Silaturrahmi Koperasi “Kopma UGM”

Yogyakarta – Ikatan yang kuat antara anggota baik yang sudah lulus maupun yang masih menjadi mahasiswa harus terus dijaga. Untuk menjaga ikatan tersebut, Koperasi “Kopma UGM” mengundang anggota, alumni, dan keluarga Koperasi “Kopma UGM” dalam Silaturrahmi Kopma pada Sabtu, 23 Juli 2016, 08.30 WIB-Selesai. Silaturrahmi ini bertempat di Koperasi “Kopma UGM”. Konfirmasikan kehadiranmu paling lambat Kamis, 21 Juli 2016 melalui SMS/WA dengan format:
– Untuk anggota : DAFTAR/ANG/Nama/No.HP lalu kirimkan ke 085641515491 (Zulfa)
– Untuk alumni : DAFTAR/AL/Nama/No.HP lalu kirimkan ke 085729257780 (Fita)

Kami tunggu kehadiran keluarga di rumah kita bersama.

Similar Posts

  • Dekopinwil Jatim Kunjungi Koperasi “Kopma UGM”

    Yogyakarta – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) JawaTimur beserta rombongan mengunjungi Koperasi “Kopma UGM” (26/10). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari model pembanding pengelolaan dan kaderisasi koperasi mahasiswa oleh Dekopinwil Jatim. Agenda pertama adalah diskusi yang bertempat di ruang sidang Koperasi “Kopma UGM”, dilanjutkan dengan mengunjungi divisi usaha Koperasi“Kopma UGM”.

    Agenda diskusi berjalan  lancar dengan antusiasme tinggid ari para peserta rombongan. Hal itu dapat dilihat dari keaktifan mereka dalam mengajukan berbagai pertanyaan khususnya pada bidang pengelolaan bisnis di Koperasi“Kopma UGM”. “Saya merasa senang bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan.” Kata Akhmad Mudhaqir selaku Kabid Bisnis Koperasi“Kopma UGM”. Akhmad menambahkan,“Tercipta suasana yang kondusif pada acara tersebut.” Acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari Koperasi“Kopma UGM” yang diwakili oleh Akhmad Faqihudin selaku Kabid HRD pada Dekopinwil Jatim dan diakhiri dengan mengunjungi  divisi usaha Koperasi “Kopma UGM”.

  • Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional

    Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional (JKMN) merupakan kegiatan rutin tahunan untuk koperasi-koperasi mahasiswa di Indonesia. Pada tahun ini, Universitas Bengkulu berkesempatan menjadi tuan rumah dalam acara tersebut. Acara ini diikuti lebih dari 20 koperasi mahasiswa yang tersebar di seluruh Nusantara. Event ini berlangsung selama lima hari, yakni 1-4 Oktober 2015 yang bertempat di Pantai Panjang dan sekitar Kota Bengkulu.

    Event Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional merupakan event rutin yang diselenggarakan atas kerja sama FKKMI Pusat (Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia) dengan Koperasi Mahasiswa tuan rumah. Sebelumnya JKMN telah diselenggarakan di Kopma UIN Sunan Kalijaga (2014), Kopma UNBRAW dan Kopma UNNES.

    Mengusung tema“Eksplorasi Bumi Rafflesia bersama Kopma Se-Nusantara melalui Event Jambore”,acara ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Hari pertama, diselenggarakan acara Seminar Nasional Young Entrepreneur dengan pembicara, yakni: Ir. Tatik Ariyanti dari Kementrian Koperasi dan UMKM, M.Ridwan  (Wakil Rektor Universitas Bengkulu), dan M. Soleh (Alumnus Universitas Bengkulu). Pada kesempatan ini pula event JKMN resmi dibuka oleh Rektor Universitas Bengkulu. Sebelumnya, pada malam hari para peserta mengikuti acara ramah tamah dengan pihak Universitas Bengkulu terutama Kopma UNIB selaku tuan rumah.

    Adapun perlombaan dalam event tahunan ini adalah lomba cerdas koperasi (LCK), Lomba Kopmaku 15 tahun mendatang, bujang gadis Kopma dan perlombaan-perlombaan lainnya. Lomba Bujang Gadis Kopma merupakan lomba yang ditunggu-tunggu para peserta, di mana para peserta dapat menampilkan seni kebudayaan daerah masing-masing lengkap dengan pakaian adatnya. Patut diapresiasi acara ini sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan daerah dengan peran aktif para mahasiswa.

