Follow Up Diksar I

Follow Up Diksar 1

Yogyakarta- 22 Maret 2015, bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) mengadakan follow up diksar di Ruang Anggota Koperasi “Kopma UGM” pada tanggal 21 Maret 2015 pukul 15.30—17.30 WIB dan dihadiri oleh sepuluh orang yang terdiri dari panitia dan peserta pendidikan dasar koperasi (diksarkop) 110.

Acara follow up diksar pada kali ini diisi dengan kegiatan Kopma One atau K-One. Kegiatan K-One sendiri adalah suatu kegiatan merangkum ulang materi-materi yang telah disampaikan pada saat diksar sebelumnya mengenai pengetahuan dasar seputar koperasi dan Koperasi “Kopma UGM”.

Menurut Anjar Pramesty selaku staf PSDA Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 mengatakan, “Tujuan diadakannya follow up diksar yakni untuk lebih memperkuat tali persaudaraan antara panitia, peserta diksar serta mengingat-ingat kembali yang telah diperoleh seputar koperasi dan Koperasi “Kopma UGM.”

Pukul 15.30 WIB acara dimulai pembukaan dan dipandu oleh MC dari perwakilan dari gugus komunitas Speaking Club (SC) Koperasi “Kopma UGM”. Seusai pembukaan, acara dilanjutkan dengan acara inti yakni K-One.

Setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang akhirnya terpilihlah juara pertama dan kedua dalam ajang K-One yakni Annisa Ulfa Rahma sebagai juara pertama dan Merryna Anggriani sebagai juara kedua.

Selamat untuk juara K-One dalam rangka follow up diksarkop 110. Semoga ke depannya menjadi kader-kader koperasi yang militant dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat luas. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).

Similar Posts

  • Koperasi “Kopma UGM” adakan pendidikan dasar bagi anggota

    Yogyakarta – Koperasi “Kopma UGM” mengadakan pendidikan dasar perkoperasian (Diksarkop) ke-114 bagi anggota, terutama anggota baru pada Sabtu dan Minggu, 12 – 13 Maret 2016. Diksarkop ke-114 bertempat di Mipa Selatan (Milan) Sekolah Vokasi, UGM. Diksarkop ini bertujuan agar anggota dapat lebih mengenal koperasi terutama Koperasi “Kopma UGM”.

    Pada hari pertama, acara dimulai pukul 06.30 WIB. Materi yang disampaikan diantaranya Sejarah dan Identitas oleh Anwar Danu Saputra, Part timer oleh Umi Sayidul Mursalin, Peran Anggota Koperasi oleh Rizka Siwi Margianti dan Kewirakoperasian oleh Bagus Setyo Aryadi dan Sulistyowati. Selanjutnya, para pengurus dan staf pun mengadakan sharing dengan para peserta mengenai berbagai pengalaman selama berorganisasi di Koperasi “Kopma UGM”. Acara hari pertama pun ditutup dengan pementasan seni dan bakat dari masing-masing kelompok yang berakhir pukul 21.00 WIB.

    Pada hari kedua, para peserta berkumpul di halaman depan Front Office tepat pukul 06.15 WIB untuk melakukan senam pagi bersama. Acara dilanjutkan dengan Games Outing oleh Trainer Community dan pengenalan gugus komunitas. Sri Kumala Ningrum terpilih sebagai putri diksar. Acara diakhiri pukul 17.45 WIB dengan ritual diksar Koperasi “Kopma UGM”.

  • Seminar Nasional di UIN Walisongo

    Semarang – MEDIKOPMA Koperasi “Kopma UGM” mendapat undangan Seminar Nasional bertajuk “Cerdas Memanfaatkan Media Sosial di Era Digital” pada Senin, 27 Oktober 2014 di UIN Walisongo, Semarang. Acara ini merupakan serangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat ke-30.

    Seminar ini dilaksanakan di Auditorium II Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang. Seminar yang dimulai pada pukul 09.00–13.00 WIB ini diisi dengan pemaparan materi dari pembicara. Narasumber yang mengisi seminar ini sebagai berikut.

