| |

Yakin Nggak Mau Gabung? Konsep Koperasi Ini Cocok Banget Buat Millennial

Ilustrasi keterhubungan segala pihak di era digital.

Setiap tanggal 12 Juli, seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Koperasi Nasional. Hari Koperasi Nasional ditetapkan bertepatan dengan Kongres Gerakan Koperasi pertama di Tasikmalaya tahun 1947. Mulai tahun itu, koperasi di Indonesia terus berkembang hingga sekarang.

Tahun ini koperasi akan melaksanakan hari jadinya yang ke 75. Setidaknya, telah ada sekitar lima generasi yang telah merasakan sejuknya asas kebersamaan dan kekeluargaan dalam koperasi. Tidak selalu mulus, koperasi di Indonesia memiliki tantangan di setiap zamannya. Pada era kemajuan teknologi sekarang, koperasi perlu terus beradaptasi dengan memasukan unsur digital serta mengikuti tren pasar.

Konsep Platform Co-op dan Startup Co-op

Pada era serba teknologi, koperasi perlu berkembang lebih jauh ke ranah digital. Hal ini dinilai penting dilakukan untuk tetap mengikuti zaman serta diminati konsumen. Langkah adaptasi tersebut, salah satunya dituangkan dalam wujud baru koperasi bernama Platform Cooperative dan Startup Cooperative.

Platform Cooperative disingkat Platform Co-op, dipopulerkan oleh Trebor Scholz, seorang Asisten Profesor di New Scool University New York. Platform Co-op merupakan platform digital yang dimiliki dan diatur secara kolektif oleh orang-orang yang bergantung dan berpartisipasi di dalamnya.

Pengertian serupa juga dimiliki Startup Cooperative atau Startup Co-op. Istilah Startup Co-op lebih populer dipakai di Indonesia, dengan dipelopori oleh Indonesia Consurtium for Cooperatives Innovation (ICCI). Lembaga ini pula yang hingga sekarang ikut mengembangkan Startup Co-op di Indonesia.

Seluruh pihak yang terlibat di dalam Platform Co-op menjadi pemilik sekaligus pengelola secara bersama-sama. Pendiri, pegawai, pengguna, produsen, dan konsumen tidak hanya mempunyai rasa kepemilikan, tapi secara kelembagaan juga benar-benar menjadi pemilik sah.

Seperti halnya terjadi pada koperasi, anggota dapat menentukan keputusan lembaga dan mendapatkan bagian dari profit. Selain itu, asas kebersamaan dan kekeluargaan dalam koperasi tetap dijunjung tinggi.

Contoh sukses Platform Co-op

Inovasi dalam dunia koperasi tersebut telah berhasil dilaksanakan di negara-negara barat. Sebutlah Stocksy, Loconomics, dan Modo adalah tiga dari sekian banyak Platform Co-op yang telah sukses pada bidangnya masing-masing.

Seperti Stocksy yang menjual stok foto dan video berkualitas tinggi pada laman web yang dikelola. Platform Co-op ini diluncurkan pada tahun 2013 dengan meraih omzet senilai 10 juta USD dan memiliki 1000 anggota.

Ada pula Modo Carsharing atau Platform Co-up rental mobil bagi anggotanya. Platform Co-op ini telah berusia lebih dari 20 tahun dan terus mengalami perkembangan. Kini telah ada lebih dari 600 mobil yang dapat digunakan dengan biaya perawatan gratis.

Perkembangannya di Indonesia

Sayangnya, bentuk Platform Co-op di Indonesia belum begitu populer. Dilansir dari Antara.com, ICCI sempat tawarkan konsep Startup Co-op kepada Mentri Koperasi dan Usaha Kecil Mikro, Teten Masduki pada tahun 2019. Tawaran tersebut mendapat apresiasi dan ditindak lanjuti dengan pembentukan tim dalam upaya merumuskan rencana aksi.