    Hari kedua, (2/10) diadakan lomba memasak seafood, lomba presentasi Kopmaku 15 tahun mendatang, dan acara Bujang-Gadis pada malam harinya yang diramaikan dengan semarak penampilan kebudayaan dari masing-masing daerah.Pada hari ketiga, acara diawali dengan lomba cipta sampah laut. Dalam lomba ini masing-masing tim menciptakan sebuah karya yang memiliki nilai tepat guna dan ekonomis dengan bahan baku dari sampah laut Bengkulu. Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan penutupan Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional 2015. Minggu (4/10)hari terakhir, para peserta dan rombongan panitia berwisata ke Benteng Forg Marlborough, Rumah Bung Karno, wisata belanja ke Anggut, dan Masjid Jami’. Acara tersebut sekaligus menjadi acara sayonara.

    Dalam acara Jambore kali ini, Koperasi “Kopma UGM” yang diwakili oleh Akhmad Faqihuddin, Noor Suhartono, Windarti Wahdaningrum, dan Woro Imas Pangestiti mendapatkan penghargaan sebagai Juara II Lomba Cerdas Cermat Koperasi. Banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang kami peroleh dalam kegiatan ini. Semoga semangat dan solidaritas  para pemuda pun semakin kuat dalam menggerakkan perkoperasian demi kesejahteraan Indonesia.

  • |

    Jangan Sampai Menyesal, Simak 6 Tips Survive di Dunia Perkuliahan

    Foto beberapa mahasiswa sedang berdiskusi (Vecteezy.com)

    Di tengah hiruk pikuk tes masuk perguruan tinggi, siswa SMA tingkat akhir disibukkan dengan kegiatan belajar dan kursus agar dapat tembus ke universitas yang diinginkan. Sebagian dari mereka yang sudah diterima juga direpotkan oleh urusan administrasi kampus, persiapan orientasi, hingga mencari kost baru. Kesibukan ini membuat mereka terlena. Akhirnya pada saat masuk kuliah, ada hal yang membuat mereka kaget akan transisi tahap kehidupan ini. Kehidupan kuliah tentunya sangat berbeda dengan masa-masa di sekolah. Agar masa kuliah kalian tidak sia-sia, perhatikan tips survive di dunia perkuliahan khusus untuk mahasiswa baru.

    Eksplor pengetahuan dan perbanyak membaca
    Ilmu tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh dosen dan kumpulan dokumen presentasi, namun kita bisa mencari pengetahuan baru melalui sumber lainnya. Bahan bacaan seperti buku, artikel, jurnal yang berhubungan dengan mata kuliah yang sedang dipelajari juga menunjang pembelajaran. Selain beberapa sumber di atas, membaca berita juga bermanfaat bagi mahasiswa. Tidak hanya menambah pengetahuan, namun juga dapat membuat kita menjadi lebih terbuka dan kritis. Semakin banyak membaca, wawasan yang kita dapat semakin berlimpah.

    Be productive!
    Tidak ada salahnya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang – kuliah pulang). Akan lebih baik jika waktu luang yang kita miliki digunakan untuk melakukan sesuatu yang bernilai. Contohnya seperti me-review pelajaran, membaca buku, mengembangkan hobi, mempelajari hal baru, dll. Tidak hanya seputar akademik, menjadi produktif juga dapat dimulai dengan hal yang ringan. Membersihkan rumah dan mengurangi penggunaan sosial media dapat dilakukan sebagai langkah kecil untuk memulai hidup produktif.

    Manfaatkan kesempatan yang ada
    Apakah kalian pernah mendapatkan tawaran untuk mengerjakan suatu proyek? Sering melihat banyak poster-poster beasiswa maupun perlombaan? Atau beberapa kali iseng membaca selebaran informasi lowongan pekerjaan? Jangan dianggap sepele dahulu! Kesempatan-kesempatan seperti ini bisa kalian manfaatkan untuk mendapatkan pengalaman baru. Memang terkadang kita merasa minder dengan kemampuan yang kita miliki. Tetapi, kita tidak akan pernah tahu kalau kita belum mencoba hal baru tersebut. Hal ini dapat menjadi langkah awal dalam upgrade diri.

