Upgrading IT

Yogyakarta- 2 April 2015, bidang Administrasi telah mengadakan upgrading IT untuk seluruh staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 yang diselenggarakan pada tanggal  1 April 2015 pukul 18.30—19.50 WIB di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”.

Menurut Bagas Prakasa selaku staf Administrasi Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016, “Tujuan diadakan upgrading pada kali ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai perangkat IT maupun jaringan komputer dan internet yang ada di Koperasi “Kopma UGM”.

Pukul 18.30 WIB acara dibuka dengan tampilan cuplikan film mengenai IT. Setelah film ditampilkan, acara dilanjutkan dengan materi  perangkat IT di Koperasi “Kopma UGM” yang disampaikan oleh Bagas Prakasa. Dalam materi tersebut dibahas mengenai perangkat-perangkat IT serta jaringan komputer yang ada di Koperasi “Kopma UGM”.

Sesudah materi disampaikan, acara diakhiri dengan  penutupan oleh Noor Suhartono selaku staf Administrasi Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 dan juga pembawa acara. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).

Similar Posts

  • |

    Ragam Tren 2021: Simak dan Ikuti agar Trendi

    Tahun 2020 telah berlalu, ucapkan selamat datang pada 2021. Setahun yang menurut sebagian besar orang sebagai tahun yang sangat tidak menyenangkan, akhirnya telah terlewati menjadi masa lalu. Kini, saatnya kita menyambut dan bersiap menghadapi setiap hal baik di tahun baru. 2021 siap menyapa dengan beragam hal menarik yang tidak lain merupakan buah ide pikiran orang-orang hebat di dunia ini. Mengulik tren atau perkembangan mode, tiap tahun memiliki gaya khasnya tersendiri. Begitu juga telah munculnya prediksi ragam tren yang akan eksis sepanjang tahun ini. Apa saja mereka? Ayo coba disimak!

    1. Tren Teknologi                       

    (Sumber foto: id.techinasia.com)

    Salah satu hal yang menjadi perhatian akibat bencana pandemi, teknologi dan internet kini menjadi hal lumrah. Hampir dikenal oleh seluruh kalangan, internet dan media sosial mengalami peningkatan akses yang tinggi sejak kebijakan pembatasan sosial digencarkan. Tren penggunaan media sosial dan layanan digital masih akan berlanjut di tahun ini dan sangat mungkin semakin meningkat. Pengembangan pelayanan berbasis digital dilakukan oleh perusahaan teknologi untuk kenyamanan dan kemudahaan pengguna. Perubahan kegiatan berbasis daring membuat sejumlah platform kini melejit secara penggunaan. Sebut saja platform video conference Zoom dan kawannya, media sosial Tiktok, Instagram, dan lainnya, kemudian aplikasi chatting WhatsApp, menjadi beberapa hal yang digandrungi masyarakat.

     

    1. Tren Lifestyle

    (sumber foto: wolipop.detik.com)

    Berbicara soal lifestyle erat kaitannya juga dengan hobi yang menjadi aktivitas rutin kegemaran seseorang. Pembatasan sosial sebagai kebijakan yang diindahkan sebagian besar masyarakat, membuat mau tidak mau adaptasi lifestyle turut terjadi. Banyak kebiasaan baru muncul di tengah masyarakat. Mulai dari kegiatan berhubungan dengan kesehatan, aktivitas harian, hingga hiburan kini diadaptasikan agar dapat dilakukan di rumah saja. Yang menjadi tren lifestyle melejit di akhir tahun kemarin hingga diprediksi masih akan berlanjut tahun ini adalah seperti, kegiatan mendekorasi rumah, memelihara ikan hias, berkebun tanaman hias, memasak, hingga olahraga ringan dari rumah.

     

    1. Tren Fashion and Beauty

    (sumber foto: haidiva.com)

    Berbicara perihal tren, tentu fashion menjadi hal yang tidak bisa dilewatkan. Telah diketahui bersama, pasal fashion menjadi target penggiat tren dunia setiap tahunnya. Melahirkan beragam corak, motif, rupa, dan bentuk mengiri pembedaan tren fashion tiap waktunya. Di tahun 2021 ini, yang menjadi sorotan dunia fashion di antaranya seperti masker kain beragam corak, motif tie dye, outfit oversized, warna pastel dan earth tone, dan sneakers. Mengikuti fashion sebagai lifestyle, beauty atau kecantikan juga mengalami tren menarik di tahun ini. Konsep perawatan dan riasan minimalis, warna riasan cerah, alis yang lebih berani, dan DIY masker organik adalah ragam tren pada dunia kecantikan. Begitu juga dengan semakin melejitnya skin care di kalangan milenial, baik wanita maupun pria.

