Koperasi “Kopma UGM” Ciptakan Kader Koperasi Sejak Dini

Untuk menciptakan kader-kader  koperasi yang tangguh sejak dini, Koperasi Kopma UGM menghelat acara bertajuk  Kopma Goes to School ke SMAN 1 Bantul (26/9). Acara ini terselenggara berkat adanya kerjasama antara bidang Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM” dengan Pembina Kopsis SMA N 1 Bantul, Dwi Subekti.

Tim Kopma Goes to School kali ini diwakili oleh Anwar Danu Saputra (Humas dan Gerakan), Hari Kuncoro (Bisnis), dan Sulistyowati (Keuangan), sedangkan dari pihak SMAN 1 Bantul yang menjadi peserta, terdiri dari pengurus Kopsis dan siswa bimbingan mata pelajaran ekonomi.

Acara dibuka dengan perkenalan masing-masing pihak, dilanjutkan dengan sesi sharing. Pada sesi sharing ini peserta tampak begitu antusias, pertanyaan dan tanggapanpun bermunculan. Anggota kopsis mengeluhkan akan kurangnya pelatihan yang diberikan kepada mereka, sehingga wawasan tentang perekoperasiannnya masih kabur.

Kopma Goes to School kali ini merupakan yang kedua kalinya di tahun ini, acara  pertama telah diselenggarakan di Kopsis SMA N 3 Yogyakarta, beberapa bulan silam. “Perlunya diadakan pelatihan perkoperasian kepada anggota kopsis, tidak hanya dari pembimbing kopsis yang bersangkutan, akan tetepi juga dari praktisi koperasi seperti kopma” tutur Sulistyowati yang juga mantan pengurus Kopsis SMAN 1 Bantul ini. (ADS)

Similar Posts

  • Tender Kalender UGM 2016

    Yogyakarta-Kopma UGM, Bidang Bisnis Koperasi “Kopma UGM” telah menyelenggarakan tender kalender UGM tahun 2016 bertempat di Ruang Sidang pada Sabtu (8/8) dan dihadiri oleh tiga perusahaan. Tujuan diadakan tender kali ini adalah untuk mendapatkan harga percetakan yang lebih kompetitif.

    Terdapat pembahasan pada tender kali ini, Pertama, spesifikasi dan jumlah kalender yang akan dicetak. Jumlah kalender UGM tahun 2016, rencana akan dicetak sebanyak 10.000 buah. Kedua, desain kalender UGM tahun 2016 dan juga pajak-pajak yang terdapat selama proses produksi kalender.

    “Untuk proses tender sendiri masih ditunda terlebih dahulu. Kelanjutan dari tender ini, yakni kami akan mendatangi secara langsung percetekan yang telah mengikuti tender,” tandas Budi Prasetyo selaku staf Bisnis Koperasi “Kopma UGM” yang diwawancarai seusai tender.

  • |

    Kembalikan Hangatnya Atmosfer Ruang Anggota

    Minggu (13/10), kelompok 1 Tim Action Plan Dikorg 42 Kopma UGM telah berhasil menyelesaikan kegiatan pengecatan kembali Ruang Anggota Kopma UGM. Kegiatan bertujuan untuk memberikan tampilan baru, sehingga dapat mengembalikan kehangatan atmosfer di ruang anggota Kopma UGM yang semakin memudar. Ruang anggota merupakan tempat yang paling sering dikunjungi oleh para anggota koperasi baik untuk mengerjakan kegiatan perkoperasian maupun kegiatan non-perkoperasian. Ruang anggota sudah sepantasnya untuk selalu dijaga kebersihannya, kenyamanannya, serta rasa kehangatan yang diciptakan oleh ikatan kekeluargaan para anggota yang berdiskusi disana.

