|

Cooperative Workshop Koperasi “Kopma UGM”:Pengenalan Koperasi Kepada Milenial

Cooperative Workshop Koperasi “Kopma UGM” kembali diselenggarakan tahun ini. Rangkaian kegiatan ini juga merupakan permbuka dari acara Olimpiade Koperasi Nasional atau Olikopnas 2019. Tema yang diusung tahun ini yaitu “Digitalisasi Koperasi dalam Membangun Kehidupan Milenial Menuju Revolusi Industri 4.0”. Tema ini diambil dengan memperhatikan perkembangan era saat ini yaitu memanfaatkan peran milenial dalam hal Revolusi Industri 4.0 dengan tetap mempertahankan unsur perkoperasian dalam pokok bahasannya. Peserta yang mendaftar telah membawa semangat dan keinginan sungguh-sungguh untuk menaambah ilmu mengenai dunia perkoperasian.

Cooperative Workshop dimulai dengan pembukaan oleh MC yang disambut antusiasme oleh peserta yang datang. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Koperasi, Hymne Gadjah Mada, dan diakhiri dengan Mars Koperasi “Kopma UGM” oleh Kelompok Paduan Suara Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Rangkaian berikutnya yaitu sambutan oleh Ketua Umum, Ika Rizky Fauziah Abdullah dan dilanjutkan dengan penampilan “Tari Mangestuti” oleh Shinta Art Bantul.

Cooperative Workshop kali ini mengundang tiga pembicara dengan keahliannya dibidang masing-masing. Diawali oleh pembicara pertama yaitu dari perwakilan Kementrian Koperasi dan UMKM,  Dra. Dwi Andriani S., M.AB yang merupakan Asisten Deputi Peningkatan Kualitas SDM Perkoperasian, kemudian di bidang akademisi dihadiri oleh Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si yang merupakan Dosen Ilmu Sosiatri/Pembangunan Sosial dan Kesejahtraan Fisipol UGM, dan dibidang praktisi dihadiri oleh Alwy Herfian S. yang merupakan CEO Widya Indonesia Duta Revolusi Industri 4.0 KSP. Setelah penyampaian materi perkoperasian oleh ketiga pembicara  tersebut, acara dilanjutkan dengan kegiatan tanya-jawab oleh beberapa peserta dan diakhiri dengan penutupan dan kesimpulan dari moderator.

Selain sharing session yang menjadi inti acara, Cooperative Workshop 2019 juga diselingi dengan kegiatan tambahan seperti penyerahan Beasiswa Aciko, pengenalan Gugus Komunitas Koperasi “Kopma UGM” serta pengumuman pemenang Lomba Kontes Foto Cooperative Workshop 2019. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan akustik dari band lokal “Roti dan Mentega”. Selain mendapatkan pengalaman dan pengetahuan umum mengenai perkoperasian ala milenial, peserta Cooperative Workshop juga mendapatkan banyak keuntungan lain seperti E-Sertifikat, seminar kit, konsumsi, doorprize dan banyak lainnya.

 

(Sharmila)

Similar Posts

  • Dikmen 15

    Yogyakarta-Bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) Koperasi “Kopma UGM” menyelenggarakan Pendidikan Manajemen (Dikmen) ke 15. Dikmen merupakan bentuk pendidikan perkoperasian bagi anggota di Koperasi “Kopma UGM” setelah Pendidikan Dasar (Diksar) dan Pendidikan Organisasi (Dikorg) yang bertujuan untuk membekali anggota dengan  kemampuan manajerial dalam rangka mempersiapkan kader-kader koperasi yang kompeten. Dengan mengusung tema “Dari dan Untuk Anggota”, Dikmen 15 diselenggarakan selama dua hari, yakni pada Sabtu (31/10) dan Minggu (1/11) di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”. Acara ini diikuti sebanyak sebelas orang yang terdiri dari para Asisten Bidang dan Tim Kerja Keanggotaan.

