Upgrading IT

Yogyakarta- 2 April 2015, bidang Administrasi telah mengadakan upgrading IT untuk seluruh staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 yang diselenggarakan pada tanggal  1 April 2015 pukul 18.30—19.50 WIB di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”.

Menurut Bagas Prakasa selaku staf Administrasi Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016, “Tujuan diadakan upgrading pada kali ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai perangkat IT maupun jaringan komputer dan internet yang ada di Koperasi “Kopma UGM”.

Pukul 18.30 WIB acara dibuka dengan tampilan cuplikan film mengenai IT. Setelah film ditampilkan, acara dilanjutkan dengan materi  perangkat IT di Koperasi “Kopma UGM” yang disampaikan oleh Bagas Prakasa. Dalam materi tersebut dibahas mengenai perangkat-perangkat IT serta jaringan komputer yang ada di Koperasi “Kopma UGM”.

Sesudah materi disampaikan, acara diakhiri dengan  penutupan oleh Noor Suhartono selaku staf Administrasi Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 dan juga pembawa acara. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).

Similar Posts

  • |

    Tujuh Alasan Bergabung menjadi Anggota Koperasi

    Sebagai warga negara Indonesia, tentunya kita tidak asing dengan istilah koperasi. Koperasi adalah suatu bidang usaha dimana kita dapat menjual barang/jasa dan mengikuti program menabung bahkan meminjam uang. Koperasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu “co” yang berarti bersama dan “operation” yang berarti bekerja. Jadi, menurut bahasa, koperasi ialah bekerja secara bersama-sama. Sedangkan berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992, “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan Hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”. Sebagai gerakan ekonomi rakyat, biasanya koperasi sangat terbuka untuk masyarakat yang ingin bergabung. Seperti Koperasi “Kopma UGM”, ia terbuka dalam menerima mahasiswa UGM atau mahasiswa luar untuk bergabung menjadi anggota koperasi. Namun, apa sih yang mendorong mereka untuk bergabung dengan koperasi? Berikut tujuh alasan kenapa kita harus bergabung dengan koperasi.

    1.Koperasi dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia

    Koperasi memiliki kedudukan yang sangat penting pada sistem perekonomian Indonesia. Sebagai sokoguru ekonomi, koperasi berperan dalam menumbuhkan ekonomi rakyat yang bersifat kebersamaan dan gotong royong. Kehadiran koperasi diharapkan dapat menolong nasib anggotanya yang membutuhkan pekerjaan untuk mengelola usahanya. Koperasi memberi kesempatan bagi tenaga kerja untuk belajar manajemen keuangan serta mendapatkan penghasilan setiap bulan dari hasil pengelolaan koperasi. Dengan begitu, koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Itulah mengapa koperasi berperan dalam tatanan perekonomian Indonesia. Dengan memberdayakan koperasi, berarti juga dapat memberdayakan masyarakat, yang kemudian akan mampu memberdayakan perekonomian nasional.

    2. Alternatif tempat menabung

    Ternyata tidak hanya di bank saja, koperasi juga dapat menjadi wadah untuk menabung. Tabungan anggota koperasi ini dinamakan Simpanan Sukarela. Berbeda dengan simpanan pokok dan simpanan wajib, simpanan sukarela merupakan simpanan yang disetorkan oleh anggota dengan jumlah yang tidak ditentukan, tetapi bergantung kepada kemampuan anggota dan dapat diambil kapan pun. Simpanan sukarela dapat ditarik ketika dibutuhkan sesuai dengan kesepakatan anggota dan pengurus. Dalam pencatatan, simpanan sukarela bukan termasuk modal usaha anggota atau koperasi, terkecuali atas kesepakatan anggota dan pengurus untuk keperluan berinvestasi.

