Kopma UGM Menilik Kesuksesan Chockles

Jajanan yang praktis dan murah di sekitar wilayah kampus sudah tentu menjadi andalan inovasi para wirausahawan. Salah satu inovasi yang sukses di pasaran dengan produk yang praktis dan harga terjangkau adalah Chockles. Kedai es cokelat milik alumni Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini sudah memiliki 20 cabang yang tersebar di wilayah D.I Yogyakarta. Beruntung, pada Sabtu lalu (28/4) Koperasi “Kopma UGM” berkesempatan menilik kesuksesan Chockles melalui kunjungan kewirausahaan ke outlet Chockles Candigebang.

Dalam kunjungan tersebut, Koperasi “Kopma UGM” bertemu langsung dengan owner Chockles, Rehan Abdullah Salam, S.T.P. untuk mengetahui lebih dalam perjalanannya dalam mengembangkan produk. Kenyataannya, kesuksesan yang ddiraih Chockes tidaklah instan. Rehan mengaku sempat mengalami dua kali kegagalan membangun usaha sejak kelulusannya tahun 2012. Kegagalan keduanya kala itu hanya menyisakan gerobak dorong dan bahan baku es cokelat yang memaksanya kembali memutar otak. “Orang usaha itu nggak ada yang langsung enak, tinggal duduk. Saya ini mulai dari bakul. Orang usaha nggak boleh gengsi, harus kuat mentalnya,” ujarnya berbagi inspirasi.

Tahun 2014 adalah titik balik usaha Rehan. Ia mulai menjajakan es cokelat racikannya dengan gerobak dorong yang ternyata mendapat sambutan baik dari konsumen. Jerih payahnya berbuah manis sampai kini Chockles bisa dinikmati di 20 cabang di Yogyakarta, 9 cabang di Semarang, dan 3 cabang di Solo. Hingga kini, Ia mengaku masih turun tangan sendiri dalam menjaga kualitas rasa dan profesionalitas SDM.

Kepada anggota Koperasi “Kopma UGM” Rehan berpesan untuk menyelesaikan studi terlebih dulu sebelum benar-benar fokus memulai bisnis seperti dirinya. “Ibarat orang jatuh cinta, pelanggan nggak akan balik lagi setelah dicampakkan,” tambahnya menjelang akhir kunjungan. Sebagai penutup, Rehan kembali berpesan, “Bagi pebisnis, wirausahawan, everyday is holiday. But everyday is work day. Jadi tidak ada liburan yang santai-santai. Tapi bekerja harus dengan hati senang, jangan membebani diri.” (Sesty)

Similar Posts

  • |

    Seluk-Beluk Koperasi “Kopma UGM” dalam Kopmaleidoskop 2020

    Dalam rangka reorganisasi dan penyerapan sumber daya baru, Koperasi “Kopma UGM” sedang melangsungkan Kopmaleidoskop 2020 sejak 12 September hingga 10 Oktober 2020 nanti. Kopmaleidoskop 2020 merupakan suatu rangkaian acara tahunan untuk memperkenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Koperasi “Kopma UGM”, khususnya pada mahasiswa baru, serta membuka kesempatan bagi mahasiswa UGM yang tertarik untuk bergabung dalam organisasi. Sedangkan tema “Kopmaleidoskop” sendiri berasal dari dua kata, yakni “Kopma” dan “Kaleidoskop”. Filosofi dari gabungan dua kata tersebut akan menjadi inti dari acara, yaitu melihat seluk beluk Koperasi “Kopma UGM” yang beraneka ragam melalui rangkaian kaleidoskop. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, UKM Koperasi “Kopma UGM” menggelar seluruh rangkaian acara perkenalan UKM tahun ini secara daring.