     

    1. Tren Kuliner

    (sumber foto: iStock)

    Makanan atau kuliner turut mendapat pengaruh dari adanya pandemi yang tak kunjung usai. Tren makanan sehat diprediksi akan banyak mendapat sorotan dan favorit masyarakat. Mengingat perlunya menjaga stamina atau imun tubuh agar senantiasa terhindar dari paparan virus menjadi alasan utama pemilihan konsumsi makanan sehat diprioritaskan sejumlah masyarakat. Sejumlah makanan yang diprediksi digandrungi adalah seperti makanan dengan kandungan postbiotik, kopi rumahan, microgreens, makanan kaya rempah, makanan yang melawan perubahan iklim, dan inovasi makanan dengan kecerdasan buatan (AI).

     5. Tren Bisnis

    (sumber foto: hipwee.com)

    Tentunya harus turut disimak, bahwasanya tren bisnis turut berubah dari waktu ke waktu. Sejak bencana pandemi, banyak bisnis mengalami kerugian besar-besaran hingga tidak sedikit memilih untuk gulung tikar. Perekonomian serasa serat laju pertumbuhan akibat berkurangnya daya beli dan produksi. Di tahun ini, penggiat usaha dan bisnis beradaptasi dengan beberapa prediksi tren yang akan ada sepanjang tahun, seperti pengoptimalan penggunaan artificial intelligence (AI). Konsumen sekarang juga akan memilih dengan melihat nilai yang dibawa oleh sebuah bisnis. Katering makanan rumahan, kursus daring, stock photographer, video production, dan homecare service menjadi layanan yang banyak dicari sehingga memunculkan peluang bisnis lebih menjanjikan untuk dicoba.

    Nah itu dia beberapa prediksi ragam tren yang akan berkembang di sepanjang tahun ini. Walau tidak menutup kemungkinan akan muncul ragam tren lain seiring berjalannya waktu. Jika sudah mengetahui apa-apa saja yang kiranya akan digemari banyak orang, apakah itu artinya kamu Kopmania salah satu yang akan ikut memilih tren ini dan menjadi trendi?

    sumber foto sampul: femina.co.id

    (ayu pratiwi)

  • |

    WASPADA! MODUS PENIPUAN BERKEDOK KOPERASI

    Sumber gambar sampul : m.industry.co.id

     

    Secara etimologis, koperasi berarti bekerja sama. Menurut undang-undang nomor 25 tahun 1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Sebagaimana kita ketahui bersama, Bapak Koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta. Menurut beliau, koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya koperasi adalah usaha yang dijalankan bersama dengan tujuan memperbaiki ekonomi. Tentu saja sangat menarik, bukan? Namun, apa yang terjadi apabila koperasi ini dijadikan modus operandi oleh sebagian orang untuk menarik keuntungan dengan cara yang tidak benar? Jawabannya hanya satu, ya, benar : MENGERIKAN!

    Perkembangan teknologi yang begitu pesatnya pada abad 21 memberikan dampak positif maupun negatif bagi dunia ekonomi. Dampak positif yang begitu banyak ternyata disertai juga dengan dampak negatif. Di antara dampak positif dari perkembangan teknologi di bidang ekonomi adalah terbukanya lowongan pekerjaan yang baru, meningkatnya produktivitas, lancarnya komunikasi, mudahnya transaksi dan seterusnya. Dampak negatifnya yang paling menonjol adalah penipuan berbasis online. Koperasi sebagai salah satu sistem usaha namanya turut tercemar akan hal ini.

    Agar terhindar dari penipuan ini, sudah seharusnya kita memahami dan mengetahui ciri-ciri dari koperasi ilegal yang banyak beroperasi belakangan ini. Berikut adalah ciri-cirinya.

    1. Hasil Timbal Balik Yang Tidak Rasional

    Koperasi ilegal biasanya akan menawarkan hasil timbal balik yang begitu besar. Orang-orang yang sedang terhimpit masalah ekonomi tentu saja mudah sekali tergiur hal semacam ini. Tanpa pikir panjang mereka langsung memberikan investasinya tanpa mengetahui belati yang siap menikam di baliknya. Bukannya keuntungan yang diperoleh, kerugianlah yang didapat.

