. Titipku berusaha untuk mendigitalkan UMKM yang kedepannya akan sangat bermanfaat. Titipku akan berkolaborasi dengan Kemenkop dan UMKM yang tujuan akhirnya adalah kebermanfaatan bagi masyarakat.

    Narasumber juga mengingatkan peran mahasiswa dalam era evolusi Industri 4.0 adalah sebagai promotor, baik dalam bidang edukasi masyarakat, marketing, maupun pembangun ekosistem digital yang baik. Pada akhirnya program go-digital ini memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak agar terlaksana dengan lancar. Di akhir sesi materi, beliau memberikan tiga kesimpulan, akselerasi digital sebagai kunci, sinergi semua pihak untuk maju, serta aksi nyata bersama.

     

    • Penutup (Diakhiri dengan tanya jawab, proyeksi harapan dari diselenggarakan acara)

                Diskusi diakhiri dengan sesi tanya jawab yang diikuti oleh para peserta dari berbagai instansi. Para peserta tersebut sangat antusias dalam berdiskusi dan menanyakan beberapa pertanyaan teknis yang meliputi kiat dan strategi memaksimalkan pengelolaan usaha dan koperasi. Acara ini ditutup dengan penampilan tari tradisional dari UKM Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta Universitas Gadjah Mada (UKJGS UGM). Dengan terselenggaranya acara Cooperative Workshop 2021, harapannya dapat mendongkrak semangat masyarakat luas dalam berkontribusi memajukan usaha kecil dan koperasi.

  • Lowongan Pekerjaan

    [LOWONGAN PEKERJAAN]
    Kembali dibuka kesempatan bagi Anda untuk bekerja di Koperasi “Kopma UGM”. Lowongan dibuka untuk posisi:

    1. Designer

    2. Juru Masak

    3. Penjahit

    4. Staf Fotocopy

    5. Sablon

    6. Staf Swalayan

    Syarat:

    1. Pria/Wanita*

    2. Usia maks. 28 tahun

    3. Pendidikan min. SMA/K atau sederajat

    4. Diutamakan berpengalaman

    5. Komitmen, jujur, dan komunikatif *Posisi Sablon dan Desainer diutamakan untuk karyawan pria

    Apabila Ada merasa sudah mencukupi persyaratan yang ada , segera daftarkan diri Anda. Kirimkan surat lamaran Anda beserta lampiran sebagai berikut:

    1. Daftar Riwayat Hidup/ Curriculum Vitae

    2. Fotocopy KTP, Ijazah, dan SKCK

    3. Foto berwarna 3×4

    4. Fotocopy Dokumen pendukung lainnya jika ada

    Kirimkan lamaran Anda ke Ketua Bidang HRD Koperasi “Kopma UGM”, yang beralamat di Bulaksumur H-7 & H-8, Depok, Sleman. Atau kirimkan lamaran Anda melalui email ke bidang_hrd@kopma-ugm.net. Setelah mengirim lamaran, jangan lupa untuk mengirimkan sms konfirmasi ke 0896-2848-7356 dengan format:

    Nama-Posisi yang dilamar-Alamat emai (jika melalui email)-Tanggal Kirim

    Jangan lewatkan kesempatan ini, karena fasilitas Gaji sesuai UMK dan Asuransi Kesehatan tersedia bagi karyawan Koperasi “Kopma UGM”. Pendaftaran dibuka hingga tanggal 31 Desember 2017.

    CP:
    0896-2848-7356
    0858-7914-7353
    0897-2571-757

    #UGM #banggamenjadiugm #kopma #koperasi #cooperative #kopmaugm #lowongan #kerja #loker #job #open #recruitment #design #desgin #jobseeker #instagram #november #senin #monday #jogja #yogyakarta

    #AkuCintaKoperasi #Aciko #KopmaUGMsatu

  • Dikorg 27

    Yogyakarta- 7 April 2015, bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) Koperasi “Kopma UGM” telah mengadakan acara pendidikan organisasi (dikorg) ke-27 pada tanggal 4—5 April 2015 di Gedung Youth Center Jombor, Sleman. Acara ini diikuti oleh delapan belas orang anggota yang sebelumnya sudah mengikuti pendidikan dasar (diksarkop).

    Menurut Novi Isnaeni selaku salah satu panitia dikorg ke-27, “Tujuan diadakan acara ini adalah untuk memberikan pendidikan dan pelatihan tentang keorganisasian”.