    Setelah menginformasikan mengenai Opening Kopmaleidoskop pada 12 September 2020, pendaftaran anggota Koperasi “Kopma UGM” resmi dibuka sampai Closing Kopmaleidoskop, tepatnya pada 10 Oktober 2020. Proses reqruitment dilakukan secara online, informasi mengenai pendaftaran dapat dilihat di Instagram @kopmaugm. Selanjutnya, pada 13 September diadakan Sayembara Member get Member dan Kopmapedia. Bagi anggota yang mengikuti Sayembara Member get Member akan berkesempatan mendapatkan voucher setelah memenuhi syarat dan teknis tertentu. Sedangkan Kopmapedia adalah pengenalan gugus, komunitas, dan divisi usaha yang ada di Koperasi “Kopma UGM”, yang berlangsung sampai tanggal 16 September. Kopmapedia tersebut, diantaranya:

    Gugus:
    1. Speaking Club (SC)
    Gugus ini menjadi wadah bagi para anggota koperasi “Kopma UGM” yang memiliki minat, bakat, serta keinginan untuk mengembangkan potensi diri dalam bidang komunikasi lisan dan public speaking. Seperti menjadi MC, moderator, penyiar, dan sebagainya. Kegiatan: upgrading, latihan rutin, job sebagai moderator dan MC di acara Kopma.
    2. Kopma Design Center (KDC)
    KDC menjadi wadah bagi anggota Koperasi “Kopma UGM” untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang desain grafis. Tujuan dari KDC yaitu mengarahkan anggota Koperasi “Kopma UGM” pada penanaman ideologi koperasi, kepemimpinan, jiwa kewirausahaan, peningkatan kemampuan dan keterampilan teknis agar lebih aspiratif dan kreatif. Kegiatan: pelatihan design, dolan keakraban, KDC visit industry, srawung bersama pegiat design.
    3. Trainer Community (TC)
    TC berfokus pada pengembangan anggota untuk menjadi seorang trainer yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Kegiatan: mikro training indoor, mikro training outdoor, latihan rutin mingguan, mengisi job out bound, mengisi materi diksar Kopma UGM, sharing alumni.

    Komunitas
    1. Gerakan Cinta Koperasi (GCK)
    GCK berfokus pada segala hal yang menyangkut tentang perkoperasian dan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran akan pentingnya berkoperasi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan: diskusi koperasi, kunjungan lembaga koperasi, latihan lomba rutin, konsolidasi, social project, suksesi & awarding.
    2. Kewirausahaan
    Kewirausahaan merupakan komunitas yang bertujuan mengembangkan potensi anggota di bidang kewirausahaan dengan melaksanakan berbagai kegiatan terkait bidang kewirausahaan dan pelatihan melalui penyaluran jasa secara tidak langsung baik secara individu oleh anggota maupun secara bersama-sama oleh anggota-anggota komunitas. Kegiatan: kunjungan kewirausahaan, lokakarya, mini seminar, tantangan kewirausahaan, mengelola kantin kejujuran.
    3. Sport Society (SS)
    SS mewadahi anggotanya yang berminat di bidang olahraga, baik secara outdoor maupun indoor. Komunitas SS ini mengajak anggota yang tertarik secara sukarela untuk ikut serta kegiatan-kegiatan rutin olahraganya. Kegiatan: olahraga rutin (badminton, futsal), e-sport.

    Divisi Usaha
    1. Konveksi dan Sablonase
    Koperasi “Kopma UGM” memiliki bisnis yang bergerak menjual souvenir-souvenir atau produk khas Universitas Gadjah Mada yaitu Gamashirt. Produk yang ditawarkan yaitu pakaian, mulai dari jas lab hingga kaos. Tersedia juga sticker, gantungan kunci, mug, plakat, dan lain sebagainya. Produk Gamashirt juga dapat dibeli secara online di Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia.
    2. Waparpostel
    Waparpostel Koperasi “Kopma UGM” menyediakan berbagai jasa, seperti JNE dan Pos Indonesia.
    3. Swalayan
    Swalayan terbentuk untuk menuntaskan masalah mahasiswa maupun masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Swalayan menjual berbagai kebutuhan mulai dari snack, minuman, peralatan mandi, skin care, obat-obatan, parfum, dan lain sebagainya. Tersedia juga jasa delivery.
    4. I See Milk
    Koperasi “Kopma UGM” juga memiliki badan usaha yang menawarkan berbagai varian rasa susu murni, dingin maupun hangat.