    3. Memiliki wadah sebagai tempat berkembang

    Disamping sebagai ladang mencari penghasilan, koperasi juga merupakan wadah pengembangan diri, seperti kegiatan seminar atau perlombaan. Di koperasi “Kopma UGM” sendiri terdapat wadah bagi para anggotanya untuk mengembangkan minat, bakat, dan ide-ide dalam bentuk Gugus Komunitas. Adapun Gugus Komunitas tersebut, diantaranya: Speaking Club, Trainer Community, Kopma Design Center, Gerakan Cinta Koperasi, Kewirausahaan, Lembaga Penerbitan, Sport Society, Riset, dan Informatika dan Teknologi Club. Contohnya di komunitas Kewirausahaan, kita dapat melakukan praktek penjualan serta melakukan kunjungan ke tempat-tempat kewirausahaan atau UMKM, atau mengikuti seminar-seminar kewirausahaan. Kita juga bisa menjadi delegasi pada lomba-lomba yang membawa nama koperasi “Kopma UGM”, yaitu dengan masuk ke komunitas Gerakan Cinta Koperasi.

    4. Mendapat SHU tiap tahun

    SHU atau Sisa Hasil Usaha merupakan keuntungan yang diterima anggota koperasi setiap tahunnya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, sisa hasil usaha adalah pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. Di koperasi “Kopma UGM”, SHU dibagikan tiap akhir periode Kepengurusan. Jumlah SHU setiap anggota berbeda-beda tergantung besaran poin aktivitas dan belanja. Jika mengikuti kegiatan-kegiatan seperti kepanitiaan, lomba, pendidikan 3D, ataupun tim kerja, maka kita akan mendapatkan poin aktivitas. Sedangkan, jika kita melakukan pembelian atau penggunaan jasa di divisi usaha Kopma UGM, maka akan mendapatkan poin belanja. Poin belanja ini cukup menguntungkan karena berbagai diskon dan penawaran menarik dari poin belanja yang kita dapatkan. Sebagai anggota koperasi “Kopma UGM”, kita berhak mendapatkan keuntungan ini. Ketentuan pembagian SHU ini diatur sesuai dengan kesepakatan seluruh anggota melalui rapat anggota.

    5. Asas Kekeluargaan Koperasi

    Koperasi berdiri atas asas kekeluargaan, dimana anggota dapat saling membantu satu sama lain. Dengan bergabung menjadi anggota koperasi, tentu saja akan mendapatkan jaringan relasi yang lebih luas. Kita dapat bertemu dan berkenalan dengan anggota-anggota lain sehingga membentuk koneksi. Memiliki relasi yang luas dan koneksi yang baik sangat diperlukan ketika kita mulai berusaha atau menjadi wirausaha.

    6. Belajar berwirausaha

    Di dalam koperasi, anggota tidak hanya dapat berperan sebagai konsumen, namun juga sebagai produsen. Koperasi dapat membantu untuk menjual produk dari usaha kita. Produk anggota dapat dijual melalui koperasi, sehingga pasar yang terbuka lebih luas. Kita akan mendapatkan customers yang tidak hanya dari anggota koperasi, tetapi juga dari masyarakat sekitar koperasi atau orang lain yang berhubungan dengan relasi kita. Kita dapat mengembangkan potensi dan ekonomi pula dengan kemudahan pinjaman dana usaha dari koperasi.

    7. Berkesempatan bergabung menjadi bagian kepengurusan staf yang dapat ditulis dalam CV sebagai softskill

    Tidak semua Unit Kegiatan Mahasiswa menyediakan wadah dimana kita dapat terjun langsung dan terlibat mengurus seluk beluk koperasi “Kopma UGM”. Pengalaman menjadi anggota koperasi “Kopma UGM” yang didapatkan bisa setara dengan pengalaman magang karena kepengurusan staf berkompromi langsung dengan pihak karyawan. Pengalaman ini dapat kita masukkan sebagai softskills di dalam CV.

