Koperasi “Kopma UGM” adakan upgrading pengurus-staf periode 2016/2017

SPK staf

Yogyakarta – Koperasi “Kopma UGM” mengadakan upgrading bagi pengurus dan staf periode 2016/2017 pada tanggal 20 – 21 Februari 2016 yang bertempat di Villa Shang Ri La, Kaliurang. Upgrading ini bertujuan untuk mengakrabkan pengurus dengan para staf mereka agar dapat lebih saling mengenal satu sama lain.
Agenda upgrading pada hari pertama yaitu perkenalan per bidang. Para staf mengenalkan diri mereka kepada pengurus dan staf-staf yang lain serta memberikan kesan pesan mereka tentang upgrading dan sebagainya. Kemudian, Ufairoh Nurulhayah selaku ketua umum Koperasi “Kopma UGM” periode 2016/2017 memberikan materi tentang manajemen organisasi. “Materi yang disampaikan sangat interaktif. Karena pemberian materi yang melibatkan semua pihak ikut aktif dalam materi yang diberikan,” ujar Deni Haryono selaku Staf Administrasi. Selanjutnya, para staf berkumpul dengan bidangnya masing-masing untuk membahas timeline per bidangnya. Setelah selesai, para staf mempresentasikan hasil diskusi timeline bidang mereka.
Pada hari kedua, agenda dibuka dengan penandataganan surat perjanjian kerjasama (SPK) antara pengurus dengan stafnya. Agenda terakhir yaitu outbond seluruh pengurus dan staf yang diisi oleh Alan Griha Yunanto selaku Ketua Pengawas demisioner dan Fajri Saptaji selaku Ketua Umum demisioner.

Similar Posts

  • |

    Webinar I Puncak Gebyar Perwira Nasional 2020: Berbicara Tentang Wirausaha Bersama Syahbenol Hasibuan

    Koperasi “Kopma UGM” sukses menggelar puncak Gebyar Perwira Nasional 2020 dengan dua kali webinar pada 28 November 2020. Webinar pertama mengangkat topik “Potensi Wirausaha di Era New Normal Guna Meningkatkan Kesejahteraan dan Perekonomian Nasional”. Acara ini mengundang Ir. Syahbenol Hasibuan M.M, Ketua Dekopin Wilayah DIY, sebagai pembicara. Tak hanya itu, acara puncak ini juga turut menghadirkan keynote speaker Drs. Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM RI.

     

    Wirausaha telah lama digalakkan di Indonesia maupun dunia. Syahbenol mengatakan bahwa sejatinya wirausaha adalah sebuah jiwa/semangat yang ada pada diri setiap orang, namun lahir atau tidaknya jiwa ini bergantung pada lingkungan orang tersebut berada. Menurutnya, seseorang  yang mempunyai jiwa wirausaha adalah orang yang selalu percaya diri, mempunyai dasar, dan mempunyai jiwa yang mampu meneruskan tujuan berwirausaha. Wirausaha bukan hanya sekedar watak, dalam semangatnya ada unsur kepemimpinan. Akan tetapi, kepemimpinan disini adalah memimpin secara manusiawi bukan otoriter, supaya dapat maju bersama-sama mencapai tujuan yang disepakati. Selain itu, karakteristik jiwa wirausaha adalah mengetahui dan berani mengambil risiko. Seseorang juga mampu mengambil keputusan dalam waktu yang tepat dan cepat. Keputusan tentu memiliki unsur pendukung, seperti situasi dan kondisi, pengetahuan, pengalaman, pendidikan, dan dukungan yang mesti dimanfaatkan. Dalam merencanakan rencana usaha, seseorang berjiwa wirausaha tentu dibekali pula pengetahuan-pengetahuan tentang hukum adat atau kebiasaan tempat ia berbisnis. Kreatifitas juga dibutuhkan dalam mewujudkan jati dirinya yang positif. Hal ini dapat diperoleh ketika bekerja sama dengan rekan kerja kemudian menciptakan inovasi. Namun, di samping karakteristik itu semua, yang paling penting adalah pintar dalam manajemen waktu karena jika kita tidak dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan baik, tidak mustahil kita bakal kehilangan kesempatan serta peluang.

     

    “Wirausaha adalah sikap mental, kemampuan oleh hal-hal yang positif di dunia, dalam prosesnya tentu menciptakan sesuatu yang berbeda. Dinilai dengan menggunkan sebuah upaya dan waktu, kemudian mendapatkan kepuasan pribadi serta berani menanggung risiko baik finansial, psikologi maupun sosial yang tentunya risiko ini telah diperhitungkan sebelumnya,” tegas Syahbenol.

