GCK Berbagi Nasi Bungkus untuk Berbuka

Yogyakarta , KOPMA UGM – dalam rangka memperingati bulan Ramadhan, Gugus komunitas Gerakan Cinta Koperasi (GCK) Koperasi “Kopma UGM” telah mengadakan kegiatan bakti sosial bertemakan ‘GCK Berbagi’ dalam bentuk berbagi nasi bungkus untuk berbuka pada Kamis (24/6) dan Minggu (28/6). Disebutkan oleh penyelenggara acara bahwa target pembagian nasi bungkus ini ialah mereka yang membutuhkan seperti para pengayuh becak, penyapu jalan, pengemis dan lain sebagainya. Maka pada waktu yang telah ditentukan, nasi bungkus dibagikan pada 4 titik yang berbeda yaitu sekitar bundaran UGM, perempatan Mirota Kampus (Jl. C. Simanjuntak) hingga Blimbingsari, Sleman (Jl. Prof. DR. Sardjito), titik 0 km dan sekitar perempatan Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM (Jl. Persatuan). Sebelumnya, dalam rangka pengumpulan dana, penyelenggara juga mengadakan donasi terbuka dalam bentuk kotak amal serta pengiriman sumbangan melalui rekening.

“Selain dalam rangka perealisasian program kerja GCK pada bulan Ramadhan, acara ini juga ditujukan untuk mengembangkan jiwa sosial para anggota. Oleh karena itu, sebelumnya kami mengadakan donasi terbuka bagi seluruh anggota, pada saat pembagian dilakukan pun kami tidak menutup kesempatan bagi anggota di luar GCK yang ingin ikut membantu pelaksanaan acara ini.” ungkap Novi Isnaeni selaku salah satu penyelenggara acara. (Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM”)

Similar Posts

  • |

    Jangan Sampai Menyesal, Simak 6 Tips Survive di Dunia Perkuliahan

    Foto beberapa mahasiswa sedang berdiskusi (Vecteezy.com)

    Di tengah hiruk pikuk tes masuk perguruan tinggi, siswa SMA tingkat akhir disibukkan dengan kegiatan belajar dan kursus agar dapat tembus ke universitas yang diinginkan. Sebagian dari mereka yang sudah diterima juga direpotkan oleh urusan administrasi kampus, persiapan orientasi, hingga mencari kost baru. Kesibukan ini membuat mereka terlena. Akhirnya pada saat masuk kuliah, ada hal yang membuat mereka kaget akan transisi tahap kehidupan ini. Kehidupan kuliah tentunya sangat berbeda dengan masa-masa di sekolah. Agar masa kuliah kalian tidak sia-sia, perhatikan tips survive di dunia perkuliahan khusus untuk mahasiswa baru.

    Eksplor pengetahuan dan perbanyak membaca
    Ilmu tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh dosen dan kumpulan dokumen presentasi, namun kita bisa mencari pengetahuan baru melalui sumber lainnya. Bahan bacaan seperti buku, artikel, jurnal yang berhubungan dengan mata kuliah yang sedang dipelajari juga menunjang pembelajaran. Selain beberapa sumber di atas, membaca berita juga bermanfaat bagi mahasiswa. Tidak hanya menambah pengetahuan, namun juga dapat membuat kita menjadi lebih terbuka dan kritis. Semakin banyak membaca, wawasan yang kita dapat semakin berlimpah.

    Be productive!
    Tidak ada salahnya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang – kuliah pulang). Akan lebih baik jika waktu luang yang kita miliki digunakan untuk melakukan sesuatu yang bernilai. Contohnya seperti me-review pelajaran, membaca buku, mengembangkan hobi, mempelajari hal baru, dll. Tidak hanya seputar akademik, menjadi produktif juga dapat dimulai dengan hal yang ringan. Membersihkan rumah dan mengurangi penggunaan sosial media dapat dilakukan sebagai langkah kecil untuk memulai hidup produktif.

    Manfaatkan kesempatan yang ada
    Apakah kalian pernah mendapatkan tawaran untuk mengerjakan suatu proyek? Sering melihat banyak poster-poster beasiswa maupun perlombaan? Atau beberapa kali iseng membaca selebaran informasi lowongan pekerjaan? Jangan dianggap sepele dahulu! Kesempatan-kesempatan seperti ini bisa kalian manfaatkan untuk mendapatkan pengalaman baru. Memang terkadang kita merasa minder dengan kemampuan yang kita miliki. Tetapi, kita tidak akan pernah tahu kalau kita belum mencoba hal baru tersebut. Hal ini dapat menjadi langkah awal dalam upgrade diri.

