Konsolidasi Gugus Lembaga Penerbitan

Yogyakarta, KOPMA UGM, Gugus Lembaga penerbitan telah mengadakan acara konsolidasi berupa buka bersama dan upgrading dalam bentuk sharing mengenai medikopma pada hari Jum’at (26/6) di Kalender Jajajan Ombenan. Acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahim antar anggota dan alumni gugus Lembaga Penerbitan.
Acara yang berlangsung selama tiga setengah jam ini juga turut dihadiri oleh Muhammad Fajri Saptaji selaku ketua umum Koperasi “Kopma UGM” yang dahulu juga merupakan anggota gugus Lembaga Penerbitan. Selain Fajri, acara tersebut juga dihadiri oleh Nur Amalia Majid (Puput) selaku ketua gugus Lembaga Penerbitan periode 2014/2015.
“Harapannya setelah acara ini anggota gugus Lembaga Penerbitan makin solid dan medikopma lancar,” ujar Ani Fitriani selaku ketua gugus Lembaga Penerbitan periode 2015/2016 yang diwawancarai via Whatsapp pada hari Rabu (01/7).

Similar Posts

  • |

    Go Green to Breathe Clean

    Permasalahan di bumi memang sudah menjamur, dari sekian banyaknya manusia yang tinggal di bumi hanya beberapa dari mereka yang bergerak dan melakukan aksi nyata untuk merawat bumi. Bahkan saat ini tidak hanya udara diluar ruangan yang tidak sehat, tetapi juga udara yang ada didalam ruangan. Terdapat polutan yang memang sudah dikenal seperti knalpot gas dan asap rokok yang memang berasal dari udara luar. Ada pula polutan yang kurang dikenal seperti bahan kimia beracun yang dilepaskan oleh “off gassing” dari bahan sintetis yang dapat ditimbulkan dari udara didalam ruangan.

    Solusi sederhana dan efektif yang dapat dilakukan untuk menghindari adanya polutan yang berasal dari udara didalam ruangan umumnya dikenal sebagai “sick building syndrome” adalah dengan memperkenalkan flora ke lingkungan. Banyak tanaman yang melakukan fotosintesis untuk menyelaraskan dan menetralkan polutan.

    Tanaman tersebut berasal dari daftar tanaman hijau NASA yang telah diuji dan disetujui, antara lain:

    1. Spider Plant

    Spider plants

    (sumber: https://pin.it/f2ogzxytsudo4t)

    Tanaman Spider Plant berasal dari Afrika Selatan yang sangat mudah dipelihara dan dibudidayakan. Daunnya yang panjang dan rimbun pada umumnya berwarna hijau atau strip kuning dan putih. Batangnya yang panjang sebenarnya kokoh dan banyak ditumbuhi bunga putih. Tanaman Spider Plant memiliki kelebihan untuk ‘makan’ gas karbonmonoksida yang kemudian digunakan untuk proses pertumbuhannya Spider Plant merupakan tanaman yang bagus untuk menghilangkan gas beracun dan pengotor lain, seperti formalin dan xylene. Untuk mendapatkan efek yang lebih baik, tanaman ini harus diletakkan di dapur, di dekat perapian atau di tempat-tempat di mana karbonmonoksida terakumulasi.

     

    1. Gerbera Daisy

    (Sumber: https://pin.it/6ifklskg73ujbu)

    Gerbera diambil dari nama Traugott Gerber seorang dokter Jerman yang merupakan teman Carolus Linnaeus. Gerbera adalah tanaman hias yang termasuk dalam keluarga Asteraceae. Gerbera merupakan tanaman semak yang hidup bertahun-tahun, daunnya berbentuk memanjang, berwarna hijau dengan pinggiran daun bergerigi besar. Manfaat lain dari bunga ini selain untuk tanaman hias juga dapat menyerap zat polutan yang berbahaya bagi kesehatan, yaitu trichloroethylene.

     

    1. Dracaena

    Dracaena deremensis, also known as Janet Craig dracaena, grows well as a houseplant in nearly any location. These tropical plants can only survive outdoors in the warmest of climates, although you can move them to a sheltered patio for summer enjoyment. Janet Craig dracaena only requires minimal care to produce deep green foliage and lush growth.

