Koperasi “Kopma UGM” : Rasa Memiliki Tumbuh Dari Kepedulian Lingkungan

Yogyakarta-KOPMA-UGM, Isu lingkungan menjadi perhatian banyak kalangan terutama bagi civitas akademika UGM. Kebersihan dan ketertiban fasilitas UGM menjadi salah satu hal yang paling sering disoroti. Padahal kebersihan lingkungan mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan penggunanya yang kemudian mempengaruhi aktivitas di lingkungan tersebut.

Untuk itu Koperasi “Kopma UGM” mengadakan kerja bakti karyawan, pengurus, staf dan asisten bidang yang dilaksanakan pada Sabtu (25/4) kemarin. Diikuti oleh lebih dari 50 orang, kegiatan tersebut mampu merubah tampilan Koperasi “Kopma UGM” menjadi lebih indah dan rapi. “Kegiatan ini sengaja dilaksanakan untuk menumbuhkan kesadaran karyawan, pengurus dan staf serta asbid akan kebersihan lingkungan kerja mereka. Lingkungan yang bersih dan sehat akan membuat mereka lebih nyaman dan semangat. Kerja bakti bersama juga menumbuhkan kecintaan dan rasa memiliki lingkungan Koperasi “Kopma UGM,” demikian penuturan Akhmad Faqihuddin, Kabid. HRD periode 2015/2016.

Kerja bakti dilaksanakan selama 2 jam sebelum divisi-divisi usaha dibuka. Karyawan, pengurus, staf dan asbid dibagi menjadi sejumlah kelompok yang disebar ke divisi-divisi dan ruang anggota. “Semua peserta kerja bakti semangat dan antusias membersihkan bagian luar dan dalam bangunan. Alhamdulillah, karena semua bisa bekerjasama, kami dapat menyelesaikan kegiatan ini sebelum divisi usaha dibuka,” ujar Umi Sayidul M, staf HRD yang juga menjadi peserta kerja bakti. (Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM” / Nabiila Nurfitri)

Similar Posts

  • |

    Untuk Apa #DiRumahAja?

    Fenomena pergantian tahun umumnya membawa kebahagiaan bagi setiap insan. Ibarat sebuah buku perjalanan, pada lembar-lembar penghabisan biasanya akan tertulis harapan-harapan dan evaluasi terhadap apa yang sudah dilaluinya. Semua orang disibukkan dengan daftar rencana yang mereka susun untuk menyambut tahun baru. Kalimat-kalimat pengharapan memaknai doa untuk memastikan mereka siap membuka lembaran baru yang lebih baik. Namun, apalah yang terjadi dengan awal tahun 2020. Semesta rupanya sudah menyiapkan rencana lain yang bertentangan dengan skenario manusia. Pada 11 Februari 2020, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan adanya virus Corona jenis baru yang dinamai COVID-19 sebagai pandemi global. Kabar mengenai virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut memang sudah terdengar sayup-sayup di akhir tahun, tetapi masih menyerang beberapa negara sekitarnya. Kini, pandemi tersebut telah menggegerkan seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran virus yang sangat cepat berhasil menyabet jutaan nyawa manusia di dunia. Senyawa COVID-19 menghantui setiap langkah manusia dan menjadi musuh setiap orang yang berkeliaran. Makanya, pemerintah menghimbau masyarakat untuk #Dirumahaja agar tetap sehat dan aman. Dengan begitu, pandemi ini diharapkan dapat cepat berlalu.