     

    • Whafir Pramesty
  • Koperasi: Pengelola Perubahan Zaman

    Sumber: http://img.carapedia.com/images/article/perubahan.jpg

     

    Perubahan adalah hal yang akan selalu hadir dalam setiap proses kehidupan, termasuk bagi kehidupan organisasi. Karena perubahan itu tidak dapat dihindari, maka organisasi harus mengelolanya dengan baik. Ada dua pandangan mengenai proses perubahan, pertama dari Kurt Lewin pada akhir 1980 yang berpendapat bahwa perubahan dipandang sebagai gangguan sesekali dalam aliran peristiwa yang normal sehingga mudah untuk diprediksi. Sedangkan pandangan lain mengungkapkan bahwa stabilitas dan prediktabilitas atas adanya perubahan sulit diperoleh mengingat situasi organisasi dan lingkungan yang semakin kompleks.

    Koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia. Sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa koperasi merupakan pilar atas sistem perekonomian yang ada di Indonesia. Dewasa ini, koperasi juga menghadapi berbagai perubahan atas tuntutan zaman. Setidaknya ada tiga jenis perubahan yang terjadi, pertama perubahan struktur yang meliputi perubahan apa pun dalam variabel struktur seperti mekanisme koordinasi antara pengurus dan pengawas, hubungan pelaporan kepada anggota, dan pemberdayaan anggota.

    Kedua, perubahan teknologi yang meliputi modifikasi atas penanganan proses kegiatan yang ada, baik metode maupun peralatan, dan ketiga mengenai perubahan personel yang meliputi perubahan sikap dan perilaku anggota koperasi.

    Seringkali dikemukakan bahwa sebagian orang tidak menyukai adanya perubahan. Perubahan menggantikan hal-hal yang biasa menjadi hal-hal yang diluar kebiasaan dan tidak pasti. Namun, perubahan harus tetap dihadapi oleh koperasi agar mampu bertahan di era modern ini. Mengelola inovasi sebagai sesuatu yang selalu dikaitkan dengan solusi perubahan harus mampu dilakukan dengan benar. Organisasi yang inovatif dicirikan dengan kemampuan dalam menyalurkan kreativitasnya menjadi hasil yang berguna tentunya dapat ditiru pula oleh koperasi untuk menjadikannya sebagai organisasi yang efisien dan fleksibel dalam menghadapi tuntutan zaman

    Let’s show this spirit for new color of our world!

    Anita Tri W
    Kabid HRD

  • Follow Up Diksar I

    Follow Up Diksar 1

    Yogyakarta- 22 Maret 2015, bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) mengadakan follow up diksar di Ruang Anggota Koperasi “Kopma UGM” pada tanggal 21 Maret 2015 pukul 15.30—17.30 WIB dan dihadiri oleh sepuluh orang yang terdiri dari panitia dan peserta pendidikan dasar koperasi (diksarkop) 110.

    Acara follow up diksar pada kali ini diisi dengan kegiatan Kopma One atau K-One. Kegiatan K-One sendiri adalah suatu kegiatan merangkum ulang materi-materi yang telah disampaikan pada saat diksar sebelumnya mengenai pengetahuan dasar seputar koperasi dan Koperasi “Kopma UGM”.

    Menurut Anjar Pramesty selaku staf PSDA Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 mengatakan, “Tujuan diadakannya follow up diksar yakni untuk lebih memperkuat tali persaudaraan antara panitia, peserta diksar serta mengingat-ingat kembali yang telah diperoleh seputar koperasi dan Koperasi “Kopma UGM.”

    Pukul 15.30 WIB acara dimulai pembukaan dan dipandu oleh MC dari perwakilan dari gugus komunitas Speaking Club (SC) Koperasi “Kopma UGM”. Seusai pembukaan, acara dilanjutkan dengan acara inti yakni K-One.

    Setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang akhirnya terpilihlah juara pertama dan kedua dalam ajang K-One yakni Annisa Ulfa Rahma sebagai juara pertama dan Merryna Anggriani sebagai juara kedua.

