Laptri II

Yogyakarta-Kopma UGM, Pengawas Koperasi “Kopma UGM” telah menyelenggarakan Laporan Triwulan II (Laptri) bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” pada Sabtu (8/8). Tujuan diadakan laptri adalah untuk menyampaikan perkembangan manajemen organisasi dan kepengawasan yang ada di Koperasi “Kopma UGM” pada anggota.

Terdapat tiga sesi pada laptri kali ini. Pertama, sesi pemaparan laporan perkembangan manajemen organisasi yang disampaikan oleh ketua umum dan ketua bidang. Kedua, sesi pemaparan laporan kepengawasan oleh Alan Griha Yunanto selaku ketua pengawas. Terakhir, sesi tanya jawab.

Menurut Alan Griha Yunanto selaku ketua pengawas Koperasi “Kopma UGM”, “Secara umum kinerja semua bidang mengalami kenaikan, akan tetapi masih terdapat beberapa catatan khususnya untuk pemahaman kepengurusan-staf telah mengalami peningkatan dan harapannya rekomendasi yang telah diberikan pengawas dapat membantu kepengurusan-staf dalam meningkatkan kinerjanya.”

 “Kedepan kami coba untuk mengevaluasi publikasi laptri yang terlalu tebal dan dapat menemukan format yang tepat dalam publikasi yang lebih ringkas ke depannya,” tambah Alan.

Similar Posts

  • | |

    Hingar Bingar Penerimaan Mahasiswa Baru di Kampus Biru

    Kerumunan gadjah mada muda pada saat upacara penutupan PPSMB UGM tahun 2022 / Sumber: https://twitter.com/ssingularitears/status/1555833679011663872?t=l921cupfjfzFZotBaz9A3w&s=19

    Senin pagi (1/8), Lapangan Pancasila tampak dipenuhi ribuan orang memakai almamater berwarna khaki muda dan caping beraneka warna. Mereka yang berkerumun ini adalah mahasiswa baru strata satu Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah menjalankan hari pertama masa orientasi kampus dengan nama Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB). 

    Pada hari pertama pelaksanaan PPSMB, seluruh mahasiswa baru dikumpulkan di Lapangan Pancasila guna mengikuti upacara pembukaan PPSMB UGM tahun 2022. Upacara pembukaan ini akhirnya kembali digelar secara luring, setelah vakum dua tahun lamanya. Sebanyak 9000 mahasiswa baru tampak khidmat bercampur rasa senang sebab dapat merasakan kembali PPSMB dengan sebagaimana mestinya.

    Pembukaan masa orientasi mahasiswa baru turut dihadiri juga oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Pada sambutannya, Raja Kasultanan Yogyakarta menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa baru karena telah memilih Yogyakarta, khususnya UGM sebagai tempat melanjutkan studi. 

    “Terima kasih telah mempercayakan Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada sebagai destinasi edukasi. Sebuah pilihan yang tepat dengan beragamnya pilihan jurusan yang berkualitas dan keberadaan Yogyakarta sebagai Nusantara culture melting point, yang Inshaallah dapat membentuk karakter anak bangsa menjadi insan-insan cendekia sekaligus berbudaya,” terang Sri Sultan Hamengkubuwono X lebih lanjut.

    Setelah upacara pembukaan telah selesai digelar, seluruh mahasiswa baru kemudian dikumpulkan bersama gugusnya masing-masing untuk melakukan pembekalan di fakultas yang telah ditetapkan. PPSMB total dijalankan selama enam hari, termasuk dua hari masa PPSMB ranah fakultas. Segala lini aspek baik panitia, rektorat, hingga petugas keamanan kampus turut bahu-membahu menyukseskan gelaran penyambutan penerimaan mahasiswa baru di kampus biru.

    Puncaknya terjadi pada sabtu sore, (6/8). Seluruh mahasiswa baru kembali dikumpulkan di Lapangan Pancasila untuk mengikuti rangkaian upacara penutupan. Rasa bangga, gembira, dan haru tergambar dari tiap-tiap mahasiswa baru atas rasa syukur telah menjadi bagian dari keluarga UGM. Doa dan harapan mereka tulis dalam sebuah kertas untuk kemudian disuarakan dalam Lapangan Pancasila. 