    Di luar perkiraan, hingga saat ini kurva perkembangan kasus COVID-19 tak kunjung melandai. Artinya, kita belum bisa beraktivitas dengan normal seperti biasanya. Padahal, sudah hampir tiga bulan kita menerapkan self-quarantine. Wajar rupanya jika rasa bosan dan penat menghampiri kita karena terlalu banyak rebahan atau hanya berdiam diri saja. Tetapi, bukan berarti kita dimaklumi untuk menghadiri keramaian atau tempat hiburan dengan dalih jenuh di rumah. Kita tetap harus mengikuti anjuran pemerintah demi keselamatan bersama. Toh dengan #Dirumahaja kita menjadi punya lebih banyak waktu untuk melakukan sesuatu yang mungkin kita lupa atau tidak pernah kita lakukan. Selama ini, waktu kita dihabiskan untuk melakukan kesibukan di luar sehingga membuat kita mengabaikan hal-hal sederhana seperti memperhatikan keluarga dan bahkan diri kita sendiri. Jika sebelum pandemi kita jauh dari keluarga dan sering lupa untuk sekadar mengabari orang rumah, tentunya sekarang kita bisa lebih dekat dengan mereka. Dengan kesempatan ini, kita dapat memanfaatkan waktu kita untuk melakukan quality-time setiap hari bersama keluarga. Mungkin dengan hal-hal kecil seperti duduk bersama, mengobrolkan sesuatu, makan bersama di meja makan, atau menonton televisi di ruang keluarga dapat merekatkan kembali keharmonisan yang sempat pudar. Waktu bersama keluarga yang lebih banyak ini terkadang jarang kita temukan ketika kita sudah terpisah jarak dengan mereka. Selagi ada waktu, kini saatnya kita menebus semua kerinduan yang selama ini mereka harapkan. Kita perlu ingat bahwasanya kebahagiaan mereka datang dari hal-hal sederhana yang kita berikan. Dengan begitu, tali kasih antar-anggota keluarga dapat kita rasakan.

    Selain itu, kita juga punya waktu untuk lebih memperhatikan diri kita sendiri. Seringkali kita merasa bahwa diri kita bukan apa-apa dibandingkan teman kita. Kita selalu memuja-muja apa yang dimiliki oleh orang lain dan merendahkan diri kita sendiri. Pencapaian yang orang lain dapatkan, prestasi yang mereka raih, bahkan kecantikan yang mereka miliki terkadang membuat kita merasa tidak percaya diri untuk bersanding dengannya. Kita disibukkan dengan masalah insecurity sampai kita dibutakan olehnya untuk melihat diri sendiri. Kita lupa bahwa hakikat manusia itu sama, kita dilahirkan dengan tak berdaya dan kita sama-sama hidup untuk memperoleh daya. Sesungguhnya kemampuan setiap manusia itu setara, hanya kemauannya saja yang berbeda. Kalau mereka bisa, harusnya kita juga dapat mengusahakan. Setiap manusia juga ditakdirkan untuk memiliki kekurangan dan kelebihan. Tapi kenapa kita hanya tahu kelebihan orang lain tanpa melihat kelebihan kita sendiri? Bahkan, kita terus-terusan menangisi kekurangan kita dan lupa bahwa orang lain juga memiliki sisi gelap dalam hidupnya. Kita selalu melempari pepatah klasik ‘rumput tetangga lebih hijau’ kepada mereka, padahal bisa saja mereka juga berkata demikian pada kita. Itu artinya, kita semua punya kelebihan, hanya penempatannya saja yang berbeda. Tak pantas rasanya mengkhawatirkan hal tersebut apalagi sampai mengutuk diri sendiri. Nampaknya kita perlu waktu khusus atau me time untuk fokus pada diri kita sendiri, bukan fokus pada orang lain. Mungkin selama ini kita melupakan hal tersebut, terutama untuk refleksi diri. Padahal dengan refleksi diri, kita dapat menyadari apa saja yang kita miliki dan sudah kita lalui sehingga kita dapat mengevaluasi kekurangan yang ada pada diri kita. Evaluasi dapat dilakukan dengan mensyukuri apa yang sudah kita miliki dan memperbaiki apa saja dalam diri kita yang mungkin menjadi faktor penghambat kebahagiaan atas diri kita. Kita berhak merasa bahagia dan kita mampu meraihnya. Itulah manfaat #Dirumahaja di tengah pandemi ini. Selalu ada hikmah dibalik musibah. Meskipun begitu, kita juga berharap pandemi ini segera berlalu dan kita dapat kembali beraktivitas secara normal.

    Aamiin.

