|

Untuk Apa #DiRumahAja?

Fenomena pergantian tahun umumnya membawa kebahagiaan bagi setiap insan. Ibarat sebuah buku perjalanan, pada lembar-lembar penghabisan biasanya akan tertulis harapan-harapan dan evaluasi terhadap apa yang sudah dilaluinya. Semua orang disibukkan dengan daftar rencana yang mereka susun untuk menyambut tahun baru. Kalimat-kalimat pengharapan memaknai doa untuk memastikan mereka siap membuka lembaran baru yang lebih baik. Namun, apalah yang terjadi dengan awal tahun 2020. Semesta rupanya sudah menyiapkan rencana lain yang bertentangan dengan skenario manusia. Pada 11 Februari 2020, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan adanya virus Corona jenis baru yang dinamai COVID-19 sebagai pandemi global. Kabar mengenai virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut memang sudah terdengar sayup-sayup di akhir tahun, tetapi masih menyerang beberapa negara sekitarnya. Kini, pandemi tersebut telah menggegerkan seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran virus yang sangat cepat berhasil menyabet jutaan nyawa manusia di dunia. Senyawa COVID-19 menghantui setiap langkah manusia dan menjadi musuh setiap orang yang berkeliaran. Makanya, pemerintah menghimbau masyarakat untuk #Dirumahaja agar tetap sehat dan aman. Dengan begitu, pandemi ini diharapkan dapat cepat berlalu.

Di luar perkiraan, hingga saat ini kurva perkembangan kasus COVID-19 tak kunjung melandai. Artinya, kita belum bisa beraktivitas dengan normal seperti biasanya. Padahal, sudah hampir tiga bulan kita menerapkan self-quarantine. Wajar rupanya jika rasa bosan dan penat menghampiri kita karena terlalu banyak rebahan atau hanya berdiam diri saja. Tetapi, bukan berarti kita dimaklumi untuk menghadiri keramaian atau tempat hiburan dengan dalih jenuh di rumah. Kita tetap harus mengikuti anjuran pemerintah demi keselamatan bersama. Toh dengan #Dirumahaja kita menjadi punya lebih banyak waktu untuk melakukan sesuatu yang mungkin kita lupa atau tidak pernah kita lakukan. Selama ini, waktu kita dihabiskan untuk melakukan kesibukan di luar sehingga membuat kita mengabaikan hal-hal sederhana seperti memperhatikan keluarga dan bahkan diri kita sendiri. Jika sebelum pandemi kita jauh dari keluarga dan sering lupa untuk sekadar mengabari orang rumah, tentunya sekarang kita bisa lebih dekat dengan mereka. Dengan kesempatan ini, kita dapat memanfaatkan waktu kita untuk melakukan quality-time setiap hari bersama keluarga. Mungkin dengan hal-hal kecil seperti duduk bersama, mengobrolkan sesuatu, makan bersama di meja makan, atau menonton televisi di ruang keluarga dapat merekatkan kembali keharmonisan yang sempat pudar. Waktu bersama keluarga yang lebih banyak ini terkadang jarang kita temukan ketika kita sudah terpisah jarak dengan mereka. Selagi ada waktu, kini saatnya kita menebus semua kerinduan yang selama ini mereka harapkan. Kita perlu ingat bahwasanya kebahagiaan mereka datang dari hal-hal sederhana yang kita berikan. Dengan begitu, tali kasih antar-anggota keluarga dapat kita rasakan.

