Kopma IPB Kunjungi Koperasi “Kopma UGM”

Yogyakarta, Senin(18/01) Koperasi “Kopma UGM” menerima kunjungan dari Koperasi Mahasiswa (Kopma) IPB bertempat di Ruang Sidang Koperasi Kunjungan dari Kopma IPB bertujuan untuk studi banding dalam rangka kegiatan Kopma IPB Goes To Yogyakarta yang diikuti oleh 19 peserta dari Kopma IPB.

Acara kunjungan yang dimulai sekitar pukul 08.40 WIB terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama adalah sambutan serta pemutaran company profile kedua belah kopma. Dalam sambutannya, Muhammad Fajri Saptaji selaku ketua umum Koperasi “Kopma UGM” mengaku senang dengan adanya kunjungan kali ini. Fajri mengatakan, “Semoga kunjungan kali ini dapat menjadi wadah bagi kedua kopma untuk belajar bersama serta berbagai informasi seputar manajemen organisasi yang ada di kopma masing-masing”.

Seusai sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi antar bidang. Tiap-tiap bidang yang sama dari kedua kopma berkumpul dan berdiskusi mengenai manajemen organisasi yang ada di bidang masing-masing serta kendala yang ada selama menjalankan progam kerja.  Terakhir, acara ditutup dengan sesi penyerahan kenang-kenangan dari kedua belah kopma kemudian dilanjutkan dengan keliling divisi usaha yang terdapat di Koperasi “Kopma UGM”

Similar Posts

  • Awal yang Membanggakan

    Jumat (17/10) pukul 08.00 WIB tiga orang anggota baru Gugus Komunitas Speaking Club (SC) Koperasi Kopma UGM bertolak ke Sekolah Tinggi Multimedia MMTC Yogyakarta untuk mengikuti lomba PARD 2 (Public Announcers Radio’s Day). Acara tersebut diadakan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda. Mereka adalah Endah Nur Hayati, Dwi Thia Putri, dan Anis Siti Nurjanah. Informasi lomba secara tidak sengaja didapat dari Nur Hasanah, Staf Adminkeu SC yang membaca posternya di Kafetaria Kopma UGM.

    Sesampainya di lokasi, mereka langsung melakukan daftar ulang dan menentukan nomor urut lomba di meja resepsionis. Menjelang pukul 09.00 WIB para peserta masuk ke studio TV untuk mendengarkan materi singkat tentang dasar-dasar kepenyiaran radio oleh Bagas Wicaksono dari radio JizFM. Materi tersebut diharapkan dapat menambah kepercayaan diri para peserta sebelum berlomba. Pukul 10.00 WIB para peserta mulai dipanggil satu persatu ke ruangan lomba. Mereka akan menunjukkan kebolehan berbicara layaknya penyiar radio di hadapan 3 orang juri. Setiap peserta diberi waktu 5 menit untuk membacakan berita dan siaran tanpa teks dengan tema yang telah ditentukan.

    Keesokan harinya, Sabtu (18/10) pukul 18.00 WIB digelar acara puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Sekolah Tinggi Multimedia MMTC Yogyakarta, sekaligus pengumuman lomba penyiar. Tidak disangka nama Dwi Thia Putri keluar sebagai Juara I Lomba PARD 2, dan berhak atas sertifikat, piala, beserta sejumlah uang pembinaan. Perlu diketahui bahwa Dwi Thia Putri, atau akrab disapa Thia adalah anggota baru SC hasil recruitment Diksar 108 lalu. Hasil tersebut jauh dari perkiraan karena tujuan utama SC mengikuti lomba tersebut sebatas sarana meng-upgrade diri untuk mengembangkan broadcast SC di Pink Box. Sebelumnya, satu minggu menjelang hari-H lomba penyiar, teman-teman SC mempersiapkan diri dengan beberapa kali berlatih di Pink Box tentang teknik-teknik membaca berita dan siaran.
    SC tidak ingin cepat berpuas diri karena telah memenangkan lomba penyiar PARD 2. Persaingan di ranah public speaking sangatlah ketat. Perjalanan SC masih panjang untuk menghasilkan MC, broadcaster, dan reporter yang berkualitas. Kemenangan ini akan menjadi pendorong semangat SC untuk terus berusaha memberikan performa terbaik di setiap kesempatan.

    Rahmawati Ayu P. A
    Ketua SC

  • Kepengurusan-Staf Koperasi “Kopma UGM” yang Baru

    Di awal periode yang baru ini, Koperasi “Kopma UGM” telah menbentuk formasi Kepengurusan-Staf yang baru. Penasaran siapa saja mereka? Yuk kita kenalan!