    Perluas relasi
    Di dunia perkuliahan kita memang dituntut untuk memperluas relasi. Awalnya mungkin cukup sulit untuk memulai, namun kita bisa mengawalinya dengan menjadi anggota suatu organisasi. Secara otomatis, kita memiliki kenalan baru dari berbagai latar belakang. Tidak terbatas pada kegiatan kampus, kita bisa bergabung dengan komunitas dan mengikuti kegiatan sosial yang berada di luar kampus. Tentu saja relasi kita menjadi lebih beragam dari segi usia dan profesi.

    Pelajari keterampilan non akademik
    Banyak orang mengatakan bahwa ilmu yang pelajari saat kuliah tidak banyak digunakan saat di dunia kerja. Untuk jurusan tertentu, mungkin hal ini relevan. Tentu saja tidak semua mata kuliah yang dipelajari akan sesuai dengan pekerjaan di masa mendatang. Di dunia kerja, ilmu dari kuliah tadi akan berkolaborasi dengan cabang ilmu lainnya. Jadi, akan lebih baik apabila kita mempelajari ilmu non akademik yang berbeda dengan jurusan kita. Mengingat kebutuhan pekerjaan pada zaman ini begitu kompleks dan membutuhkan banyak keterampilan, kita bisa mempelajari hal-hal baru sesuai dengan perkembangan zaman. Misalnya, di era digital ini kita dapat mempelajari pemasaran digital, desain grafis, dll.

    Manfaatkan fasilitas kampus
    Tentunya kita akan merasa sayang dengan biaya kuliah yang tidak sebanding dengan fasilitas yang kita dapat. Mungkin ini saatnya bagi kalian untuk mengeksplor kampus. Kalian dapat menggunakan fasilitas layanan internet gratis, peminjaman buku dan akses karya ilmiah, maupun sarana penunjang lainnya yang dapat diakses secara bebas. Selain itu, bergabung organisasi dan mengikuti perlombaan juga disarankan. Melalui kegiatan ini, tanpa disadari kalian akan mendapatkan banyak benefit.

  • |

    Tips Aman Belanja Online: Jadilah Pembeli Cerdas!

    Kondisi pandemi yang tak kunjung usai membuat kita terpaksa harus mengurungkan niat untuk pergi kemana-mana, termasuk ke pusat perbelanjaan. Kita hanya diperbolehkan keluar rumah karena kebutuhan mendesak saja. Berhubung situasi yang belum kondusif ini, banyak orang semakin akrab dengan fenomena belanja online untuk memenuhi perlengkapan rumah atau sekadar menghalau kejenuhan dengan membeli barang-barang pemuas pribadi. Sebenarnya, belanja online sangat menguntungkan bagi konsumen karena prosesnya yang mudah dan praktis. Orang-orang dapat membeli perabot rumah tangga, berbagai jenis makanan dan minuman, pakaian, dan make-up hanya dengan mengoperasikan gawai mereka yang sudah tersambung dengan internet. Setelah itu, mereka tinggal duduk manis dan menunggu barang datang ke rumah. Namun, dengan teknologi yang semakin canggih, banyak pihak atau oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan fenomena belanja online untuk melakukan tindak kejahatan. Mulai dari menjual produk palsu hingga penipuan barang yang tak sampai ke pembeli, padahal uang sudah melayang. Untuk meminimalisasi kemungkinan buruk terjadi, berikut ini terdapat tips aman dan nyaman belanja online.

    1. Pilih situs belanja online yang aman dan terpercaya

    Ketika kita memutuskan untuk berbelanja online, hal yang paling utama untuk dihindari adalah sikap gegabah. Sekarang ini banyak sekali situs jual-beli online yang menjual berbagai macam produk, terutama di Instagram dan Facebook. Jangan sampai kita langsung tertarik dengan online shop yang memiliki banyak followers tetapi tidak sebanding dengan testimoni pembeli. Alangkah lebih baik jika kita melakukan riset terlebih dahulu untuk memastikan apakah situs web yang kita gunakan terpercaya atau tidak. Cek keamanan situs dengan mencari berbagai info mengenai web mana saja yang aman. Selalu periksa kontak yang terhubung dan hubungi nomor penjual jika membeli produk di situs web yang kurang familiar. Pastikan juga testimoni yang ditampilkan asli bukan hasil rekayasa. Situs belanja online terpercaya biasanya sudah dilengkapi metode perlindungan yang terjamin keamanannya. Namun, lebih aman lagi apabila kita berbelanja di marketplace. Situs marketplace populer seperti Shopee, Lazada, Tokopedia memberi kepercayaan yang tinggi kepada konsumen agar terhindar dari penipuan. Ketika kita melakukan transaksi pembayaran, uang akan ditahan pihak marketplace hingga pesanan sampai.