Selain itu, kita juga punya waktu untuk lebih memperhatikan diri kita sendiri. Seringkali kita merasa bahwa diri kita bukan apa-apa dibandingkan teman kita. Kita selalu memuja-muja apa yang dimiliki oleh orang lain dan merendahkan diri kita sendiri. Pencapaian yang orang lain dapatkan, prestasi yang mereka raih, bahkan kecantikan yang mereka miliki terkadang membuat kita merasa tidak percaya diri untuk bersanding dengannya. Kita disibukkan dengan masalah insecurity sampai kita dibutakan olehnya untuk melihat diri sendiri. Kita lupa bahwa hakikat manusia itu sama, kita dilahirkan dengan tak berdaya dan kita sama-sama hidup untuk memperoleh daya. Sesungguhnya kemampuan setiap manusia itu setara, hanya kemauannya saja yang berbeda. Kalau mereka bisa, harusnya kita juga dapat mengusahakan. Setiap manusia juga ditakdirkan untuk memiliki kekurangan dan kelebihan. Tapi kenapa kita hanya tahu kelebihan orang lain tanpa melihat kelebihan kita sendiri? Bahkan, kita terus-terusan menangisi kekurangan kita dan lupa bahwa orang lain juga memiliki sisi gelap dalam hidupnya. Kita selalu melempari pepatah klasik ‘rumput tetangga lebih hijau’ kepada mereka, padahal bisa saja mereka juga berkata demikian pada kita. Itu artinya, kita semua punya kelebihan, hanya penempatannya saja yang berbeda. Tak pantas rasanya mengkhawatirkan hal tersebut apalagi sampai mengutuk diri sendiri. Nampaknya kita perlu waktu khusus atau me time untuk fokus pada diri kita sendiri, bukan fokus pada orang lain. Mungkin selama ini kita melupakan hal tersebut, terutama untuk refleksi diri. Padahal dengan refleksi diri, kita dapat menyadari apa saja yang kita miliki dan sudah kita lalui sehingga kita dapat mengevaluasi kekurangan yang ada pada diri kita. Evaluasi dapat dilakukan dengan mensyukuri apa yang sudah kita miliki dan memperbaiki apa saja dalam diri kita yang mungkin menjadi faktor penghambat kebahagiaan atas diri kita. Kita berhak merasa bahagia dan kita mampu meraihnya. Itulah manfaat #Dirumahaja di tengah pandemi ini. Selalu ada hikmah dibalik musibah. Meskipun begitu, kita juga berharap pandemi ini segera berlalu dan kita dapat kembali beraktivitas secara normal.

Aamiin.

( sumber gambar : id.pinterest.com )

Similar Posts

  • Berjuang Bersama Demi Keberhasilan Koperasi

    berjuang-bersama

    Menurut UU No 17 Tahun 2012, Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perorangan atau badan hukum Koperasi, untuk dengan pemisahan kekayaan para anggoatanya sebagai modal menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi. Sesuai dengan pengertian tersebut diatas maka keberhasilan koperasi dalam melaksanakan perannya antara lain ditujukan :

    Pertama, membangun dan meningkatkan peran dan partisipasi anggota. Anggota koperasi sebagai modal utama dari koperasi, maju atau mundurnya kinerja koperasi akan ditentukan oleh peran aktif anggota. Sikap loyal anggota karena memiliki koperasi dapat ditumbuhkan melalui kegiatan perencanaan usaha koperasi sejak awal. Hal ini selain membuka cakrawala wawasan bagi anggota koperasi juga membangun watak koperasi (budaya) dari anggotanya.

    Kedua, membangun kemampuan pengelola dan kaderisasi. Pengurus koperasi (termasuk juga jajaran struktural dibawahnya) harus memiliki kemampuan kepemimpinan, kewirausahaan, professional serta terutama memiliki kejujuran. Pengurus dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya mampu menghasilkan pelayanan yang dapat memberikan manfaat kepada anggotanya. pelayanan yang dapat memberikan manfaat kepada anggotanya

    Ketiga, memiliki kesehatan keuangan. Keberhasilan dan kegagalan koperasi dapat dilihat sehat atau tidaknya keuangan koperasi, tingkat kesehatan keuangan koperasi mencerminkan juga kesehatan usaha, organisasi, manajemen serta sehatnya kualitas pelayanannya kepada anggota. Keadaan keuangan dilaporkan secara berkala sesuai kaidah-kaidah akuntansi, terbuka dan bertanggung jawab.