    Kegiatan pengecatan ini sendiri dilakukan karena warna cat ruang anggota sudah kusam sehingga dirasa perlu sentuhan warna baru dimana warna yang diambil oleh tim tersebut adalah warna hijau sesuai dengan tema Koperasi Kopma UGM 2019 yaitu Go Green. Adapun filosofi warna hijau selain fokus pada tema yaitu warna hijau yang bermakna kesuburan dan kesejukan. Menurut penelitian, warna hijau yang merupakan sebuah warna gabungan warna dasar kuning dan biru dapat memberikan efek menenangkan saraf-saraf otak. Berdasarkan pernyataan tersebut, diharapkan para anggota Koperasi yang sedang melakukan aktvitas di ruangan tersebut dapat lebih rileks dan memiliki kinerja yang optimal serta dapat menciptakan ide-ide kreatif.

    Pengecatan dilakukan dengan prinsip gotong royong dengan saling membantu pada tugas masing-masing. Manfaat yang diharapkan pada pengecatan ruang anggota yaitu dapat memperindah ruangan dan dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik dengan susunan ruangan dan warna baru yang dipilih.

    “Dari keseluruhan kegiatan pengecatan masih ada beberapa hambatan yang harus dihadapi yakni masih adanya kekurangan perlengkapan dan dana yang dirasa belum maksimal, dan juga sebagian anggota berhalangan hadir. Selain itu, juga pada hari H dari pihak PSDA sendiri berhalangan hadir sehingga tidak ada yang mendampingi. Tetapi semua itu menjadi pembelajaran untuk dapat lebih baik lagi dalam mengatasi suatu permasalahan.” ungkap ketua tim Action Plan Dikorg 42.

    Kini ruang anggota Kopma UGM menjadi lebih nyaman untuk disinggahi, baik anggota baru maupun anggota lama dapat kembali bercengkrama dengan lebih rileks dan harmonis. (Sharmila)

  • |

    Perwira Muda sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

    Diselenggarakan oleh Koperasi “Kopma UGM”, Webinar Gebyar Perwira Nasional 2020, menghadirkan dua bahasan tema yang relevan dengan wirausaha dan perekonomian masa kini. Mengusung tema “Mencetak Wirausahawan Muda Sukses dan Berkualitas dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045”, sebagai webinar kedua, yang berlangsung pada 28 November 2020. Ditemani moderator webinar, Wildan Dwi Cahyadi, pembicara Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M menyampaikan materi menarik selama kurang lebih 1,5 jam.

    Dr. Rangga berbagi tips dan trik terkait strategi kewirausahaan untuk para peserta webinar, yang kerap disapanya sebagai “perwira”. Wirausahawan ialah orang-orang pemberani layaknya jendral atau perwira dalam dunia bisnis. Penting untuk seorang wirausahawan mengetahui kunci untuk memenangkan sebuah kompetisi, yaitu perihal mengenal diri sendiri dan situasi. Bisnis bukan sekadar keinginan pribadi, tapi lebih kepada melihat situasi dan juga peluang. Menurut Dr. Rangga bisnis lebih mudah mencapai sukses ketika berhasil menghasilkan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

    Skala prioritas menjadi penting untuk dimiliki wirausahawan, dengan susunan skala urgensi dan skala important. Bisnis adalah tentang bagaimana seorang wirausahawan memposisikan dirinya di pasar. Memposisikan diri di tempat yang memiliki peluang pendukung keberlangsungan usaha. Kerja sama dan kolaborasi dapat menjadi pilihan untuk mengoptimalkan peluang pasar yang ada.

    Banyak bercerita tentang pengalaman beliau dalam bekerja, baik sebagai tenaga pendidik, ataupun wirausahawan, Dr. Rangga berbagi banyak sebagai pembelajaran. Berwirausaha bukan sekadar untuk hidup, tapi lebih pentingnya adalah untuk menghidupi. “Jangan terlalu fokus pada produk, tapi fokuslah pada kompetensi. Karena kompetensi itu layaknya akar yang kuat untuk menunjang hasil setelahnya” terang Dr. Rangga dengan tegas. Seorang wirausahawan diharapkan fokus pada benefit bukan hanya berpacu meraih profit.