    Pada hari pertama, acara Dikmen 15 dimulai pada pukul 07.00 WIB  yang diawali dengan sambutan dari panitia pelaksana dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne Gadjah Mada dan Mars Koperasi “Kopma UGM”. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan berbagai materi Analisis SWOT yang disampaikan oleh Ufairoh Nurulhayah, Business Plan dengan pemateri AkhmadMudhaqir, Manajemen Sumber Daya Manusia oleh Akhmad Faqihuddin, dan Laporan Keuangan oleh Tri Suci Rahayu. Materi-materi yang disajikan pun sangat menarik apalagi dikemas dengan diskusi interaktif dan analisis studi kasus, sehingga peserta dapat dengan mudah memahaminya. Acara pun berakhir tepat pukul 17.30 WIB.

    Pada hari kedua, peserta berkumpul pukul 08.00 WIB untuk mengikuti Debat Koperasi yang dipandu oleh, Ketua Pengawas Koperasi “Kopma UGM”, Alan Griha Yunanto. Topik dalam debat koperasi ini adalah “Koperasi Simpan Pinjam bagi Mahasiswa”. Masing-masing tim pun terlihat antusias dalam mengemukakan argumen-argumen pro dan kontra adanya system simpan pinjam bagi di Koperasi Kopma UGM. Setelah itu, tepat pukul 11.30 WIB acara Dikmen 15 berakhir dengan makan siang bersama.

  • |

    Webinar I Puncak Gebyar Perwira Nasional 2020: Berbicara Tentang Wirausaha Bersama Syahbenol Hasibuan

    Koperasi “Kopma UGM” sukses menggelar puncak Gebyar Perwira Nasional 2020 dengan dua kali webinar pada 28 November 2020. Webinar pertama mengangkat topik “Potensi Wirausaha di Era New Normal Guna Meningkatkan Kesejahteraan dan Perekonomian Nasional”. Acara ini mengundang Ir. Syahbenol Hasibuan M.M, Ketua Dekopin Wilayah DIY, sebagai pembicara. Tak hanya itu, acara puncak ini juga turut menghadirkan keynote speaker Drs. Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM RI.

     

    Wirausaha telah lama digalakkan di Indonesia maupun dunia. Syahbenol mengatakan bahwa sejatinya wirausaha adalah sebuah jiwa/semangat yang ada pada diri setiap orang, namun lahir atau tidaknya jiwa ini bergantung pada lingkungan orang tersebut berada. Menurutnya, seseorang  yang mempunyai jiwa wirausaha adalah orang yang selalu percaya diri, mempunyai dasar, dan mempunyai jiwa yang mampu meneruskan tujuan berwirausaha. Wirausaha bukan hanya sekedar watak, dalam semangatnya ada unsur kepemimpinan. Akan tetapi, kepemimpinan disini adalah memimpin secara manusiawi bukan otoriter, supaya dapat maju bersama-sama mencapai tujuan yang disepakati. Selain itu, karakteristik jiwa wirausaha adalah mengetahui dan berani mengambil risiko. Seseorang juga mampu mengambil keputusan dalam waktu yang tepat dan cepat. Keputusan tentu memiliki unsur pendukung, seperti situasi dan kondisi, pengetahuan, pengalaman, pendidikan, dan dukungan yang mesti dimanfaatkan. Dalam merencanakan rencana usaha, seseorang berjiwa wirausaha tentu dibekali pula pengetahuan-pengetahuan tentang hukum adat atau kebiasaan tempat ia berbisnis. Kreatifitas juga dibutuhkan dalam mewujudkan jati dirinya yang positif. Hal ini dapat diperoleh ketika bekerja sama dengan rekan kerja kemudian menciptakan inovasi. Namun, di samping karakteristik itu semua, yang paling penting adalah pintar dalam manajemen waktu karena jika kita tidak dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan baik, tidak mustahil kita bakal kehilangan kesempatan serta peluang.

     

    “Wirausaha adalah sikap mental, kemampuan oleh hal-hal yang positif di dunia, dalam prosesnya tentu menciptakan sesuatu yang berbeda. Dinilai dengan menggunkan sebuah upaya dan waktu, kemudian mendapatkan kepuasan pribadi serta berani menanggung risiko baik finansial, psikologi maupun sosial yang tentunya risiko ini telah diperhitungkan sebelumnya,” tegas Syahbenol.