    Untuk itu peran aktif Pengurus membangun koordinasi pengawasan (internal) dengan Badan Pengawas Koperasiharus menganut system pengawasan atau pendeteksian dini (early warning system), mengkoreksi dan memperbaiki sedini mungkin masalah keuangan koperasi sebelum kerugian menjadi beban yang harus dipikul oleh anggota karena kesalahan prosedural (mismanagement) oleh pengelola.

    Keempat, membangun kemitraan antar koperasi dan kemitraan koperasi dengan pihak Badan Usaha lain. Koperasi dengan pihak badan usaha lain. Menghadapi trendbisnis (era pasar bebas) dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, koperasi sejak dini sudah harus melakukan penyesuaian dan antisipasi pengembangan usahanya dengan melakukan kerjasama antar koperasi (membangun sinergi) untuk memiliki bargening position dengan mengutamakan kekuatan pasar (captive market) anggotanya, karena Keberhasilan hanya dapat diraih secara bersama untuk Kepentingan yang sama, saat ini momentum untuk mewujudnyatakan kekuatan yang dimiliki koperasi melalui kerjasama kemitraan.

    Nurul Rustiyana
    Kabid Bisnis

  • |

    Webinar I Puncak Gebyar Perwira Nasional 2020: Berbicara Tentang Wirausaha Bersama Syahbenol Hasibuan

    Koperasi “Kopma UGM” sukses menggelar puncak Gebyar Perwira Nasional 2020 dengan dua kali webinar pada 28 November 2020. Webinar pertama mengangkat topik “Potensi Wirausaha di Era New Normal Guna Meningkatkan Kesejahteraan dan Perekonomian Nasional”. Acara ini mengundang Ir. Syahbenol Hasibuan M.M, Ketua Dekopin Wilayah DIY, sebagai pembicara. Tak hanya itu, acara puncak ini juga turut menghadirkan keynote speaker Drs. Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM RI.

     

    Wirausaha telah lama digalakkan di Indonesia maupun dunia. Syahbenol mengatakan bahwa sejatinya wirausaha adalah sebuah jiwa/semangat yang ada pada diri setiap orang, namun lahir atau tidaknya jiwa ini bergantung pada lingkungan orang tersebut berada. Menurutnya, seseorang  yang mempunyai jiwa wirausaha adalah orang yang selalu percaya diri, mempunyai dasar, dan mempunyai jiwa yang mampu meneruskan tujuan berwirausaha. Wirausaha bukan hanya sekedar watak, dalam semangatnya ada unsur kepemimpinan. Akan tetapi, kepemimpinan disini adalah memimpin secara manusiawi bukan otoriter, supaya dapat maju bersama-sama mencapai tujuan yang disepakati. Selain itu, karakteristik jiwa wirausaha adalah mengetahui dan berani mengambil risiko. Seseorang juga mampu mengambil keputusan dalam waktu yang tepat dan cepat. Keputusan tentu memiliki unsur pendukung, seperti situasi dan kondisi, pengetahuan, pengalaman, pendidikan, dan dukungan yang mesti dimanfaatkan. Dalam merencanakan rencana usaha, seseorang berjiwa wirausaha tentu dibekali pula pengetahuan-pengetahuan tentang hukum adat atau kebiasaan tempat ia berbisnis. Kreatifitas juga dibutuhkan dalam mewujudkan jati dirinya yang positif. Hal ini dapat diperoleh ketika bekerja sama dengan rekan kerja kemudian menciptakan inovasi. Namun, di samping karakteristik itu semua, yang paling penting adalah pintar dalam manajemen waktu karena jika kita tidak dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan baik, tidak mustahil kita bakal kehilangan kesempatan serta peluang.

     

    “Wirausaha adalah sikap mental, kemampuan oleh hal-hal yang positif di dunia, dalam prosesnya tentu menciptakan sesuatu yang berbeda. Dinilai dengan menggunkan sebuah upaya dan waktu, kemudian mendapatkan kepuasan pribadi serta berani menanggung risiko baik finansial, psikologi maupun sosial yang tentunya risiko ini telah diperhitungkan sebelumnya,” tegas Syahbenol.