    (Sumber: https://pin.it/i53ntc3jg5xoy2)

    Dracaena atau bambu rezeki adalah Dracaena Sanderiana atau sering disebut ribbon plant. Tanaman Dracaena banyak dipakai sebagai tanaman penghias ruangan indoor karena dapat tetap tumbuh walaupun di bawah sinar matahari yang kurang. Apabila Dracaena ditanam di luar ruangan yang mendapatkan cahaya cukup maka daun dari tanaman Dracaena dapat tumbuh dengan lebih tebal. Selain cantik Dracaena juga berfungsi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Dracaena termasuk tanaman yang digunakan oleh NASA Clean Air Study dan telah menunjukkan kemampuannya untuk membersihkan udara yaitu dapat menyerap formaldehyde, benzene dan karbon monoksida dari udara.

     

    1. English Ivy

    12 Nearly Immortal House Plants That Clean The Air | The Unlikely Hostess

    (Sumber: https://pin.it/at74hxqvpbm5gg)

    English Ivy merupakan tanaman yang tumbuh merambat, agersif, dengan pertumbuhan yang cepat dan dapat tumbuh dimanapun. English Ivy merupakan spesies tumbuhan berbunga dari family Araliaceae, berasal dari Eropa dan Asia bagian barat. Daun English Ivy terlihat cantik karena mirip dengan daun maple. Tanaman English Ivy adalah salah satu dari 10 pemurni udara. English Ivy bisa membersihkan udara dari toksin benzena, formaldehida, xilena, dan toulene.

     

    1. Garden Mum

    Mum Coral Cavalier (Mum Football Style Chrysanthemum)

    (Sumber: https://pin.it/z46jocnzbyfmha)

    Bunga krisan atau biasa juga disebut seruni merupakan tanaman hias yang sangat indah dengan berbagai warna yang bisa dihadirkan. Di negara lain bunga krisan biasa dikenal dengan nama Florist’s daisy atau juga ada yang menyebutnya dengan Hardy Garden Mum. Adapun berbagai manfaat yang dihadirkan dari bunga krisan seperti mampu menyaring aroma benzena yang di hadirkan oleh bau lem ataupun cat, mampu menyaring racun formaldehida, dan juga dapat menyaring berbagai polusi lainnya yang ada di dalam ruangan.

     

    1. Lilyturf

    Variegated Liriope | Pretty Lavender Blooms — PlantingTree.com

    (Sumber: https://pin.it/smkjq7zjj5nfeg)

    Liriope adalah genus tanaman berbunga rendah, seperti rumput, dari Asia Timur dan Asia Tenggara. Liriope disebut dengan nama Lilyturf di Amerika Utara, meskipun bukan rumput sejati atau bunga bakung. Bunga lili dapat menyaring berbagai zat polutan, seperti amonia, benzena, formalin, dan trichloroethylene. Menurut NASA, jenis lili terbaik yang dapat menyaring polutan dalam ruangan adalah peace lily, flamingo lily, dan lilyturf.

     

    1. Peace Lily

    (Sumber: https://pin.it/xl33ola6poanqi)

    Spathiphyllum adalah genus dari sekitar 40 spesies tanaman berbunga monokotil dalam keluarga Araceae, tanaman asli daerah tropis di Amerika dan Asia Tenggara. Spesies Spathiphyllum tertentu umumnya dikenal sebagai Spath atau bunga lili perdamaian. Bunga Spathiphyllum berwarna putih dengan rupa seperti bunga lili. Bunga ini banyak dibudidayakan dan ditanam sejak lama sebagai tanaman hias. Bagian akar dan daun dari Peace Lily adalah bagian yang menyerap polutan dengan maksimal 87% polutan dapat terserap dalam waktu 24 jam.

     

    1. Snake Plant

    I couldn't possibly be more excited to share a new feature with you guys today—our updated home tour is now live on Domino! In case you're just tuning in, we moved into our 1960's mid-century A-Frame ranch about three years ago, and have been pouring our hearts (read: blood, sweat, and tears) into…

    (Sumber: https://pin.it/pmzjowr3ca76eg)

    Sansevieria trifasciata adalah spesies tanaman berbunga di keluarga Asparagaceae, yang berasal dari Afrika Barat tropis dari Nigeria timur hingga Kongo, yang paling dikenal sebagai tanaman ular atau Snake Plant. Tanaman ini dapat menghilangkan polutan seperti formaldehyde, xylene, toluene, dan nitrogen oxides. Snake Plant bekerja membersihkan udara dengan cara menyerap racun melalui daunnya dan memproduksi oksigen.