    Ketersediaan modal menjadi faktor penghambat utama dalam berwirausaha. Uang, aset bangunan, sumber daya alam, mesin dan lainnya menjadi modal, namun bukan yang utama. Modal yang paling berharga adalah human capital, yang tidak akan terdepresiasi bahkan ketika ia sering digunakan. Sebaliknya, ketika semakin diasah, human capital akan semakin memiliki nilai. Inovasi dan kreativitas menjadi dasar keunggulan yang dimiliki human capital. Seorang wirausahawan harus bisa menciptakan value atau nilai dalam bisnisnya. Formula yang dapat diterapkan dalam mengembangkan human capital yang berkualitas adalah dengan mencari cara unik dan berbeda, serta mendekatkan diri kepada masyarakat untuk melihat peluang.

    Berbagai usaha yang dirintis oleh Dr. Rangga banyak berkaitan dengan peningkatan ilmu dalam berwirausaha dan mengelola keuangan untuk menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Kekuatan take and give dapat mendukung dalam menjadi landasan berbisnis. Semakin banyak solusi yang ditawarkan untuk masyarakat akan membawa lebih banyak kebaikan untuk pengembangan bisnis yang didapat dari masyarakat pula.

    Kunci pendukung dan pembangunan perekonomian Indonesia agar dapat menuju Indonesia Emas 2045 adalah tetap pada bagaimana human capital yang ada. Inovasi dan kreativitas yang dimiliki oleh generasi muda bangsa dapat menjadi senjata menuju perwujudan hal tersebut.  Cita-cita mulia Indonesai Emas 2045 harapannya bukan hanya sekadar angan, namun mimpi yang harus direalisasikan. “Cara untuk mewujudkan semua mimpi adalah dengan cara bangun terlebih dahulu” menjadi pesan penutup Dr. Rangga untuk para perwira, peserta webinar.

     

    (ayu pratiwi)

     

     

  • Laptri III

    Yogyakarta-Pengawas Koperasi “Kopma UGM” telah menyelenggarakan Laporan Triwulan (Laptri) III pada Jum’at (30/10) bertempat di Ruang Anggota Koperasi “Kopma UGM”. Laptri III bertujuan untuk menyampaikan perkembangan organisasi, baik dari sisi manajmen maupun kepengawasan pada anggota.

    Menurut Hatta Nur Rochim selaku anggota pengawas Koperasi “Kopma UGM”, “Pada triwulan tiga perkembangan organisasi Koperasi “Kopma UGM” sudah baik. Hampir di setiap bidang mengalami kemajuan yang cukup pesat. Rata-rata progam kerja di tiap bidang hampir terselesaikan seluruhnya.”

    “Menurut saya kinerja pengawas dan kepengurusan sudah cukup baik namun terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki terutama untuk FAQ yang terdapat di website dan pengembangan aplikasi Aciko,” ujar Krisna Rahutama, salah satu anggota Koperasi “Kopma UGM” yang mengikuti Laptri III.

  • Kuis Koperasi “Kopma UGM”

    Yogyakarta – Menyambut hari koperasi dunia pada 2 Juli 2016, Koperasi “Kopma UGM” menyelenggarakan kuis bertemakan: Kenali Aciko, Kenali Koperasi “Kopma UGM”. Kuis ini bertujuan untuk mengenalkan peserta kepada koperasi khususnya Koperasi “Kopma UGM” melalui Aciko. Aciko si lebah merupakan maskot Koperasi “Kopma UGM” yang telah ada sejak tahun 2014. Melalui kuis ini, peserta diajak untuk lebih ngepoin tentang Aciko dan Koperasi “Kopma UGM”.