     

    Pandemi memang menyerang berbagai aspek, terutama ekonomi. Namun, seorang wirausahawan tidak sepenuhnya kehilangan peluang karena kita melihat bahwa sebelum pandemi datang, teknologi digital sudah berkembang. Teknologi digital ini membantu wirausahawan untuk mengembangkan potensi pada usaha online. Dibarengi dengan sikap dan karakteristik wirausaha, hal ini menjadi sebuah potensi yang dapat kita harapkan, mobilisasi untuk menjadi sebuah penggerak untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian nasional.

     

    “Coba dibayangkan andaikata pada saat pandemi covid ini teknologi digital nggak ada, bagaimana kita mencari bahan makan, membeli keperluan kita, mendapatkan informasi, dan belajar. Di satu pihak ini karunia, di pihak lain kita mendapat musibah yang dapat diatasi dengan teknologi digital,” ungkap Syahbenol. “Misal tanpa teknologi digital, tanpa jiwa dan karakteristik wirausaha, kita akan menerima nasib apa adanya dan tentu dampaknya bisa jadi kita bakal mati lemas,” tambahnya.

     

    Dalam situasi sulit seperti ini, dibutuhkan kemampuan inovasi yang tinggi, keinginan kuat untuk berprestasi, dan kemampuan dalam melaksanakan perencanaan secara realistis. Dari sikap tersebut, seorang wirausahawan dapat mengidentifikasi peluang-peluang usaha baru untuk menggerakkan ekonomi. Dalam hal ini, kita perlu memperhatikan keinginan konsumen agar produknya tetap disenangi atau memetakan produk baru yang disenangi dalam era new normal ini. Kemudian, melakukan evaluasi terhadap produk usaha yang sudah ada dan memperbaiki cara penawarannya serta saluran distribusinya untuk kedekatan produk tersebut kepada kebutuhan masyarakat atau pasar.

     

    Namun, perlu juga kita mengetahui bagaimana seorang wirausahawan bisa gagal. Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dalam berwirausaha, diantaranya: pengetahuan pasar yang tidak/kurang memadai, kinerja produk yg rendah, persaingan penjualan dan pemasaran, produk terlalu cepat usang, waktu memulai usaha baru tidak tepat, dan dana operasional tidak memadai. Meskipun demikian, kegagalan bukan penghalang untuk tetap berwirausaha. Jika satu konsep gagal, tetap harus mencoba lagi dan optimistis serta mencari celah yang ada.

     

    “Kalau satu konsep gagal, tetap ceria tetap optimis, mencari lagi hal-hal yang baik sesuai dengan situasi dan kondisi, mencari dan menduduki relung-relung teknologi, bagaimana kita bisa membuat bahwa kita itu menjadi seolah-olah mendapatkan monopoli praktis,” ujar Syahbenol.

     

    • Whafir Pramesty

     

  • |

    Cooperative Workshop 2020 Koperasi “Kopma UGM”

    Cooperative Workshop 2020 hadir sebagai agenda kegiatan tahunan Koperasi “Kopma UGM”. Dilangsungkan pada Sabtu, 10 Oktober 2020, Cooperative Workshop 2020, hadir dengan mengangkat tema “Collaborative Management for Sustainable Cooperative”. Sebagai kegiatan yang ditunggu-tunggu, Cooperative Workshop Koperasi “Kopma UGM” menghadirkan pembicara handal di bidangnya, untuk berbagi informasi kepada Kopmania. Adapun mereka, Awan Santosa S.E., M.Sc, yang merupakan Dosen dan Kepala LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta, dan juga Juan Reza Kamarullah, selaku Marketing and Business Development Division Head Koperasi Astra. Tentunya sepanjang acara dipandu oleh moderator cakap, yaitu Fidya Sekar Kinanti, selaku Ketua Gugus Speaking Club Kopeasi “Kopma UGM”.