    Hari Pertama

    Pendidikan organisasi secara keseluruhan terdiri dari enam materi yang disampaikan yaitu materi pertama tentang manajemen organisasi yang disampaikan oleh Alan Griha Yunanto dimulai pukul 08.15—10.15 WIB, materi kedua mengenai kepemimpinan yang disampaikan oleh Muhammad Fajri Saptaji pukul 10.15—12.15 WIB, Acara jeda sejenak untuk istirahat, shalat, dan makan.

    Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan materi ketiga tentang manajemen konflik yang disampaikan oleh Akhmad Mudhaqir pukul 12.15—15.00 WIB. Acara kembali jeda sejenak untuk istirahat dan shalat.

    Seusai istirahat dan shalat, acara dilanjutkan dengan dengan materi keempat tentang komunikasi organisasi oleh Nur Lutfiana Widiastuti pukul 15.20—17.20 WIB, materi kelima mengenai life plan disampaikan oleh Muhammad Rizky dari gugus komunitas Trainer Community (TC) pukul 18.30—20.30.

    Sesudah materi, acara dilanjutkan dengan pensi pada pukul 20.30—21.30 WIB dan acara terakhir pada hari itu yakni heart to heart yang dilaksanakan pada pukul 21.30—22.15 WIB.

    Hari Kedua

    Pada hari kedua, materi keenam adalah out class yang berupa out bound yang digunakan sebagai wadah mengaplikasi materi yang telah didapatkan sebelumnya dalam bentu permainan. Out bound dilaksanakan pada pukul 07.00—11.00 WIB. Setelah out bound, acara dilanjutkan istirahat, shalat, dan makan.

    Terakhir, pada pukul 13.30 peserta dan panitia berkemas untuk kembali pulang menuju Koperasi “Kopma UGM”. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).

  • Pelantikan Pengurus dan Pengawas Koperasi “Kopma UGM” Periode 2016/2017

    Yogyakarta- Jum’at (12/02) pagi kemarin, Koperasi “Kopma UGM” menyelenggarakan prosesi pelatikan pengurus dan pengawas periode 2016/2017.Acara ini  Prosesi ini diadakan di Ruang Sidang lantai II. Prosesi ini merupakan rangkaian terakhir dari Rapat Anggota Tahunan ke-34 yang telah diadakan pada 2 s.d. 4 Februari lalu di Auditorium LPPT Unit II. Dalam acara ini dihadiri pula oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari tamu kedinasan, pihak Rektorat Universitas Gadjah Mada, perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa UGM, Koperasi Mahasiswa Se-DIY, dan juga pihak internal Koperasi “Kopma UGM”

    Acara Pelantikan Pengurus dan Pengawas kemarin dimulai sekitar pukul 08.50 WIB. Acara ini diawali dengan pencabutan pending sidang yang dipimpin oleh Mundi Tri Nugroho selaku Pimpinan Sidang  dan dilanjutkan dengan pembacaan format Pengurus, Pengawas, Dewan Pembimbing Kepengurusan, dan Dewan Penasihat Kepengurusan Koperasi “Kopma UGM. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan, sambutan-sambutan, dan prosesi pelantikan pengurus dan pengawas baru yang terdiri dari Ufairoh Nurulhayah sebagai Ketua Umum, Riska Siwi Margianti sebagai Ketua Bidang PSDA, Bagus Setyo Aryadi sebagai Ketua Bidang Bisnis, Umi Sayidul Mursalin sebagai Ketua Bidang HRD, Sulistyowati sebagai Ketua Bidang Keuangan, Anwar Danu Saputra sebagai Ketua Bidang Humas dan Gerakan, Noor Suhartono sebagai Ketua Bidang Administrasi, Nurul Meika Tri Wahyuni sebagai Kepala Departemen Risbang, Akhmad Faqihuddin sebagai Ketua Pengawas, dan Bagas Prakarsa beserta Winda Aviany Anindya sebagai Anggota Pengawas.

    Pada sekitar pukul 10.30 WIB acara diakhiri dengan acara potong tumpeng dan pembacaan doa. “Saya mengucapkan terimakasih kepada segenap panitia dan pihak lainnya yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan rangkaian acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-34 Koperasi “Kopma UGM” sehingga dapat berjalan dengan lancar. Semoga di tangan pengurus dan pengawas yang baru ini Koperasi “Kopma UGM” akan lebih baik.” ungkap Ainun Nur Mazidah selaku Ketua Panitia RAT ke-34 Koperasi “Kopma UGM”.