Meskipun rencana baik ini masih terus diupayakan oleh pihak-pihak terakait, nggak ada salahnya lho kita curi start untuk menggagas Startup Co-op di Indonesia. Apalagi bentuk Startup bukan jadi hal asing lagi bagi generasi millennial. Dengan menggabungkan peluang pasar dan rancangan yang seksama, bukan tidak mungkin, Startup Co-op yang dirancang dapat berjalan sukses seperti Stocksy dan Modo Carsharing.

Similar Posts

  • | |

    FAQ : Koperasi Sebagai Salah Satu Pilar Ekonomi

    Koperasi adalah salah satu badan usaha yang sudah ada sejak lama di Indonesia. Ketika mendengar kata “koperasi”, maka yang terproyeksikan di pikiran kita biasanya adalah bagi hasil, modal, simpan pinjam, dan kerja sama. Dapat dipastikan bahwa sebenarnya masih banyak hal mengenai koperasi yang belum kita ketahui. Yuk simak artikel ini baik-baik karena akan ada beberapa hal yang tentunya berguna untuk menambah pengetahuan.

    Koperasi itu apa sih? Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

    Lantas apa fungsi dan peran koperasi? Fungsi dan peran koperasi tercantum secara rinci dalam Undang-Undang No. 25 tahun 1992 pada Bab III Pasal keempat sebagai berikut :

    1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
    2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
    4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

    Berdasarkan Undang-Undang di atas, jelas bahwa koperasi memiliki fungsi dan peran yang fundamental dalam kontribusinya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, secara terkhusus pada bidang ekonomi.

    Pertanyaan mendasar yang juga selalu muncul pada awal paragraf adalah mengenai waktu. Kapan sih koperasi didirikan? Koperasi berdiri dikarenakan keresahan masyarakat yang terhimpit oleh permasalahan ekonomi. Mereka kemudian sepakat untuk bersekutu guna menyelamatkan ekonomi mereka maupun kawan seperjuangannya. Salah satu koperasi paling awal yang berdiri di Indonesia adalah Koperasi Kredit Padi, Serikat Islam, dan Boedi Utomo. Kemudian pada tanggal 12 Juli 1947 diadakan Kongres Koperasi I yang berlokasi di Tasikmalaya. Tanggal tersebut hingga kini kemudian ditetapkan sebagai hari koperasi.

    Sesudah mengetahui kapan perkoperasian di Indonesia resmi berdiri, lantas muncul tanda tanya kedua, siapakah pendirinya? Pendiri koperasi yang paling mula-mula adalah Patih Raden Aria Wiriaatmadja, seseorang dari wilayah Purwokerto. Beliau adalah pendiri Bank Pegawai Negeri. Sang Patih mendirikan bank ini karena terdorong melihat para pegawai negeri terjerat hutang-hutang yang berasal dari bunga pinjaman. Berkat jasa-jasanya, nama beliau diabadikan pada sebuah jalan di Purwokerto. Jika Patih Aria adalah pendiri koperasi pertama di Indonesia, lantas siapakah yang menyandang gelar Bapak Koperasi Indonesia? Beliau adalah salah seorang pahlawan Republik serta seseorang yang mendapatkan gelar Bapak Proklamator Indonesia. Ya, benar, beliau adalah Drs. Mohammad Hatta. Bung Hatta -panggilan akrab beliau- mempelajari koperasi di negara-negara Skandinavia dan berpendapat bahwa sistem ini sangatlah cocok dengan kondisi perekonomian Indonesia yang lemah. Pemikiran-pemikiran hebat beliau dapat kita jumpai di dalam bukunya “Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun”. Atas jasa-jasa Bung Hatta yang begitu besar bagi koperasi, pada kongres II di Bandung, beliau diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

    Lalu, apa sajakah jenis-jenis koperasi di Indonesia? Koperasi digolongkan menjadi dua, yaitu berdasarkan jenis usahanya dan tingkatannya. Berdasar jenis usahanya, koperasi terdiri atas koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi simpan pinjam, koperasi jasa, dan koperasi pemasaran. Kemudian berdasar tingkatannya koperasi terbagi atas koperasi primer dan sekunder. Hal ini diatur dalam UU No. 25 tahun 1992.