    Hal yang tak kalah ikonik, yaitu pembentukan formasi juga terselenggara pada upacara penutupan PPSMB UGM. Total terdapat sepuluh formasi yang berhasil dibuat dengan menggunakan kipas palapa berwarna merah dan putih. satu formasi lain juga terbentuk dari caping yang mahasiswa baru gunakan. Formasi bertuliskan “Bakti Gadjah Mada Pilar Intelektual Nusantara” menjadi akhir dari formasi ini.

  • Kopma UGM Raih Juara III di Kopma Fair

    Kabar membahagiakan datang pada hari Minggu lalu (8/4), Koperasi “Kopma UGM” berhasil meraih Juara III dalam rangkaian acara Kopma Fair di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) pada tanggal 5-7 April 2018.
    Delegasi Koperasi “Kopma UGM” yang terdiri dari Abimanyu A. Ramadhan, Noviana E. C. Dewi, dan Dewi Arifia mendapatkan Juara III setelah mendapatkan peringkat kedua dalam Lomba Cerdas Cermat dan peringkat ketiga dalam Lomba Debat.
    Kopma Fair yang digelar oleh Koperasi Mahasiswa Padang Bulan UIN Maulana Malik Ibrahim berlangsung selama tiga hari. Hari pertama, Kopma Fair mengadakan Seminar Nasional yang berisi tentang koperasi, wirausaha, dan pengalam wirausaha salah satu pembicara. Adapun pembicara yang hadir dalam seminar tersebut adalah Dinas Perkoperasian dan UMKM Malang, Yasa Paramita Singgih, dan Mike Ragnar. Pada hari tersebut pula Lomba Cerdas Cermat Kopma Fair berlangsung dimana Koperasi “Kopma UGM” berhasil meraih peringkat kedua. Pada hari selanjutnya, rangkaian acara Kopma Fair dilanjutkan dengan Lomba Debat dimana Koperasi “Kopma UGM” meraih peringkat ketiga. Acara dilanjutkan dengan kegiatan malam keakraban panitia dan para peserta. Pengumuman juara sendiri dilaksanakan pada hari terakhir Kopma Fair.
    Delegasi Koperasi “Kopma UGM” merasa senang dan bangga dapat meraih juara. Mereka menghadapi sepuluh tim dalam Lomba Cerdas Cermat dan mengadapi sembilan tim dalam Lomba Debat. Abi, panggilan akrab Abimanyu A. Ramadhan, mengaku merasa santai namun agak tegang selama mengikuti rangakain kegiatan tersebut. “Suasananya santai namun agak tegang. Setiap peserta memiliki potensi untuk mendapatkan juara dan berambisis juga. Tetapi, kami tetap tenang dan optimis dapat masuk ke tiga besar. Hasil yang kami terima juga kami syukuri”, ungkap Bima. Dewi dan Noviana, delegasi Koperasi “Kopma UGM” yang lain, juga mengaku senang dengan hasil yang telah mereka capai. “Pas itu barengan Perayaan HUT Kopma UGM 36. Hadiah buat kopma ya!” ungkap mereka.
    Abi memberikan pesan kepada anggota-anggota yang suatu saat akan menjadi delegasi Koperasi “Kopma UGM” pada kompetisi-kompetisi lainnya untuk selalu belajar dan selalu optimis. “Siapapun lawannya yang terpenting dihadapi dengan tenang dan selalu percaya diri”, tambahnya.

  • “Open Mic” – Perayaan HUT Gugus Komunitas Speaking Club

    Yogyakarta – KOPMA UGM, dalam rangka mensosialisasikan pentingnya public speaking yang baik serta mengasah kemampuan para anggota Koperasi “Kopma UGM” untuk tampil dan berbicara di depan publik, gugus komunitas Speaking Club (SC) mengadakan acara “Open Mic” pada hari Sabtu (6/6). Lebih dari itu, acara ini merupakan acara peringatan hari ulang tahun gugus komunitas SC yang ke-17. Bertempat di ruang anggota, acara ini diikuti oleh kurang lebih 20 peserta.

    “Dalam acara ini, kami memberikan kesempatan kepada peserta untuk unjuk kebolehan di bidang speaking, apapun itu.” ungkap Riski Primadona Aji selaku salah satu penyelenggara. Acara diawali dengan penampilan para peserta yang dibebaskan untuk menampilkan apapun. Banyak dari peserta yang kemudian tampil menyanyi, stand up comedy serta ada pula yang menampilkan kebolehanya dalam berhipnotis. Pada sesi berikutnya, acara diisi dengan sambutan dari bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) serta ketua SC. Kemudian acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama.

