Koperasi “Kopma UGM” Raih Penghargaan Koperasi Berpretasi Tingkat DIY

Yogyakarta-Kopma UGM, Koperasi“Kopma UGM” kembali membawa pulang dua piala kemenangan pada Upacara Hari Koperasi ke- 68 Tingkat DIY (30/7). Koperasi “Kopma UGM” berhasil menyabet penghargaan untuk dua kategori yakni Juara I Koperasi Berprestasi dan Juara II LTT Koperasi. Peringatan yang dilaksanakan di Halaman Balai Kota Yogyakarta ini bertemakan “Memperkokoh Koperasi sebagai Sokoguru Perekonomian Bangsa Indonesia,” dengan Inspektur upacara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Dr. Didik Purwadi.

Dalam menyambut Hari Koperasi Nasional Disperindakop DIY mengadakan berbagai macam lomba untuk mengukuhkan kembali fungsi dan peran koperasi di masyarakat. Penghargaan pun diberikan untuk koperasi terbaik untuk kategori koperasi bidang simpan pinjam, koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi jasa, koperasi pemasaran serta juga koperasi tingkat SMP dan SMA. Koperasi “Kopma UGM” berhasil mendapat skor tertinggi untuk kategori koperasi konsumen mengalahkan koperasi besar lain di DIY. Kabid. Humas dan Gerakan, Nur Lutfiana Widiastuti mengapresiasi prestasi ini, “Semoga ini menjadi awal pembelajaran ideologi koperasi secara lebih menarik. Sebab dengan memenangkan Koperasi Berprestasi, anggota Koperasi “Kopma UGM” akan lebih tertarik dan bersemangat berkiprah dan berprestasi di koperasi ini.”

Penghargaan juga diberikan kepada anggota berprestasi yang memenangkan Lomba Tangkas Terampil tingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Sulistyowati, Anwar Danu Saputra dan Nabiila Nurfitri mewakili Koperasi “Kopma UGM” dan meraih juara dengan skor 3200. “Kompetisi ini merupakan langkah baik agar anggota dapat memahami jati diri koperasi secara mendalam. Anggota pun meraih prestasi melalui pemahaman tersebut. akan muncul kebanggaan mereka sebagai anggota koperasi jika ada apresiasi atas prestasi mereka seperti penghargaan ini,” ujar Nabiila Nurfitri, salah satu anggota Tim LTT Koperasi “Kopma UGM”

Similar Posts

  • Who’s Next #2

    Makin penasaran dengan kandidat yang akan dicalonkan pada RAT 35 mendatang??

    Kartu pertama:

    Pria kelahiran Jepara, 2 Mei 1994 ini memulai karirnya di Koperasi “Kopma UGM” sebagai asbid Administrasi. Selain itu, ia pun pernah menjadi kadiv Asger di salah satu guskom Koperasi “Kopma UGM” yakni GCK.
    Loyalitasnya pun membawa dirinya diangkat menjadi Staf Administrasi periode 2015 dan Kabid Administrasi 2016.
    Dalam kancah gerakan perkoperasian, pada tahun 2016 pula, ia diamanahi menjadi pengawas HKMY.
    Jika menilik prestasinya, sepertinya tahun 2016 menjadi tahun keemasan bagi dirinya. Terbukti dengan kemenangannya membawa medali perak PKM-P pada pimnas ke-29 di Bogor.

    Siapa dia?
    Dia bernama Noor Suhartono.
    “Jika hidup ini penuh kenikmatan, maka nikmatilah. Kopma bagaikan hutan rimba. Sudah, itu aja!”
    Penasaran dengan kartu kedua?

    Nantikan postingan selanjutnya…

    #AkuCintaKoperasi #Aciko

  • | |

    Bagaimana Pancasila Lahir dan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional?