    “Dimana sih aturan pakem mengenai koperasi?” Koperasi diatur dalam segala urusannya berdasarkan Undang-Undang No. 25 tahun 1992. Spesifiknya, Undang-Undang ini mengatur tentang pengertian koperasi, landasan, asas, tujuan, fungsi, prinsip, syarat pembentukan, status badan hukum, bentuk dan jenis, keanggotaan, dan seterusnya. Koperasi-koperasi yang bergerak di Indonesia menggunakan undang-undang tersebut sebagai pondasi dan dasar hukumnya dalam menjalankan fungsinya.

    Pertanyaan selanjutnya yang seringkali ditanyakan oleh masyarakat umum adalah makna dari logo koperasi. Berikut adalah logo koperasi berikut maknanya!

    Logo koperasi ditentukan pada Kongres Koperasi 1 di Tasikmalaya. Kemudian pada tahun 2012 logonya berubah ke logo baru, namun pada tahun 2015 kembali menggunakan logo lamanya. Artinya :

    1. Rantai yang tergambar menggambarkan persahabatan yang kokoh.
    2. Roda gigi melambangkan kerja keras secara konsisten.
    3. Kapas dan Padi sebagai bentuk ilustrasi usaha koperasi dalam memakmurkan rakyat.
    4. Timbangan menonjolkan sisi keadilan sosial sebagai dasar dari koperasi.
    5. Bintang dalam perisai menunjukkan bahwa landasan idiil koperasi adalah Pancasila.
    6. Pohon beringin menjelaskan sifat kepribadian dan kemasyarakatan masyarakat Indonesia yang sudah mengakar.
    7. Tulisan Koperasi Indonesia, menandakan lambang kepribadian koperasi rakyat Indonesia
    8. Warna Merah Putih menerangkan sifat nasional Indonesia yang bangga dan cinta tanah air.

    Salah satu hal yang sering menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat adalah, “Kalau koperasi itu menjual segala sesuatu menjadi lebih murah, dan seterusnya…, lantas dana operasionalnya berasal dari mana?” Sumber dana koperasi terbagi menjadi dua, yaitu dana sendiri dan dana pinjaman. Dana sendiri terdiri dari empat jenis, yaitu simpanan pokok, simpanan wajib, dana simpanan, dan hibah. Sumber dana yang pertama adalah simpanan pokok. Simpanan pokok adalah dana yang harus disetorkan oleh setiap anggota ketika bergabung dan hanya dibayarkan sekali. Yang kedua adalah simpanan wajib. Simpanan ini bersifat wajib bagi setiap anggota dan disetorkan sebulan sekali dengan jumlah yang sudah disepakati, atau dalam bahasa mudahnya adalah kas. Ketiga, dana simpanan. Dana ini adalah dana yang berhasil dari sisa hasil usaha yang tidak didistribusikan pada anggota dan digunakan untuk kegiatan selanjutnya. Yang terakhir dari klasifikasi yang pertama adalah hibah. Berdasarkan kategori jenis pendanaan dana pinjaman, maka sumber dana koperasi terbagi menjadi lima jenis sumber, yaitu dari anggota, koperasi lain, bank atau lembaga keuangan lain, penerbitan obligasi dan surat hutang, dan sumber pendanaan lain yang sah.

    Nah, berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul di benak kita semua, semoga artikel ini membantu dalam melebarkan pengetahuan menuju hal-hal yang sebelumnya tidak kita pahami. Salam pengetahuan Kopmania!