           2. Tidak Terdaftar Secara Legal

    Koperasi yang ilegal pastinya tidak memiliki badan hukum dan tidak tercantum dalam daftar koperasi milik Kementerian Koperasi dan UKM. Hal ini sangatlah berbahaya dan perlu diwaspadai. Berdasarkan data, pada tahun 2019, terdeteksi 153 Koperasi Simpan Pinjam ilegal (data Kemenkop dan UKM).

    3. Menjanjikan Klaim Tanpa Risiko

    Dengan adanya iming-iming klaim tanpa risiko, sudah mengindikasikan adanya hal yang tidak beres. Bagaimanapun juga, yang namanya investasi tetap memiliki risiko baik besar maupun kecil.

            4. Memberikan Pinjaman Kepada Non-Anggota

    Koperasi ilegal sering sekali memberikan pinjaman kepada orang non-anggota tanpa proses seleksi atau scoring. Kemudian pihak koperasi ilegal ini akan memberikan biaya jasa pinjaman yang besar. Apabila si peminjam tidak dapat membayarnya tepat waktu, maka informasi pribadinya sangatlah mungkin dibocorkan.

    Lalu bagaimanakah solusinya? Terdapat beberapa cara agar kita terselamatkan dari penipuan semacam ini.

    1.  Melakukan Riset Mengenai Koperasi Terkait

    Ini adalah cara paling ampuh untuk mengetahui apakah suatu koperasi benar-benar sebuah koperasi yang legal atau sekedar akal-akalan pihak yang bermaksud jahat. Kita dapat mengetahuinya melalui web http://nik.depkop.go.id/. Koperasi yang legal pastilah tercatat  lengkap dengan data-data seperti nomor badan hukumnya, tanggal badan hukum, alamat, nomor induk koperasi (NIK), dan sertifikat.

            2. Memperhatikan Ciri-Ciri Koperasi Tersebut

    Cara yang kedua adalah dengan memperhatikan apakah koperasi tersebut memiliki beberapa ciri koperasi ilegal sebagaimana telah disebutkan di atas. Lakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

    Lalu apa yang harus kita lakukan apabila menemukan koperasi ilegal? Di bawah ini tuntunan pelaporan koperasi ilegal kepada pihak yang berwajib.

    1. Masuk laman www.lapor.go.id
    2. Tuliskan instansi tujuan : Kementerian Koperasi dan UKM
    3. Isi data dan berikan bukti yang mendukung
    4. Submit laporan.

    Nah itulah sekelumit mengenai koperasi ilegal atau “bodong” di Indonesia. Semoga Kopmania terhindar dari koperasi-koperasi yang tidak legal. Kita berharap dunia perkoperasian Indonesia dapat lepas dari stigma-stigma buruk dan menunjukkan jati dirinya yang asli. “Ada bagian tubuh yang tak bisa kita lihat tanpa bantuan cermin. Ada sudut pandang yang tak bisa kita pahami tanpa ketelitian telaah Saudara” (Salim A.Fillah, penulis).

     

  • Sharing and Caring Bersama Koperasi “Kopma UGM”

    Jumat, 30 September 2016. Koperasi “Kopma UGM” mengadakan acara bertajuk Sharing and Caring Bersama Koperasi “Kopma UGM”. Acara ini diadakan di Masjid Jami’ Tajem, Sleman bersama anak-anak Yayasan Diniyah Al-Jami’ah. Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha 1437 H.

    Acara dibuka dengan kata sambutan dari Ketua Umum Koperasi “Kopma UGM”, Ufairoh Nurulhayah, dilanjutkan oleh sambutan dari Ketua Yayasan Diniyah Al-Jami’ah, Pak Makhinudin. Kedua pihak menyatakan kegembiraan dan rasa syukur karena bisa melaksanakan acara ini. Mereka juga berharapan bahwa kedepannya tali silahturahmi antara kedua pihak akan semakin erat. Setelah itu dilanjutkan dengan serah terima bingkisan.

