Koperasi “Kopma UGM” adakan RAI

Yogyakarta – Koperasi “Kopma UGM” telah selesai menyelenggarakan Rapat Anggota Istimewa (RAI) ke-8 yang berlangsung pada 5 Maret 2016 bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”. RAI ke-8 Koperasi “Kopma UGM” dipimpin oleh Mundi Tri Nugroho selaku pimpinan sidang bersama Devi Ayu Mustika Weni selaku sekretaris sidang. RAI Koperasi “Kopma UGM” selain dihadiri oleh anggota Koperasi “Kopma UGM”, juga dihadiri oleh pengurus staf demisioner.

RAI Ke-8 Koperasi “Kopma UGM” membahas berbagai hal serta mengesahkan, antara lain: anggaran Tim CP, anggaran Tim AD/ART dan anggaran Bidang Bisnis Koperasi “Kopma UGM”. Anggaran tim CP dan tim AD/ART disahkan karena, Cooperatives Plan serta AD/ART Koperasi “Kopma UGM” untuk periode sebelumnya telah berakhir pada tahun ini. Sehingga, dibutuhkan anggaran untuk periode berikutnya.

Sementara itu, anggaran bidang bisnis turut disahkan pada RAI ke-8 disebabkan rencana anggaran bidang bisnis pada RAT ke-34 belum disahkan. Padahal, proker bidang bisnis periode 2016/2017 membutuhkan anggaran cukup besar untuk melakukan ekspansi bisnis pada tahun ini. Ekspansi Bidang Bisnis Koperasi “Kopma UGM”, antara lain: Pembukaan Distro Gamashirt dan Pembukaan cabang Swalayan Koperasi “Kopma UGM”. Selain ekspansi, Bidang Bisnis Koperasi “Kopma UGM” juga meningkatkan pelayanannya kepada anggota dan pelanggan dengan meningkatkan standardisasi JNE, serta peningkatan infrastruktur kafetaria dan Kopma Ice Cream (KIC).

“Semoga apa yang sudah disepakati bersama dalam RAI dapat kami jalankan dengan baik dan sebagaimana mestinya,” tandas Bagus Prasetyo Aryadi selaku Kepala Bidang Bisnis Koperasi “Kopma UGM” periode 2016/2017.

Similar Posts

  • Koperasi “Kopma UGM” : Rasa Memiliki Tumbuh Dari Kepedulian Lingkungan

    Yogyakarta-KOPMA-UGM, Isu lingkungan menjadi perhatian banyak kalangan terutama bagi civitas akademika UGM. Kebersihan dan ketertiban fasilitas UGM menjadi salah satu hal yang paling sering disoroti. Padahal kebersihan lingkungan mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan penggunanya yang kemudian mempengaruhi aktivitas di lingkungan tersebut.

    Untuk itu Koperasi “Kopma UGM” mengadakan kerja bakti karyawan, pengurus, staf dan asisten bidang yang dilaksanakan pada Sabtu (25/4) kemarin. Diikuti oleh lebih dari 50 orang, kegiatan tersebut mampu merubah tampilan Koperasi “Kopma UGM” menjadi lebih indah dan rapi. “Kegiatan ini sengaja dilaksanakan untuk menumbuhkan kesadaran karyawan, pengurus dan staf serta asbid akan kebersihan lingkungan kerja mereka. Lingkungan yang bersih dan sehat akan membuat mereka lebih nyaman dan semangat. Kerja bakti bersama juga menumbuhkan kecintaan dan rasa memiliki lingkungan Koperasi “Kopma UGM,” demikian penuturan Akhmad Faqihuddin, Kabid. HRD periode 2015/2016.

    Kerja bakti dilaksanakan selama 2 jam sebelum divisi-divisi usaha dibuka. Karyawan, pengurus, staf dan asbid dibagi menjadi sejumlah kelompok yang disebar ke divisi-divisi dan ruang anggota. “Semua peserta kerja bakti semangat dan antusias membersihkan bagian luar dan dalam bangunan. Alhamdulillah, karena semua bisa bekerjasama, kami dapat menyelesaikan kegiatan ini sebelum divisi usaha dibuka,” ujar Umi Sayidul M, staf HRD yang juga menjadi peserta kerja bakti. (Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM” / Nabiila Nurfitri)

  • Laptri III

    Yogyakarta-Pengawas Koperasi “Kopma UGM” telah menyelenggarakan Laporan Triwulan (Laptri) III pada Jum’at (30/10) bertempat di Ruang Anggota Koperasi “Kopma UGM”. Laptri III bertujuan untuk menyampaikan perkembangan organisasi, baik dari sisi manajmen maupun kepengawasan pada anggota.

    Menurut Hatta Nur Rochim selaku anggota pengawas Koperasi “Kopma UGM”, “Pada triwulan tiga perkembangan organisasi Koperasi “Kopma UGM” sudah baik. Hampir di setiap bidang mengalami kemajuan yang cukup pesat. Rata-rata progam kerja di tiap bidang hampir terselesaikan seluruhnya.”

    “Menurut saya kinerja pengawas dan kepengurusan sudah cukup baik namun terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki terutama untuk FAQ yang terdapat di website dan pengembangan aplikasi Aciko,” ujar Krisna Rahutama, salah satu anggota Koperasi “Kopma UGM” yang mengikuti Laptri III.