    Setelah Kopmapedia, Koperasi “Kopma UGM” mengadakan giveaway untuk umum. Giveaway ini dimulai dari tanggal 18 September sampai dengan 8 Oktober 2020. Dalam giveaway kali ini, peserta berkesempatan mendapatkan free hoodie, kaos, dan jam dinding. Selain itu, Koperasi “Kopma UGM” juga membagikan Voucher Free Simwa Satu Bulan untuk 100 pendaftar pertama. Bagi-bagi voucher ini dimulai dari tanggal 21 September sampai dengan 30 September 2020 dengan syarat dan ketentuan.

    Selanjutnya, pada 24 September – 8 Oktober, Koperasi “Kopma UGM” mengadakan NGOPMA (Ngopi bareng Kopma). Ngopma merupakan acara bincang-bincang seputar dinamika berkegiatan di Koperasi “Kopma UGM”. Ngopma hadir enam kali dengan tema yang berbeda, diantaranya: Jurus Jadi Pengurus, Gerrr-nya Jadi Part-timer, Kopmania Prestatif: Cara Jadi Juara, Kabar Alumni, Serunya Guskom Kopma, Kopmapreneur: Bangun Usaha di Usia Muda. Ngopma ini diselenggarakan melalui live Instagram @kopmaugm. Dan rangkaian terakhir dari Kopmaleidoskop adalah Cooperative Workshop dan Closing Kopmaleidoskop yang diselenggarakan pada 10 Oktober 2020. Berbagai informasi lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Kopmaleidoskop 2020 dapat dilihat pada Instagram @kopmaugm.

    – Whafir Pramesty

  • |

    Kategori Koperasi Modern

    Tidak dapat dipungkiri bahwasanya koperasi adalah salah satu tiang ekonomi bagi masyarakat Indonesia. Lantas, apakah koperasi itu? Mengacu pada Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 Pasal 1 Ayat 1, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi pertama yang didirikan di Indonesia merupakan koperasi simpan pinjam. Badan usaha ini berdiri pada tahun 1895 dan didirikan oleh Raden Ngabei Aria Wiriaatmadja beserta teman-temannya dengan nama De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Hoofden. Nama koperasi ini diambil dari bahasa Belanda yang berarti “Bank Simpan Pinjam Para Priyayi Purwokerto”. Selain bentuk koperasi simpan pinjam di atas, apakah masih ada jenis koperasi lainnya? Tentu saja ada, koperasi dikategorikan dalam dua tipe, berdasarkan jenis usaha dan tingkatannya. Simak baik-baik penjelasannya yuk!

    Terdapat lima jenis koperasi apabila pembagiannya didasarkan pada jenis usahanya, yaitu koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi simpan pinjam, koperasi jasa, dan koperasi pemasaran. Sedangkan berdasarkan tingkatannya, koperasi terbagi atas koperasi primer dan koperasi sekunder. Berikut keterangan masing-masing jenisnya secara lebih rinci.

    Koperasi produsen atau produksi adalah jenis koperasi yang anggota-anggotanya adalah para produsen. Anggota koperasi ini berfungsi sebagai anggota sekaligus pekerja bagi koperasinya. Jenis koperasi ini juga memberikan bantuan berupa modal maupun pemasaran bagi anggotanya. Badan usaha ini bertujuan untuk mengolah barang sehingga mengeluarkan output yang nantinya dapat diperjualbelikan kemudian keuntungannya digunakan oleh anggota koperasinya. Secara singkat dapat disimpulkan, bahwa koperasi jenis ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari penjualan barang yang dihasilkan. Mengutip dari Dinas Koperasi UKM Sleman, terdapat beberapa fungsi yang dijalankan oleh koperasi produksi, yaitu pembelian atau pengadaan input yang diperlukan anggota, pemasaran hasil produksi yang dihasilkan dari usaha anggota, pemanfaatan sarana produksi secara bersamaan, dan menanggung resiko bersama atau menyediakan kantor pemasaran bersama.