    Tidak hanya dihadari oleh para pembicara dan peserta, Cooperative Workshop 2020 Koperasi “Kopma UGM” juga turut mengundang Dr. R. Suharyadi, selaku Direktur Kemahasiswaan UGM, Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.MA., selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DIY, dan Sukarjo, S.I.Kom, selaku Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

    Sebagai pembicara pertama, Awan Santosa S.E., M.Sc, memaparkan materi untuk Kopmania, dengan topik bahasan seputar demokrasi ekonomi dan masa depan koperasi di Indonesia. Menurut Awan Santosa, koperasi identik dan dekat dengan penderitaan. Koperasi lahir dan tumbuh berkembang di atas puing-puing kesengsaraan serta penderitaan, yang berkaitan dengan sejarahnya. Koperasi lahir merespon situasi yang tidak baik sepanjang sejarah kehidupan manusia. Sebagai respon situasi sulit yang dihadapi manusia ketika itu, koperasi kredit atau simpan pinjam banyak lahir di seluruh dunia, hingga saat ini.

    Berbicara mengenai koperasi selalu berkaitan dengan demokrasi ekonomi. Koperasi juga merespon bagaimana sistem sebelumnya yang merugikan, berusaha digantikan dengan sistem lebih baik. Mengubah relasi-relasi merugikan dengan menghadirkan nilai yang sejalan dan diturunkan dari nilai agama, yang melihat bahwa setiap manusia itu sama, tanpa melihat strata kelas. Koperasi hadir sebagai media yang memperjuangkan nilai tersebut.

    Koperasi di Indonesia mendapatkan tempat istimewa, yang bisa dikatakan sebagai anak kandung revolusi kemerdekaan RI. Tepat sehari setelah kemerdekaan, Koperasi mencita-citakan ekonomi Indonesia itu nantinya adalah berkoperasi. Dalam Pasal 33 UUD 1945, koperasi diatur dan dijelaskan fungsi dan urgensinya, jauh sebelum negara-negara lain melakukannya. Di dalam koperasi tidak ada majikan dan buruh, semuanya terlibat sebagai pemegang kendali, dan pengambil keputusan, dengan posisi yang dilihat setara.

    Cita-cita koperasi sederhana, yaitu salah satunya dapat mengatur sektor distribusi, tata niaga, dan ritel. Menurut Awan Santosa, kenyataannya, setelah 73 tahun mencita-citakan tujuan tersebut koperasi belum dapat sepenuhnya mewujudkan hal tersebut. Masih banyak pertanyaan dan tantangan yang ada serta harus diselesaikan untuk dapat mewujudkan cita-cita tersebut. Koperasi bukan hanya satu bisnis kecil, namun satu visi yang bicara dalam konteks makro secara nasional. Satu visi yang jelas ini diharapkan akan berangsur-angsur dapat berkontribusi secara signifikan terhadap struktur perekonomian nasional.

    Juan Reza Kamarullah, menyampaikan seputar kegiatan yang dilakukan oleh Koperasi Astra selama ini. Bagaimana Koperasi Astra bergerak dan melangsungkan berbagai kegiatan berkaitan dengan perkoperasian, seperti program CSR dan Community and Activity. Beradaptasi dan berevolusi mengikuti perkembangan zaman, Koperasi Astra memiliki platform atau aplikasi yang terhubung dengan gawai masyarakat. Berbagai kemudahan ditawarkan oleh aplikasi Koperasi Astra untuk dinikmati penggunanya. Tawaran ini datang sebagai platform pengajuan pinjaman yang terintegrasi dengan berbagai layanan dari aplikasi lain, seperti Gopay untuk membantu dalam proses registrasi dan transaksi.