    ( sumber gambar : id.pinterest.com )

  • Rapat Kerja Koperasi “Kopma UGM” 2015

    Yogyakarta-Sabtu, 28 Februari 2015, Koperasi “Kopma UGM” telah menyelenggarakan rapat kerja yang membahas timeline dan progam kerja (proker) 2015. Rapat kerja diadakan pada Jum’at, 27 Februari 2015 pukul 16.00-17.30 WIB dan dihadiri oleh kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 dan anggota Koperasi “Kopma UGM”.
    Menurut Akhmad Faqihuuddin selaku Ketua Bidang Human Resource and Development (HRD) Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 menyatakan, “Tujuan diadakannya rapat kerja pada kali ini ialah sebagai sarana untuk mensosialisasikan timeline dan progam kerja kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 pada anggota Koperasi “Kopma UGM”.”
    Pembahasan pertama dalam agenda rapat kerja ialah pemaparan timeline dan proker dari tiap-tiap bidang mulai dari bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA), Bisnis, HRD, Keuangan, Humas dan Gerakan, dan Administrasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan timeline pengawas. Setelah pemaparan timeline bidang dan pengawas usai, rangkaian acara selanjutnya adalah sesi tanya jawab yang berlangsung kurang lebih selama 30 menit. Terakhir, Sebelum memasuki penghujung acara terdapat pembagian doorprize untuk lima orang anggota yang beruntung.
    “Harapannya setelah pelaksanaannya rapat kerja kali ini, timeline dan progam kerja yang telah oleh tiap-tiap bidang dan pengawas dapat segera dilaksanakan dengan semaksimal mungkin,” tutur Alan Griha Yunanto selaku Ketua Pengawas Koperasi Kopma UGM” periode 2015/2016. (Humas Koperasi “Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).

  • |

    Recruitment Staf Koperasi “Kopma UGM” Dibuka, Yuk Daftarkan Dirimu.

    Koperasi “Kopma UGM” menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang banyak diminati dari segi benefit ataupun relasi. Pasalnya, banyak keuntungan yang akan kita peroleh ketika bergabung dengan Koperasi “Kopma UGM”. Di antaranya, kita dapat belajar banyak mengenai kewirausahaan, terjun ke lapangan kerja langsung, dan pastinya menciptakan relasi dari berbagai fakultas maupun dari pihak luar universitas. Menariknya, untuk menjadi anggota tidak perlu menunggu periode tertentu pendaftaran, kita dapat masuk kapan aja kita mau hanya dengan membayar uang simpanan per bulan. Namun, apabila kalian suka tantangan dan ingin tahu lebih dalam mengenai Koperasi “Kopma UGM”, kalian bisa mendaftar menjadi Staf Koperasi “Kopma UGM” yang saat ini sedang dibuka hingga 3 Februari 2021 melalui formulir bit.ly/formoprecstaf2021.


    Timeline pendaftaran sebagai berikut.
    3 Februari 2021 : Pengumpulan berkas terakhir
    4 Februari 2021 : Tes tulis
    5-6 Februari 2021 : Tes wawancara
    12 Februari 2021 : Pengumuman staf terpilih

    Lalu, apa saja sih syarat untuk dapat mendaftar menjadi staf Koperasi “Kopma UGM”?

    Berikut syarat-syaratnya:
    1. Merupakan anggota Koperasi “Kopma UGM”
    2. Sudah atau akan mengikuti DIKORG (Pendidikan Organisasi) Koperasi “Kopma
    UGM”
    3. Wajib mengikuti DIKMAN (Pendidikan Managemen) Koperasi “Kopma UGM” pada
    periode menjadi staf (jika belum)
    4. Mengisi formulir pendaftaran online di bit.ly/oprecstaf2020
    5. Surat Lamaran Kerja ditujukan kepada ketua bidang SDM dan dikirimkan langsung
    ke email bidang SDM “Kopma UGM” Sumberdayamanusia@kopma-ugm.net
    6. Curriculum Vitae
    7. Transkrip nilai semester terakhir
    8. Membayar simpanan wajib sampai Februari 2021 (jika belum, segera dilaksanakan
    setelah menjadi staff)
    9. Foto 3 x 4 berwarna (1 lembar)
    10. Sertifikat kegiatan lain (jika ada)
    11. Follow akun instagram dan Subscribe channel youtube “Kopma UGM”
    Staf merupakan seseorang yang berperan sebagai roda penggerak dan bertugas membantu pengurus dalam mengelola Koperasi. Ada delapan pilihan bidang ketika kita mendaftar staf Koperasi “Kopma UGM”, yaitu:

    1. Keanggotaan (Pengadaan Pelepasan Administrasi, Pengembangan, Pemeliharaan)
    Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan keanggotaan seperti penerimaan anggota baru,
    mengadakan kegiatan-kegiatan keanggotaan, mengurus hal terkait gugus komunitas, dsb.
    2. Bisnis (Swalayan, Warparpostel, Konveksi Sablonase)
    Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan divisi usaha yaitu Swalayan, Warparpostel, dan
    Konveksi Sablonase.
    3. Sumber Daya Manusia (Rutin, Non-Rutin)Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan karyawan seperti pengadaan karyawan (oprec
    dan seleksi), pelatihan-pelatihan, dsb.
    4. Keuangan (Pajak, Laporan Keuangan)
    Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan keuangan seperti pajak, laporan keuangan,
    penganggaran, dsb.
    5. Hubungan Masyarakat (Kehumasan, Gerakan)
    Mengurusi hal-hal berkaitan dengan hubungan internal maupun eksternal seperti audiensi,
    kunjungan, serta hal terkait gerakan koperasi, seperti berperan dalam HKMY (Himpunan
    Koperasi Mahasiswa Yogyakarta), FKKMI (Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa
    Indonesia), dsb.
    6. Media Kreatif (Produksi, Media centre)
    Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan brand Koperasi “Kopma UGM”
    sesuai dengan perkembangan zaman seperti pembuatan video tentang kopma, poster, dsb.
    7. Riset dan Teknologi (Riset, Teknologi)
    Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan riset yang mendukung kebijakan-kebijakan yang
    akan diambil serta pengelolaan dan pemanfaatan IT.
    8. Administrasi Umum (Sarana & Prasarana, Administrasi)
    Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan aset, infrastruktur, administrasi
    organisasi, dan lain-lain.
    Tentu saja, banyak keuntungan yang didapatkan ketika menjadi staf. Di antaranya:
    pengalaman kerja, sertifikat, beasiswa, insentif, pelatihan-pelatihan, relasi, dan
    keterampilan. Tak hanya itu, kita juga akan menjalankan peran partisipasi aktif sebagai
    anggota Koperasi “Kopma UGM” dan terjun langsung dalam pengelolaan berbagai bidang di
    Koperasi “Kopma UGM”. Menarik, bukan? Tunggu apa lagi, yuk daftarkan dirimu menjadi staf Koperasi “Kopma UGM”.

  • Awal yang Membanggakan

    Jumat (17/10) pukul 08.00 WIB tiga orang anggota baru Gugus Komunitas Speaking Club (SC) Koperasi Kopma UGM bertolak ke Sekolah Tinggi Multimedia MMTC Yogyakarta untuk mengikuti lomba PARD 2 (Public Announcers Radio’s Day). Acara tersebut diadakan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda. Mereka adalah Endah Nur Hayati, Dwi Thia Putri, dan Anis Siti Nurjanah. Informasi lomba secara tidak sengaja didapat dari Nur Hasanah, Staf Adminkeu SC yang membaca posternya di Kafetaria Kopma UGM.

    Sesampainya di lokasi, mereka langsung melakukan daftar ulang dan menentukan nomor urut lomba di meja resepsionis. Menjelang pukul 09.00 WIB para peserta masuk ke studio TV untuk mendengarkan materi singkat tentang dasar-dasar kepenyiaran radio oleh Bagas Wicaksono dari radio JizFM. Materi tersebut diharapkan dapat menambah kepercayaan diri para peserta sebelum berlomba. Pukul 10.00 WIB para peserta mulai dipanggil satu persatu ke ruangan lomba. Mereka akan menunjukkan kebolehan berbicara layaknya penyiar radio di hadapan 3 orang juri. Setiap peserta diberi waktu 5 menit untuk membacakan berita dan siaran tanpa teks dengan tema yang telah ditentukan.