    Garuda Pancasila, simbol perjuangan Indonesia di Monumen Juang 45
    (https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/garuda-pancasila )

    Setiap tanggal 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati hari tersebut sebagai Hari Pancasila. Pada peringatan tersebut, pemerintah menetapkan sebagai hari libur nasional. Walaupun begitu, beberapa instansi bahkan pemerintah melaksanakan upacara bendera. Seperti yang terlaksana pada 1 Juni 2022 lalu, Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dilaksanakan di Lapangan Pancasila Ende, Nusa Tenggara Timur. Acara ini juga disiarkan melalui laman website, kanal YouTube, dan televisi nasional sehingga seluruh Indonesia dapat menyaksikan momen tersebut. Tujuan lain diadakannya upacara ini yaitu agar masyarakat Indonesia tetap ingat bahwa ideologi dan pedoman bangsa Indonesia dalam bermasyarakat adalah Pancasila.

    Perumusan Pancasila bermula dari pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai janji Jepang untuk membantu kemerdekaan Indonesia. Melalui Sidang BPUPKI, terdapat pendapat-pendapat tokoh, seperti Muhammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno. Muhammad Yamin pada 29 Mei 1945 mengusulkan lima dasar yang terdiri dari Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Pada 31 Mei 1945, Soepomo merumuskan dasar negara yang meliputi Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat. Sedangkan Ir. Soekarno mengusulkan pendapatnya pada 1 Juni 1945 meliputi Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

    Usulan-usulan dari perwakilan anggota BPUPKI tersebut dibahas oleh Panitia Sembilan untuk lebih berfokus dalam pembentukan dasar negara. Akhirnya, dibentuklah Rancangan Pembukaan UUD 1945 yang disebut sebagai Piagam Jakarta. Isi dari Piagam Jakarta mencakup usulan-usulan dalam sidang sebelumnya dengan mencantumkan beberapa perubahan yang meliputi:

    1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
    3. Persatuan Indonesia.
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Sila-sila ini belum dapat dikatakan sebagai isi dasar negara dalam bentuk yang resmi. Setelah upacara proklamasi kemerdekaan, terdapat beberapa perwakilan dari agama Protestan dan Katolik yang menyatakan keberatan dengan sila pertama pada Piagam Jakarta. Sila tersebut terkesan hanya merangkul salah satu agama sehingga dikhawatirkan terjadinya konflik dan perpecahan. Untuk itu, beberapa perwakilan anggota PPKI mengadakan rapat dan mufakat untuk mengganti sila pertama menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

    Pemerintah resmi menetapkan Hari Lahir Pancasila sebagai Hari Libur Nasional pada 1 Juni sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 tahun 2016. Selain itu, Pemerintah menyarankan kepada seluruh instansi untuk melaksanakan Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila untuk menumbuhkan nasionalisme dan sarana memperluas wawasan kebangsaan.

  • Dikmen 15

    Yogyakarta-Bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) Koperasi “Kopma UGM” menyelenggarakan Pendidikan Manajemen (Dikmen) ke 15. Dikmen merupakan bentuk pendidikan perkoperasian bagi anggota di Koperasi “Kopma UGM” setelah Pendidikan Dasar (Diksar) dan Pendidikan Organisasi (Dikorg) yang bertujuan untuk membekali anggota dengan  kemampuan manajerial dalam rangka mempersiapkan kader-kader koperasi yang kompeten. Dengan mengusung tema “Dari dan Untuk Anggota”, Dikmen 15 diselenggarakan selama dua hari, yakni pada Sabtu (31/10) dan Minggu (1/11) di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”. Acara ini diikuti sebanyak sebelas orang yang terdiri dari para Asisten Bidang dan Tim Kerja Keanggotaan.