    Perluas relasi
    Di dunia perkuliahan kita memang dituntut untuk memperluas relasi. Awalnya mungkin cukup sulit untuk memulai, namun kita bisa mengawalinya dengan menjadi anggota suatu organisasi. Secara otomatis, kita memiliki kenalan baru dari berbagai latar belakang. Tidak terbatas pada kegiatan kampus, kita bisa bergabung dengan komunitas dan mengikuti kegiatan sosial yang berada di luar kampus. Tentu saja relasi kita menjadi lebih beragam dari segi usia dan profesi.

    Pelajari keterampilan non akademik
    Banyak orang mengatakan bahwa ilmu yang pelajari saat kuliah tidak banyak digunakan saat di dunia kerja. Untuk jurusan tertentu, mungkin hal ini relevan. Tentu saja tidak semua mata kuliah yang dipelajari akan sesuai dengan pekerjaan di masa mendatang. Di dunia kerja, ilmu dari kuliah tadi akan berkolaborasi dengan cabang ilmu lainnya. Jadi, akan lebih baik apabila kita mempelajari ilmu non akademik yang berbeda dengan jurusan kita. Mengingat kebutuhan pekerjaan pada zaman ini begitu kompleks dan membutuhkan banyak keterampilan, kita bisa mempelajari hal-hal baru sesuai dengan perkembangan zaman. Misalnya, di era digital ini kita dapat mempelajari pemasaran digital, desain grafis, dll.

    Manfaatkan fasilitas kampus
    Tentunya kita akan merasa sayang dengan biaya kuliah yang tidak sebanding dengan fasilitas yang kita dapat. Mungkin ini saatnya bagi kalian untuk mengeksplor kampus. Kalian dapat menggunakan fasilitas layanan internet gratis, peminjaman buku dan akses karya ilmiah, maupun sarana penunjang lainnya yang dapat diakses secara bebas. Selain itu, bergabung organisasi dan mengikuti perlombaan juga disarankan. Melalui kegiatan ini, tanpa disadari kalian akan mendapatkan banyak benefit.

  • |

    Relasi dan Prestasi dalam Lingkup Koperasi “Kopma UGM”

    Yogyakarta, 1 November 2020 — Koperasi “Kopma UGM” sukses menggelar program Sharing Session Gerakan Cinta Koperasi #2 pada Minggu pagi (1/10). Pada kesempatan kedua ini, tema yang diangkat adalah “Relasi, Koperasi, dan Prestasi” yang dibawakan oleh Abimanyu Arya Ramadhan, mahasiswa PWK FT UGM 2017. Berlangsung melalui platform Google Meet, acara dimulai pukul 09.30 WIB.

     

    Acara sharing session ini tidak hanya diisi dengan cerita pengalaman-pengalaman yang dilalui Abimanyu selama di Koperasi “Kopma UGM”, ia juga membahas topik secara teori. Pemaparan materi diawali dengan mengenalkan definisi relasi dan prestasi secara umum. Menurut Abimanyu, relasi adalah hubungan antara satu orang dengan orang lain yang dapat menimbulkan komunikasi di dalamnya. Selain itu, dengan adanya relasi dapat mendatangkan kebermanfaatan di masa mendatang karena adanya hubungan komunikasi yang sudah terjalin baik sebelumnya. “Relasi sangat bernilai positif bagi teman-teman karena memang suatu saat nanti akan mendapatkan manfaatnya atau timbal baliknya baik  teman-teman kepada orang lain atau orang lain kepada teman-teman,” ucapnya.

     

    Sedangkan prestasi dalam KBBI berarti yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Menurut Abimanyu sendiri, prestasi adalah suatu hasil capaian atau penghargaan dari seseorang atau kelompok yang telah berhasil dalam melakukan suatu hal yang menjadi suatu keunggulan dibandingkan yang lain dan dapat membanggakan bagi diri sendiri maupun orang lain. Prestasi tidak hanya diartikan sebagai capaian yang bersimbol, menjadi orang yang bermanfaat dan membanggakan juga merupakan prestasi.

