Pelatihan Sistem Manajemen Kas

Yogyakarta-Kopma UGM, Pelatihan sistem manajemen kas yang diadakan oleh bidang keuangan (09/4) bertujuan untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem manajemen kas yang ada di Koperasi “Kopma UGM”. Acara yang bertempat di Ruang Sidang II Gelanggang Mahasiswa UGM diisi oleh Hesti Arumawati dan Devia Susana dari Direktorat Keuangan UGM.

“Pelatihan ini bukan hanya sekedar membahas sistem manajemen kas yang ada di Koperasi “Kopma UGM”, akan tetapi juga membahas bagaimana mengimplementasikannya sehingga dapat terwujud sistem manajemen kas yang ideal,” ungkap Sulistyowati yang diwawancarai seusai kegiatan.

“Harapannya nanti ilmu yang didapat mampu diterapkan tidak sambil lalu. Apabila membutuhkan pelatihan lagi dapat menghubungi pihak-pihak yang ahli,” tandas Novitas Rahmawati selaku anggota pengawas Koperasi “Kopma UGM”.

Similar Posts

  • Anggota Koperasi “Kopma UGM” Ciptakan Usaha melalui PKM Kewirausahaan

    Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada seklaigus anggota Koperasi “Kopma UGM” merintis usaha di Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan 2017. Tim yang diketuai oleh Destri Karlina (Sekolah Vokasi, 2014) dan beranggotakan Hasbiyansyah (Sekolah Vokasi, 2014), Tabiah (Sekolah Vokasi, 2015), Deni Haryono (Sekolah Vokasi, 2015), Iit Wakhidah (Psikologi, 2015) lolos mendapat dana hibah dari Dikti sebagai modal awal usaha. Tim ini mendapat bimbingan dari Fitri Damayanti Berutu, S.E., S.S., M.Sc., sekaligus Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Koperasi “Kopma UGM”. Beliau juga merupakan staf pengajar di Program Studi Manajemen Sekolah Vokasi UGM.

    Mereka mengembangkan usaha berupa media edukasi anak untuk membantu mengembangkan character building di masa pertumbuhannya. Produk tersebut dinamai PUBBA (Pop Up Book Berbasi Audio) dengan menghadirkan media pembelajaran audio berupa suara yang menarik sehingga dapat memotivasi anak untuk mengenal nilai-nilai dalam membangun character building.

    Latar belakang dari pembuatan PUBBA yaitu pentingnya pendidikan karakter pada anak sejak sedini mungkin. Selain alasan tersebut, minimnya media edukasi anak yang membantu meningkatkan character building masih jarang ditemui di pasaran. PUBBA diperuntukkan bagi anak usia TK (Taman Kanak-kanak)dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau yang berusia 4-6 tahun.

    PUBBA melibatkan pembelajaran melalui audio dan visual dalam penggunaannya. Audio berupa narasi yang ingin disampaikan, dan visual berupa desain pop up book yang inovatif. Dengan demikian diharapkan kegiatan belajar untuk mengembangkan character building lebih atraktif.

    Sejauh ini, tim PUBBA dalam proses produksi dan sudah membuka PO (Pre-Order) sampai tanggal 2 Juni mendatang. Produk ini dibandrol seharga Rp210.000,00 dan bebas ongkos kirim untuk pembeli daerah UGM dan sekitarnya.

    Koperasi “Kopma UGM” memberikan dukungan berupa perijinan tempat produksi untuk assembling rangkaian pop up book. “Hal ini sangat membantu kami, apa lagi tim kami belum memilki rumah produksi secara mandiri,” tutur Destri Karlina.

    Pemesanan hubungi
    085647885733 (Destri Karlina)

    PUBBA

  • Laptri II

    Yogyakarta-Kopma UGM, Pengawas Koperasi “Kopma UGM” telah menyelenggarakan Laporan Triwulan II (Laptri) bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” pada Sabtu (8/8). Tujuan diadakan laptri adalah untuk menyampaikan perkembangan manajemen organisasi dan kepengawasan yang ada di Koperasi “Kopma UGM” pada anggota.

    Terdapat tiga sesi pada laptri kali ini. Pertama, sesi pemaparan laporan perkembangan manajemen organisasi yang disampaikan oleh ketua umum dan ketua bidang. Kedua, sesi pemaparan laporan kepengawasan oleh Alan Griha Yunanto selaku ketua pengawas. Terakhir, sesi tanya jawab.

    Menurut Alan Griha Yunanto selaku ketua pengawas Koperasi “Kopma UGM”, “Secara umum kinerja semua bidang mengalami kenaikan, akan tetapi masih terdapat beberapa catatan khususnya untuk pemahaman kepengurusan-staf telah mengalami peningkatan dan harapannya rekomendasi yang telah diberikan pengawas dapat membantu kepengurusan-staf dalam meningkatkan kinerjanya.”

     “Kedepan kami coba untuk mengevaluasi publikasi laptri yang terlalu tebal dan dapat menemukan format yang tepat dalam publikasi yang lebih ringkas ke depannya,” tambah Alan.

