Kopma In Action: Small Steps Toward a Sustainable Society

Pada hari Jumat, 18 April 2025, Koperasi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Kopma UGM) menyelenggarakan kegiatan Kopma in Action yang berlokasi di Yayasan Sayap Ibu Cabang D.I. Yogyakarta, beralamat di Jl. Rajawali No. 3, Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.30 hingga 11.30 WIB dan merupakan bentuk nyata dari implementasi program kerja yang dijalankan langsung oleh anggota Kopma. Anggota Kopma yang turut hadir dalam kegiatan ini adalah Reina Hilmina dan Viola Permata dari Human Resources Development; Abhitha Luita J. dari General Administration; Kayla Fidelya Ardhani dari Member Resources Development; Mahdalena Shinta N., Athaya Shafa Nabila, Indah Amalia, Ghiffari Putra Agoeng, dan Mochamad Akhtar Syach dari Media and Public Relations; serta Alifia Safira Irtanandya selaku Ketua Umum Kopma. 

Dalam kegiatan ini, para anggota berinteraksi hangat dengan anak-anak yayasan melalui berbagai aktivitas menarik dan edukatif. Salah satunya adalah mewarnai gambar. Anggota yang menghadiri kegiatan telah menyiapkan alat gambar juga gambar yang akan diwarnai oleh anak-anak panti. Mereka juga diajak untuk membuat gantungan kunci–yang juga telah disiapkan oleh anggota Kopma. Selain itu, bernyanyi bersama hingga sesi foto bersama, juga dilakukan dengan penuh keceriaan dan keakraban. Pada akhir acara, anggota Kopma turut memberi bingkisan kecil yang diterima anak-anak, serta sembako yang secara simbolis diterima oleh para pengasuh panti. 

Yayasan Sayap Ibu sendiri memiliki sejarah panjang dalam pengabdian kepada anak-anak. Didirikan pertama kali oleh Ibu Sulistina Sutomo pada 25 Mei 1955 di Jakarta, yayasan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dan pengasuhan kepada anak-anak yang terlantar. Cabang D.I. Yogyakarta didirikan secara resmi pada 30 September 1968 dan hingga kini terus melanjutkan misi kemanusiaan tersebut dengan penuh dedikasi. Dengan lingkungan yang nyaman dan pengasuhan yang penuh kasih, Yayasan Sayap Ibu telah menjadi rumah yang aman dan penuh harapan bagi banyak anak.

Kegiatan Kopma in Action ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being dan SDG 4: Quality Education. SDG 3 diwujudkan melalui penciptaan lingkungan sosial yang mendukung kesehatan mental dan emosional anak-anak melalui interaksi yang positif dan penuh kehangatan. Sementara itu, SDG 4 tercermin dalam kegiatan-kegiatan kreatif dan edukatif yang memberikan pengalaman belajar informal yang menyenangkan dan mendorong perkembangan kognitif serta kreativitas anak-anak.

Melalui kegiatan ini, Kopma UGM tidak hanya memperkuat nilai-nilai sosial dan solidaritas di antara anggotanya, tetapi juga menunjukkan bahwa koperasi mahasiswa mampu memainkan peran penting dalam menjawab tantangan sosial di masyarakat. Kopma in Action menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama bisa memberikan dampak besar, sekaligus memperkuat komitmen Kopma UGM sebagai organisasi yang aktif dan berkelanjutan.

Ditulis oleh:

Ghiffari Putra Agoeng

Mochamad Akhtar Syach

Similar Posts

  • TOT Trainer Community Koperasi “Kopma UGM” 2015

    IMG-20150303-WA0012

    Yogyakarta-5 Maret 2015, Trainer Community (TC) Koperasi “Kopma UGM” telah mengadakan acara Training For Trainer (TOT) pada tanggal 3 Maret 2015 pukul 19.30-21.25 WIB di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”.

    Menurut Rony Iskandar selaku Ketua TC Koperasi “Kopma UGM” 2015/2016, “Acara ini diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kualitas trainer yang tergabung dalam gugus komnunitas TC Koperasi “Kopma UGM””.

    Dalam menyelenggarakan acara ini, TC bekerja sama dengan Andromeda. Andromeda adalah sebuah lembaga training prefesional yang berada di luar Koperasi “Kopma UGM” yang beralamat di Yogyakarta. Selain itu, Andromeda juga merupakan learning center yang cakupannya menyangkut outdoor dan indoor training.