     

    Nah, bagaimana teman? Sudah tau ingin merawat tanaman yang mana di rumah? Atau di kos? Yukk, mulai lindungi lingkungan sekitar kita, untuk bumi yang lebih hijau dan bebas dari polusi.

    (Sharmila)

  • Kopma UGM Raih Juara III di Kopma Fair

    Kabar membahagiakan datang pada hari Minggu lalu (8/4), Koperasi “Kopma UGM” berhasil meraih Juara III dalam rangkaian acara Kopma Fair di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) pada tanggal 5-7 April 2018.
    Delegasi Koperasi “Kopma UGM” yang terdiri dari Abimanyu A. Ramadhan, Noviana E. C. Dewi, dan Dewi Arifia mendapatkan Juara III setelah mendapatkan peringkat kedua dalam Lomba Cerdas Cermat dan peringkat ketiga dalam Lomba Debat.
    Kopma Fair yang digelar oleh Koperasi Mahasiswa Padang Bulan UIN Maulana Malik Ibrahim berlangsung selama tiga hari. Hari pertama, Kopma Fair mengadakan Seminar Nasional yang berisi tentang koperasi, wirausaha, dan pengalam wirausaha salah satu pembicara. Adapun pembicara yang hadir dalam seminar tersebut adalah Dinas Perkoperasian dan UMKM Malang, Yasa Paramita Singgih, dan Mike Ragnar. Pada hari tersebut pula Lomba Cerdas Cermat Kopma Fair berlangsung dimana Koperasi “Kopma UGM” berhasil meraih peringkat kedua. Pada hari selanjutnya, rangkaian acara Kopma Fair dilanjutkan dengan Lomba Debat dimana Koperasi “Kopma UGM” meraih peringkat ketiga. Acara dilanjutkan dengan kegiatan malam keakraban panitia dan para peserta. Pengumuman juara sendiri dilaksanakan pada hari terakhir Kopma Fair.
    Delegasi Koperasi “Kopma UGM” merasa senang dan bangga dapat meraih juara. Mereka menghadapi sepuluh tim dalam Lomba Cerdas Cermat dan mengadapi sembilan tim dalam Lomba Debat. Abi, panggilan akrab Abimanyu A. Ramadhan, mengaku merasa santai namun agak tegang selama mengikuti rangakain kegiatan tersebut. “Suasananya santai namun agak tegang. Setiap peserta memiliki potensi untuk mendapatkan juara dan berambisis juga. Tetapi, kami tetap tenang dan optimis dapat masuk ke tiga besar. Hasil yang kami terima juga kami syukuri”, ungkap Bima. Dewi dan Noviana, delegasi Koperasi “Kopma UGM” yang lain, juga mengaku senang dengan hasil yang telah mereka capai. “Pas itu barengan Perayaan HUT Kopma UGM 36. Hadiah buat kopma ya!” ungkap mereka.
    Abi memberikan pesan kepada anggota-anggota yang suatu saat akan menjadi delegasi Koperasi “Kopma UGM” pada kompetisi-kompetisi lainnya untuk selalu belajar dan selalu optimis. “Siapapun lawannya yang terpenting dihadapi dengan tenang dan selalu percaya diri”, tambahnya.

  • | |

    Sekelumit Kuliner Khas Yogyakarta

    Setiap wilayah tentu memiliki keunikan dan kekhasannya masing-masing, tak terkecuali dengan kota yang mendapat julukan Kota Pelajar ini. Jika kota Madura terkenal dengan satenya, maka Yogyakarta terkenal dengan gudegnya. Jika Aceh terkenal dengan kopi gayonya, maka Yogyakarta terkenal dengan kopi arang yang diperdagangkan di sekita Stasiun Tugu, dan masih banyak lagi hal lainnya. Artikel kali ini akan membahas kekhasan kuliner yang menjadi ciri unik Kota Pelajar.