    Selanjutnya acara masuk pada sesi kuis pengetahuan mengenai islam. Sesi ini berlangsung dengan seru dikarenakan antusias anak-anak Yayasan Diniyah Al-Jami’ah. Mereka menjawab soal-soal yang ada dengan semangat membara, walau akhirnya hanya diberikan 10 hadiah untuk yang dapat menjawab mereka tetap bersenang-senang dan tertawa dengan gembira saat sesi berlangsung. Sayangnya, kebersamaan kami harus berakhir dan ditutup dengan salam-salam antara anak-anak Yayasan Diniyah Al-Jami’ah bersama pengurus, staf dan asisten bidang Koperasi “Kopma UGM” serta makan bersama yang dilakukan sebelum semuanya meninggalkan tempat berlangsungnya acara.

  • | | |

    Membangkitkan Koperasi di Mata Gen-Z Melalui Pendidikan Dasar Perkoperasian Kopma UGM

    Koperasi Mahasiswa UGM baru saja selesai menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Dasar Perkoperasian atau yang biasa disingkat dengan Diksarkop. Kegiatan ini merupakan kegiatan Diksarkop pertama yang dilaksanakan secara luring setelah selama dua tahun ini diadakan secara daring. Diksarkop merupakan salah satu kegiatan pendidikan yang ada di Kopma UGM dan berada di bawah naungan bidang keanggotaan yang bertujuan untuk mewujudkan salah satu prinsip Koperasi Mahasiswa UGM yakni “Pendidikan, Pelatihan, dan juga Kemandirian”. Diksarkop kali ini dilaksanakan di Dinas Koperasi dan UKM DIY dengan mengusung tema “Bangkitkan Koperasi Bagi Gen Z: Koperasi Modern, Bangun Negeri”. Melalui tema tersebut, dipaparkan tiga materi yang diisi oleh narasumber hebat serta berkompeten di masing- masing bidangnya. Materi pertama yakni tentang “Perkoperasian” yang disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman yaitu Wulan Anggraeny S, S.Si, materi kedua yakni terkait dengan “Koperasi bagi Gen-Z” yang disampaikan oleh Ketua Umum Koperasi Mahasiswa UGM yaitu Asep Mahendra, dan yang terakhir adalah materi yang berkaitan dengan “Enterpreneurship” yang disampaikan oleh anggota Koperasi Mahasiswa UGM sekaligus owner dari brand makanan “Pisang Endeus” yakni Susi Wijayantidan juga Daud Fernando. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Koperasi dan UKM DIY, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah DIY, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Perwakilan Duta Koperasi Sleman serta Perwakilan dari Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta dan dibuka oleh Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM DIY Ir. Yudi Yusuf, M.M.

    Diksarkop kali ini berhasil mengumpulkan kurang lebih 80 peserta yang terdiri dari anggota baru Koperasi Mahasiswa UGM maupun pihak eksternal yang merupakan perwakilan dari Koperasi- Koperasi Mahasiswa yang ada di DIY. Kegiatan ini dilaksanakan dari pukul 08.00- 15.00 WIB dengan serangkaian acara menarik di antaranya adalah pemamparan materi, sesi tanya- jawab, sesi FGD dan juga sesi bertukar kado antar peserta. Faris Ariwibowo, salah satu peserta Diksarkop menyebutkan bahwa dalam kegiataan ini telah diberikan banyak sekali materi penting yang berkaitan dengan koperasi dan juga enterpreneur serta dibawakan dengan lengkap dan interaktif oleh tokoh-tokoh penting yang ahli dalam bidangnya. Tidak hanya itu, di acara ini Faris sebagai anggota Koperasi Mahasiswa UGM menjadi lebih mengetahui keterlibatan generasi Z dalam berperan aktif berkoperasi untuk kemajuan bangsa. Kepala bidang keanggotaan yakni Tarissa Rizki juga menyebutkan bahwa dengan adanya diksarkop kali ini diharapkan dapat memberikan dampak yang baik kepada seluruh anggota maupun peserta yang mengikuti melalui materi- materi yang telah disampaikan. Akhir kata, Tarissa juga berharap agar kegiatan diksarkop Koperasi Mahasiswa UGM dapat dilaksanakan kembali tahun depan dengan mencakup lebih banyak orang lagi. 

  • |

    Kuliah Online? Ayo Bersiap!