    Kategori yang kedua adalah koperasi konsumen atau konsumsi. Koperasi ini menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti gula, beras, perabot, pakaian maupun barang lainnya. Anggota koperasi ini berfungsi sebagai pemilik (owner) sekaligus konsumen. Koperasi ini biasanya berbentuk toko serba ada atau supermarket. Contoh konkrit dari kategori koperasi ini adalah koperasi sekolah yang menyediakan barang-barang kebutuhan siswa sehari-hari. Mengutip Dinas Koperasi UKM Sleman, koperasi ini memiliki beberapa fungsi seperti pembelian atau pengadaan barang kebutuhan anggota yang dilakukan secara efisien dan inovasi pengadaan (pemanfaatan dana bergulir, pembelian dengan diskon, dst).

    Yang ketiga adalah koperasi simpan pinjam atau sering dikenal dengan nama koperasi kredit. Jenis koperasi ini tentunya sudah tidak asing lagi dibenak khalayak umum. Koperasi simpan pinjam adalah lembaga keuangan non-bank yang memberikan pinjaman kepada anggotanya dengan penarikan bunga serendah-rendahnya. Menurut aturan yang berlaku, koperasi ini hanya diperbolehkan meminjamkan modal kepada anggotanya saja, namun pada praktiknya, banyak koperasi simpan pinjam yang memberikan pinjaman kepada selain anggota. Modal yang digunakan untuk beroperasi berasal dari modal pinjaman dan modal sendiri. Modal pinjaman adalah modal yang didapatkan dari anggota maupun dari bank, surat obligasi dan seterusnya. Sedangkan modal sendiri berasal dari simpanan anggota (wajib, pokok, bebas) maupun dana hibah.

    Koperasi pemasaran adalah kategori koperasi yang keempat. Koperasi ini bertugas untuk menampung produk atau jasa dari anggota untuk selanjutnya memasarkannya ke khalayak umum. Anggota koperasi ini berperan sebagai pemilik sekaligus seller. Fungsi pemasaran pada koperasi ini diimplementasikan melalui beberapa kegiatan seperti pembelian, penjualan, pengangkutan, pengemasan, penyimpanan, dan pengiklanan/publikasi. Contoh cara kerjanya adalah, jika terdapat seorang pengrajin kayu di suatu desa, koperasi pemasaran kemudian menawarkan kepada si pengrajin kayu untuk memasarkan barang kepada masyarakat umum. Pengrajin kayu tersebut kemudian menitipkan barang dagangannya secara utuh kepada koperasi pemasaran untuk menanganinya.

    Kategori koperasi terakhir berdasarkan jenis usahanya adalah koperasi jasa. Koperasi ini bergerak di bidang pelayanan/jasa sesuai dengan namanya. Anggota memiliki peran sebagai pemilik (owner) maupun pengguna layanan jasa. Contoh koperasi yang bergerak di bidang jasa adalah Koperasi Angkatan Darat ASPADA, Koperasi Jasa Mandiri Sejahtera, dan seterusnya.

    Tipe koperasi kedua yang akan dibahas adalah koperasi primer dan koperasi sekunder. Hal ini diatur pada Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian Indonesia. Tipe koperasi yang kedua ini tepatnya tercantum pada pasal 1 ayat 3 dan 4.  Ayat 3 berbunyi “Koperasi Primer adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang.”, sedangkan ayat 4 berbunyi “Koperasi Sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi”. Pasal 6 pada Undang-Undang No. 25 ini menjelaskan keterangan secara singkat dua jenis koperasi yang sudah disebutkan. Nah, simak baik-baik penjelasannya di bawah ini!

    Menurut pasal 6 ayat 1, koperasi primer adalah koperasi yang dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 orang. Koperasi ini dibentuk dan beranggotakan orang-perorangan, berbeda dengan koperasi sekunder. Jenis badan usaha ini meliputi satu lingkungan kerja, seperti desa, sekolah, kelurahan, dan seterusnya. Contoh konkritnya adalah koperasi sekolah, koperasi jasa, dan koperasi pensiunan.