    Rangkaian acara dalam kegiatan dalam kegiatan ini adalah pertama pembukaan oleh Ketua TC, kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai organizing event yang disampaikan oleh Lucky (Andromeda), terakhir seusai materi acara ditutup dengan doa dan foto bersama.

    “Harapannya anggota TC ke depannya dapat lebih baik dalam mengorganisir sebuah event, baik itu outdoor maupun indoor,” tutur Rony Iskandar setelah acara TOT dilaksanakan. (Humas Kopma UGM / Rusli Akhmad Junaedi).

  • Pelatihan PKL I 2015

    Yogyakarta- 13 Maret 2015, bidang HRD Koperasi “Kopma UGM” telah mengadakan pelatihan untuk peserta PKL (Praktek Kerja Lapangan) di Ruang Sidang Koperasi ‘Kopma UGM” pukul 09.00-11.30 WIB. Peserta PKL di Koperasi “Kopma UGM” periode I tahun 2015 adalah pelajar yang berasal dari SMKN 1 Pengasih Kulon Progo dan SMKN 7 Yogyakarta dan total berjumlah 11 orang.

    Menurut Nurul Meika Tri Wahyuni selaku staf HRD Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016, “Tujuan diadakannya pelatihan PKL kali ini adalah untuk melatih public speaking dan meningkatkan pemahaman peserta PKL mengenai koperasi.” Ia juga menambahkan, “Pelatihan PKL II nantinya akan diselenggarakan kembali pada tanggal 23 Maret 2015.”

    Materi pertama dalam pelatihan PKL I yakni mengenai koperasi secara umum yang disampaikan oleh Intan, Indri, dan Lintang selaku perwakilan peserta PKL di Koperasi “Kopma UGM”. Ketika menyampaikan materi mengenai koperasi secara umum, pemateri memfokuskan pembahasannya pada jenis-jenis, lambang, undang-undang, prinsip yang terdapat dalam koperasi.

    Setelah materi pertama tersampaikan, acara dilanjutkan pada materi kedua dengan pembahasan mengenai team building yang disampaikan oleh Muhammad Fajri Saptaji selaku ketua umum Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016.

    Terakhir, materi ketiga tentang customer service yang disampaikan oleh Meda dan Nindia selaku peserta PKL di Koperasi “Kopma UGM” yang berasal dari SMKN 7 Yogyakarta. Meda dan Nindia menjelaskan pada teman-teman peserta pelatihan mengenai kiat menjadi customer service yang baik. Sebelum acara berakhir, Akhmad Faqihuddin (Faqih) selaku Ketua Bidang HRD Koperasi “Kopma UGM” juga berbagai cerita pada peserta pelatihan seputar kehidupan di kampus.

    “Harapannya setelah pelatihan ini peserta dapat membangun kerja tim yang kompak sehingga nantinya mereka dapat bekerja sebagai tim yang solid,” ungkap Faqih yang diwawancari ketika acara pelatihan berakhir. (Humas Kopma UGM / Rusli Akhmad Junaedi).

  • Pengumuman Asisten Bidang Periode I Tahun 2015

    Setelah melewati tahap magang pada tanggal 31 Maret 2015 sampai dengan tanggal 7 April 2015, berikut adalah peserta yang lolos dan akan menjalani tugas baru sebagai Asisten Bidang Periode 1 Tahun 2015:

    PSDA

    Muhammad Anharulfikri

    Danang Triyantoro

    Bisnis

    Yuliana Purwaningtias

    Siti Wariyullarum

    HRD

    Umar Kusumahadi

    Keuangan

    Minarsih

    Arief Eko Wiranto

    Humas dan Gerakan

    Novi Isnaeni

    Administrasi

    Yogawati

    Arif Ardiasmono

    Dimohon nama-nama di atas dapat menghadiri acara penandatanganan SPK pada tanggal 9 April 2015 pukul 17.00 di Ruang Sidang dengan membawa 2 buah materai 6000 rupiah. Dimohon ketepatan waktunya, terimakasih.

    Selamat kepada seluruh Asisten Bidang Periode 1 tahun 2015!