    1. Baca kebijakan situs belanja online

    Poin kedua ini sangat penting dilakukan sebelum memulai belanja. Ketika membuka situs belanja online, biasanya kita akan disuguhkan “syarat dan ketentuan” terlebih dahulu. Seringkali rasa malas membaca membuat kita lebih suka memencet “ya, saya setuju” langsung. Padahal, dengan menyimak peraturan online shop tersebut kita dapat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Misalnya, ketika barang yang sampai tidak sesuai pesanan atau produk mengalami cacat, kita sudah tahu bagaimana prosedur pengembalian ataupun penukaran barang. Perhatikan juga bagaimana situs tersebut menjaga data pribadi yang kita gunakan. Jangan sampai ada poin yang menyebutkan bahwa pengelola situs web berhak memberikan data pribadi kita ke pihak lain. Pastikan situs belanja online yang kita gunakan memberikan kebijakan mengenai standar pelayanan, pengaduan konsumen, keamanan data diri, dan sebagainya yang bersifat pokok.

    1. Pastikan toko memiliki reputasi baik

    Meskipun sudah berselancar di situs belanja online terpercaya, tetap perhatikan reputasi toko yang menjual produk. Persaingan awal para seller adalah menggunakan gambar produk yang bagus dan mencolok sehingga siapapun yang melihat akan tertarik. Saking terpukaunya, ada yang sampai lupa mengecek apakah kualitas gambar sama dengan kualitas produk. Kasus seperti ini sering terjadi apalagi untuk pemula. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ada baiknya kita mengetahui seberapa tinggi rating (biasanya berbentuk logo bintang) toko yang diberikan konsumen dan seberapa banyak produk yang telah laku terjual. Semakin tinggi rating dan semakin banyak produk terjual menandakan bahwa toko tersebut memiliki reputasi baik yang laris dikunjungi pembeli. Cermati juga pada kolom review, biasanya konsumen akan memberikan komentar terhadap produk beserta gambar aslinya. Pastikan toko tersebut menerima banyak review positif dan perhatikan bagaimana seller menanggapi keluhan konsumen. Apabila banyak komentar yang mengecewakan, sebaiknya kita mencari toko lain saja.

    1. Cermati deskripsi produk

    Karena kita tidak dapat melihat kondisi fisik produk secara langsung, maka penting untuk mencermati deskripsi produk terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli. Baca informasi mengenai bahan, warna, ukuran, dan detail produk secara teliti agar tidak melenceng jauh dari ekspektasi ketika produk sampai. Apabila masih ada yang mengganjal dan kurang jelas, jangan malu untuk bertanya lebih lanjut kepada seller atau kontak yang terhubung. Pastikan juga kualitas produk sesuai dengan harga. Banyak online shop yang menawarkan produk bermerek dengan harga yang murah. Kita harus hati-hati dengan penawaran tersebut karena bisa jadi mereka menjual barang palsu (bukan merek asli). Serupa tapi tak sama, lakukan survei harga produk yang hendak dibeli. Logikanya, kalau harga murah tidak mungkin kualitas tinggi, dan sebaliknya. Jangan sampai karena penawaran terlalu menggiurkan menjadikan kita terburu-buru untuk melakukan transaksi. Ketika seller sangat pintar melontarkan rayuan, kita sebagai pembeli juga harus cerdas menanggapi. Jangan mudah termakan rayuan palsu online shop semacam itu.

    Tips-tips tersebut adalah langkah dasar yang perlu kita perhatikan agar tetap aman berbelanja online. Perkembangan teknologi yang semakin canggih menuntut kita untuk pintar memilih dan memilah informasi yang akurat. Dengan kemudahan belanja online, sepatutnya kita mewaspadai informasi-informasi yang mencurigakan. Ada uang ada barang, ada harga ada kualitas. Jadilah pembeli yang cerdas dalam melakukan transaksi online. Jangan sampai kelalaian kita berakibat pada kekecewaan.