     

    Pandemi memang menyerang berbagai aspek, terutama ekonomi. Namun, seorang wirausahawan tidak sepenuhnya kehilangan peluang karena kita melihat bahwa sebelum pandemi datang, teknologi digital sudah berkembang. Teknologi digital ini membantu wirausahawan untuk mengembangkan potensi pada usaha online. Dibarengi dengan sikap dan karakteristik wirausaha, hal ini menjadi sebuah potensi yang dapat kita harapkan, mobilisasi untuk menjadi sebuah penggerak untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian nasional.

     

    “Coba dibayangkan andaikata pada saat pandemi covid ini teknologi digital nggak ada, bagaimana kita mencari bahan makan, membeli keperluan kita, mendapatkan informasi, dan belajar. Di satu pihak ini karunia, di pihak lain kita mendapat musibah yang dapat diatasi dengan teknologi digital,” ungkap Syahbenol. “Misal tanpa teknologi digital, tanpa jiwa dan karakteristik wirausaha, kita akan menerima nasib apa adanya dan tentu dampaknya bisa jadi kita bakal mati lemas,” tambahnya.

     

    Dalam situasi sulit seperti ini, dibutuhkan kemampuan inovasi yang tinggi, keinginan kuat untuk berprestasi, dan kemampuan dalam melaksanakan perencanaan secara realistis. Dari sikap tersebut, seorang wirausahawan dapat mengidentifikasi peluang-peluang usaha baru untuk menggerakkan ekonomi. Dalam hal ini, kita perlu memperhatikan keinginan konsumen agar produknya tetap disenangi atau memetakan produk baru yang disenangi dalam era new normal ini. Kemudian, melakukan evaluasi terhadap produk usaha yang sudah ada dan memperbaiki cara penawarannya serta saluran distribusinya untuk kedekatan produk tersebut kepada kebutuhan masyarakat atau pasar.

     

    Namun, perlu juga kita mengetahui bagaimana seorang wirausahawan bisa gagal. Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dalam berwirausaha, diantaranya: pengetahuan pasar yang tidak/kurang memadai, kinerja produk yg rendah, persaingan penjualan dan pemasaran, produk terlalu cepat usang, waktu memulai usaha baru tidak tepat, dan dana operasional tidak memadai. Meskipun demikian, kegagalan bukan penghalang untuk tetap berwirausaha. Jika satu konsep gagal, tetap harus mencoba lagi dan optimistis serta mencari celah yang ada.

     

    “Kalau satu konsep gagal, tetap ceria tetap optimis, mencari lagi hal-hal yang baik sesuai dengan situasi dan kondisi, mencari dan menduduki relung-relung teknologi, bagaimana kita bisa membuat bahwa kita itu menjadi seolah-olah mendapatkan monopoli praktis,” ujar Syahbenol.

     

    • Whafir Pramesty

     

  • |

    Semua Manusia Wajib Menjadi Budak Cinta, Apalagi Mahasiswa

    Cinta adalah kata yang akrab di telinga kita. Kita lahir berkat adanya cinta dari kedua orang tua kita, sehingga dapat dikatakan bahwa mulai dari lahir hingga meninggal dunia, cinta selalu berada dalam lingkaran hidup kita. Kita tumbuh dan berkembang juga atas berkat adanya cinta. Banyak atau sedikit cinta yang dialami oleh seseorang adalah persoalan lain. Yang jelas hidup manusia tidak lepas dari cinta.

    Lalu apa itu cinta? Cinta seperti apa yang diinginkan oleh Manusia? Apakah cinta hanya sebatas hubungan antara pria dan wanita baik dalam hubungan pacarana atau pernikahan saja?