  • Malam Keakraban HKMY

    Yogyakarta – KOPMA UGM, Malam keakraban (makrab) para anggota KOPMA se-Yogyakarta telah diadakan oleh Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY) pada Sabtu-Minggu (16-17/5) bertempat di Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis. Dengan mengusung tagline “Akrab, Dekat, Mendekat” , malam keakraban ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar KOPMA se-Yogyakarta, demikian yang disampaikan Sekretaris Jenderal HKMY, Syarifuddin Hidayat dalam sambutanya.

    Dengan diikuti oleh sekitar 40 peserta dari berbagai KOPMA di Yogyakarta, malam keakraban ini mengusung dua materi yaitu kewirausahaan koperasi dan pengenalan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT UMKM) sebagai salah satu lembaga dibawah Kementerian Koperasi dan UKM yang bergerak di bidang pelatihan kewirausahaan. Disebutkan pula bahwa makrab ini selain sebagai realisasi dari program kerja Presidium Pengembangan Sumber Daya Anggota HKMY juga sebagai forum untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan diantara para pegiat koperasi.

    “Harapan saya kedepan, acara semacam ini dapat lebih digiatkan demi terciptanya jalinan silaturahmi diantara kopma-kopma se-Yogyakarta“ ungkap Danang Tryantoro selaku salah satu peserta makrab mewakili Koperasi “Kopma UGM” (Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM” / Novi Isnaeni)

  • Identitas Koperasi di Indonesia

    identitas-koperasi

    Koperasi adalah lembaga ekonomi yang tumbuh atas dasar solidaritas dan kerjasama antar individu yang berkembang sejak awal ‘Revolusi Industri’ di Eropa pada akhir abad 18 sebagai sebuah jawaban atas masalah-masalah sosial yang timbul selama tahap awal Revolusi Industri. Perkembangan dunia perkoperasian di Indonesia saat ini banyak mengalami pasang surut. Di Indonesia, ide-ide perkoperasian diperkenalkan pertama kali oleh seorang Patih bernama Raden Aria Wiraatmadja yang pada tahun 1896 mendirikan sebuah Bank untuk Pegawai Negeri. Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.

    Setelah era kemerdekaan di Indonesia, koperasi mulai perlahan menunjukkan perubahan. Pada tanggal 12 Juli 1947, gerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi pertama kalinya di Tasikmalaya. Pada hari itu pula kemudian ditetapkanlah sebagai Hari Koperasi Indonesia.

    Kongres Koperasi pertama menghasilkan beberapa keputusan:
    1.Mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia [SOKRI] 2.Menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi 3.Menetapkan pada tanggal 12 Juli sebagai hari Koperasi

    Pada tanggal 12 Juli 1953, mengadakan kembali Kongres Koperasi yang ke-2 di Bandung. Kongres koperasi ke -2 mengambil putusan:
    1. Membentuk Dewan Koperasi Indonesia [Dekopin]sebagai pengganti SOKRI 2. Menetapkan pendidikan koperasi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah 3. Mengangkat Muhammad. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia 4. Segera akan dibuat undang-undang koperasi yang baru

    Melihat sejarah dan perkembangan koperasi di Indonesia tersebut, kita diharapkan dapat terus memajukan dunia perkoperasian di Indonesia dengan pesat seiring dengan perkembangan zaman dan tetap mempertahankan citra koperasi sebagai salah satu lembaga yang memajukan perkembangan perekonomian di Indonesia.

    Mundi Tri Nugroho
    Kabid Administrasi

  • Diskusi Terbuka Pengawas

    Yogyakarta, KOPMA UGM, Pengawas Koperasi “Kopma UGM” telah mengadakan diskusi terbuka pada hari Selasa (16/6) di Green Grass Gelanggang UGM. Diskusi terbuka ini bertujuan untuk menjaring aspirasi anggota berkaitan dengan permasalahan yang ada di Koperasi “Kopma UGM”, khususnya fungsi keanggotaan.
    Diskusi yang dimoderatori oleh Alan Griha Yunanto selaku ketua pengawas Koperasi “Kopma UGM”. Pada diskusi kali ini juga menghadirikan Anjar Pramesty, Intan Chandra Al Hakim, dan Rizka Siwi Margianti selaku staf PSDA. Diskusi Terbuka kali ini secara spesifik membahas mengenai publikasi dan konten acara yang diselenggarakan oleh bidang PSDA masih kurang menarik dan belum dapat dijangkau oleh seluruh anggota, baik itu anggota lama maupun baru.
    Menurut Rusli sebagai salah satu peserta diskusi mengatakan, “Diskusi yang diadakan pengawas merupakan salah satu progam kerja yang cukup baik dan harapannya acara ini dapat terselenggara tidak hanya beberapa kali saja, namun rutin dilakukan tiap bulan agar terjalin kedekatan antara kepengurusan-staf dengan anggota”.
    Output dari diskusi terbuka kali ini berupa rekomendasi yang akan diberikan pada bidang PSDA guna meningkatkan kinerja sehingga target-target yang terdapat dalam BSC dapat tercapai,” ujar Alan Griha Yunanto yang diwawancarai seusai acara diskusi.