    Pada hari pertama, acara Dikmen 15 dimulai pada pukul 07.00 WIB  yang diawali dengan sambutan dari panitia pelaksana dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne Gadjah Mada dan Mars Koperasi “Kopma UGM”. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan berbagai materi Analisis SWOT yang disampaikan oleh Ufairoh Nurulhayah, Business Plan dengan pemateri AkhmadMudhaqir, Manajemen Sumber Daya Manusia oleh Akhmad Faqihuddin, dan Laporan Keuangan oleh Tri Suci Rahayu. Materi-materi yang disajikan pun sangat menarik apalagi dikemas dengan diskusi interaktif dan analisis studi kasus, sehingga peserta dapat dengan mudah memahaminya. Acara pun berakhir tepat pukul 17.30 WIB.

    Pada hari kedua, peserta berkumpul pukul 08.00 WIB untuk mengikuti Debat Koperasi yang dipandu oleh, Ketua Pengawas Koperasi “Kopma UGM”, Alan Griha Yunanto. Topik dalam debat koperasi ini adalah “Koperasi Simpan Pinjam bagi Mahasiswa”. Masing-masing tim pun terlihat antusias dalam mengemukakan argumen-argumen pro dan kontra adanya system simpan pinjam bagi di Koperasi Kopma UGM. Setelah itu, tepat pukul 11.30 WIB acara Dikmen 15 berakhir dengan makan siang bersama.

  • Pelatihan PKL

    Yogyakarta, KOPMA UGM- Bidang Human Resource and Development (HRD) telah mengadakan pelatihan PKL pada hari Sabtu (4/7) bertempat di Ruang Sidang II Gelanggang Mahasiswa UGM. Pelatihan ini bertujuan untuk untuk meningkatkan team building dan kemampuan public speaking peserta PKL.
    Dalam pelatihan ini terdapat dua sesi, yakni materi dan pemaparan CV perwakilan peserta PKL. Pada sesi pertama, materi team building disampaikan oleh Muhammad Fajri Saptaji (Ketua Umum Koperasi “Kopma UGM”). Ketika menyampaikan materi, Fajri juga mengajak peserta melakukan permainan untuk menguji team building yang dimiliki oleh peserta pelatihan. Seusai seusai penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan presentasi CV perwakilan peserta PKL.
    Ria Nurmaningsih selaku salah satu peserta pelatihan mengungkapkan, “ Menyenangkan, karena pematerinya tidak hanya sekadar memaparkan materi namun memberikan permainan sebagai aplikasi dari materi yang telah dipaparkan”.
    Selain itu, Nurul Meika Tri Wahyuni selaku staf HRD Koperasi “Kopma UGM” yang diwawancarai via Whatsapp mengungkapkan, “Setelah pelatihan ini harapannya peserta PKL memiliki kapasitas lebih untuk mempersiapkan diri ke dunia kerja, khususnya untuk koordinasi dengan rekan kerja”.

  • Dekopinwil Jatim Kunjungi Koperasi “Kopma UGM”

    Yogyakarta – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) JawaTimur beserta rombongan mengunjungi Koperasi “Kopma UGM” (26/10). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari model pembanding pengelolaan dan kaderisasi koperasi mahasiswa oleh Dekopinwil Jatim. Agenda pertama adalah diskusi yang bertempat di ruang sidang Koperasi “Kopma UGM”, dilanjutkan dengan mengunjungi divisi usaha Koperasi“Kopma UGM”.

    Agenda diskusi berjalan  lancar dengan antusiasme tinggid ari para peserta rombongan. Hal itu dapat dilihat dari keaktifan mereka dalam mengajukan berbagai pertanyaan khususnya pada bidang pengelolaan bisnis di Koperasi“Kopma UGM”. “Saya merasa senang bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan.” Kata Akhmad Mudhaqir selaku Kabid Bisnis Koperasi“Kopma UGM”. Akhmad menambahkan,“Tercipta suasana yang kondusif pada acara tersebut.” Acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari Koperasi“Kopma UGM” yang diwakili oleh Akhmad Faqihudin selaku Kabid HRD pada Dekopinwil Jatim dan diakhiri dengan mengunjungi  divisi usaha Koperasi “Kopma UGM”.