    Gudeg, nama makanan yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga para pembaca sekalian. Bahkan mungkin saja gudeg menjadi salah satu makanan favorit yang tersedia hampir setiap hari. Makanan yang memiliki cita rasa manis ini adalah salah satu kebanggaan Kota Yogyakarta. Di Yogyakarta sendiri dapat ditemukan lima varian gudeg yang tentunya menarik untuk dicicipi. Yang pertama adalah gudeg basah, gudeg yang dilengkapi dengan kuah dari areh yang kental ini menghadirkan nuansa basah. Yang kedua adalah gudeg kering yang merupakan salah satu varian gudeg yang cukup terkenal di seantero kota. Yang ketiga, gudeg manggar. Gudeg jenis ini tidak begitu banyak ditemukan, namun tetap eksis di beberapa sudut kota Yogyakarta. Gudeg jenis ini memiliki ciri khas, yaitu tambahan berupa manggar atau bunga pohon kelapa yang masih muda. Dua varian gudeg lainnya adalah gudeg mercon dan gudeg ceker.

    Sejarah singkat gudeg dapat ditelaah balik menuju abad ke-16. Para prajurit yang kelelahan di Hutan Mataram memasak nangka muda dan santan dalam sebuah wadah yang besar. Adonan itu diaduk menggunakan sebuah dayung besar. Pada mulanya nama gudeg adalah hangudek yang berarti mengaduk. Awalnya gudeg hanya populer di kalangan tentara saja, namun lambat laun jenis makanan ini tersebar luas di masyarakat karena rasanya yang manis. Sampai saat ini orang Jogja sering disebut sebagai pecinta makanan manis, hal ini tidak lain tidak bukan karena gudeg adalah makanan yang sering mereka konsumsi sejak kecil. Saat ini gudeg masih eksis di seluruh penjuru kota Yogyakarta. Bahkan, saking melegendanya gudeg, Kota Yogyakarta sering juga disebut sebagai Kota Gudeg.

    Diantara beberapa penjual gudeg yang legendaris di Yogyakarta adalah Gudeg Yu Djum, Gudeg Mbah Lindu (yang disebut sebagai gudeg tertua di Yogyakarta), dan Gudeg Mercon Bu Tinah. Tentunya masih banyak lagi warung-warung yang menawarkan gudeg dengan cita rasa khasnya masing-masing di seluruh sudut Kota Gudeg ini.

    Bulat, lembut, manis, dan menjadi buruan orang-orang yang berkunjung ke Kota Yogyakarta, ya, itulah bakpia. Bakpia adalah sejenis kue berbentuk bulat kecil berisikan kacang hijau. Makanan ini dapat dijumpai hampir di setiap toko oleh-oleh khas Yogyakarta. Bakpia Yogyakarta memiliki varian rasa yang sangat beragam, mulai dari cokelat, kopi, kacang hijau, ketela ungu, durian, keju, dan seterusnya.

    Jika ditinjau dari sisi sejarah, bakpia pertama kali ditemukan pada tahun 1940, ketika seorang China bernama Kwik Sun Kwok menyewa sebidang tanah dan membuat kue berisikan daging babi dan menggunakan minyak babi. Lama kelamaan bakpia diubah dengan menggunakan tepung terigu dan isian kacang hijau berikut gula. Sejak saat itu, bakpia mulai terkenal di Yogyakarta. Salah satu merk bakpia paling terkenal saat ini adalah Bakpia Pathuk. Pernahkah para pembaca penasaran mengapa penomoran toko bakpia itu seperti tidak beraturan? Di ujung jalan ditemukan nomor 75, di bagian tengah terdapat nomor 25 dan seterusnya. Hal ini lantaran para pedagang dahulu masih belum memahami bagaimana cara pemasaran yang baik sehingga mereka mengambil nomor-nomor tersebut dari nomor rumah mereka.

    Saat ini, bakpia tersebar di seluruh wilayah Yogyakarta. Hampir setiap toko oleh-oleh menyediakan makanan khas Yogyakarta ini. Rasanya juga kurang afdal apabila kita berkunjung ke Yogyakarta namun tidak membeli bakpia sebagai oleh-olehnya. Di Yogyakarta sendiri terdapat beberapa toko bakpia yang direkomendasika, seperti Bakpia Pathuk, Bakpia Glagahsari, dan Bakpia Kurniasari.