     

    Selanjutnya, Abimanyu menjelaskan bagaimana dirinya membangun relasi dan prestasi dalam lingkup Koperasi “Kopma UGM”. Hal pertama dan utama yang dilakukan adalah niat. Niat sangat penting untuk membentuk komitmen bergabung di suatu organisasi atau kepanitiaan. Kita juga harus mempertimbangkan beberapa kegiatan yang akan diikuti dengan berbagai risiko kedepannya. Kita dapat mengikuti beberapa kegiatan dengan mempertimbangkan manajemen waktu atau hanya mengikuti satu kegiatan sehingga bisa fokus dan tekun. Namun, beberapa orang juga dapat mengikuti beberapa kegiatan dengan manajemen waktu yang baik. Oleh karena itu, segala sesuatu harus dipertimbangkan dengan matang. “Kita harus punya komitmen sebelum masuk suatu organisasi atau kepanitiaan, apakah kita harus mengambil banyak tapi nanti risikonya malah keteteran atau teledor tidak bisa manajemen waktu dengan baik atau kita fokus saja yang sedikit tapi kita benar-benar serius mengikuti, kebetulan saya pilih yang sedikit saja dan ditekuni, sampe sekarang masih jadi anggota Kopma UGM,” tuturnya.

     

    Setelah memiliki niat, langkah selanjutnya adalah mencari informasi mengenai apa saja kegiatan yang ada di Koperasi “Kopma UGM” melalui pengurus koperasi sendiri, kakak tingkat maupun teman yang sudah bergabung. Mengingat beragamnya gugus, komunitas, dan divisi usaha yang ada di Koperasi “Kopma UGM”, kita juga harus bisa memilih sesuai minat dan kemampuan yang dimiliki. “Sangat bagus sekali ya menggali informasi sedalam-dalamnya, memang kita dituntut mencari informasi jangan menunggu informasi nanti kita yang ketinggalan dan coba dengan informasi itu sesuaikan dengan minat dan kemampuan kira-kira mau masuk yang mana, kalau ragu dipertimbangkan lagi,” ungkap Abimanyu.

     

    Setelah cocok dengan kegiatan yang diikuti, cobalah mencari teman dengan mencoba kenalan dan berkomunikasi dengan baik. Kita harus mencoba memberanikan diri untuk memulai percakapan karena ini merupakan momen penting untuk memulai mencari relasi, baik seangkatan, adik tingkat, maupun kakak tingkat. Relasi bermula dari perkenalan, dari perkenalan kita akan membangun percakapan dan hubungan. Bisa dipraktikkan ketika ada pertemuan, kita dapat memulai membuka obrolan terlebih dahulu. Manfaatkan kesempatan untuk mengenali orang di sekitar kita untuk membangun relasi. “Jangan menunggu orang lain memulai karena nanti akan ketinggalan atau terlewat kesempatan yang sangat baik, jadi usahakan kalau ada temuan di awal kepanitiaan atau organisasi coba kenali orang di samping kanan kirinya, dengan itu nanti akan mulai mengenal dan suatu saat bisa terus berkomunikasi dan terjalin relasi,” ungkap Abimanyu.

     

    Selanjutnya adalah mencoba memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi baik individu maupun kelompok, terutama dalam perlombaan antar-koperasi mahasiswa. Ketika kita bergabung di Koperasi “Kopma UGM”, banyak sekali perlombaan yang dapat diikuti. Kita harus memberanikan diri keluar dari zona nyaman untuk mengejar prestasi dan relasi. Gagal bukan masalah, justru akan mendorong kita untuk lebih matang mengikuti perlombaan selanjutnya. “Kebetulan dulu saya ikut, dan pertama kali ikut seleksi itu gagal, berikutnya mencoba seleksi dengan persiapan yang lebih matang, awal-awal coba memang perlu, kalau tidak berani mencoba bakal ketinggalan kesempatan yang bagus,” ungkap Abimanyu. “Gagal sekali, dua kali, tiga kali, gak masalah, yang penting coba terus, itu untuk kita keluar dari zona nyaman dan mendapatkan prestasi tersebut,” imbuhnya.

     

    Setelah itu, Abimanyu berbagi pengalaman mengenai kepanitiaan dan prestasi yang diperoleh dari bergabung di Koperasi “Kopma UGM” dimana tentu menghasilkan relasi yang baik. Selain relasi, prestasi dan kegiatan yang diikuti juga dapat dijadikan bahan Curriculum Vitae yang lumayan. Dengan bergabung di Koperasi “Kopma UGM”, setidaknya kita akan mendapatkan tiga hal, yaitu relasi, koperasi, dan prestasi. Hal itu sangat penting untuk meningkatkan skills dari berbagai kegiatan yang ada. “Kuncinya adalah berani memulai dengan komunikasi, jangan malu-malu dan manfaatkan kesempatan yang sudah ada di depan mata, jangan ditunda-tunda,” pesan Abimanyu di akhir acara.

     

    • Whafir Pramesty