     

    Pandemi memang menyerang berbagai aspek, terutama ekonomi. Namun, seorang wirausahawan tidak sepenuhnya kehilangan peluang karena kita melihat bahwa sebelum pandemi datang, teknologi digital sudah berkembang. Teknologi digital ini membantu wirausahawan untuk mengembangkan potensi pada usaha online. Dibarengi dengan sikap dan karakteristik wirausaha, hal ini menjadi sebuah potensi yang dapat kita harapkan, mobilisasi untuk menjadi sebuah penggerak untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian nasional.

     

    “Coba dibayangkan andaikata pada saat pandemi covid ini teknologi digital nggak ada, bagaimana kita mencari bahan makan, membeli keperluan kita, mendapatkan informasi, dan belajar. Di satu pihak ini karunia, di pihak lain kita mendapat musibah yang dapat diatasi dengan teknologi digital,” ungkap Syahbenol. “Misal tanpa teknologi digital, tanpa jiwa dan karakteristik wirausaha, kita akan menerima nasib apa adanya dan tentu dampaknya bisa jadi kita bakal mati lemas,” tambahnya.

     

    Dalam situasi sulit seperti ini, dibutuhkan kemampuan inovasi yang tinggi, keinginan kuat untuk berprestasi, dan kemampuan dalam melaksanakan perencanaan secara realistis. Dari sikap tersebut, seorang wirausahawan dapat mengidentifikasi peluang-peluang usaha baru untuk menggerakkan ekonomi. Dalam hal ini, kita perlu memperhatikan keinginan konsumen agar produknya tetap disenangi atau memetakan produk baru yang disenangi dalam era new normal ini. Kemudian, melakukan evaluasi terhadap produk usaha yang sudah ada dan memperbaiki cara penawarannya serta saluran distribusinya untuk kedekatan produk tersebut kepada kebutuhan masyarakat atau pasar.

     

    Namun, perlu juga kita mengetahui bagaimana seorang wirausahawan bisa gagal. Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dalam berwirausaha, diantaranya: pengetahuan pasar yang tidak/kurang memadai, kinerja produk yg rendah, persaingan penjualan dan pemasaran, produk terlalu cepat usang, waktu memulai usaha baru tidak tepat, dan dana operasional tidak memadai. Meskipun demikian, kegagalan bukan penghalang untuk tetap berwirausaha. Jika satu konsep gagal, tetap harus mencoba lagi dan optimistis serta mencari celah yang ada.

     

    “Kalau satu konsep gagal, tetap ceria tetap optimis, mencari lagi hal-hal yang baik sesuai dengan situasi dan kondisi, mencari dan menduduki relung-relung teknologi, bagaimana kita bisa membuat bahwa kita itu menjadi seolah-olah mendapatkan monopoli praktis,” ujar Syahbenol.

     

    • Whafir Pramesty

     

  • Mahasiswa UGM Runner Up Kompetisi Business Case Management Smart Competition UNY

    Yogyakarta – Tiga Mahasiswa UGM raih Runner Up dalam Kompetisi Business Case Management Smart Competitionyang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen di Fakultas Ekonomi UNY, Minggu 9 November 2014 lalu. Adalah Ika Diani (Akuntansi FEB UGM 2011), Anita Tri Widyantari (Manajemen FEB UGM 2011), dan Lista Audia Eka (Ilmu Komunikasi Fisipol UGM 2011). Perjuangan ketiga mahasiswa yang berasal dari jurusan yang berbeda-beda namun bersatu dalam satu tim ini tidaklah mudah. Mereka terlebih dahulu melewati babak penyisihan pembedahan kasus bisnis pada Bulan Oktober, kemudian dinyatakan lolos menjadi finalis lima besar semifinal dan keluar menjadi runner up setelah bersaing dengan dua tim dari Universitas Indonesia dan dua tim dari Universitas Brawijaya.

     

    Tiga mahasiswa yang bersatu dalam tim ini menamakan diri mereka Tim Aswani UGM. Nama ini diambil dari tokoh pewayangan, Aswani, yang berarti selimut semangat. Tiga mahasiswa ini adalah anggota aktif dan pengurus di UKM Koperasi “Kopma UGM”. Dari UKM Koperasi “Kopma UGM” inilah mereka banyak mempelajari dan mengaplikasikan ilmu tentang organisasi, leadership, manajemen, komunikasi, dan entrepreneurship berbasis koperasi.

    Tidak puas menjadi runner up, ketiga mahasiswa ini bersiap mengikuti berbagai lomba di bidang ekonomi untuk terus mengasah dan mengembangkan studi dan kemampuan mereka. “Kami tidak boleh cepat puas. Ini adalah awal dari perjuangan kami. Ini adalah pemanasan”, kata mereka mantap.