    Selain beragam jenis makanan unik, Kota Pelajar juga memiliki segudang minuman yang khas dan patut dicoba jika berkunjung ke Yogyakarta. Rasanya ada yang kurang jika menyambangi Yogyakarta, namun tidak mencicipi hangatnya wedang ronde atau nyentriknya kopi arang.

    Wedang ronde adalah minuman khas kota Yogyakarta. Biasanya, minuman ini akan dijual di tempat-tempat bersuhu dingin, seperti di puncak bukit atau lereng gunung. Wedang ronde biasanya dijual oleh para pedagang dengan gerobak, di angkringan-angkringan ataupun dijajakan dengan berkeliling. Minuman ini memiliki rasa hangat karena bahan jahe yang terdapat di dalamnya. Selain itu, salah satu keunikan wedang ronde adalah adanya kue berwarna-warni bulat yang kenyal dan berisikan kacang tanah di tengah minuman.

    Ronde sendiri berasal dari bahasa Belanda “rond” yang bermakna bulat, kemudian ditambahi imbuhan “dje” sebagai penanda jamak, sehingga disebut “rondje”. Namun karena lidah orang Indonesia, maka lama-kelamaan namanya berubah menjadi wedang ronde. Minuman ini paling banyak ditemukan di Kota Yogyakarta dan Semarang. Jika Kopmania berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa untuk setidaknya mencicipinya.

    Jika dunia internasional sudah mengenal sate ayam dalam bidang makanan, maka kopi aranglah yang menjadi wakil dari minuman-minuman Indonesia. Dari namanya saja, kopi ini pasti terkesan nyeleneh di pikiran para pembaca. Bagaimana mungkin, arang, yang merupakan bahan bakar dicampurkan pada suatu minuman? Namun nyatanya,  kopi ini ada dan bahkan sudah mendunia. Bagi dunia luar, kopi ini dikenal dengan nama the charcoal coffee, sedangkan di Yogyakarta sendiri, selain kopi arang, kopi ini dikenal dengan nama kopi joss.

    Kopi ini ditawarkan di warung-warung yang berlokasi di sekitar Stasiun Tugu Yogyakarta dengan harga yang relatif murah, yaitu Rp. 5.000,00. Kopi ini dibuat langsung oleh penjualnya dari biji kopi pilihan yang didatangkan dari wilayah Klaten, Jawa Tengah. Kopi yang telah diseduh kemudian diberikan arang yang telah dibersihkan dan masih menyala pada bagian atas kopi. Usut punya usut, arang yang dipergunakan memiliki manfaat untuk mengikat racun. Arang ini adalah jenis arang yang terbuat dari kayu sambi. Nah, jangan lupa untuk mencobanya ya Kopmania!

    Yogyakarta menyimpan beragam kuliner yang menarik untuk dibahas dan dicoba. Empat contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari khazanah perkulineran Yogyakarta. Hal ini perlu dilestarikan karena berfungsi sebagai identitas khas Yogyakarta. Salah satu cara membantu pelestariannya adalah dengan membelinya dari para pedagang, menuliskan reviewnya di internet, dan berbagai hal lainnya. Panjang hidup cita rasa khas Indonesia!

  • Koperasi “Kopma UGM” Adakan Dikorg ke-29

    Yogyakarta–Koperasi “Kopma UGM”kembali mengadakan Pendidikan Organisasi (Dikorg) ke-29 bertempat di Wisma Satunama pada 5–6 Desember 2015 dengan mengangkat teman “The Secret of Puzzle”. Acara ini diadakan bagi anggota koperasi yang telah mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) serta kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta.