    Digitalisasi yang dihadirkan dalam aplikasi ini bekerja sama dengan berbagai platform e-commerce yang sangat menarik untuk pengguna. Koperasi Astra tidak hanya berupaya melayani publik eksternalnya, namun juga turut menyejahterakan publik internal. Sebagai bentuk perhatian kepada publik internal, Koperasi Astra turut memberikan kenyaman dan kemudahan bagi karyawannya. Salah satu bentuknya adalah permudah bentuk simpan pinjam yang dilakukan karyawan, dengan menggandeng rekan HR dari Grup Astra lainnya. Ini merupakan nilai tambah dari Koperasi Astra, yang sudah sangat memanfaatkan platform digital.

    Paparan berbagai fakta seputar perjalanan dan pembaharuan koperasi, disampaikan dengan menarik oleh kedua pembicara. Bahwa sejatinya diperlukan semangat dan kerja sama para insan muda Indonesia untuk membantu mewujudkan cita-cita koperasi. Modifikasi berbagai bentuk layanan koperasi mengikuti perkembangan zaman, juga turut diperlukan dalam mempertahankan dan mengembangkan koperasi. “Ide itu penting, mulai dulu dari yang simpel dan kuatnya kita, lalu kita expand. Bisa secara proses yang baru, sistemnya, atau cara yang lebih efisien. Karena untuk mendatangkan profit, bukan hanya dari menambahkan customer, tapi dengan efisiensi itu juga bisa.” ungkap Juan Reza Kamarullah.

     

    (ayu pratiwi)

  • Pentingnya Bisa Belajar Mandiri di Dunia Perkuliahan

    Belajar merupakan suatu proses atau upaya yang dilakukan oleh setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, juga sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari. 

    Proses belajar, mendesak untuk diarahkan pada : inisiatif atau dorongan internal, tujuan ditetapkan di awal, pencarian sumber belajar yang beragam, kesadaran akan diri sendiri. Ini mengindikasikan belajar mandiri perlu disosialisasikan kepada pemangku kepentingan.

    Sebagaimana fungsi pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3 adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, menuntut adanya proses belajar mengajar yang mampu memfasilitasi siswa untuk mencapai fungsi pendidikan nasional tersebut. 

    Setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Ada yang suka belajar sambil mendengar musik, ada juga yang butuh suasana hening. Nah, karena konteksnya belajar mandiri, bisa bebas mencoba berbagai cara belajar mana yang paling cocok untuk masing-masing individu. Mau belajar di cafe, di taman, atau di kamar kosan, semuanya bisa! Yang penting, tahu mana tempat yang paling bikin kamu fokus dan nyaman.

    Di dunia kampus, jalannya perkuliahan tidak lagi harus menunggu teman yang belum paham, justru harus mengejar teman yang sudah memiliki pemahaman lebih jauh. Tiap mahasiswa harus bisa belajar sesuai kecepatan dan kemampuannya sendiri. Jika ada suatu topik yang mudah dipahami, bisa langsung berlanjut ke topik yang lain. Namun jika ada yang susah, artinya bisa fokus lebih lama sampai benar-benar paham. Nah, itu salah satu keuntungan besar dari belajar mandiri.

    Dengan belajar mandiri, seorang mahasiswa dilatih untuk bertanggung jawab akan dirinya sendiri. Menentukan sendiri target belajarnya dan juga harus memastikan kita-kiat untuk tercapainya target tersebut. Belajar mandiri akan membuat mahasiswa lebih dewasa dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.

    Tentu ada tantangan-tantangan yang dihadapi dalam belajar mandiri, contoh sederhana melawan rasa malas. Namun disinilah seorang mahasiswa akan belajar untuk kreatif dalam mencari solusi dari tantangan yang dihadapi. Misalnya juga, ketika materi kuliah sulit, bisa mencari referensi tambahan di internet, ikut diskusi online, atau bahkan membentuk kelompok belajar dengan teman-teman. Semakin banyak tantangan yang dihadapi, semakin kreatif juga seseorang dalam menyelesaikannya.