    Pandemi mengharuskan kita beradaptasi dengan berbagai perubahan di berbagai kegiatan, termasuk proses pembelajaran. Sesuai dengan kebijakan dari pemerintah, proses perkuliahan di tengah pandemi akan dialihkan ke dalam bentuk online. Sudah berjalan beberapa bulan, proses perkuliahan online ini nyatanya masih menghadirkan berbagai keluhan. Terlebih lagi untuk mahasiswa baru yang masih awam dengan lingkungan perkuliahan. Sementara untuk mahasiswa lama, perubahan kebiasaan kuliah dari offline menjadi online memerlukan pembiasaan, agar esensi pembelajaran dapat diterima. Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian untuk dipersiapkan mahasiswa demi menjalani kuliah online yang menyenangkan.

    1. Sarana & Prasarana Penunjang

     

    Sumber foto: kompas.com

    Pelaksanaan pembelajaran baik online ataupun offline memerlukan persiapan sarana dan prasarana yang matang agar dapat berjalan dengan baik. Hanya saja, mungkin di perkuliahan online, sarana prasarana yang harus disiapkan lebih ekstra. Sarana dan prasarana pembelajaran offline di kampus yang tidak bisa dinikmati, mengharuskan mahasiswa untuk dapat mengupayakan sumber daya yang dimiliki di rumah masing-masing. Hal ini mulai dari persiapan tempat, akses internet, berbagai sumber materi dalam bentuk elektronik, aplikasi atau platform pendukung, serta perangkat seperti laptop atau komputer dan handphone menjadi kebutuhan primer. Ketersedian sarana dan prasarana yang memadai akan membuat proses perkuliahan online tidak sesusah yang dibayangkan. Menyiapkan ruang atau tempat belajar khusus dengan tambahan perangkat software dan hardware yang terkendali, agar meminimalisir gangguan dapat diperhitungkan untuk dilakukan. Jangan lengah pada kenyamanan tempat tidur yang senantiasa dekat ataupun ajakan main oleh saudara dan suara omelan ibu di dapur.

     

    1. Alokasi Waktu

    Sumber foto: news.okezone.com

    Menjalani kegiatan yang berbeda dari biasanya membuat sebagian besar orang mengalami gangguan dalam manajemen waktu. Disiplin dalam mengikuti kelas dan mengerjakan tugas yang ada, nampak merosot turun dari biasanya. Rasa malas yang ada membuat kita menyingkirkan semua kewajiban dan memosisikan ego untuk rebahan atau tenggelam dalam dunia maya di atas semuanya. Jadwal harian sebaiknya segera disusun, agar tidak terlanjur dibawa arus, yang mana mengarah pada banyak ketidakbaikan. Tanamkan pemikiran untuk tetap terpaku pada toleransi keterlambatan waktu sekolah atau kelas offline, jika tidak ingin menjadi pusat perhatian. Susun jadwal harian yang fleksibel namun tetap mengikat kedisiplinan. Dekat dengan kasur dan dapur di rumah, jangan dijadikan alasan untuk melanggar komitmen yang ada. Tentukan waktu serius dan rebahanmu sesuai porsinya iya.

     

    1. Kenali Kondisi Kampus

     

    Sumber foto: sevima.com

    Selain itu, yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah mengenali kondisi kampus kita sendiri. Alasan kenapa ini menjadi penting adalah terutama bagi mahasiswa baru yang baru saja memasuki gerbang sebuah perguruan tinggi. Kenali jurusan, dosen, mata kuliah, penugasan, hingga lingkungan pertemanan dari awal. Mengenali kondisi kampus sendiri membuat kita tahu hal apa saja yang seharusnya kita sesuaikan, karena mengingat kondisi setiap kampus dapat berbeda dalam pelaksanaan perkuliahan online. Sesuaikan semua aplikasi atau platform perkuliahan yang digunakan oleh kampus dan pastikan dapat senantiasa diakses. Sebisa mungkin cari tahu gambaran setiap mata kuliah dan tanyakan rencana perkuliahan ke depan kepada dosen pengampu, agar kelak dapat memastikan alokasi waktu atau sumber daya lain untuk setiap mata kuliah yang diambil. Bisa saja terjadi perubahan rencana atau bobot penilaian pada setiap mata kuliah oleh dosen pengampu karena kondisi dan situasi sekarang. Perlunya mengetahui gambaran kondisi kampus dengan berbagai kebijakan perkuliahan online ini ialah agar kita dapat memosikan diri dengan baik walaupun secara virtual.