    Acara dimulai pukul 06.00 WIB pada hari pertama, rombongan berangkat dari Koperasi “Kopma” UGM” menuju lokasi pada pukul 07.30. Materi yang disampaikan adalah Manajemen Organisasi oleh Andrianto Maulana, Leadership oleh Akhmad Mudhakir, Manajemen Konflik oleh Jazaul Hasanah, Manajemen Komunikasi oleh AkhmadFaqihudin. Setelah semua materi disampaikan, materiterakhir yang disampaikan adalah materi Life Plan dari anggota gugus Trainer Community (TC), Siti Ema Atika. Acara kemudian dilanjutkan dengan pensi dari setiap kelompok. Pertunjukan yang ditampilkan antara lain: puisi berantai, drama musikal, tebak angka, karaoke dan lagu berantai. Penghujung kegiatan pada hari itu adalah Heart to Heart (HTH) oleh staf PSDA yang berakhir pada pukul 22.30 WIB.

    Acara hari kedua dimulai pukul 06.00 WIB, peserta berkumpul di ruang Aula Wisma Satunama untu ksarapan pagi. Acara selanjutnya adalah outbond yang diisi oleh para punggawa TC, outbond berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Seusai outbond, peserta kemudian mandi dan berbenah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan siang di ruang Aula. Agenda terakhir adalah pengumuman panitia Dikorg ke-30, pembagian hadiah dan pengumuman putra-putri Dikorg, yang terpilih adalah Reza sebagai putra Dikorg dan Sanela sebagai putri Dikorg.

  • |

    Belanja Baju Murah, Bahaya untuk Lingkungan?

    Pada zaman sekarang, siapa, sih, yang gak pernah berburu baju murah? Semua orang pasti menginginkan untuk tampil lebih perecaya diri dengan outfit yang sedang trend di media sosial. Tidak heran, banyak anak muda zaman sekarang semakin konsumtif untuk membeli pakaian baru hampir setiap minggu agar dapat mengikuti perkembangan trend dan dapat berfoto cantik di tempat yang aesthethic demi memenuhi kebutuhan konten. Apalagi, pola belanja semacam ini sekarang sangat terfasilitasi dengan adanya perkembangan teknologi. Berburu baju murah bukan lagi hal yang sulit karena dapat dilakukan hanya dengan layar handphone saja. Potongan harga besar-besaran dan gratis ongkos kirim (ongkir) yang menggiurkan juga dapat diperoleh ketika berburu pakaian melalui pasar daring atau E-commerce, misalnya Shopee. Dengan adanya kemudahan tersebut, konsumen tidak perlu repot untuk pergi ke toko secara langsung karena kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan sudah dapat ditemui di toko daring.

    Pernahkan muncul pertanyaan, kok bisa, sih, toko-toko online menjual pakaian dengan harga yang jauh lebih murah daripada di toko offline? Kondisi ini dinamankan fast fashion yaitu konveksi menyediakan pakaian murah dengan jumlah yang sangat besar untuk memenuhi pola belanja masyarakat yang sangat dinamis. Kemunculan fast fashion mendukung gaya hidup konsumtif karena harganya yang relatif lebih murah dibandingkan pakaian rancangan langsung dari desainer. Selain itu, konsumen menjadi tidak dapat mengontrol kebutuhan dan pengeluarannya dalam pembelian pakaian, khususnya secara daring. Namun, kemudahan ini tidak sealamanya mendatangkan dampak yang positif bagi konsumen dan lingkungan, justru dapat mendatangkan malapetaka bagi lingkungan.

    Apa dampaknya? Dampak yang terjadi adalah pencemaran lingkungan yang sangat masif, bahkan fast fashion menjadi salah satu akibat pemanasan global paling signifikan di masa sekarang. Hal ini terjadi karena kualitas bahan baku dan proses pembuatan produk yang buruk, itulah mengapa barang-barang murah yang dibeli dari E-commerce tidak akan bertahan lama dan hanya bagus di awal saja. Warna-warna cerah, motif, dan tekstur kain yang menjadi daya tarik industri fashion diperoleh dari bahan kimia beracun yang dapat mencemari air. Selain itu, bahan baku kain yang digunakan biasanya adalah kain berbahan dasar petrokimia seperti poliester dan sintetis dengan pertimbangan harga yang sangat murah. Sayangnya, ketika baju dicuci, kain poliester akan melepaskan microfiber (microplastic) yang akan larut dalam air bekas cucian dan kemudian mencemari berbagai macam tempat yang dilewati air tersebut. Fast fashion juga menghasilkan emisi karbon dalam proses produksi dan distribusinya. Misalnya, distribusi bahan mentah antar negara dan distribusi pakaian yang sudah jadi ke seluruh penjuru dunia dengan kapal yang kemudian dikirim ke pengecer melalui truk dan kereta api. Proses tersebut dilakukan hampir setiap waktu sehingga dapat dibayangkan betapa banyak emisi gas yang terjadi.