    “Harapan kedepan semoga SC dapat semakin berkembang dan terus menjadi gugus komunitas yang mewadahi dan mengembangkan minat anggota di bidang public speaking” ungkap Arief Ardiasmoro selaku salah satu pengurus gugus komunitas Speaking Club. (Novi Isnaeni / Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM”)

  • Delegasi Koperasi “Kopma UGM” Ikuti Dikmenkop Se-Jawa

    Yogyakarta-Delegeasi Koperasi “Kopma  UGM” mengikuti Dikmenkop se-Jawa yang diselenggarakan oleh Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang dilaksanakan pada Jum’at (20/11) sampai Minggu (21/11) di Universitas Negeri Semarang dan Villa Bukit Ungaran. Kegiatan ini bertujuan untuk menanam jiwa ekonomi kerakyatan dan ideologi koperasi pada generasi muda. Dengan mengusung tema Membangun Generasi Emas menuju Koperasi Unggul, acara ini diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari berbagai Koperasi Mahasiswa di Jawa.

    Pada hari pertama, acara dimulai pukul 15.30 WIB dengan Opening Ceremonydan dilanjutkan dengan  materi tentang Ideologi Koperasi Lanjut dan Studi Kelayakan Usaha KUD Ritel yang disampaikan oleh Dr.Litani Satyawati dari Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang dan Ketua Umum dan Penasehat Koperasi Warteg Nusantara.  Setelah itu, acara dilanjutkan dengan acara  makan malam bersama dan ramah tamah antarpeserta.

    Pada hari kedua, para peserta pun menuju lokasi kedua, yaitu Penginapan Bukit Lerep Indah Ungaran. Kemudian kegiatan pun dilanjutkan dengan materi mengenai Manajemen Keuangan dan Manajemen Risiko yang disampaikan oleh Maya Nihayah, S.E, M.Si dari Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarangdan. Pada sore harinya, para peserta pun melakukan kegiatan outbond dan tepat pukul 18.30 WIB acara dilanjutkan dengan materi Achievement Motivation Training dan Power of Negotiation yang disampaikan oleh Syarif Hidayat dari Ketua Majelis Tinggi HGNKPI dan Syaifudin Zahri, S.E.M.Si dari Staff Ahli .Kemudian, acara pun ditutup dengan acara penampilan Seni dari para peserta.

    Pada hari terakhir, tepat pukul 07.30 WIB para peserta  Dikmenkop se-Jawa 2015 melakukanClosing Ceremony dan dilanjutkan dengan acara  kunjungan ke UMKM Center Jawa Tengah dan Obyek wisata kota  Semarang, yakni Lawang Sewu. Acara pun berakhir pukul 15.00 WIB dan para peserta pun kembali ke kota masing-masing. Walaupun hanya berlangsung selama tiga hari, banyak ilmu dan pengalaman yang didapatkan dari kegiatan tersebut. Harapannya, melalui kegiatan inilah semangat para generasi muda dalam perkoperasian akan semakin kuat sehingga dapat menjadi pemimpin bangsa yang berintegritas tinggi.

  • Sosisalisasi Kewirausahaan

    8967_840429929331635_1050736289810009945_n

    Yogyakarta- 8 Maret 2015, gugus komunitas Kewirausahaan Koperasi “Kopma UGM” telah mengadakan sosialisasi kewirausahaan pada hari Minggu, 1 Maret 2015 bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” pukul 15.30-18.00 WIB dan dihadiri oleh 6 orang.

    Pada acara tersebut yang menjadi pemateri adalah seluruh pengelola gugus komunitas yakni Alwy Herfian Satriatama, Ainun Nur Mazidah, dan Syufiya Rahmawati. Menurut Ainun Nur Mazidah selaku pengelola gugus komunitas Kewirausahaan menyatakan, “Tujuan diadakannya sosialisasi pada kali ini adalah untuk memberikan pemahaman pada calon anggota mengenai konsep gugus komunitas kewirausahaan dan daftar ulang untuk seleksi anggota gugus komunitas Kewirausahaan.”

    Sebelum masuk materi sosialisasi gugus komunitas Kewirausahaan, pertama-tama peserta bermain game lalu ramah tama dengan pengelola gugus komunitas Kewirausahaan Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016.