    Voucher belanja senilai Rp 150.000 untuk dua orang merupakan hadiah dari kuis ini. Adapun ketentuan mengikuti kuis ini yaitu:

    1. Susun huruf acak yang tertera pada poster dan jawab pertanyaannya.
    2. Lihat cooperative profile Koperasi “Kopma UGM” untuk dapat jawabannya di Cooperative Profile Koperasi “Kopma UGM”
    3. Kirim jawabanmu ke FB/IG Koperasi “Kopma UGM” @kopmaugm beserta hashtag ‪#‎AkuCintaKoperasi‬ ‪#‎kopmaUGM‬
    4. Tag temen kamu sebanyak-banyaknya

    Batas pengiriman sampai 30 Juni 2016, pengumuman pemenang tanggal 1 Juli 2016 di media sosial Koperasi “Kopma UGM”. Pemenang akan dihubungi lebih lanjut oleh Bidang Humas dan Gerakan.

    Ikuti kuisnya, menangkan hadiahnya…

  • Jambore Koperasi Nasional

    Bogor (10/09), Bulan September ini Koperasi “Kopma UGM” mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Jambore Koperasi Nasional yang diselenggarakan oleh Deputi Kelembagaan Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Delegasi dari Koperasi “Kopma UGM” diwakili oleh Akhmad Mudhaqir (Ketua Bidang Bisnis) dan Alan Griha Yunanto (Ketua Pengawas). Delegasi  dari D.I. Yogyakarta selain Koperasi “Kopma UGM” diwakili juga oleh TPKU SMK PIRI 1 Yogyakarta dan TPKU SMK Muhamadiyah Playen Gunung Kidul. Kegiatan Jambore Koperasi Nasional diselenggarakan tiga hari 8-10 September 2015. Acara Jamkopnas 2015 ini dilaksanakan di Jambuluwuk Boutique and Resort Ciawi Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Kegiatan Jamkopnas 2015 ini membidik sasaran yang berbeda dari tahun lalu, yakni koperasi pemuda dan TPKU (Tempat Praktek Kerja Usaha). TPKU ini merupakan program dari Kementrian Koperasi dan UKM untuk sekolah-sekolah yang dimaksudkan agar meningkatkan ketrampilan kerja. Hari pertama, diisi oleh materi-materi in class yang diisi oleh Kementrian Koperasi  dan UKM. Materi-materi yang disampaikan terkait dengan kondisi koperasi sekarang ini hingga persiapan menghadapi MEA, koperasi sebagai badan hukum.  Hari kedua, peserta Jamkopnas 2015 diberikan materi bisnis plan dan dilakukan lomba bisnis plan antar peserta. Acara puncak Jamkopnas 2015 ini diadakan pada malam hari ditutup oleh Asisten Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM dan dilanjutkan acara perenungan dan ramah tamah.

    Beberapa informasi penting juga disampaikan pada acara Jamkopnas 2015 yang diikuti oleh 40 TPKU seluruh Jawa dan 40 koperasi pemuda seluruh Jawa. Kementrian Koperasi dan UKM mempunyai program-program strategis untuk mengembangkan wirausaha-wirausaha baru seperti memberikan bantuan untuk membentuk TPKU. Harapannya sekolah-sekolah juga dapat mengakses program-program ini untuk praktek kerja siswanya. Selanjutnya program-program kewirausahaan nasional yang setiap tahun akan diadakan dan disebarkan keseluruh provinsi di Indonesia. Selain itu kementrian juga mempunyai program-program untuk membantu sokongan modal melalui dana bergulir. Kesemuanya ini dapat diakses melalui Kementrian Koperasi dan UKM

    Acara Jamkopnas 2015 ini penting diadakan setiap tahunnya karena manfaat dari acara seperti ini bagi koperasi bisa sharing satu dengan yang lain, sehingga perputaran informasi antar koperasi di Indonesia terjadi dengan baik. Namun beberapa catatan penting untuk perbaikan acara ditahun berikutnya salah satunya adalah bagian koordinasi event organizer yang perlu diperbaiki karena persiapan-persiapan yang kurang matang. Selain itu supaya dampaknya lebih luas undangan juga ditujukan untuk seluruh provinsi di Indonesia. Karena Indonesia tidak hanya Jawa, tetapi Indonesia adalah kita semua dari 34 provinsi.