     

  • |

    Ada Cerita Apa selama WFH dan SFH?

    sumber foto: m.tribunnews.com

    Tidak terasa sudah tiga bulan lamanya kita #dirumahaja, menjalani aktivitas dalam kenyamanan rumah yang senantiasa membuat diri ini males gerak. Akibat pandemi Covid-19 yang belum kunjung reda, pembatasan sosial masih harus dilakukan demi kebaikan bersama. Kegiatan #dirumahaja yang dilakukan hampir sebagian besar penduduk dunia, memiliki ceritanya masing-masing. Banyak kejadian baru yang belum pernah terjadi sebelumnya, dirasakan para pekerja dan pelajar yang menjalani rutinitas kerja dan belajar secara online. Dilansir dari beragam sumber, berikut beberapa kejadian yang sering terjadi dan dialami banyak orang selama kegiatan WFH dan SFH.

    1. Kuliah dan bekerja dengan baju tidur

    sumber foto: blog.spacetock.com

    Hal pertama ini mungkin terdengar sebagai sebuah dampak positif. Pasalnya, kegiatan dari rumah yang dilakukan, membuat kita tidak perlu lagi menyita waktu dalam urusan menata busana. Mulai dari urusan menyetrika, memilih model atau gaya, hingga mix and match warna akan menyita banyak waktu bersiap kita setiap harinya. Namun untuk sekarang, hal itu tidak akan sering dilakukan. Baju ternyaman yang dipakai sehari-hari bisa menjadi pilihan terbaik dalam menjalani rutinitas bekerja dan belajar dari rumah. Berkemeja tapi bawahan boxer, dasteran atau sarungan tentu bisa dikenakan, karena siapa pula yang akan memerhatikan top to toe kita selama di rumah, selain anggota keluarga, atau tetangga yang tidak sengaja melirik.

     

    1. Mandi? Rasanya tidak perlu

    sumber foto: Lifestyle.kompas.com

    Mandi pagi hari menjadi kewajiban yang tidak sepatutnya dilewatkan ketika hendak pergi ke sekolah, kampus atau tempat kerja. Biasanya kita dituntut untuk bangun dan bersiap lebih awal, untuk sekadar mandi, menghilangkan kantuk.  Tapi, selama #dirumahaja, rasanya mandi bisa saja dilewatkan. Mandi pagi yang terlalu menyita waktu tidur, akan diabaikan. Begitu pula mandi sore yang terkadang tidak diingat karena terlalu asik bergulat dengan pekerjaan. Urusan penghematan air bisa jadi alasan lain yang kerap dikumandangkan. Perlu diingat karena #dirumahaja, teriakan ibu sebagai sirine suruhan mandi, kadang terdengar di setiap sudut rumah.

     

    1. Presensi penuh, rebahan tetap jalan

     

    sumber foto: Liputan6.com

    Sebagai pelajar dan pekerja kantoran, presensi adalah hal penting yang tidak bisa dilewatkan. Begitu pentingnya, sampai ketika presensi bolong satu saja, rasanya seperti kehilangan satu nyawa. Selama #dirumahaja presensi di beberapa instansi masih diberlakukan, oleh karena itu urusan presensi masih diutamakan. Tapi lagi-lagi, sebagai manusia yang punya akal dalam bertahan hidup dengan nyaman, urusan presensi ini bukan lagi perkara memberatkan. Tidak perlu bangkit dari tempat tidur, lakukan presensi seperti yang seharusnya, baik dengan berkirim pesan “Selamat pagi semuanya, siap berkuliah” atau “Selamat pagi, saya hadir”. Presensi dulu, kemudian lanjut rebahan, sepertinya banyak dilakukan para pelajar nih.

     

    1. Presentasi ditemani anggota keluarga

    sumber foto: Inet.detik.com

    Kegiatan presentasi dengan platform video conference biasa dilakukan dalam proses belajar ataupun bekerja. Ketika melakukan presentasi selama #dirumahaja, terkadang gangguan datang tidak hanya dari koneksi internet yang putus nyambung, namun kerap datang dari kegiatan anggota keluarga lainnya yang menimbulkan suara bising. Bayangkan saja, ketika hendak mengaktifkan mikrofon dan kamera pada platform video conference, yang terjadi adalah teman-teman lain akan turut menyaksikan keributan dalam rumah dan keluarga kita. Anak yang merengek, ibu yang mengomel, saudara yang berisik saat main games hingga gangguan suara hewan peliharaan, turut bergabung dalam presentasi kerja atau belajar yang kita lakukan.