    Seusai sosialisasi, pengelola gugus komunitas Kewirausahaan juga menjelaskan progam kerja serta alur seleksi anggota gugus komunitas. “Tugas untuk calon anggota yang berminat untuk bergabung sebagai anggota gugus komunitas Kewirausahaan yakni membuat business plan maksimal dua halaman,” ungkap Ainun setelah acara sosialisasi berakhir.

    Tepat pukul 18.00 ketika adzan magrib berkumdang acara sosialisasi kewirausahaan yang diadakan oleh gugus komunitas Kewirausahaan berakhir. (Humas Kopma UGM / Rusli Akhmad Junaedi).

  • |

    Go Green to Breathe Clean

    Permasalahan di bumi memang sudah menjamur, dari sekian banyaknya manusia yang tinggal di bumi hanya beberapa dari mereka yang bergerak dan melakukan aksi nyata untuk merawat bumi. Bahkan saat ini tidak hanya udara diluar ruangan yang tidak sehat, tetapi juga udara yang ada didalam ruangan. Terdapat polutan yang memang sudah dikenal seperti knalpot gas dan asap rokok yang memang berasal dari udara luar. Ada pula polutan yang kurang dikenal seperti bahan kimia beracun yang dilepaskan oleh “off gassing” dari bahan sintetis yang dapat ditimbulkan dari udara didalam ruangan.

    Solusi sederhana dan efektif yang dapat dilakukan untuk menghindari adanya polutan yang berasal dari udara didalam ruangan umumnya dikenal sebagai “sick building syndrome” adalah dengan memperkenalkan flora ke lingkungan. Banyak tanaman yang melakukan fotosintesis untuk menyelaraskan dan menetralkan polutan.

    Tanaman tersebut berasal dari daftar tanaman hijau NASA yang telah diuji dan disetujui, antara lain:

    1. Spider Plant

    Spider plants

    (sumber: https://pin.it/f2ogzxytsudo4t)

    Tanaman Spider Plant berasal dari Afrika Selatan yang sangat mudah dipelihara dan dibudidayakan. Daunnya yang panjang dan rimbun pada umumnya berwarna hijau atau strip kuning dan putih. Batangnya yang panjang sebenarnya kokoh dan banyak ditumbuhi bunga putih. Tanaman Spider Plant memiliki kelebihan untuk ‘makan’ gas karbonmonoksida yang kemudian digunakan untuk proses pertumbuhannya Spider Plant merupakan tanaman yang bagus untuk menghilangkan gas beracun dan pengotor lain, seperti formalin dan xylene. Untuk mendapatkan efek yang lebih baik, tanaman ini harus diletakkan di dapur, di dekat perapian atau di tempat-tempat di mana karbonmonoksida terakumulasi.

     

    1. Gerbera Daisy

    (Sumber: https://pin.it/6ifklskg73ujbu)

    Gerbera diambil dari nama Traugott Gerber seorang dokter Jerman yang merupakan teman Carolus Linnaeus. Gerbera adalah tanaman hias yang termasuk dalam keluarga Asteraceae. Gerbera merupakan tanaman semak yang hidup bertahun-tahun, daunnya berbentuk memanjang, berwarna hijau dengan pinggiran daun bergerigi besar. Manfaat lain dari bunga ini selain untuk tanaman hias juga dapat menyerap zat polutan yang berbahaya bagi kesehatan, yaitu trichloroethylene.

     

    1. Dracaena

    Dracaena deremensis, also known as Janet Craig dracaena, grows well as a houseplant in nearly any location. These tropical plants can only survive outdoors in the warmest of climates, although you can move them to a sheltered patio for summer enjoyment. Janet Craig dracaena only requires minimal care to produce deep green foliage and lush growth.

    (Sumber: https://pin.it/i53ntc3jg5xoy2)

    Dracaena atau bambu rezeki adalah Dracaena Sanderiana atau sering disebut ribbon plant. Tanaman Dracaena banyak dipakai sebagai tanaman penghias ruangan indoor karena dapat tetap tumbuh walaupun di bawah sinar matahari yang kurang. Apabila Dracaena ditanam di luar ruangan yang mendapatkan cahaya cukup maka daun dari tanaman Dracaena dapat tumbuh dengan lebih tebal. Selain cantik Dracaena juga berfungsi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Dracaena termasuk tanaman yang digunakan oleh NASA Clean Air Study dan telah menunjukkan kemampuannya untuk membersihkan udara yaitu dapat menyerap formaldehyde, benzene dan karbon monoksida dari udara.