    Keesokan harinya, Sabtu (18/10) pukul 18.00 WIB digelar acara puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Sekolah Tinggi Multimedia MMTC Yogyakarta, sekaligus pengumuman lomba penyiar. Tidak disangka nama Dwi Thia Putri keluar sebagai Juara I Lomba PARD 2, dan berhak atas sertifikat, piala, beserta sejumlah uang pembinaan. Perlu diketahui bahwa Dwi Thia Putri, atau akrab disapa Thia adalah anggota baru SC hasil recruitment Diksar 108 lalu. Hasil tersebut jauh dari perkiraan karena tujuan utama SC mengikuti lomba tersebut sebatas sarana meng-upgrade diri untuk mengembangkan broadcast SC di Pink Box. Sebelumnya, satu minggu menjelang hari-H lomba penyiar, teman-teman SC mempersiapkan diri dengan beberapa kali berlatih di Pink Box tentang teknik-teknik membaca berita dan siaran.
    SC tidak ingin cepat berpuas diri karena telah memenangkan lomba penyiar PARD 2. Persaingan di ranah public speaking sangatlah ketat. Perjalanan SC masih panjang untuk menghasilkan MC, broadcaster, dan reporter yang berkualitas. Kemenangan ini akan menjadi pendorong semangat SC untuk terus berusaha memberikan performa terbaik di setiap kesempatan.

    Rahmawati Ayu P. A
    Ketua SC

  • |

    1 Juni 1945 : Hari Bersejarah Pancasila

    1 Juni, hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, hari dimana Pancasila dilahirkan. Sebelum melanjutkan pembahasan mengenai hari lahir Pancasila, perlu digarisbawahi bahwasanya hari lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni berbeda dengan hari kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober. Pancasila yang memiliki lima sila sesuai namanya yaitu “panca” yang berarti lima, memiliki proses lahir yang tidak mudah dan dipenuhi dengan pertukaran pendapat antartokoh bangsa Indonesia.

    Awal mula lahirnya Pancasila ke Bumi Pertiwi adalah janji Jepang yang menyatakan akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia pada tanggal 7 September 1944. Realisasi janji tersebut didapat oleh bangsa Indonesia pada tanggal 29 April 1945, bertepatan dengan ulang tahun Tenno Heika Kekaisaran Jepang, Hirohito. Perwujudan janji tersebut yaitu dengan dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan Mr. Soepomo sebagai ketua muda. Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945 dengan terlebih dahulu didahului suatu upacara pembukaan pada tanggal 28 Mei. Pembicara pada sidang kali ini adalah para perumus Pancasila yaitu Moh. Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Pembahasan utamanya mengulas mengenai fondasi ideologi atau falsafah hidup bangsa Indonesia. Sesuai dengan fakta sejarah, yang pertama kali melantangkan pendapatnya ialah Moh. Yamin pada tanggal 29 Mei 1945. Berikut pendapat atau usulan dari Moh. Yamin :

    1. Peri Kebangsaan
    2. Peri Kemanusiaan
    3. Peri Ketuhanan
    4. Peri Kerakyatan
    5. Kesejahteraan Rakyat.

    Usulan kedua datang dari Mr. Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945 yang intinya menekankan atas lima prinsip utama, yaitu :

    1. Persatuan
    2. Kekeluargaan
    3. Keseimbangan lahir batin
    4. Musyawarah
    5. Keadilan rakyat.

    Usulan yang terakhir datang dari Bapak Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, pada tanggal 1 Juni 1945 dengan Pancasila, Trisila, dan Ekasilanya, yaitu :

    1. Kebangsaan
    2. Kemanusiaan
    3. Musyawarah, mufakat, perwakilan
    4. Kesejahteraan sosial
    5. Ketuhanan yang berkebudayaan.