    Ketua Umum pada periode ini diampu oleh Muhammad Anharulfikri. Dalam melaksanakan tugasnya, Anhar dibantu oleh delapan bidang: Pengembangan Sumberdaya Anggota (PSDA), Bisnis, Human Resource Development (HRD), Keuangan, Riset dan Teknologi (Ristek), General Affair, Public Relation, dan Brand Development

    Bidang PSDA diketuai oleh Novi Widiastuti dari Fakultas Teknologi Pertanian. Bidang PSDA yang mengurusi urusan keanggotaan ini memiliki tiga staf: Eriva Meytara, Anygrah Harizqi, dan Sarah Ayu.

    Bidang Bisnis diketuai oleh Aliy Lukmansyah Nasution dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Aliy dibantu oleh tiga orang staf dalam melakukan tugasnya. Ketiga staf tersebut adalah Dwi Riska Widayati, Yananto Aryo, dan Novita Wila. Bidang Bisnis mengurusi keempat divisi usaha Koperasi “Kopma UGM”.

    Bidang HRD, yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan pengurus, karyawan, parttimer, dan kegiatan Praktek Kerja Lapangan di Koperasi “Kopma UGM”, diketuai oleh Agung Widodo dari Fakultas Filsafat. Dalam melaksanakan tugasnya, Agung dibantu oleh dua orang staf, Siti Assakinah dan Dyah Cahyaningtyas.

    Bidang Keuangan diketuai oleh Irfan Sidik Fakulltas Ekonomika dan Bisnis, mengurus berbagai hal yang berkaitan dengan keuangan Koperasi “Kopma UGM”. Irfan dibantu oleh dua orang staf, Rika Absoni dan Nindya Andini.

    Bidang Ristek terdiri dari tiga orang yang terdiri dari Adel Prayeka dari Sekolah Vokasi sebagai Ketua Bidang dan dua orang staf yang membantunya, Afif Rahmad Dhulkifli dan Silmi Hadiyana. Bidang ini berperan dalam pengadaan riset dan pengembangan teknologi Koperasi “Kopma UGM”.

    Lalu, Bidang General Affair yang terdiri dari Devi Kurnia dari Fakultas Ilmu Budaya sebagai Ketua Bidang, Amin Bahtiar dan Citayana Fani Revalta sebagai staf mengurusi berbagai urusan administrasi, perpustakaan, Ekspedisi dan Pemeliharaan Aset (EPA) di Koperasi “Kopma UGM”.

    Bidang Public Relation yang berperan sebagai juru bicara Koperasi “Kopma UGM” dan mengurusi urusan hubungan internal-eksternal Koperasi “Kopma UGM” terdiri dari tiga orang: Ika Rizky Fauziah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik sebagai ketua bidang, Andika Saputra dan Shofya Amaliyah sebagai staf bidang.

    Bidang Brand Development yang diketuai oleh Ilham Wuryanto dari Fakultas Geografi mengurusui brand dan media Koperasi “Kopma UGM”. Bidang Brand Development memiliki dua orang staf, Dhea Rifka Anaqah dan Vicky Hermawan.

    Yang terakhir, Pengawas diketuai oleh Shafiera Rosa El-Yasha dari Fakultas Geografi. Dalam melakukan pengawasan, pengawas dibantu oleh dua anggotanya, Siti Nur Fatqul Jannah dan Rima Romadhoni.

  • |

    Cooperative Workshop 2020 Koperasi “Kopma UGM”

    Cooperative Workshop 2020 hadir sebagai agenda kegiatan tahunan Koperasi “Kopma UGM”. Dilangsungkan pada Sabtu, 10 Oktober 2020, Cooperative Workshop 2020, hadir dengan mengangkat tema “Collaborative Management for Sustainable Cooperative”. Sebagai kegiatan yang ditunggu-tunggu, Cooperative Workshop Koperasi “Kopma UGM” menghadirkan pembicara handal di bidangnya, untuk berbagi informasi kepada Kopmania. Adapun mereka, Awan Santosa S.E., M.Sc, yang merupakan Dosen dan Kepala LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta, dan juga Juan Reza Kamarullah, selaku Marketing and Business Development Division Head Koperasi Astra. Tentunya sepanjang acara dipandu oleh moderator cakap, yaitu Fidya Sekar Kinanti, selaku Ketua Gugus Speaking Club Kopeasi “Kopma UGM”.

    Tidak hanya dihadari oleh para pembicara dan peserta, Cooperative Workshop 2020 Koperasi “Kopma UGM” juga turut mengundang Dr. R. Suharyadi, selaku Direktur Kemahasiswaan UGM, Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.MA., selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DIY, dan Sukarjo, S.I.Kom, selaku Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

    Sebagai pembicara pertama, Awan Santosa S.E., M.Sc, memaparkan materi untuk Kopmania, dengan topik bahasan seputar demokrasi ekonomi dan masa depan koperasi di Indonesia. Menurut Awan Santosa, koperasi identik dan dekat dengan penderitaan. Koperasi lahir dan tumbuh berkembang di atas puing-puing kesengsaraan serta penderitaan, yang berkaitan dengan sejarahnya. Koperasi lahir merespon situasi yang tidak baik sepanjang sejarah kehidupan manusia. Sebagai respon situasi sulit yang dihadapi manusia ketika itu, koperasi kredit atau simpan pinjam banyak lahir di seluruh dunia, hingga saat ini.