     

    1. English Ivy

    12 Nearly Immortal House Plants That Clean The Air | The Unlikely Hostess

    (Sumber: https://pin.it/at74hxqvpbm5gg)

    English Ivy merupakan tanaman yang tumbuh merambat, agersif, dengan pertumbuhan yang cepat dan dapat tumbuh dimanapun. English Ivy merupakan spesies tumbuhan berbunga dari family Araliaceae, berasal dari Eropa dan Asia bagian barat. Daun English Ivy terlihat cantik karena mirip dengan daun maple. Tanaman English Ivy adalah salah satu dari 10 pemurni udara. English Ivy bisa membersihkan udara dari toksin benzena, formaldehida, xilena, dan toulene.

     

    1. Garden Mum

    Mum Coral Cavalier (Mum Football Style Chrysanthemum)

    (Sumber: https://pin.it/z46jocnzbyfmha)

    Bunga krisan atau biasa juga disebut seruni merupakan tanaman hias yang sangat indah dengan berbagai warna yang bisa dihadirkan. Di negara lain bunga krisan biasa dikenal dengan nama Florist’s daisy atau juga ada yang menyebutnya dengan Hardy Garden Mum. Adapun berbagai manfaat yang dihadirkan dari bunga krisan seperti mampu menyaring aroma benzena yang di hadirkan oleh bau lem ataupun cat, mampu menyaring racun formaldehida, dan juga dapat menyaring berbagai polusi lainnya yang ada di dalam ruangan.

     

    1. Lilyturf

    Variegated Liriope | Pretty Lavender Blooms — PlantingTree.com

    (Sumber: https://pin.it/smkjq7zjj5nfeg)

    Liriope adalah genus tanaman berbunga rendah, seperti rumput, dari Asia Timur dan Asia Tenggara. Liriope disebut dengan nama Lilyturf di Amerika Utara, meskipun bukan rumput sejati atau bunga bakung. Bunga lili dapat menyaring berbagai zat polutan, seperti amonia, benzena, formalin, dan trichloroethylene. Menurut NASA, jenis lili terbaik yang dapat menyaring polutan dalam ruangan adalah peace lily, flamingo lily, dan lilyturf.

     

    1. Peace Lily

    (Sumber: https://pin.it/xl33ola6poanqi)

    Spathiphyllum adalah genus dari sekitar 40 spesies tanaman berbunga monokotil dalam keluarga Araceae, tanaman asli daerah tropis di Amerika dan Asia Tenggara. Spesies Spathiphyllum tertentu umumnya dikenal sebagai Spath atau bunga lili perdamaian. Bunga Spathiphyllum berwarna putih dengan rupa seperti bunga lili. Bunga ini banyak dibudidayakan dan ditanam sejak lama sebagai tanaman hias. Bagian akar dan daun dari Peace Lily adalah bagian yang menyerap polutan dengan maksimal 87% polutan dapat terserap dalam waktu 24 jam.

     

    1. Snake Plant

    I couldn't possibly be more excited to share a new feature with you guys today—our updated home tour is now live on Domino! In case you're just tuning in, we moved into our 1960's mid-century A-Frame ranch about three years ago, and have been pouring our hearts (read: blood, sweat, and tears) into…

    (Sumber: https://pin.it/pmzjowr3ca76eg)

    Sansevieria trifasciata adalah spesies tanaman berbunga di keluarga Asparagaceae, yang berasal dari Afrika Barat tropis dari Nigeria timur hingga Kongo, yang paling dikenal sebagai tanaman ular atau Snake Plant. Tanaman ini dapat menghilangkan polutan seperti formaldehyde, xylene, toluene, dan nitrogen oxides. Snake Plant bekerja membersihkan udara dengan cara menyerap racun melalui daunnya dan memproduksi oksigen.

     

    Nah, bagaimana teman? Sudah tau ingin merawat tanaman yang mana di rumah? Atau di kos? Yukk, mulai lindungi lingkungan sekitar kita, untuk bumi yang lebih hijau dan bebas dari polusi.

    (Sharmila)