    Dalam bahasa Yunani, ada tiga kata yang digunakan dalam penyebutan cinta, yakni; eros, philia dan agape. Eros merupakan cinta seksual yang didasari oleh nafsu berahi. Dalam eros seseorang tidak dianggap sebagi subyek yang bebas layaknya manusia, melainkan seseorang dianggap sebagi obyek layaknya benda mati yang tidak dapat berbuat suatu apapun. Dengan kata lain, cinta ini terarah pada diri sendiri. Orang lain dilihat bukan karena pribadi melainkan didasarkan pada jenis kelamin semata sehingga satu-satunya yang ada hanyalah nafsu ‘ego’.

     

    Sumber: wikipedia.id

    Philia merupakan cinta persahabatan. Berbeda dengan eros yang tidak menganggap seseorang hanyalah suatu obyek benda mati, cinta philia bersifat relasional dengan memandang orang lain sebagai pribadi yang memiliki keunikan dan kualitas tersendiri seperti; cantic, lembut, pengertian dan sebagainya. Cinta philia tidak dibatasi oleh jenis kelamin semata, melainkan terbuka pada semua baik pria maupun wanita.

     

    Sumber: wikipedia.id

    Kita sebagai mahkluk yang berakal tentu tidak ingin jika hanya memiliki cinta dalam level eros saja. Kita pasti memiliki keinginan dan mampu untuk meraih sesuatu yang lebih tinggi. Karena itu, usaha dalam melatih diri sangat dibutuhkan untuk sampai pada kedalaman jiwa. Pemikiran-pemikiran positif tentang orang lain yang tidak hanya melihat fisik semata akan sangat membantu dalam usaha memurnikan eros dan philia sehingga menjadi agape.

    Refleksi mendalam tentang nilai-nilai kehidupan dan kemanusiaan pasti sangat membantu agar dapat melihat orang lain sebagai bagian dari diri kita sendiri. Hal ini dapat menjadi kenyataan apabila kita mulai membangun penghargaan terhadap orang lain di dalam diri, sehingga kita tidak menjadikan diri sendiri sebagai obyek eros, baik oleh diri sendiri apalagi orang lain. (Naufal)

  • Donasi Koperasi Peduli: Berbagi Kebaikan Berkah Ramadhan

    Pandemi COVID-19 yang melanda dunia dalam beberapa bulan terakhir membawa dampak yang cukup besar bagi kehidupan manusia dalam berbagai bidang. Mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, pertahanan, hingga ekonomi. Selama wabah ini merebak, perekonomian dunia anjlok dan sangat terdampak. Akibatnya banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan hingga dirumahkan.

    Koperasi “Kopma UGM” sebagai lini usaha yang bergerak di bidang ekonomi bisnis dan usaha tentunya merasakan hal yang serupa. Dalam menyikapi hal ini, sebagai salah satu bentuk nyata Corporate Social Responsibility, Koperasi “Kopma UGM” mencoba memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat dengan membuka program CSR yang diberi nama Donasi Koperasi Peduli. Tema yang diusung adalah “Berbagi Kebaikan Berkah Ramadhan”. Dalam situasi pandemi ini, terlebih lagi di bulan Ramadan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, Koperasi “Kopma UGM” mencoba memfasilitasi Kopmania dan masyarakat yang ingin berbagi rezeki dan peduli kepada sesama. Adapun waktu pelaksanaan donasi ini ialah pada bulan Ramadhan 1441 H, mulai tanggal 1 hingga 14 Mei 2020 dengan rincian timeline sebagai berikut:

    • 1 Mei : Rilis poster open donasi.
    • 1-14 Mei : Open Donasi
    • 15-17 Mei : Penyaluran donasi
    • 18 Mei : Laporan hasil donasi

    Sasaran program donasi ini dibuka untuk seluruh anggota Kopma maupun masyarakat umum. Donasi akan disalurkan melalui Lembaga Penyaluran Donasi Kemanusiaan untuk kemudian didistribusikan kepada yang membutuhkan. Adapun tujuan dari program ini yaitu sebagai bentuk tanggungjawab sosial dan partisipasi koperasi terhadap masyarakat, dengan ikut serta bersama-sama melawan wabah covid-19. Bentuk donasi dapat berupa uang tunai yang diterima melalui transfer rekening bank dan dompet digital lainnya dengan rincian sebagai berikut:

    – BRI : 701101011455533 (a.n. ASEP MAHENDRA)
    – BNI : 0902783338 (a.n. FADIA NISYA PRASANTI)
    – Mandiri: 1370016563609 (a.n. MILADIYATU TSANIA ZU)
    – Gopay : 085865863448 (a.n. Tsania Zulfa)
    – OVO : 085865863448 (a.n Tsania Zulfa)
    – DANA : 082284187094 (a.n. Asep Mahendra)

    Untuk detail donasi bisa dicek melalui link ugm.id/DonasiKoperasiPeduli2020 atau melalui CP: Asep Mahendra (082284187094); Tsania Zulfa (082284187094).

    Yuk, kita sisihkan sebagian rezeki kita di Bulan Ramadhan yang penuh berkah dengan membantu sesama selama masa pandemi. Semoga amal baik kita diterima dan dapat menjadi tabungan pahala kebaikan di akhirat kelak. Terima kasih.

    AFTER REPORT DONASI KOPERASI PEDULI

    Alhamdulillah, donasi yang diberikan oleh teman-teman semua sudah disalurkan melalui RZIS UGM. Semoga donasi yang diberikan teman-teman dapat membawa berkah bagi kita semua.

    Pasca menyaluran donasi Koperasi Kopma UGM dengan Badan Penyaluran Donasi/Zakat/Shodaqoh (RZIS UGM) pada (tanggal penyaluran) kami selaku pihak Koperasi “Kopma UGM” hendak menyampaikan data dan dokumentasi donasi secara spesifik. Penyaluran donasi disalurkan ke berbagai kalangan masyarakat, mulai dhuafa, penyandang disabilitas, dan lain sebagainya.

    Adapun rincian data penyaluran donasi sebagi berikut.

    Adapun dokumentasi penyaluran donasi tersebar untuk masyarakat yang membutuhkan dari berbagai kalangan.

    Demikian muara akhir penyaluran donasi Koperasi Kopma UGM hingga sampai pada masyarakat yang membutuhkan. Kami mengucapkan terima kasih bagi semua pihak yang terlibat, baik penyumbang donasi, kerjasama RZIS UGM dalam penyaluran, dan pihak-pihak lainnya. Kami juga memohon maaf apabila masih banyak kekurangan dan beberapa hal yang kurang berkenanan.

    Semoga semangat kegotong-royongan dan berlomba-lomba dalam menempuh kebajikan senantiasa menyertai dalam kehidupan kedepan.

     

  • Melangkah Bersama Menuju Gelora Sinergi: Mengenal Lebih DekatKepengurusan Staf Koperasi Mahasiswa UGM 2024/2025

    Koperasi mahasiswa Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu wadah penting yang ada dalam kehidupan kampus, tidak hanya sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai ajang untuk belajar tentang manajemen, kepemimpinan, dan kolaborasi. Di balik layanan yang diberikan oleh Kopma UGM, terdapat sebuah struktur organisasi yang memastikan operasionalnya berjalan dengan lancar. Salah satu bagian penting dalam struktur tersebut adalah kepengurusan staf Kopma UGM.


    Kabinet kepengurusan periode 2024/2025 ini mengusung nama “GELORA SINERGI”, yang bermakna dari dua kata, yaitu Gelora yang merupakan akronim dari kata Gesit, Logis, dan Kekeluargaan. Ini menjadi dasar tindakan dalam setiap langkah yang dilakukan oleh seluruh elemen di Koperasi Mahasiswa UGM. Sikap Gesit dalam bertindak sesuai dengan logika, serta didasarkan pada kekeluargaan, diharapkan dapat membawa Kopma UGM menjadi lebih baik. Sinergi, sebagai konsep kedua, menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam mencapai tujuan. Dengan melibatkan setiap unsur dalam struktur kepengurusan Kopma UGM, diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat untuk dapat mengantarkan pada kemajuan bersama.