    Selamat datang, selamat bergabung, dan selamat berkontribusi!

  • Beberapa Cara Untuk Mengatasi Mental Block

    Kalian pernah nggak sih ngerasa stuck terhadap kehidupan yang gini-gini aja?

    Atau mungkin pernah merasa frustasi atau bingung karena ide lagi nggak ngalir?

    Atau jangan-jangan kalian pernah mengalami kesulitan fokus terhadap sesuatu?

    Jika iya, maka kalian sedang mengalami sebuah mental block. Apa sih mental block itu? 

    Jadi, secara definisi merupakan sebuah batasan psikologis yang mencegah kita dari berpikir secara jelas, menciptakan sebuah keputusan, dan mengambil tindakan langsung yang dapat disebabkan dari berbagai alasan, seperti keraguan, ketakutan, kurangnya motivasi, atau bahkan karena sifat perfeksionisme. Tapi, tenang aja sob! Fase ini lazim dialami oleh semua orang dalam kehidupannya, utamanya mahasiswa yang seringkali dibombardir oleh berbagai tugas kuliah dan jobdesk dari organisasi yang kita ikuti. Lantas, bagaimana kita bisa menyudahi fase mental block dan kembali menjadi orang yang produktif?

    1. Mengenali dan Mengakui Gejala Mental Block

    Langkah pertama yang diambil dalam mengatasi mental block adalah mengetahui berbagai gejalanya, seperti kurangnya motivasi berkembang, sikap bingung dan frustasi, serta prokrastinasi. Dengan mengetahui dan mengakui bahwa kita sedang terkena mental block, hal ini kemudian dapat membuat kita mengambil langkah selanjutnya.

    1. Ambil Rehat Sejenak Sambil Mencari Dukungan

    Setelah mengakui bahwa kita terkena mental block, tidak ada salahnya untuk mengambil rehat sejenak dari rutinitas yang membuat kita bosan atau frustasi. Selain rehat, ada baiknya juga untuk keep in touch dengan teman atau keluarga terdekat untuk berbagi cerita mengenai hal yang sedang kita alami. Mungkin mereka tidak dapat membuat kita menyelesaikan masalah saat itu juga, tetapi saran atau feedback beserta ucapan dukungan dari orang terdekat dapat membangkitkan ulang energi yang kita miliki.

    1. Melakukan Refleksi Terhadap Aktivitas Kita

    Refleksi merupakan sebuah langkah yang penting. Kita dapat melakukannya sendiri atau bersama orang terdekat untuk memikirkan ulang beberapa pertanyaan, seperti apa tujuan melakukan tindakan ini sejak awal? Apa yang akan terjadi jika hal ini tidak dilakukan? Dengan memikirkan jawaban pertanyaan-pertanyaan tadi dengan bantuan orang terdekat, kita dapat mendapatkan sudut pandang lain yang lebih objektif. 

    1. Memecah Tugas Menjadi Beberapa Bagian

    Terkadang, kita terus menerus memusingkan sebuah tugas yang kelihatannya sangat besar atau sangat sulit dikerjakan. Solusi dari kepusingan ini adalah dengan menentukan target waktu dan membagi tugasnya menjadi kecil-kecil. Misal, dalam satu hari, kita akan menulis esai dengan target pada pukul 07.00 – 10.00 melakukan riset terhadap topik, jam 11.00 – 13.00 menulis outline garis besar, dan pukul 14.00 – 18.00 kita akan menuliskan latar belakang. 

    1. Jauhi Perfeksionisme

    Beberapa tugas memang lebih baik diselesaikan secara tuntas tanpa memikirkan apakah ini sudah sempurna atau belum. Dengan memfokuskan diri untuk segera menyelesaikan suatu tugas, akan membuat kita memiliki waktu luang di akhir untuk melakukan proses editing atau mengecek ulang tugas kita. Lain halnya jika kebalikan, kalau kita terus fokus pada kesalahan dan tidak segera menyelesaikan tugas yang ada, maka hal ini akan menyita lebih banyak waktu dan berakhir membuat kita semakin frustasi.

    Nah, itu tadi 5 cara untuk menanggulangi mental block yang lazim dialami oleh setiap orang. Untuk kedepannya jika mengalami mental block, jangan denial, jangan malu, dan jangan takut ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.