     

    Lista Audia Eka (Ilmu Komunikasi 2011)

  • Ramadhan Kopma se-DIY

    Yogyakarta – Untuk menyemarakkan puasa di Bulan yang suci ini, Koperasi “Kopma UGM” menyelenggarakan ramadhan bersama koperasi mahasiswa se-DIY. Jumat (17/6) lalu, bertempat di ruang anggota, talkshow bertemakan: Sociopreneur, Not Profit But Benefit dibawakan oleh Hasbiyansyah, Pengelola Guskom kewirausahaan sekaligus owner Hasbi Donuts dan Tahu Mercon. Selain talkshow, acara ini juga sekaligus buka bersama dan penyerahan beasiswa Aku Cinta Koperasi kepada para pemenang beasiswa.

  • Entrepreneur Event

    Yogyakarta-Direktorat Kemahasiswaan UGM bekerjasama dengan Gugus Kewirausahaan Koperasi “Kopma UGM” telah menyelenggarakan Entrepreneur Event. Acara ini diselenggarakan pada hari Minggu (7/11) di Gelanggang Mahasiswa UGM dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan informasi kewirausahaan kepada mahasiswa UGM. Dengan mengusung tema “Mengembangkan Kreativitas Bisnis Kamu”.

    Entrepreneur Event terdiri dari dua rangkaian acara, yakni Talkshow dan Expo Entrepreneurship. Acara Talkshow dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Acara ini mengundang pembicara yang inspiratif dan telah sukses merintis bisnisnya, yakni Bang Ido, pemilik Warung Tenda Bang Ido; Mas Aries, seorang IT Consultant; dan Pak Irwan, seorang pembuat mainan 3D. Dalam talkshow tersebut, para pembicara pun membagikan seputar pengalaman dan tips dalam merintis usahanya.

    Sesi kedua, yakni Expo Entrepreneur yang dimulai pukul 10.00 WIB. Pada sesi ini, peserta dapat mengunjungi berbagai stand kewirausahaan yang terdiri dari anggota PMW, PMK, dan wirausaha muda mandiri Koperasi “Kopma UGM”. Pengunjung dan peserta pun terlihat antusias dalam acara ini. “Semoga dengan terselenggaranya acara ini, minat para generasi muda dalam berwirausaha akan semakin tinggi,” ujar Rusli, salah satu pengunjung.

  • |

    Berlatih Kewirausahaan melalui Koperasi “Kopma UGM”

    Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam menyelenggarakan webinar Kuliah Kewirausahaan Pemuda Daring pada Kamis pagi (23/7). Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Akt. selaku Pembina Koperasi “Kopma UGM” menjadi salah satu narasumber yang membawakan topik “Peran Koperasi ‘Kopma UGM’ dalam Penumbuhkembangan Semangat Kewirausahaan di Kalangan Mahasiswa”.

    Koperasi “Kopma UGM” pada dasarnya adalah organisasi yang berbadan hukum koperasi sekaligus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UGM. Menurut Didi, dengan dua kondisi tersebut, Koperasi “Kopma UGM” cukup unik karena ada konsekuensi-konsekuensi yang harus diikuti baik secara hukum maupun secara kegiatan kemahasiswaan dan terkadang aturan-aturan hukum tersebut tidak selalu pas atau sinkron dengan kegiatan UKM. Anggota dari koperasi “Kopma UGM” ini adalah orang per orang yang telah terdaftar sebagai anggota. Koperasi Kopma UGM berdiri pada 12 Maret 1982 dan mengalami evolusi dari kegiatan yang sebelumnya khusus internal mahasiswa UGM kemudian membuka diri untuk anggota-anggota dari luar UGM. Adapun beberapa layanan yang terdapat pada Koperasi “Kopma UGM”, diantaranya:

    1. Warparpostel

    Warparpostel menyediakan jasa kurir JNE dan Pos Indonesia, foto copy dan print, agen laundry, voucher pulsa, acesories HP, servis laptop, sewa kamera, jasa warung telkom, fax, ticket box event, dan agen iklan media massa.

    1. Swalayan

    Swalayan adalah salah satu divisi usaha Koperasi Konsumen “Kopma UGM” yang bergerak pada bidang bisnis retail. Swalayan terbentuk untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang semakin banyak.

    1. Konveksi dan Sablonase

    Gamashirt bergerak di bidang produk dan jasa pakaian/konfeksi/mikro garmen. Produk-produk Gamashirt antara lain: kaos promosi, kaos raglan, polo shirt, training spack, seragam olah raga, seragam sekolah, seragam kerja, jas lab, jas almamater, kemeja pdl, jaket, sweater, hoodie, rompi, dan pakaian dinas.

    1. Kafetaria

    Merupakan salah satu divisi di Koperasi Konsumen “Kopma UGM” yang bergerak di bidang kuliner dan geprek dengan sistem prasmanan. Buka pukul 08.00-21.00 WIB. Kafetaria juga menerima pesanan katering.