  • Jalan Sehat bersama Unit Kegiatan Karyawan Koperasi “Kopma UGM”

    Yogyakarta, KOPMA UGM – dalam rangka menyambut hari koperasi yang akan jatuh pada 7 Juli mendatang, Unit Kegiatan Karyawan Koperasi “Kopma UGM” mengadakan acara jalan sehat bersama pada hari Minggu (7/6). Acara diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang terdiri dari kepengurusan staf, karyawan dan anggota Koperasi “Kopma UGM” serta masyarakat umum karena acara jalan sehat ini bersifat terbuka sehingga tidak hanya ditujukan bagi internal Koperasi “Kopma UGM”.

    Acara terdiri dua sesi, yaitu jalan sehat bersama yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize yang diiringi dengan hiburan musik. Doorprize yang dibagikan diantaranya sepeda gunung, televisi, perangkat dapur, peralatan mandi dan lain sebagainya.

    Diharapkan kemudian, dengan adanya acara ini dapat meningkatkan kebersamaan diantara karyawan Koperasi “Kopma UGM” serta dengan kepengurusan staf juga anggota.

  • Jambore Koperasi Nasional

    Bogor (10/09), Bulan September ini Koperasi “Kopma UGM” mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Jambore Koperasi Nasional yang diselenggarakan oleh Deputi Kelembagaan Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Delegasi dari Koperasi “Kopma UGM” diwakili oleh Akhmad Mudhaqir (Ketua Bidang Bisnis) dan Alan Griha Yunanto (Ketua Pengawas). Delegasi  dari D.I. Yogyakarta selain Koperasi “Kopma UGM” diwakili juga oleh TPKU SMK PIRI 1 Yogyakarta dan TPKU SMK Muhamadiyah Playen Gunung Kidul. Kegiatan Jambore Koperasi Nasional diselenggarakan tiga hari 8-10 September 2015. Acara Jamkopnas 2015 ini dilaksanakan di Jambuluwuk Boutique and Resort Ciawi Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Kegiatan Jamkopnas 2015 ini membidik sasaran yang berbeda dari tahun lalu, yakni koperasi pemuda dan TPKU (Tempat Praktek Kerja Usaha). TPKU ini merupakan program dari Kementrian Koperasi dan UKM untuk sekolah-sekolah yang dimaksudkan agar meningkatkan ketrampilan kerja. Hari pertama, diisi oleh materi-materi in class yang diisi oleh Kementrian Koperasi  dan UKM. Materi-materi yang disampaikan terkait dengan kondisi koperasi sekarang ini hingga persiapan menghadapi MEA, koperasi sebagai badan hukum.  Hari kedua, peserta Jamkopnas 2015 diberikan materi bisnis plan dan dilakukan lomba bisnis plan antar peserta. Acara puncak Jamkopnas 2015 ini diadakan pada malam hari ditutup oleh Asisten Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM dan dilanjutkan acara perenungan dan ramah tamah.

    Beberapa informasi penting juga disampaikan pada acara Jamkopnas 2015 yang diikuti oleh 40 TPKU seluruh Jawa dan 40 koperasi pemuda seluruh Jawa. Kementrian Koperasi dan UKM mempunyai program-program strategis untuk mengembangkan wirausaha-wirausaha baru seperti memberikan bantuan untuk membentuk TPKU. Harapannya sekolah-sekolah juga dapat mengakses program-program ini untuk praktek kerja siswanya. Selanjutnya program-program kewirausahaan nasional yang setiap tahun akan diadakan dan disebarkan keseluruh provinsi di Indonesia. Selain itu kementrian juga mempunyai program-program untuk membantu sokongan modal melalui dana bergulir. Kesemuanya ini dapat diakses melalui Kementrian Koperasi dan UKM

    Acara Jamkopnas 2015 ini penting diadakan setiap tahunnya karena manfaat dari acara seperti ini bagi koperasi bisa sharing satu dengan yang lain, sehingga perputaran informasi antar koperasi di Indonesia terjadi dengan baik. Namun beberapa catatan penting untuk perbaikan acara ditahun berikutnya salah satunya adalah bagian koordinasi event organizer yang perlu diperbaiki karena persiapan-persiapan yang kurang matang. Selain itu supaya dampaknya lebih luas undangan juga ditujukan untuk seluruh provinsi di Indonesia. Karena Indonesia tidak hanya Jawa, tetapi Indonesia adalah kita semua dari 34 provinsi.

  • |

    Dear Internet, Ini Sekilas Tentangmu

    Dewasa ini, kehadiran teknologi dan internet sudah bukan menjadi hal asing bagi sebagian besar masyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi dan internet yang terus berkembang, hampir menyentuh setiap sendi kehidupan. Hampir semua kebutuhan masyarakat dapat ditemui dalam bentuk digital karena adanya internet. Internet membuat kita tetap terhubung, bahkan seakan menghapus batasan ruang dan waktu yang ada. Globalisasi yang dikenal masyarakat merupakan buah hasil kehadiran internet yang amat besar dampaknya. Masyarakat perkotaan, generasi milenial, generasi Z, bahkan sudah menganggap internet sebagai sebuah kebutuhan primer, menyamai kebutuhan sandang, pangan, papan yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena begitu pentingnya kehadiran internet di era sekarang, pemerintah Indonesia dan juga pihak swasta tengah gencar-gencarnya mengembangkan jaringan internet di negeri ini. Di tengah kondisi pandemi yang membuat mobilitas masyarakat terbatas di ruang nyata, tentu sangat terbantu dengan keberadaan internet.