    Berbicara mengenai koperasi selalu berkaitan dengan demokrasi ekonomi. Koperasi juga merespon bagaimana sistem sebelumnya yang merugikan, berusaha digantikan dengan sistem lebih baik. Mengubah relasi-relasi merugikan dengan menghadirkan nilai yang sejalan dan diturunkan dari nilai agama, yang melihat bahwa setiap manusia itu sama, tanpa melihat strata kelas. Koperasi hadir sebagai media yang memperjuangkan nilai tersebut.

    Koperasi di Indonesia mendapatkan tempat istimewa, yang bisa dikatakan sebagai anak kandung revolusi kemerdekaan RI. Tepat sehari setelah kemerdekaan, Koperasi mencita-citakan ekonomi Indonesia itu nantinya adalah berkoperasi. Dalam Pasal 33 UUD 1945, koperasi diatur dan dijelaskan fungsi dan urgensinya, jauh sebelum negara-negara lain melakukannya. Di dalam koperasi tidak ada majikan dan buruh, semuanya terlibat sebagai pemegang kendali, dan pengambil keputusan, dengan posisi yang dilihat setara.

    Cita-cita koperasi sederhana, yaitu salah satunya dapat mengatur sektor distribusi, tata niaga, dan ritel. Menurut Awan Santosa, kenyataannya, setelah 73 tahun mencita-citakan tujuan tersebut koperasi belum dapat sepenuhnya mewujudkan hal tersebut. Masih banyak pertanyaan dan tantangan yang ada serta harus diselesaikan untuk dapat mewujudkan cita-cita tersebut. Koperasi bukan hanya satu bisnis kecil, namun satu visi yang bicara dalam konteks makro secara nasional. Satu visi yang jelas ini diharapkan akan berangsur-angsur dapat berkontribusi secara signifikan terhadap struktur perekonomian nasional.

    Juan Reza Kamarullah, menyampaikan seputar kegiatan yang dilakukan oleh Koperasi Astra selama ini. Bagaimana Koperasi Astra bergerak dan melangsungkan berbagai kegiatan berkaitan dengan perkoperasian, seperti program CSR dan Community and Activity. Beradaptasi dan berevolusi mengikuti perkembangan zaman, Koperasi Astra memiliki platform atau aplikasi yang terhubung dengan gawai masyarakat. Berbagai kemudahan ditawarkan oleh aplikasi Koperasi Astra untuk dinikmati penggunanya. Tawaran ini datang sebagai platform pengajuan pinjaman yang terintegrasi dengan berbagai layanan dari aplikasi lain, seperti Gopay untuk membantu dalam proses registrasi dan transaksi.

    Digitalisasi yang dihadirkan dalam aplikasi ini bekerja sama dengan berbagai platform e-commerce yang sangat menarik untuk pengguna. Koperasi Astra tidak hanya berupaya melayani publik eksternalnya, namun juga turut menyejahterakan publik internal. Sebagai bentuk perhatian kepada publik internal, Koperasi Astra turut memberikan kenyaman dan kemudahan bagi karyawannya. Salah satu bentuknya adalah permudah bentuk simpan pinjam yang dilakukan karyawan, dengan menggandeng rekan HR dari Grup Astra lainnya. Ini merupakan nilai tambah dari Koperasi Astra, yang sudah sangat memanfaatkan platform digital.

    Paparan berbagai fakta seputar perjalanan dan pembaharuan koperasi, disampaikan dengan menarik oleh kedua pembicara. Bahwa sejatinya diperlukan semangat dan kerja sama para insan muda Indonesia untuk membantu mewujudkan cita-cita koperasi. Modifikasi berbagai bentuk layanan koperasi mengikuti perkembangan zaman, juga turut diperlukan dalam mempertahankan dan mengembangkan koperasi. “Ide itu penting, mulai dulu dari yang simpel dan kuatnya kita, lalu kita expand. Bisa secara proses yang baru, sistemnya, atau cara yang lebih efisien. Karena untuk mendatangkan profit, bukan hanya dari menambahkan customer, tapi dengan efisiensi itu juga bisa.” ungkap Juan Reza Kamarullah.