    Lalu bagaimana solusinya? Solusi yang tepat adalah dengan menghentikan budaya membeli pakaian yang konsumtif. Kegiatan konsumsi pakaian haruslah dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dan tidak hanya untuk mengikuti trend belaka. Pembalian pakaian lebih disarankan untuk membeli dengan kualitas tinggi sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama dan tidak menyebabkan dampak lingkungan yang buruk atau disebut slow fashion, misalnya membeli kemeja flanel yang berbahan dasar 100% katun organik. Memang, harganya akan jauh lebih tinggi dalam satu kali pembelian, tetapi apa bedanya dengan mengeluarkan sedikit uang dalam frekuensi yang sering? Maka dari itu, ayo kita sama-sama hentikan industri fast fashion dan lebih bijak dalam berbelanja.

  • | |

    5 Kegiatan Ini Buat Liburan Semestermu Jadi Lebih Seru

    Sumber: istockphoto.com

    Liburan semester sudah di depan mata. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa dan pelajar setelah belajar keras selama satu semester. Apakah ujian akhir semester sudah terselesaikan semua dengan baik? Kalau sudah, inilah saatnya bagi kamu untuk merencanakan kegiatan semasa liburan panjangmu. Akan ada banyak hal yang dapat dilakukan selama liburan. Berikut 5 kegiatan keren untuk isi liburanmu.

    Streaming dan Maraton Film
    Menonton film merupakan salah satu kegiatan yang paling digemari akhir-akhir ini. Apalagi saat ini banyak film dan drama terbaru yang tayang di situs streaming online. Akses ke website atau platform tersebut sangat mudah walaupun mesti membayar dahulu perbulannya. Namun, jangan sampai kita menikmati karya orang lain dengan menonton bajakannya di situs ilegal.

    Mengasah skill
    Kegiatan ini sangat populer di generasi Z. Banyak sekali di antara mereka mengambil kelas-kelas non akademik untuk menunjang karir mereka di masa depan. Selain itu, tuntutan perkembangan teknologi yang pesat, membuat kebanyakan orang ingin terus mengasah kemampuan mereka agar tidak tertinggal. Nah, bagi kalian yang ingin liburan dengan produktif, mempelajari kemampuan baru dapat menjadi rekomendasi kegiatan liburan untuk kamu.

    Menekuni hobi
    Apakah kamu masih ingat tentang hal yang suka kalian lakukan sewaktu kecil atau bertahun-tahun yang lalu? Mungkin, di momen liburan ini, kalian dapat kembali menjalani hobi kalian untuk mengisi waktu luang. Melakukan aktivitas yang kita sukai dapat menghilangkan kejenuhan akibat aktivitas sehari-hari yang monoton. Siapa tahu hobi kalian dapat menghasilkan ide-ide baru dan mendatangkan rezeki.

    Mencoba hal-hal baru
    Kalau kamu adalah orang yang menyukai tantangan, rencana kegiatan liburan ini cocok untukmu. Kamu bisa melakukan hal-hal yang belum pernah kamu lakukan. Dengan ini, pengalamanmu akan bertambah dan semakin terbuka kesempatan-kesempatan untuk lebih berkembang.

    Travelling
    Bepergian menjadi salah satu cara untuk melepas penat. Selain itu, travelling membuat kita menjadi lebih percaya diri karena secara tidak langsung kita harus berhadapan dengan orang asing dan suasana baru. Tidak melulu memerlukan biaya besar. Bagi pemula, kalian dapat mencoba travelling ke tempat-tempat di sekitar kota kalian atau di kota terdekat.

    Nah, setelah membaca artikel ini kalian pasti sudah tahu akan merencanakan liburan seperti apa. Jangan hanya rebahan saja, ya! Yuk, kita buat liburan semester kali ini jadi berkesan!