    Internet sendiri merupakan sebuah jaringan luas yang menghubungkan komputer di seluruh dunia untuk saling terhubung, dengan bantuan beberapa jenis perangkat yang dapat diakses oleh banyak orang. Kemunculan internet menyimpan sejarah dan fakta unik dalam perjalanannya menemani dan hadir di tengah masyarakat. Internet telah digunakan oleh sebanyak 4,5 milyar orang di seluruh dunia berdasarkan data dari WeareSocial dan Hootsuite per-2020. Ini berarti pengguna internet telah mencapai lebih dari 60% populasi penduduk dunia. Indonesia sendiri masuk ke dalam daftar lima negara pengakses internet terbanyak di dunia, setelah Tiongkok di posisi pertama, kemudian dilanjutkan India, Amerika Serikat, dan Brazil. Fakta terkait jumlah pengakses internet di Indonesia sendiri tidak dibarengi dengan tingginya tingkat penetrasi yang ada. Di dunia sendiri, dari 200 lebih negara, hanya ada lima negara dengan tingkat penetrasi internet mencapai angka 99%.

    Ternyata di balik kehebatannya, internet mengalami perjalanan panjang sebelum menjadi seperti adanya sekarang. Konsep jaringan internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET yang dibangun oleh United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency (ARPA). Kemudian pada tahun 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP, yang mana merupakan awal dari internet sebagaimana kita kenal hari ini. Internet masuk pertama kali ke Indonesia pada tahun 1988 melalui sebuah Internet Protocol (IP) yang didaftarkan oleh Universitas Indonesia. Istilah berselancar di internet atau surfing in the internet pertama kali muncul pada tahun 1992 oleh Jean Armour Polly. Dengan browser pertama yang diperkenalkan adalah Mosaic pada tahun 1993. Vinton Cerf dan Bob Kahn mulai mengembangkan protokol pertukaran data, dengan terciptanya banyak Domain Name System (DNS) yang dapat disesuaikan, seperti .edu, .gov, .com, .mil, .org, .net, dan .int. Berkat jasanya ini Cerf dan Kahn disebut-sebut sebagai Bapak Internet Dunia.

    Media sosial merupakan salah satu bentuk inovasi karena adanya internet. Munculnya jejaring sosial ini dimulai dari kemunculan Friendster pada tahun 2002, kemudian semakin berkembang setelah di tahun 2004 Facebook lahir. Dari 4,5 miliyar pengguna internet dunia, 3,8 milyarnya sudah menggunakan media sosial. Data ini telah menunjukkan bahwa hampir seluruh pengakses internet mengenal dan memiliki sebuah akun media sosial. Berbagai informasi dan fitur menarik yang dihadirkan media sosial membuat sebagian besar penggunanya betah dan nyaman berjam-jam berselancar di dalamnya. Pengguna internet rata-rata dunia menghabiskan waktu selama 6 jam 43 menit, dengan waktu online pada media sosial selama 2 jam 24 menit setiap harinya. Jika disamakan dengan waktu belajar, itu setara dengan dua sampai tiga SKS di perkuliahan. Terkadang kemudahan dan kemenarikan berbagai fitur yang dihadirkan internet membuat masyarakat ketergantungan hingga kecanduan akannya. Bahkan internet acap kali disebut telah menjadi “penguasa” dunia masyarakat modern.

    Tidak dapat dipungkiri, internet memberikan kontribusi yang sangat besar kepada kehidupan masyarakat modern. Dampak positif yang ada juga dibarengi dengan dampak negatif di sisi lainnya. Keberadaannya sekarang ini jelas semakin dirasakan oleh masyarakat dunia. Hadirnya membuat keadaan selama pandemi Covid-19 menjadi tidak seburuk yang dibayangkan. Masyarakat yang terpaut akan jarak, tetap bisa bertemu dan menyapa di ruang virtual. Kegiatan belajar dan bekerja tentu dimudahkan dengan bantuannya. Internet bak penyelamat di tengah pandemi untuk tetap dapat terhubung dengan cepat dan mudah. Keterhubungan yang diciptakan oleh internet membuat masyarakat di tengah pandemi tetap dapat menjalankan rutinitas dan mendapat hiburan. Berbicara mengenai internet sepertinya tidak akan pernah ada habisnya. Mungkin ke depannya berbagai inovasi lain akan terus datang guna mempermudah kehidupan manusia. Bayangkan jika saja hari ini internet belum hadir, besar kemungkinan kalian tidak akan pernah membaca tulisan ini.

    (ayu pratiwi)

    Sumber foto: baktikominfo.id