     

    (ayu pratiwi)

  • Upgrading IT

    Yogyakarta- 2 April 2015, bidang Administrasi telah mengadakan upgrading IT untuk seluruh staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 yang diselenggarakan pada tanggal  1 April 2015 pukul 18.30—19.50 WIB di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”.

    Menurut Bagas Prakasa selaku staf Administrasi Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016, “Tujuan diadakan upgrading pada kali ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai perangkat IT maupun jaringan komputer dan internet yang ada di Koperasi “Kopma UGM”.

    Pukul 18.30 WIB acara dibuka dengan tampilan cuplikan film mengenai IT. Setelah film ditampilkan, acara dilanjutkan dengan materi  perangkat IT di Koperasi “Kopma UGM” yang disampaikan oleh Bagas Prakasa. Dalam materi tersebut dibahas mengenai perangkat-perangkat IT serta jaringan komputer yang ada di Koperasi “Kopma UGM”.

    Sesudah materi disampaikan, acara diakhiri dengan  penutupan oleh Noor Suhartono selaku staf Administrasi Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 dan juga pembawa acara. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).

  • | |

    Urgensi Vaksinasi COVID-19 Bagi Pengelola Usaha

    Pandemi COVID-19 telah kita alami selama satu tahun lebih. Dampak yang dibawanya sangat masif bagi situasi dan kondisi perekonomian di Indonesia. Adanya ancaman akibat penularan virus sangat mengganggu kegiatan perekonomian. Hal ini sangat berdampak pada penghidupan para pengelola usaha yang menjalankan kegiatan mereka di masa pandemi. Bidang usaha merupakan salah satu sektor yang rawan menjadi tempat beredarnya virus. Hal ini karena pengelola akan bertemu dengan orang yang banyak dalam frekuensi waktu yang singkat, terutama di bidang jasa dan kuliner. Jenis usaha tersebut melibatkan banyak kontak dalam satu tempat yang sama, sehingga risiko yang ada sangat besar. Segala upaya harus kita lakukan untuk mengurangi risiko terpapar virus ganas ini.

    Vaksinasi sebagai aksi nyata mengurangi ancaman COVID-19 pada pengelola usaha.

    Salah satu upaya konkret dan efektif untuk mengurangi risiko paparan virus yang sangat menular ini yaitu vaksinasi. Vaksinasi adalah salah satu tindakan penting yang dapat dilakukan oleh pengelola usaha untuk mengurangi risiko paparan virus. Seperti yang dilansir oleh Kabar24/Dewi Adriani pada 11/3/2021, pemerintah memulai program vaksinasi sebagai upaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pasca pandemi. Pemerintah mengestimasikan bahwa dengan adanya program vaksinasi ini, pertumbuhan ekonomi akan mencapai angka 5 persen. Seperti yang disampaikan oleh Hasbullah Thabrany, selaku Chairman Indonesia Health Economic Association dalam wawancara yang dilakukan oleh Bisnis, Kabar24 menerangkan bahwa “Setelah kita divaksin, maka kita merasa tenang, teman-teman juga merasa tenang, sehingga kita bisa bekerja dan berproduksi.”

    Program vaksinasi adalah salah satu komitmen pemerintah dalam memulihkan kondisi ekonomi yang sebelumnya melemah akibat pandemi. Sasaran utama dari pemulihan ekonomi melalui vaksinasi tersebut adalah para pengelola bisnis dan usaha. Hal ini dikarenakan melalui vaksinasi, mereka mampu menjalankan usaha mereka dengan risiko yang minim. Berbagai kegiatan vaksinasi telah diselenggarakan dengan melibatkan para pelaku usaha. Salah satunya adalah program vaksinasi bagi para pengusaha kuliner yang diadakan oleh pemerintah Kota Yogyakarta. Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta pada 23/06/2021 mengabarkan bahwa pemerintah bekerjasama dengan tenaga medis memberikan vaksinasi massal bagi para pelaku dan pegawai restoran dan kafe di Kota Yogyakarta. Tercatat sebanyak 130 pegawai dan pelaku usaha kuliner telah diberikan dosis vaksin Astrazeneca. Heroe Poerwadi selaku Wali Kota Yogyakarta menyampaikan harapannya dengan vaksinasi tersebut bisa menjaga para pelaku usaha kuliner yang berhadapan langsung dengan masyarakat banyak.

    Terakhir, perlu kita sadari sebagai pengelola usaha termasuk juga pengelola koperasi bahwa vaksinasi adalah salah satu upaya konkret yang dapat kita ambil dalam mengurangi risiko terpapar virus COVID-19. Berbagai informasi dapat kita dapatkan mengenai penyelenggaraan program vaksinasi, terutama di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Dengan demikian, mari kita mendaftar vaksinasi jika diberikan peluang, sembari kita menunggu giliran kita, jangan lupa untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan.

     

    Sumber foto
    People vector created by stories – www.freepik.com