    1. Didik Supriyanto (Pemimpin Redaksi Merdeka.com/Divisi New Media AJI Indonesia)
    2. Rustam Aji (Redaktur Tribun Jateng)
    3. Blontank Poer (Blogger/Pegiat Media Sosial Komunitas Blogger Bengawan).

    Pembicara tersebut pada intinya memaparkan mengenai efektifitas penggunaan media masa maupun media sosial. Di era digital ini tidak menutup kemungkinan pertukaran informasi terjadi secara cepat. Namun demikian, informasi yang diberikan cenderung subyektif dan terkadang dibuat-buat. Sebagai warga pengguna media sosial, alangkah baiknya jika dapat memilih informasi yang ada. Hal ini menjadikan kita lebih bijak dalam bertindak maupun berhati-hati dalam menyebarkan berbagai hal di media sosial.

    Seminar yang dimoderatori oleh Musyafak (Esais dan staf pada Balitbang Agama Semarang) ini dihadiri oleh sekitar 350 peserta. Seminar ini bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang.Puput sebagai perwakilan dari Koperasi “Kopma UGM” berpendapat bahwa acara ini cukup menarik dan menyenangkan, namun ruangan yang digunakan terlalu luas sehingga suaranya menggaung menjadi kurang jelas.

     

    Umma Iltizam N

    Staf Humas dan Gerakan

  • Sumbangan Ilmu Ekonomi Bagi Bangsa Indonesia, Penguatan Koperasi dan Konsumsi Domestik, serta Solusi Dampak Krisis Ekonomi

    sumbangan-ilmu

    Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana masyarakat mengelola sumber daya yang langka (Gregory Mankiw, 2006: 4). Pemikiran pemikiran dalam ilmu ekonomi mencari alternatif terbaik atas suatu masalah. Ilmu ekonomi berusaha mencari solusi perekonomian untuk kesejahteraan bersama masyarakat. Ilmu ekonomi memberi kontribusi atas berjalannya perekonomian di seluruh negara

    Indonesia menganut sistem ekonomi pancasila. Para ekonom pembuat kebijakan merencanakan perekonomian Indonesia atas dasar nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Implementasi dari pancasila diyakini merupakan pilihan terbaik atas seluruh kegiatan ekonomi yang berjalan di Indonesia

    Menegok sejarah, perekonomian Indonesia pernah tergoncang karena krisis ekonomi pada tahun 2008 dan 2009. Namun, dampaknya tidak separah negara-negara lain. Ketika digoncang krisis tersebut, negara tetangga Indonesia yakni Singapura, memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang negatif. Dampak yang lebih parah dirasakan oleh negara-negara di kawasan Eropa karena kegiatan perekonomian mereka menjadi sangat lesu

    Sedangkan di Indonesia, krisis ekonomi 2008 dan 2009 tidak berdampak banyak dalam kegiatan perekonomian Ekspor Indonesia ke negara-negara di kawasan Eropa dan Asia Tenggara memang mengalami penurunan secara signifikan tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan angka yang positif berkisar pada angka 6 persen. Hal ini terjadi karena Indonesia mempunyai Usaha Kecil Menengah (UKM) yang salah satunya berbentuk Koperasi secara kuat menopang perekonomian Indonesia. Pola konsumsi masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif juga memberi manfaat untuk menahan angka pertumbuhan ekonomi. Pola konsumtif ini menjaga tingkat produktivitas perusahaan dalam memproduksi barang dan jasa

    Dalam menghadapi krisis ekonomi yang akan datang, Koperasi sebagai UKM dan peningkatan konsumsi masyarakat dirasa merupakan solusi terbaik dalam mempertahankan partumbuhan perekonomian Indonesia. Transmisi krisis ekonomi global ke Indonesia terutama terjadi melalui transaksi perdagangan internasional dan aliran modal. Ekspor Indonesia cenderung melemah karena pasar potensial seperti Amerika Serikat dan Eropa sedang mengalami resesi ekonomi. Mereka menjadi cenderung lebih hemat dan mengurangi konsumsi mereka atas produk-produk Indonesia.