    Ir. Soekarno menambahkan, apabila Pancasilanya tidak diterima, maka dapat diganti dengan Trisila yang terdiri atas tiga sila, yaitu :

    1. Sosio-Nasionalisme
    2. Sosio-Demokrasi
    3. Ketuhanan.

    Apabila masih belum dapat diterima, Ekasila yang berisikan satu sila saja, yaitu gotong royong, dapat digunakan. Seusai Ir. Soekarno menyampaikan usulannya, setiap anggota diminta untuk memberikan usulan tertulis yang kemudian dikumpulkan dan disusun oleh Panitia Delapan yang terdiri atas :

    1. Ir. Soekarno
    2. Drs. Moh Hatta
    3. Sutardjo
    4. K.H. Wachid Hasyim
    5. Ki Bagus Hadikoesoemo
    6. Otto Iskandardinata
    7. Moh. Yamin
    8. Mr. A.A. Maramis.

    Saat Panitia Delapan bersidang ditemukan perbedaan pendapat mengenai apakah Indonesia akan dijadikan sebagai sebuah negara berdasarkan syariat Islam atau tidak. Oleh karena itu,  dibentuklah Panitia Sembilan yang kemudian bersidang pada tanggal 22 Juni 1945 dan menghasilkan suatu kesepakatan yang dikenal sebagai Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Pancasila termaktub di dalam alinea keempat :

    1. Ketuhanan Yang Maha Esa
    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
    3. Persatuan Indonesia
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Oleh karena itu, hari lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni karena pada saat itulah untuk pertama kalinya kata Pancasila dicetuskan oleh Ir. Soekarno. Sudah sepantasnya kita semua menjalankan Pancasila sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini. Sudah sepatutnya kita menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya” (Ir. Soekarno, 10 November 1945).

    Sumber gambar sampul : kemlu.go.id

  • Dikmen 15

    Yogyakarta-Bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) Koperasi “Kopma UGM” menyelenggarakan Pendidikan Manajemen (Dikmen) ke 15. Dikmen merupakan bentuk pendidikan perkoperasian bagi anggota di Koperasi “Kopma UGM” setelah Pendidikan Dasar (Diksar) dan Pendidikan Organisasi (Dikorg) yang bertujuan untuk membekali anggota dengan  kemampuan manajerial dalam rangka mempersiapkan kader-kader koperasi yang kompeten. Dengan mengusung tema “Dari dan Untuk Anggota”, Dikmen 15 diselenggarakan selama dua hari, yakni pada Sabtu (31/10) dan Minggu (1/11) di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”. Acara ini diikuti sebanyak sebelas orang yang terdiri dari para Asisten Bidang dan Tim Kerja Keanggotaan.

    Pada hari pertama, acara Dikmen 15 dimulai pada pukul 07.00 WIB  yang diawali dengan sambutan dari panitia pelaksana dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne Gadjah Mada dan Mars Koperasi “Kopma UGM”. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan berbagai materi Analisis SWOT yang disampaikan oleh Ufairoh Nurulhayah, Business Plan dengan pemateri AkhmadMudhaqir, Manajemen Sumber Daya Manusia oleh Akhmad Faqihuddin, dan Laporan Keuangan oleh Tri Suci Rahayu. Materi-materi yang disajikan pun sangat menarik apalagi dikemas dengan diskusi interaktif dan analisis studi kasus, sehingga peserta dapat dengan mudah memahaminya. Acara pun berakhir tepat pukul 17.30 WIB.

    Pada hari kedua, peserta berkumpul pukul 08.00 WIB untuk mengikuti Debat Koperasi yang dipandu oleh, Ketua Pengawas Koperasi “Kopma UGM”, Alan Griha Yunanto. Topik dalam debat koperasi ini adalah “Koperasi Simpan Pinjam bagi Mahasiswa”. Masing-masing tim pun terlihat antusias dalam mengemukakan argumen-argumen pro dan kontra adanya system simpan pinjam bagi di Koperasi Kopma UGM. Setelah itu, tepat pukul 11.30 WIB acara Dikmen 15 berakhir dengan makan siang bersama.