    Kepengurusan staf Koperasi Mahasiswa UGM 2024/2025 dipimpin oleh Ana Nur Fauziah sebagai Ketua Umum. Ana Nur Fauziah, dengan pengalaman dan dedikasi yang luas, diharapkan dapat memimpin kepengurusan ini dengan baik dan bijak, memastikan bahwa prinsip-prinsip “GELORA SINERGI” sebagai budaya organisasi dapat diterapkan secara konsisten dalam semua aspek operasional.

    Kepengurusan ini didukung oleh delapan bidang yang berperan penting dalam menjalankan operasional Kopma UGM:
    1. Keanggotaan: Mengelola dan mengembangkan jaringan anggota Kopma UGM, serta meningkatkan keterlibatan dan kepuasan anggota.
    Ketua Bidang :
    – Anggita Tantri Utami
    Staf :
    – Hartawan Kuncoro Jati
    – Kaila Fidelya Ardhani
    – Aya Thalia
    2. Bisnis: Fokus pada pengembangan dan implementasi strategi bisnis untuk meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasional.
    Ketua Bidang :
    – Muhammad Fadhil Zulkifli
    Staf :
    – Helena Swastika Evelyn
    – Aqfhal Ilham Al Firdaus
    – Riyan Hadi P
    – Farhana Nur Shadrina
    – Allizza Nur Fitriana
    3. Sumber Daya Manusia: Mengelola sumber daya manusia Kopma UGM, termasuk rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan karyawan.
    Ketua Bidang :
    – Ade Ayu Wulandari
    Staf :
    – Mifthahul Janah Shalsabilla
    – Ardina Resti Wulandari
    – Faisal Agymnastiar Rahmad Fradani
    4. Keuangan: Bidang ini bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan Kopma UGM, perpajakan dan sistem akuntansi.
    Ketua Bidang :
    – Rieke Alya Wiesesa
    Staf :
    – Alfiyah Alfiyah
    – Nabila Nur Fauzia
    – Tiara Anggun Cahyani
    5. Hubungan Masyarakat: Menangani hubungan masyarakat dan komunikasi internal, serta mengelola kampanye dan promosi Kopma UGM.
    Ketua Bidang :
    – Andhika Saputra Kusuma Yuda
    Staf :
    – Anggit Salsabila
    – Dini Nur Dinayah
    – Reisya Adelia Putri Amandyta Arifin
    6. Media Kreatif: Mengelola dan mengembangkan konten kreatif untuk mempromosikan Kopma UGM dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
    Ketua Bidang :
    – Diana Jasmine Salsabila
    Staf :
    – Kanza Anieq
    – Audrelia Cantika
    – Arthika Wibawa
    7. Riset dan Teknologi: Mengembangkan dan menerapkan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan layanan dan operasional Kopma UGM.
    Ketua Bidang :
    – Devita Ariyani
    Staf :
    – Azzuro Najma Annaila
    – Zerlinda Putri Ardany
    – Fadhlan Anfasal Hajji
    8. Administrasi Umum: Membantu Administrasi dan juga sebagai pendukung yang membantu bidang-bidang lain serta kerumahtanggaan koperasi seperti sarana
    prasarana.
    Ketua Bidang :
    – Alifia Safira Irtanandya
    Staf :
    – Siti Nur Halimah
    – Nabila Rizquna


    Selain itu, Kopma UGM memiliki struktur Kepengawasan yang diketuai oleh Denting Azzahra dan dibantu dua anggota pengawas yaitu Cyrillus Fishio Fantino dan Ika Trisnawati. Bertanggung jawab untuk memantau pelaksanaan hasil audit internal serta melakukan evaluasi terhadap bidang-bidang tertentu setiap triwulan.


    Dengan struktur Kepengurusan yang terstruktur dan bidang-bidang yang berfungsi secara efektif, diharapkan kepengurusan staf Kopma UGM 2024/2025 dapat mencapai tujuan “GELORA SINERGI” dengan sukses. Melalui kerjasama yang erat antara seluruh elemen, diharapkan Kopma UGM dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kehidupan kampus Universitas Gadjah Mada.


    penulis: Anggit Salsabila (Staf Hubungan Masyarakat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.