    1. Laporan Laba-Rugi

    Untuk mengetahui pengelolaan Koperasi “Kopma UGM” oleh anggotanya, Didi juga menampilkan laporan laba-rugi tahun 2019 dengan total penjualan sebesar 7 miliar. Didi menilai, para mahasiswa mengelola uang yang sudah cukup besar tersebut tentu saja memerlukan integritas, government atau tata kelola yang baik dan pencatatan yang baik pula. Bagi para anggotanya, Koperasi “Kopma UGM” menjadi sarana untuk belajar terkait pengelolaan usaha yang secara finansial juga harus akuntabel.

    1. Kewirausahaan Anggota

    Untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan kepada para anggotanya, Koperasi “Kopma UGM” memberi kesempatan anggotanya untuk berjualan dengan membuat produknya melalui koperasi, diantaranya:

    – Galigo Coffee

    Membuka café coffee sederhana yang menjual berbagai jenis minuman kopi dan makanan, menyediakan wifi dan tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas atau sekedar nongkrong.

    – Dodolan Compucell

    Usaha di bidang teknologi online yang menjual software original, handphone, dan komputer.

    – Keripik pisang

    Memproduksi keripik pisang berbagai rasa bersama teman-teman non anggota Kopma UGM.

    – Kypud Silky Pudding

    Snack ringan berupa pudding yang unik. Kypud memiliki rasa yang kekinian dikemas dengan kemasan yang menggemaskan.

    – Sandal Gunung Haiger

    Bisnis distribusi sandal gunung dari Mojokerjo yang bermerk haiger, sistem usaha dijalankan dengan pemesanan secara online.

    – Pray Print

    Usaha yang bergerak di bidang jasa dan teknologi berupa digital printing yang bisa order online dan bisa diantar.

    1. Gugus Komunitas Kewirausahaan

    Merupakan salah satu gugus komunitas di Koperasi “Kopma UGM” yang mewadahi minat anggota dalam membuka usaha. Kegiatan dari Gugus Komunitas Kewirausahaan ialah salah satunya melakukan kunjungan ke berbagai tempat usaha di daerah Yogyakarta dan melakukan diskusi rutin.

    Selain berbicara soal bisnis, Koperasi “Kopma UGM” juga melakukan pembinaan soft skills dalam pendidikan organisasi sebagai UKM, diantaranya:

    1. Cara berorganisasi yang baik
    2. Kemampuan komunikasi
    3. Kepemimpinan
    4. Manajemen konflik
    5. Perencanaan dan Penganggaran

    Selanjutnya, juga terdapat program Srawung Virtual #1 Bersama Forum Pemuda Pemudi Sendowo (FPPS) via aplikasi daring video conference yang bertujuan untuk menjalin kembali silaturahmi antara Koperasi “Kopma UGM” dengan masyarakat Sendowo yang terdampak pandemi COVID-19.

    Terkait dengan prestasi yang telah diraih oleh Koperasi “Kopma UGM” sejak berdirinya adalah terpilih menjadi salah satu Koperasi Berprestasi tahun 2018 oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) dan berhasil menunjukkan keunggulannya dengan menjadi pelopor Olimpiade Koperasi Siswa Nasional. Didi juga menampilkan rangkaian prestasi Koperasi “Kopma UGM” selama tahun 2018 dan 2019.

     

    – Whafir Pramesty

  • Syawalan Bersama Karyawan dan Kepengurusan-Staf

    Yogyakarta- Kopma UGM, Bidang Human and Resource and Development (HRD) Koperasi “Kopma UGM” telah menyelenggarakan acara swalayan bertempat di Ruang Anggota pada hari Sabtu (1/8). Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan silaturahim antara karyawan dan pengurus.

    Materi yang disampaikan oleh Dr. Nanung Danur Doro (Dosen Fakultas Peternakan UGM) pada acara swalayan, yaitu mengenai kaidah makanan halal dan haram dalam Islam. Secara garis besar, materi yang dibahas ialah mengenai hukum memakan daging babi. “Alasan mengapa daging babi diharamkan selain mengandung cacing pita dan pola hidupnya yang jorok, yakni karena babi mempunyai kedekatan DNA dengan manusia sehingga kemungkinan besar terjadi pewarisan sifat babi dalam diri manusia,” tutur ustadz Nanung.

    “Syawalan merupakan agenda tahunan dan terdapat dalam timeline bidang HRD. Harapannya setelah acara ini hubungan antara karyawan dan pengurus semakin akrab guna menciptakan lingkungan kerja yang nyaman,” ujar Nurul Meika Tri Wahyuni selaku staf HRD Koperasi “Kopma UGM” yang diwawamcarai seusai acara berlangsung.