    Selamat untuk juara K-One dalam rangka follow up diksarkop 110. Semoga ke depannya menjadi kader-kader koperasi yang militant dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat luas. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).

  • |

    Kuliah Online? Ayo Bersiap!

    Pandemi mengharuskan kita beradaptasi dengan berbagai perubahan di berbagai kegiatan, termasuk proses pembelajaran. Sesuai dengan kebijakan dari pemerintah, proses perkuliahan di tengah pandemi akan dialihkan ke dalam bentuk online. Sudah berjalan beberapa bulan, proses perkuliahan online ini nyatanya masih menghadirkan berbagai keluhan. Terlebih lagi untuk mahasiswa baru yang masih awam dengan lingkungan perkuliahan. Sementara untuk mahasiswa lama, perubahan kebiasaan kuliah dari offline menjadi online memerlukan pembiasaan, agar esensi pembelajaran dapat diterima. Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian untuk dipersiapkan mahasiswa demi menjalani kuliah online yang menyenangkan.

    1. Sarana & Prasarana Penunjang

     

    Sumber foto: kompas.com

    Pelaksanaan pembelajaran baik online ataupun offline memerlukan persiapan sarana dan prasarana yang matang agar dapat berjalan dengan baik. Hanya saja, mungkin di perkuliahan online, sarana prasarana yang harus disiapkan lebih ekstra. Sarana dan prasarana pembelajaran offline di kampus yang tidak bisa dinikmati, mengharuskan mahasiswa untuk dapat mengupayakan sumber daya yang dimiliki di rumah masing-masing. Hal ini mulai dari persiapan tempat, akses internet, berbagai sumber materi dalam bentuk elektronik, aplikasi atau platform pendukung, serta perangkat seperti laptop atau komputer dan handphone menjadi kebutuhan primer. Ketersedian sarana dan prasarana yang memadai akan membuat proses perkuliahan online tidak sesusah yang dibayangkan. Menyiapkan ruang atau tempat belajar khusus dengan tambahan perangkat software dan hardware yang terkendali, agar meminimalisir gangguan dapat diperhitungkan untuk dilakukan. Jangan lengah pada kenyamanan tempat tidur yang senantiasa dekat ataupun ajakan main oleh saudara dan suara omelan ibu di dapur.

     

    1. Alokasi Waktu

    Sumber foto: news.okezone.com

    Menjalani kegiatan yang berbeda dari biasanya membuat sebagian besar orang mengalami gangguan dalam manajemen waktu. Disiplin dalam mengikuti kelas dan mengerjakan tugas yang ada, nampak merosot turun dari biasanya. Rasa malas yang ada membuat kita menyingkirkan semua kewajiban dan memosisikan ego untuk rebahan atau tenggelam dalam dunia maya di atas semuanya. Jadwal harian sebaiknya segera disusun, agar tidak terlanjur dibawa arus, yang mana mengarah pada banyak ketidakbaikan. Tanamkan pemikiran untuk tetap terpaku pada toleransi keterlambatan waktu sekolah atau kelas offline, jika tidak ingin menjadi pusat perhatian. Susun jadwal harian yang fleksibel namun tetap mengikat kedisiplinan. Dekat dengan kasur dan dapur di rumah, jangan dijadikan alasan untuk melanggar komitmen yang ada. Tentukan waktu serius dan rebahanmu sesuai porsinya iya.