    Negara-negara pangsa pasar produk ekspor Indonesia yang lain, meski mengalami resesi ekonomi, tetapi lesunya kegiatan perekonomian mereka tidak separah kawasan Amerika Serikat dan Eropa. Walaupun akan terjadi penurunan permintaannya terhadap produk-produk ekspor Indonesia, jumlah keseluruhan konsumen dari seluruh negara tidak akan menurun drastis. Para eksportir dapat melakukan ekspansi dan perluasan pasar ke Jepang, Cina, dan kawasan Asia Tenggara

    Dalam menghadapi krisis ekonomi, kondisi perekonomian Indonesia berada pada posisi yang menguntungkan. Kontribusi ekspor Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang kini sekitar Rp7.000 triliun, tidaklah besar. Ek-spor neto atau neraca perdagangan (selisih antara ekspor terhadap impor) dalam dua tahun terakhir sekira USD20 miliar atau ekuivalen tiga persen PDB.

    Persentase sumbangan ekspor yang hanya tiga persen merupakan angka yang relatif kecil. Dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, penyumbang terbesar adalah konsumsi rumah tangga sebesar enam puluh persen. Jumlah yang besar ini mengingat jumlah penduduk Indonesia yng besar pula. Sisa dari jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbang oleh investasi sebesar tiga puluh persen dan belanja pemerintah sebesar tujuh persen.

    Konsumsi rumah tangga secara umum, merupakan salah satu unsur dalam perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Seperti yang dijelaskan dalam uraian sebelumnya, konsumsi masyarakat Indonesia mengambil porsi yang besar dalam menyumbang jumlah pendapatan nasional.

    Penguatan konsumsi masyarakat memacu para produsen dan perusahaan untuk menambah jumlah produksi. Penambahan kuantitas produksi membawa dampak positif terhadap efisiensi perusahaan, penambahan lapangan kerja, dan perputaran kecepatan uang beredar yang meningkat.

    Dalam ilmu ekonomi, terdapat sepuluh prinsip dasar ekonomi. Salah satu yang berkaitan dengan penguatan konsumsi adalah prinsip nomor delapan yang berbunyi “Standar hidup suatu Negara bergantung pada kemampuannya menghasilkan barang dan jasa”. Pernyataan tersebut mendukung perlunya penguatan konsumsi yang memacu efektivitas dan produktivitas suatu perusahaan.

    Struktur perekonomian Indonesia ini mirip dengan yang terjadi di Amerika Serikat. Penduduk Amerika Serikat yang kurang lebih berjumlah 310 juta orang, memberikan kontribusi yang besar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) khususnya dalam bagian jumlah konsumsi masyarakat. Dengan kata lain, perekonomian Indonesia dan Amerika Serikat memiliki pasar domestik yang kuat sehingga bisa bertahan dengan mengandalkan potensi lokal.

    Koperasi, sebagai bentuk Usaha kecil dan Menengah (UKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun daerah, tidak terkecuali di Indonesia. Selama ini, Koperasi kurang mendapatkan perhatian. Kesadaran akan pentingnya Koperasi sudah mulai memudar. Pada krisis ekonomi 2008 dan 2009, Koperasi sebagai bentuk UKM di Indonesia menunjukan perannya sebagai penopang perekonomian Indonesia. Hal ini terjadi karena ia tidak mempunyai hubungan langsung dengan penyebab krisis ekonomi global di luar negeri.

    Koperasi boleh dikatakan merupakan salah satu solusi masyarakat untuk tetap bertahan dalam menghadapi krisis. Masyarakat umum dapat ikut serta dalam meningkatkan kesejahteraan dengan melibatkan diri dalam aktivitas usaha kecil terutama yang berkarakteristik informal. Dengan dilakukannya hal ini, maka persoalan pengangguran dapat tertolong dan implikasinya juga berpengaruh dalam hal peningkatan pendapatan masyarakat. Bukan hal yang mustahil apabila produk-produk

    Koperasi kini justru mempunyai peluang menjadi substitusi bagi produk-produk usaha besar yang mengalami kebangkrutan ketika krisis ekonomi. Jika siklus demikian terjadi, maka kecenderungan meningkatnya Koperasi sekaligus juga merupakan respon terhadap merosotnya daya beli masyarakat.