    1. Diri Kita Sendiri

    Sumber foto: dw.com

    Kesiapan mental dan fisik sebagai pelajar yang akan menjalani kebiasan baru, membuat kita harus lebih baik dalam memerhatikan diri sendiri. Kecemasan, ketakutan, kelelahan, dan berbagai macam emosi negatif lain dapat muncul setiap saat, tidak terkecuali pada kondisi per-online­-an ini. Belum cukup terbiasa dengan pelaksanaan kuliah online kadang membuat kita abai pada banyak hal. Di sini persiapan mental mungkin akan lebih disiapkan oleh mahasiswa baru yang sebagian besar awam dalam perkuliahan. Perubahan status sebagai mahasiswa memberikan beberapa tuntutan yang dituntut keberhasilannya. Mulai dari menjadi lebih dewasa dan mandiri dalam proses belajar yang tidak lagi diawasi dan dipandu dengan saksama. Hingga pada penyesuaian diri ke lingkungan pertemanan dan relasi yang baru, dengan tambahan bahwa semuanya itu harus dilakukan secara online di kondisi sekarang. Ketika diri kita siap secara fisik dan juga mental, apapun gangguan yang datang nantinya pasti akan dapat teratasi. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik yang selama ini kita jaga dengan tetap di rumah aja.

    Bagi mahasiswa yang kampusnya masih menerapkan proses perkuliahan secara online, hal-hal di atas menjadi penting untuk diperhatikan dan dijalankan. Berbagai gangguan akan muncul sebagai tantangan yang harus dihadapi untuk tetap fokus dan produktif selama belajar di rumah aja. Perkuliahan online memerlukan kenyamanan untuk pembiasaan. Dengan persiapan yang matang, kuliah online? Siapa takut!

    Sumber Foto Sampul: katakini.com 

    (Ayu Pratiwi)

  • |

    Kembalikan Hangatnya Atmosfer Ruang Anggota

    Minggu (13/10), kelompok 1 Tim Action Plan Dikorg 42 Kopma UGM telah berhasil menyelesaikan kegiatan pengecatan kembali Ruang Anggota Kopma UGM. Kegiatan bertujuan untuk memberikan tampilan baru, sehingga dapat mengembalikan kehangatan atmosfer di ruang anggota Kopma UGM yang semakin memudar. Ruang anggota merupakan tempat yang paling sering dikunjungi oleh para anggota koperasi baik untuk mengerjakan kegiatan perkoperasian maupun kegiatan non-perkoperasian. Ruang anggota sudah sepantasnya untuk selalu dijaga kebersihannya, kenyamanannya, serta rasa kehangatan yang diciptakan oleh ikatan kekeluargaan para anggota yang berdiskusi disana.

    Kegiatan pengecatan ini sendiri dilakukan karena warna cat ruang anggota sudah kusam sehingga dirasa perlu sentuhan warna baru dimana warna yang diambil oleh tim tersebut adalah warna hijau sesuai dengan tema Koperasi Kopma UGM 2019 yaitu Go Green. Adapun filosofi warna hijau selain fokus pada tema yaitu warna hijau yang bermakna kesuburan dan kesejukan. Menurut penelitian, warna hijau yang merupakan sebuah warna gabungan warna dasar kuning dan biru dapat memberikan efek menenangkan saraf-saraf otak. Berdasarkan pernyataan tersebut, diharapkan para anggota Koperasi yang sedang melakukan aktvitas di ruangan tersebut dapat lebih rileks dan memiliki kinerja yang optimal serta dapat menciptakan ide-ide kreatif.

    Pengecatan dilakukan dengan prinsip gotong royong dengan saling membantu pada tugas masing-masing. Manfaat yang diharapkan pada pengecatan ruang anggota yaitu dapat memperindah ruangan dan dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik dengan susunan ruangan dan warna baru yang dipilih.

    “Dari keseluruhan kegiatan pengecatan masih ada beberapa hambatan yang harus dihadapi yakni masih adanya kekurangan perlengkapan dan dana yang dirasa belum maksimal, dan juga sebagian anggota berhalangan hadir. Selain itu, juga pada hari H dari pihak PSDA sendiri berhalangan hadir sehingga tidak ada yang mendampingi. Tetapi semua itu menjadi pembelajaran untuk dapat lebih baik lagi dalam mengatasi suatu permasalahan.” ungkap ketua tim Action Plan Dikorg 42.

    Kini ruang anggota Kopma UGM menjadi lebih nyaman untuk disinggahi, baik anggota baru maupun anggota lama dapat kembali bercengkrama dengan lebih rileks dan harmonis. (Sharmila)