     

    1. Akrab dengan WAG, Zoom, Google Meet, Webex, dkk

    sumber foto: Edura.id

    Karena kecanggihan internet kita tetap dapat berjumpa secara maya tanpa batas ruang dan waktu. Berbagai aplikasi membantu kita dalam berkomunikasi dengan rekan kerja atau di kuliah dan sekolah. Para pengajar memanfaatkan ruang chat di WhatsApp atau aplikasi lainnya untuk mengisi pembelajaran. Aplikasi video conference seperti Zoom, Webex, dan Google Meet banyak dimanfaatkan dalam pertemuan tatap muka. Ke depannya kita dipaksa beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan pemanfaatan teknologi guna menjalankan kehidupan secara normal walaupun secara online di ruang maya. Bisa jadi, karena adanya pandemi ini, kita tidak lagi asing dan malah semakin akrab dengan teknologi

    Momen atau kejadian seperti di atas dapat menjadi kenangan tersendiri kelak ketika kita sudah mulai kembali menjalani rutinitas seperti sebelum pandemi. Kegiatan pembelajaran, dan pekerjaan yang dilakukan melalui jejaring internet, membuat kita semakin menyadari kehadiran ruang maya yang menjadi bagian realitas dunia. Patut disyukuri karena sekarang ini kita telah bisa melakukan apa saja dengan tetap di rumah, karena bantuan internet. Tetap betah #dirumahaja untuk sementara ini iya, agar kelak kita bisa bertemu secara langsung. Agar rindu ini dapat dilepas di ruang rindu yang nyata, bukan lagi sekadar maya.

    (Ayu Pratiwi)

  • |

    Jangan Sampai Menyesal, Simak 6 Tips Survive di Dunia Perkuliahan

    Foto beberapa mahasiswa sedang berdiskusi (Vecteezy.com)

    Di tengah hiruk pikuk tes masuk perguruan tinggi, siswa SMA tingkat akhir disibukkan dengan kegiatan belajar dan kursus agar dapat tembus ke universitas yang diinginkan. Sebagian dari mereka yang sudah diterima juga direpotkan oleh urusan administrasi kampus, persiapan orientasi, hingga mencari kost baru. Kesibukan ini membuat mereka terlena. Akhirnya pada saat masuk kuliah, ada hal yang membuat mereka kaget akan transisi tahap kehidupan ini. Kehidupan kuliah tentunya sangat berbeda dengan masa-masa di sekolah. Agar masa kuliah kalian tidak sia-sia, perhatikan tips survive di dunia perkuliahan khusus untuk mahasiswa baru.

    Eksplor pengetahuan dan perbanyak membaca
    Ilmu tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh dosen dan kumpulan dokumen presentasi, namun kita bisa mencari pengetahuan baru melalui sumber lainnya. Bahan bacaan seperti buku, artikel, jurnal yang berhubungan dengan mata kuliah yang sedang dipelajari juga menunjang pembelajaran. Selain beberapa sumber di atas, membaca berita juga bermanfaat bagi mahasiswa. Tidak hanya menambah pengetahuan, namun juga dapat membuat kita menjadi lebih terbuka dan kritis. Semakin banyak membaca, wawasan yang kita dapat semakin berlimpah.

    Be productive!
    Tidak ada salahnya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang – kuliah pulang). Akan lebih baik jika waktu luang yang kita miliki digunakan untuk melakukan sesuatu yang bernilai. Contohnya seperti me-review pelajaran, membaca buku, mengembangkan hobi, mempelajari hal baru, dll. Tidak hanya seputar akademik, menjadi produktif juga dapat dimulai dengan hal yang ringan. Membersihkan rumah dan mengurangi penggunaan sosial media dapat dilakukan sebagai langkah kecil untuk memulai hidup produktif.