    Krisis ekonomi global, diperkirakan tetap akan menyisakan negara Cina, India, dan Indonesia sebagai tiga negara dengan kinerja pertumbuhan ekonomi tertinggi. Cina diperkirakan tetap mampu tumbuh sembilan persen, India tujuh persen, dan Indonesia antara enam persen. Atas dasar tersebut, tidak ada alasan bagi investor untuk meninggalkan Indonesia. Kalaupun sekarang terjadi kepanikan, itu bersifat sementara. Pengembangan Koperasi sebagai UKM dan penguatan konsumsi domestik merupakan salah satu solusi meminimalisir dampak atas krisis global yang terjadi.

    Arfiana Mahdiati
    Ketua Bidang Keuangan

  • Crossword Competition Koperasi “Kopma UGM”

    Menyambut dan merayakan Hari Koperasi Internasional, Nasional, dan Hari Kemerdekaan Indonesia, Koperasi “Kopma UGM” menyelenggarakan berbagai macam kegiatan bertema “Inspiring Cooperative”. Inspiring Cooperative dibuka dengan perlombaan Crossword Competition. Crossword Competition dimulai tanggal 2 Juli 2016, ditutup pada 12 Juli 2016 pada pukul 12.07 WIB. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 12 Juli 2016 sore harinya sekitar pukul 15.07 WIB. Kalau ditelisik lebih jauh bisa diartikan tgl 15 bulan ke 7 artinya 15 Juli sama seperti tanggal kongres koperasi kedua di Bandung yang merupakan moment penting pengangkatan Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

    Ketentuan Crossword Competition:
    1. Terbuka untuk semua kalangan
    2. Jawaban dikirimkan dalam bentuk soft file (.jpg atau format lain)
    Dikirimkan paling lambat 12 Juli 2016 pukul 12.07 WIB ke humas.gerakan@kopma-ugm.net
    3. Pemenang akan mendapatkan pulsa senilai 50 ribu rupiah

    [download id=”1783″]

    #AkuCintaKoperasi
    #Aciko
    #InspiringCooperative

  • |

    Semarak Hari Kemerdekaan dalam Kesederhanaan

    “Tujuh belas Agustus tahun empat lima. Itu lah hari kemerdekaan kita…”

    Sepenggal lirik lagu yang pasti dan akan terus dinyanyikan oleh kita rakyat Indonesia setiap tahunnya. Tepat di tanggal 17 Agustus 2020, 75 tahun yang lalu, para pendiri bangsa ini mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Peristiwa bersejarah yang tidak akan pernah dilupakan dan akan selalu diteruskan ke anak, cucu, cicit generasi bangsa. Kediaman Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi saksi bisu momen Bangsa Indonesia lepas dan tidak lagi menjadi budak bangsa lain. Upacara kemerdekaan rutin dilakukan setiap tahun setelah kejadian tersebut. Bentuk selebrasi dengan upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih, dilakukan tidak hanya di tingkat pusat atau negara, namun juga di daerah. Selain upacara bendera, berbagai kegiatan seru lain dilakukan sebagai bentuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia.

    Di tahun 2020, perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia sedikit berbeda dari perayaan usia sebelum-sebelumnya. Badai pandemi Covid-19 di negeri tercinta belum kunjung usai. Perjuangan bangsa untuk bisa terbebas darinya, agaknya masih susah untuk tercapai. Demi tidak menambah penyebaran wabah, penerapan protokol kesehatan, untuk tidak berkumpul dan membuat massa yang ramai sebisa mungkin dilakukan. Adaptasi di tengah kondisi ini secepat mungkin diharuskan. Dari hal inilah, perayaan Hari Kemerdekaan di tahun ini memiliki ceritanya sendiri. Hal mencolok yang amat terlihat seperti pada beberapa kegiatan berikut:

    1. Upacara Bendera di Tengah Pandemi

    Hari Kemerdekaan identik dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di berbagai tempat, utamanya yang menjadi sorotan adalah upacara bendera di Istana Negara. Setiap tahun, momen upacara bendera di Istana Negara ditayangkan secara langsung di hampir seluruh stasiun TV Indonesia. Dengan upacara bendera dihadiri oleh banyak tokoh penting dan undangan resmi kenegaraan. Namun pada perayaan usia ke-75 tahun, kemeriahan upacara bendera di Istana Negara tidak digelar. Upacara bendera di tengah pandemi, dilakukan secara sederhana, terbatas, dan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Mereka yang hadir mengikuti upacara di lokasi sangat dibatasi, dengan hanya dihadiri oleh enam pimpinan dan pejabat negara. Upacara bendera tetap turut melibatkan tamu undangan, melalui media daring. Hal ini telah tercantum sebagaimana dalam Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara tentang Pedoman Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI.