     

    1. Kenali Kondisi Kampus

     

    Sumber foto: sevima.com

    Selain itu, yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah mengenali kondisi kampus kita sendiri. Alasan kenapa ini menjadi penting adalah terutama bagi mahasiswa baru yang baru saja memasuki gerbang sebuah perguruan tinggi. Kenali jurusan, dosen, mata kuliah, penugasan, hingga lingkungan pertemanan dari awal. Mengenali kondisi kampus sendiri membuat kita tahu hal apa saja yang seharusnya kita sesuaikan, karena mengingat kondisi setiap kampus dapat berbeda dalam pelaksanaan perkuliahan online. Sesuaikan semua aplikasi atau platform perkuliahan yang digunakan oleh kampus dan pastikan dapat senantiasa diakses. Sebisa mungkin cari tahu gambaran setiap mata kuliah dan tanyakan rencana perkuliahan ke depan kepada dosen pengampu, agar kelak dapat memastikan alokasi waktu atau sumber daya lain untuk setiap mata kuliah yang diambil. Bisa saja terjadi perubahan rencana atau bobot penilaian pada setiap mata kuliah oleh dosen pengampu karena kondisi dan situasi sekarang. Perlunya mengetahui gambaran kondisi kampus dengan berbagai kebijakan perkuliahan online ini ialah agar kita dapat memosikan diri dengan baik walaupun secara virtual.

    1. Diri Kita Sendiri

    Sumber foto: dw.com

    Kesiapan mental dan fisik sebagai pelajar yang akan menjalani kebiasan baru, membuat kita harus lebih baik dalam memerhatikan diri sendiri. Kecemasan, ketakutan, kelelahan, dan berbagai macam emosi negatif lain dapat muncul setiap saat, tidak terkecuali pada kondisi per-online­-an ini. Belum cukup terbiasa dengan pelaksanaan kuliah online kadang membuat kita abai pada banyak hal. Di sini persiapan mental mungkin akan lebih disiapkan oleh mahasiswa baru yang sebagian besar awam dalam perkuliahan. Perubahan status sebagai mahasiswa memberikan beberapa tuntutan yang dituntut keberhasilannya. Mulai dari menjadi lebih dewasa dan mandiri dalam proses belajar yang tidak lagi diawasi dan dipandu dengan saksama. Hingga pada penyesuaian diri ke lingkungan pertemanan dan relasi yang baru, dengan tambahan bahwa semuanya itu harus dilakukan secara online di kondisi sekarang. Ketika diri kita siap secara fisik dan juga mental, apapun gangguan yang datang nantinya pasti akan dapat teratasi. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik yang selama ini kita jaga dengan tetap di rumah aja.

    Bagi mahasiswa yang kampusnya masih menerapkan proses perkuliahan secara online, hal-hal di atas menjadi penting untuk diperhatikan dan dijalankan. Berbagai gangguan akan muncul sebagai tantangan yang harus dihadapi untuk tetap fokus dan produktif selama belajar di rumah aja. Perkuliahan online memerlukan kenyamanan untuk pembiasaan. Dengan persiapan yang matang, kuliah online? Siapa takut!

    Sumber Foto Sampul: katakini.com 

    (Ayu Pratiwi)

  • Lowongan Kerja Koperasi “Kopma UGM”

    Koperasi “Kopma UGM” membuka lowongan kerja dengan posisi sebagai berikut:

    Dibutuhkan:
    1. Staf Swalayan
    2. Staf Ticketing
    3. Penjahit
    4. Designer

    Persyaratan:
    1. Pria (1,2,4) Usia Maks. 28 tahun
    2. Wanita (1,2) usia maks. 28 tahun, (3) usia maks. 35 tahun
    3. Minimal SMA/SMK
    4. Mampu membuat berbagai design untuk diproduksi (4)

    Prosedur:
    1. Kirimkan aplikasi surat lamaran ke alamat Koperasi “Kopma UGM” dengan melampirkan
    Curriculum Vitae
    2. Foto copy ijazah terakhir yang dilegalisir
    3. Foto terbaru ukuran 3×4 dua lembar
    4. Fotokopi KTP dan SKCK
    5. Surat lamaran ditujukan kepada Ketua Bidang HRD Koperasi “Kopma UGM”,
    paling lambat 15 April 2016.

    CP:
    Risman (082328979982)
    Rony (085234351847)