    Manfaatkan kesempatan yang ada
    Apakah kalian pernah mendapatkan tawaran untuk mengerjakan suatu proyek? Sering melihat banyak poster-poster beasiswa maupun perlombaan? Atau beberapa kali iseng membaca selebaran informasi lowongan pekerjaan? Jangan dianggap sepele dahulu! Kesempatan-kesempatan seperti ini bisa kalian manfaatkan untuk mendapatkan pengalaman baru. Memang terkadang kita merasa minder dengan kemampuan yang kita miliki. Tetapi, kita tidak akan pernah tahu kalau kita belum mencoba hal baru tersebut. Hal ini dapat menjadi langkah awal dalam upgrade diri.

    Perluas relasi
    Di dunia perkuliahan kita memang dituntut untuk memperluas relasi. Awalnya mungkin cukup sulit untuk memulai, namun kita bisa mengawalinya dengan menjadi anggota suatu organisasi. Secara otomatis, kita memiliki kenalan baru dari berbagai latar belakang. Tidak terbatas pada kegiatan kampus, kita bisa bergabung dengan komunitas dan mengikuti kegiatan sosial yang berada di luar kampus. Tentu saja relasi kita menjadi lebih beragam dari segi usia dan profesi.

    Pelajari keterampilan non akademik
    Banyak orang mengatakan bahwa ilmu yang pelajari saat kuliah tidak banyak digunakan saat di dunia kerja. Untuk jurusan tertentu, mungkin hal ini relevan. Tentu saja tidak semua mata kuliah yang dipelajari akan sesuai dengan pekerjaan di masa mendatang. Di dunia kerja, ilmu dari kuliah tadi akan berkolaborasi dengan cabang ilmu lainnya. Jadi, akan lebih baik apabila kita mempelajari ilmu non akademik yang berbeda dengan jurusan kita. Mengingat kebutuhan pekerjaan pada zaman ini begitu kompleks dan membutuhkan banyak keterampilan, kita bisa mempelajari hal-hal baru sesuai dengan perkembangan zaman. Misalnya, di era digital ini kita dapat mempelajari pemasaran digital, desain grafis, dll.

    Manfaatkan fasilitas kampus
    Tentunya kita akan merasa sayang dengan biaya kuliah yang tidak sebanding dengan fasilitas yang kita dapat. Mungkin ini saatnya bagi kalian untuk mengeksplor kampus. Kalian dapat menggunakan fasilitas layanan internet gratis, peminjaman buku dan akses karya ilmiah, maupun sarana penunjang lainnya yang dapat diakses secara bebas. Selain itu, bergabung organisasi dan mengikuti perlombaan juga disarankan. Melalui kegiatan ini, tanpa disadari kalian akan mendapatkan banyak benefit.

  • Pendidikan Organisasi ke-32

    Pagi itu embun pagi masih menyingsing di sebagian sudut bangunan Koperasi ‘’Kopma UGM’’, mataharipun masih malu-malu menampakan dirinya. Namun hal itu tak menyurutkan semangat sekelompok mahasiswa yang terlihat tengah menjinjing barang bawaan berbaris mengantri untuk menaiki bus. Bus-bus itu membawa mereka ke suatu tempat berbukit yang terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta. Kaki Langit nama sebuah tempat yang berada di Kecamatan Imogiri itu. Kaki Langit memang sebuah tempat yang pas untuk berekreasi santai di akhir pekan. Namun, mereka bukanlah para mahasiswa yang mau mengahabiskan akhir pekannya hanya dengan bersantai saja. Mereka merupakan sekelompok mahasiswa yang tengah mengikuti kegiatan Pendidikan Organisasi (Dikorg) ke-32 yang dilaksanakan oleh Koperasi ‘’Kopma UGM’’.

    Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan November 2016 merupakan sebuah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berorganisasi anggota Koperasi ‘’Kopma UGM’’. “Menyatu dengan Alam”, merupakan tema dari pendidikan organisasi kali ini. Desa Kalitirto yang menjadi tempat Dikorg berlangsung, menjadikan tema ini benar-benar terwujud. Kegiatan yang dilaksanakan berupa kegiatan pembekalan yang bertujuan meningkatkan khasanah ilmu pengetahuan dan kemampuan di lapangan secara lebih nyata dan jelas. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Ketua panitia, Rofi, dan dilanjutkan dengan pemberian materi dari staf-staf Koperasi ‘’Kopma UGM’’ mengenai perkoperasian mulai dari budaya, wawasan dasar, bagaimana bernegoisasi dan hal-hal menarik lainya yang diberikan pada sesi materi. Kegiatan ini dikemas dengan sesi diskusi dan simulasi yang menarik sehingga membuat acara semakin menyenangkan.

    Malam harinya, agenda berlangsung dengan pembekalan secara emosional oleh Trainer Community (TC) Koperasi ‘’Kopma UGM’’. Pada sesi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk dapat mengekspresikan mimpi-mimpi mereka melalui secarik kertas dan mengucapkannya di depan peserta. Acara ini semakin meriah dengan penampilan pentas seni dari masing-masing kelompok mulai dari drama, orasi sampai dengan stand up comedy. Rangkaian acara tersebut membuat acara semakin hangat dan begitu terasa kekeluargaannya. Acara dilanjutkan dengan penerbangan lampion harapan dan forum grup discussion yang menjadi penutup dari rangkaian acara hari itu.
    Keesokan harinya acara dilanjutkan dengan out bond yang dilaksanakan dari pagi sampai siang hari. Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan dan kerja sama setiap tim dalam menyelesaikan setiap sesi out bond yang ada. Berakhirnya sesi out bond maka berakhirlah Dikorg ke 32 yang dilaksanakan dengan meriah dan penuh kebahagiaan.