    – Whafir Pramesty

    (Sumber foto: id.pinterest.com)

  • |

    WASPADA! MODUS PENIPUAN BERKEDOK KOPERASI

    Sumber gambar sampul : m.industry.co.id

     

    Secara etimologis, koperasi berarti bekerja sama. Menurut undang-undang nomor 25 tahun 1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Sebagaimana kita ketahui bersama, Bapak Koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta. Menurut beliau, koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya koperasi adalah usaha yang dijalankan bersama dengan tujuan memperbaiki ekonomi. Tentu saja sangat menarik, bukan? Namun, apa yang terjadi apabila koperasi ini dijadikan modus operandi oleh sebagian orang untuk menarik keuntungan dengan cara yang tidak benar? Jawabannya hanya satu, ya, benar : MENGERIKAN!

    Perkembangan teknologi yang begitu pesatnya pada abad 21 memberikan dampak positif maupun negatif bagi dunia ekonomi. Dampak positif yang begitu banyak ternyata disertai juga dengan dampak negatif. Di antara dampak positif dari perkembangan teknologi di bidang ekonomi adalah terbukanya lowongan pekerjaan yang baru, meningkatnya produktivitas, lancarnya komunikasi, mudahnya transaksi dan seterusnya. Dampak negatifnya yang paling menonjol adalah penipuan berbasis online. Koperasi sebagai salah satu sistem usaha namanya turut tercemar akan hal ini.

    Agar terhindar dari penipuan ini, sudah seharusnya kita memahami dan mengetahui ciri-ciri dari koperasi ilegal yang banyak beroperasi belakangan ini. Berikut adalah ciri-cirinya.

    1. Hasil Timbal Balik Yang Tidak Rasional

    Koperasi ilegal biasanya akan menawarkan hasil timbal balik yang begitu besar. Orang-orang yang sedang terhimpit masalah ekonomi tentu saja mudah sekali tergiur hal semacam ini. Tanpa pikir panjang mereka langsung memberikan investasinya tanpa mengetahui belati yang siap menikam di baliknya. Bukannya keuntungan yang diperoleh, kerugianlah yang didapat.

           2. Tidak Terdaftar Secara Legal

    Koperasi yang ilegal pastinya tidak memiliki badan hukum dan tidak tercantum dalam daftar koperasi milik Kementerian Koperasi dan UKM. Hal ini sangatlah berbahaya dan perlu diwaspadai. Berdasarkan data, pada tahun 2019, terdeteksi 153 Koperasi Simpan Pinjam ilegal (data Kemenkop dan UKM).

    3. Menjanjikan Klaim Tanpa Risiko

    Dengan adanya iming-iming klaim tanpa risiko, sudah mengindikasikan adanya hal yang tidak beres. Bagaimanapun juga, yang namanya investasi tetap memiliki risiko baik besar maupun kecil.

            4. Memberikan Pinjaman Kepada Non-Anggota

    Koperasi ilegal sering sekali memberikan pinjaman kepada orang non-anggota tanpa proses seleksi atau scoring. Kemudian pihak koperasi ilegal ini akan memberikan biaya jasa pinjaman yang besar. Apabila si peminjam tidak dapat membayarnya tepat waktu, maka informasi pribadinya sangatlah mungkin dibocorkan.

    Lalu bagaimanakah solusinya? Terdapat beberapa cara agar kita terselamatkan dari penipuan semacam ini.

    1.  Melakukan Riset Mengenai Koperasi Terkait

    Ini adalah cara paling ampuh untuk mengetahui apakah suatu koperasi benar-benar sebuah koperasi yang legal atau sekedar akal-akalan pihak yang bermaksud jahat. Kita dapat mengetahuinya melalui web http://nik.depkop.go.id/. Koperasi yang legal pastilah tercatat  lengkap dengan data-data seperti nomor badan hukumnya, tanggal badan hukum, alamat, nomor induk koperasi (NIK), dan sertifikat.

            2. Memperhatikan Ciri-Ciri Koperasi Tersebut

    Cara yang kedua adalah dengan memperhatikan apakah koperasi tersebut memiliki beberapa ciri koperasi ilegal sebagaimana telah disebutkan di atas. Lakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

    Lalu apa yang harus kita lakukan apabila menemukan koperasi ilegal? Di bawah ini tuntunan pelaporan koperasi ilegal kepada pihak yang berwajib.