    Selain tidak dihadiri oleh tamu undangan di Istana Negara, upacara pengibaran Bendera Pustaka, dilakukan secara terbatas oleh hanya delapan Paskibraka, yang sebelumnya telah dikukuhkan langsung oleh presiden. Kedelapan Paskibraka ini, merupakan pasukan yang sebelumnya bertugas di tahun 2019. Langkah ini diambil sebagai upaya menghindari terjadinya kontak fisik di tengah pandemi. Pengukuhan Paskibraka tingkat provinsi dilakukan secara daring oleh Presiden Jokowi. Upacara yang dilangsungkan di daerah juga turut mematuhi pedoman dan aturan pusat.

    1. Himbauan untuk Masyarakat

    Dikarenakan tidak dapat mengikuti ataupun menyaksikan kemeriahan upacara di tahun ini, pemerintah mengeluarkan beberapa himbauan kepada masyarakat. Himbauan ini diharapkan dapat dilaksanakan oleh seluruh warga, demi tetap menciptakan suasana perayaan yang meriah. Himbauan pemerintah meminta masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak terhitung mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2020. Kemudian ada juga himbauan agar masyarakat mengambil sikap sempurna pada pukul 10.17 WIB saat peringatan HUT RI ke-75, dengan masyarakat yang berada di zona waktu berbeda mengikuti zona WIB. Pemberitahuan sikap sempurna akan menggunakan suara sirine yang disiapkan di titik-titik strategis. Himbauan lainnya adalah agar masyarakat menghentikan semua kegiatan selama tiga menit, untuk memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

    1. Semarak Perlombaan Tetap Ada

    Selain dilakukannya upacara bendera pada 17 Agustus, masyarakat juga akan menyelenggarakan berbagai bentuk perlombaan. Sudah seperti tradisi tujuhbelasan semarak perlombaan memeriahkan Hari Kemerdekaan dilakukan di berbagai daerah tanah air. Perlombaan seperti makan kerupuk, panjat pinang, balap karung, dan tarik tambang adalah jenis perlombaan yang rutin digelar. Namun, mengingat situasi sekarang, kemeriahan perlombaan ini ikut terlumpuhkan. Meski tidak dianjurkan untuk menyelenggarakan perlombaan di tengah kondisi pandemi, ternyata ada beberapa bentuk perlombaan kekinian yang menjadi alternatif masyarakat zaman now. Alternatif lomba berbasis daring pun menjadi pilihan masyarakat di Hari Kemerdekaan. Perlombaan game online, membuat video TikTok, membuat video kreatif bertema kemerdekaan, menghias masker, dan berbagai format lomba yang dibuat ke dalam bentuk daring, seperti cerdas cermat, foto, mewarnai, menyanyi dan lainnya ramai dilakukan. Bentuk perlombaan secara daring ini dapat diikuti oleh banyak massa, tanpa harus membentuk perkumpulan. Semarak perlombaan tetap membara dalam keseruan yang diciptakan oleh masyarakat sendiri.

    Di tahun ini yang menjadi fokus utama, tentu ialah bagaimana kita dapat segera terbebas dari jajahan wabah Covid-19 dan memulihkan keadaan negara. Adapun tema Hari Kemerdekaan tahun ini ialah “Indonesia Maju”, dengan harapan agar dapat senantiasa menyongsong kemajuan di berbagai lini. Semangat dan rasa kebangsaan dalam setiap insan negeri, membuat peringatan secara sederhana, tidak lantas menghilangkan kemeriahan dan kekhusyukan perayaan Indonesia Merdeka. Tahun ini memang berbeda, namun karena inilah kita punya cerita untuk diceritakan kelak di hari esok.

    (ayu pratiwi)

    sumber foto: liputan6.com