    Yang paling utama, jangan lupa untuk menikmati prosesnya ya! Belajar mandiri bukan berarti harus selalu serius mengejar target. Kamu bisa sambil menikmati kopi favorit, atau mungkin belajar di tempat-tempat yang bikin kamu nyaman. Yang penting, kamu tetap on the track dan mari menikmati setiap momen belajar itu. Yeay.

  • |

    Kupas Tuntas Rahasia Entrepreneur Muda melalui Digital Marketing

    Koperasi “Kopma UGM” sukses menggelar Webinar Kewirausahaan yang bertajuk “Kupas Tuntas Rahasia Entrepreneur Muda melalui Digital Marketing ala Mahasiswa” pada Senin pagi (10/8). Rofi Ridwanda, pebisnis muda yang merupakan CEO sekaligus Founder dari @diseeni dan @bakulquilling, menjadi narasumber dalam webinar kali ini. Melalui platform Google Meet, acara berlangsung pada pukul 09.00-10.30 WIB.

    Indonesia. Sedangkan kantornya sendiri bertempat di dekat Monjali, Sleman, Yogyakarta. Melalui dua platform, yaitu Facebook dan Instagram, fokus digital marketing Diseeni hanya memakai satu konten marketing yaitu kenaikan traffic yang masuk ke konfeksi atau sales.

    Dalam pemaparannya, Rofi menjelaskan bagaimana Diseeni memulai digital marketing atau pemasaran secara digital. Ada beberapa media pemasaran yang digunakan, seperti Instagram Ads dan Facebook Ads. Rofi mengaku bahwa pada awal berdirinya Diseeni, yaitu sejak Juni 2019, digital marketing yang digunakan adalah Instagram Ads. Ia juga memberi gambaran dari elemen kunci pemasaran konten, diantaranya: strategy, format, content type, platform, metrics, goals, sharing triggers, dan checklist. Berdasarkan elemen kunci pemasaran konten tersebut, terdapat panduan tujuh langkah menuju sukses dalam digital marketing, yaitu:

    1. Luangkan waktu untuk menentukan strategi.
    2. Cari tahu format yang ingin anda gunakan.
    3. Pikirkan tentang jenis konten yang akan menarik bagi audiens anda. Lakukan riset, bertukar ide, ciptakan.
    4. Bagikan konten anda di seluruh distribusi konten utama / platform sosial.
    5. Melacak metrik utama, dan memetakannya ke tujuan anda.
    6. Waspadai pemicu berbagi utama. Pastikan untuk melatih emosi.
    7. Selalu periksa kembali pekerjaan anda.

    Terkait dengan hal tersebut, adapun tiga elemen dasar digital marketing Diseeni dengan tujuan sales, yaitu Facebook Ads, Paid promote, dan Endorse. Kemudian, dua elemen dasar digital marketing Diseeni dengan tujuan brand awarness adalah Personal branding dan Giveaway. Diseeni menggunakan Facebook Ads karena terukur, datanya valid, dan relatif murah. KPI Diseeni dalam budgeting iklan mengeluarkan biaya kurang dari 10% jumlah omset. Secara ringkas, yang dilakukan Diseeni dalam digital marketing, diantaranya: Siapkan budget; Tentukan tujuan digital marketing; Tetapkan KPI dan prosedur digital marketing; Evaluasi; Scale Up; Evaluasi; Repeat.

    Tidak hanya memaparkan mengenai digital marketing Diseeni, Rofi juga menunjukkan bagaimana perkembangan engagement akun Instagram Diseeni dari kenaikan jumlah follower, like, maupun komentar dari waktu ke waktu. Peningkatan tersebut tentu saja diakibatkan karena interaksi pengelola akun dengan audiens/followers yang semakin kuat. Setelah usai pemaparan materi, moderator membuka sesi tanya-jawab. Terlihat antusiasme audiens melalui pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. Dengan mengikuti webinar ini, diharapkan peserta dapat menerima insight mengenai dunia bisnis, terutama dalam hal digital marketing sendiri yang merupakan kunci sukses berbisnis.

    – Whafir Pramesty

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.