  • PENDIDIKAN ORGANISASI KOPERASI 25

    dikorg25

    DIKORG adalah pendidikan organisasi bagi anggota Koperasi “Kopma UGM” yang telah mengikuti pendidikan dasar sebelumnya. Pendidikan organisasi ini dilaksanakan setelah dua periode Diksar. Anggota yang telah mengikuti pendidikan dasar akan mendapat training, yaitu Pendidikan Organisasi (DIKORG). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai organisasi dan bagaimana berorganisasi di Koperasi “Kopma UGM” pada khususnya maupun organisasi pada umumnya. Hasil yang diharapkan adalah anggota yang mampu menjadi kader dan menjadi penghidup dalam Koperasi “Kopma UGM. Pengkaderan merupakan hal yang mutlak dalam setiap organisasi. Anggota-anggota barulah yang nantinya berkecimpung dalam organisasi tersebut.
    Hari pertama Pendidikan Organisasi Koperasi “Kopma UGM” yang ke-25 ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2014. Kegiatan ini bertempat di Hotel Wijaya I Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Peserta DIKORG dibagi ke dalam enam kelompok yang tiap kelompoknya terdiri dari tujuh sampai delapan orang. Tema pendidikan Organisasi ke-25 ini yaitu “The Great Pirates, Temukan Harta Karunmu Disini”. Nama-nama kelompok yang digunakan pun sesuai dengan tema tersebut. Nama-nama Kelompoknya cukup unik yaitu Kapal Pecah, One Piece, Carribean, Flying Dutchment, Greenland, dan Jack Sparrow. Kegiatan pada hari tersebut yaitu Manajemen Organisasi, Leadership, Manajemen Konflik, Komunikasi Organisasi, dan Life Plan. Acara tersebut dilaksanakan sejak sabtu pagi hingga sore. Malam harinya dilanjutkan dengan HTH (Heart to Heart) yang dipandu oleh personil bidang PSDA.
    Hari kedua yaitu 12 Oktober 2014, diawali dengan senam sehat bersama di halaman depan hotel. Setelah itu jalan-jalan berkeliling kompleks perhotelan yang dipandu oleh Roni Iskandar. Sebelum memulai aktivitas pagi, perut sebaiknya diisi terlebih dahulu. Pagi itu diawali dengan snack ringan agar perut sedikit terisi. Bedasarkan kelompok yang telah dibagi, outbound dilaksanakan antar kelompok. Acara outbound dipandu oleh gugus Trainer Community yaitu berupa permainan kekompakan dan mengasah kreativitas. Outbond tersebut diisi dengan merayap diatas terpal, menghindari serangan lawan, dan manajemen konflik berantai.
    Setelah menjalani aktivitas yang cukup melelahkan sejak pagi hingga siang, peserta dipersilakan untuk beristirahat dan berkemas-kemas. Kemudian peserta dikumpulkan kembali untuk acara pengumuman dan penghargaan. Pengumuman yang dilakukan yaitu terpilihnya panitia Dikorg selanjutnya yaitu sebagai berikut.
    Ketua :Prasetyo Kurniawan (Komsi 2013)
    Sekretaris : Siti Wulandari (Keswan 2013)
    Bendahara : Nurul Meika Tri W (PSDK 2014)
    Acara : Roni Iskandar (koor) (Kedokteran Hewan 2014)
    Ratna Masita M (2014)
    Perlengkapan : Raazaqarditian (Teknologi Jaringan 2014)
    Siddiq Muhammad Isa (Filsafat 2013)
    PDD : Agnes Tyas W (Komsi 2013)
    Bagus Setyo Aryadi (Filsafat 2014)
    Konsumsi : Siti Wariyullarum (D3 Manajemen 2013)
    Arina Nursafarina Rahmatina (Keswan 2013)
    Pengumuman yang lain yaitu kelompok dan peserta terbaik. Penghargaan Putra Dikorg diperoleh Bagus Setyo Aryadi (Filsafat 2014), sedangkan putri Dikorg diperoleh Nurul Meika Tri Wahyuni (PSDK 2014). Selain itu, juga dilakukan tukar kado dari masing-masing peserta berupa barang yang bermanfaat bagi sahabat di Koperasi “Kopma UGM” nantinya. Keluarga Dikorg 25 akan terus aktif dan kontributif bagi Koperasi “Kopma UGM”. Acara ditutup dengan bahagia dan kembali ke kampus tercinta. Kerja keras Pandikorg 25 menghasilkan kerja yang memuaskan dan menyenangkan.

    UMMA ILTIZAM N
    Staf Humas dan Gerakan

  • Kunjungan Kopma Lebah UMP ke Koperasi “Kopma UGM”

    Yogyakarta – Kopma Lebah UMP kunjungi Koperasi “Kopma UGM” pada Kamis (25/2), bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” dengan jumlah peserta kurang lebih mencapai tiga puluh orang. Kunjungan tersebut disambut baik oleh Kepengurusan-Staf Koperasi “Kopma UGM” yang pada awal Februari lalu telah dilantik.

    Sekitar pukul 08.00 WIB acara dibuka oleh Woro Imas Pangestiti selaku Staf Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM”. Setelah dipersilahkan oleh MC, masing-masing perwakilan memberi sambutan dilanjutkan pengenalan kepengurusan-staf dari masing-masing kopma. Acara selanjutnya dengan diskusi per bidang dari masing-masing kopma. Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kemudian dilanjutkan dengan keliling divisi usaha yang terdapat di Koperasi “Kopma UGM”.

    “Kami terkesan dengan kunjungan Kopma Lebah UMP kemarin, karena telah mengunjungi Koperasi “Kopma UGM” pada awal Kepengurusan-Staf Koperasi “Kopma UGM” yang baru ini. Harapannya, Kopma Lebah UMP dapat berkunjung lagi ke Koperasi “Kopma UGM” di lain waktu,” Ujar Shafiera Rosa El-Yasha selaku Staf Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.