    1. Masuk laman www.lapor.go.id
    2. Tuliskan instansi tujuan : Kementerian Koperasi dan UKM
    3. Isi data dan berikan bukti yang mendukung
    4. Submit laporan.

    Nah itulah sekelumit mengenai koperasi ilegal atau “bodong” di Indonesia. Semoga Kopmania terhindar dari koperasi-koperasi yang tidak legal. Kita berharap dunia perkoperasian Indonesia dapat lepas dari stigma-stigma buruk dan menunjukkan jati dirinya yang asli. “Ada bagian tubuh yang tak bisa kita lihat tanpa bantuan cermin. Ada sudut pandang yang tak bisa kita pahami tanpa ketelitian telaah Saudara” (Salim A.Fillah, penulis).

     

  • Gathering FKKMI Regional Yogyakarta

    Yogyakarta-Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) Regional Yogyakarta mengadakan acara gathering pada kamis (5/11) di Koperasi “Kopma UGM”. Agenda rutin ini bertujuan sebagai media sharing dan menjalin silaturahmi antarkoperasi mahasiswa. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari koperasi-koperasi mahasiswa yang berada di regional Yogyakarta diantaranya adalah Kopma FE UII, Kopma UMY, Kopma Akprind, Kopma UPY, Kopma UIN Sunan Kalijaga, Kopma UPY, dan lain-lain.

    Acara dimulai sekitar pukul 11.00 WIB yang dipimpin oleh Sekjen FKKMI Regional Yogyakarta, M. Fajri Saptaji.  Tema pembahasan dalam acara ini mengenai seputar hasil Konferensi ICA-AP 2015 yang diadakan di Bangkok. Pada acara Konferensi ICA-AP tersebut, hanya beberapa Kopma Regional Yogyakarta yang menghadiri, diantaranya Kopma UGM dan Kopma UIN Sunan Kalijaga. Dalam acara ini, para delegasi yang menghadiri Konferensi tersebut berbagi pengalaman dan ilmu yang didapatkan. Para peserta pun terlihat antusias dalam diskusi tersebut. Apalagi saat pembahasan mengenai perbedaan bentuk dan sistem koperasi mahasiswa di Indonesia dan di luar negeri.

    Tak hanya itu, dalam acara ini dibahas pula mengenai agenda FKKMI Regional Yogyakarta ke depan, yakni pelaksanaan Musyawarah Wilayah untuk melaksanakan pergantian pengurus, pelatihan pengawas, dan pendampingan acara Diklat Perkoperasian dari perwakilan dinas terkait. Harapannya, melalui acara seperti ini, solidaritas antarkopma dapat terjalin dengan baik sehingga mampu memperkuat gerakan perkoperasian di Indonesia.

  • Uprgrading Pandikorg 27

    CAdeXpfUgAEQdIU.jpg large

    Yogyakarta- Jum’at, 20 Maret 2015, bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 telah menyelenggarakan upragding untuk panitia pendidikan organisasi (dikorg) Koperasi “Kopma UGM” yang ke-27 pada hari Kamis, 19 Maret 2015 di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” pukul 19.00—21.30 WIB dan dihadiri oleh sepuluh orang.

    Menurut Anjar Pramesty selaku staf PSDA Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 mengatakan, “Tujuan dari diselenggrakan upgrading pandikorg 27 adalah untuk meningkatakan team building dalam kepanitian dikorg sehingga harapannya kinerja mereka semakin baik ke depannya.”

    Acara upgrading kali ini diisi dengan tiga game yang dipandu oleh Trainer Community Koperasi ‘Kopma UGM”. Game pertama yang dimainkan adalah seven bomb. Selanjutnya, game kedua yakni menyanyikan lagu yang berjudul Naik Delman. Tujuan dari game kedua ini adalah untuk melatih konsentrasi serta kekompakan panitia pendidikan organisasi ke-27. Terakhir, game ketiga adalah Describing & Guessing.

    Seusai bermain tiga game, acara dilanjutkan dengan penyampaian makna dan filosofi yang terkadung dalam ketiga permainan tersebut hingga pukul 21.30 WIB. Setelah itu peserta dan pemateri berpamitan pulang menuju rumah masing-masing. (Humas Kopma UGM / Rusli Akhmad Junaedi).