    Tipe koperasi yang kedua adalah koperasi sekunder. Jika unsur anggota yang membentuk koperasi primer adalah perseorangan, maka koperasi sekunder disusun oleh koperasi lainnya yang berjumlah minimal tiga. Hal ini tercantum dengan jelas pada pasal 6 ayat 2  Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 yang berbunyi “Koperasi Sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) koperasi”. Koperasi sekunder memiliki cakupan wilayah yang lebih luas dibandingkan koperasi primer, cakupan wilayahnya seperti kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

    Nah, demikian penjelasan terkait jenis-jenis koperasi yang ada di Indonesia, semoga menambah wawasan dan pemahaman Kopmania terhadap salah satu pilar ekonomi Indonesia!

  • | |

    Koperasi “KOPMA UGM” Gelar Cooperative Workshop 2021, Gandeng Koperasi dan UMKM Lokal

    Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) “KOPMA UGM” menyelenggarakan acara Cooperative Workshop 2021 pada Sabtu, 11 September 2021 secara daring melalui media Zoom Meeting. Acara ini ditujukan untuk meningkatkan semangat kewirausahaan dan partisipasi masyarakat dalam perkoperasian serta usaha kecil-menengah terutama di masa pandemi. Workshop ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai instansi badan usaha koperasi mahasiswa di DIY dan beberapa dari daerah lain seperti Jakarta.

    Beberapa pembicara yang diundang untuk mengisi acara ini terdiri atas berbagai tokoh yang berkecimpung di sektor koperasi dan UMKM berbasis digital, yakni M. Riza Adha Damanik, S.T., M. Si., Ph.D selaku staf khusus Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, yakni Teten Masduki yang juga hadir sekaligus memberikan sambutannya dalam acara ini.  Kemudian dilanjutkan oleh pemaparan sesi kedua oleh Henri Suhardja yang merupakan pegiat UMKM berbasis digital dan sekaligus CEO dari Titipku, sebuah startup berupa platform digital yang menghimpun berbagai usaha kecil dan menengah sebagai sebuah marketplace yang beroperasi dalam skala lokal. Untuk kelancaran diskusi dan interaksi antar pembicara dan audiens, acara ini dimoderatori oleh Gita Dewi Nawangwulan yang merupakan Master Teacher di platform Ruangguru.

    • Sambutan + Poin2nya (Halim, Dinkop-UKM Sleman Dinkop-UKM DIY, Menkop UKM Pak Teten Masduki

    Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Koperasi “KOPMA UGM,” Halim Latif Purnama yang memberikan sambutan dan apresiasi untuk panitia penyelenggara serta penyampaian beberapa poin yang menjadi urgensi diselenggarakannya workshop ini, yakni penurunan omset UMKM di skala nasional yang merupakan dampak dari pandemi COVID-19 yang berkelanjutan. Kemudian acara ini mengundang beberapa pihak instansi Dinas Koperasi baik di tingkat Kabupaten dan Provinsi yang diwakili oleh yang masing-masing juga memberikan apresiasi dan harapan besar terhadap manfaat yang diperoleh dari diselenggarakannya acara ini. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki yang juga melihat urgensi berupa transformasi dan modernisasi koperasi dan UMKM untuk memajukan perekonomian. Beliau juga menyampaikan seruan untuk mahasiswa dan pemuda untuk bangga memakai produk hasil UMKM lokal.

    • Sesi 1 : M. Riza Adha Damanik, S.T., M. Si., Ph.D

    Sesi primer dalam acara Workshop ini adalah penyampaian dari kedua narasumber yang telah disepakati akan menyampaikan materi, untuk sesi pertama, materi disampaikan oleh Pak M. Riza Adha Damanik, S.T., M.Si., PH.D. Beliau menjelaskan bahwasannya koperasi memiliki andil yang sedemikian besarnya bagi berputarnya roda perekonomian Indonesia. Hal ini dapat kita simpulkan ketika melihat bahwasannya koperasi menyumbangkan 6,20% dari jumlah PDB Nasional. Beliau juga menyampaikan mengenai tantangan koperasi saat ini adalah tingkat partisipasi masyarakat yang terbilang cukup rendah. Tingkat partisipasi masyarakat Indonesia hanya sebesar 9,25% dibandingkan dengan tingkat partisipasi koperasi dunia yang mencapai 16,31% (PBB 2014). Pandemi yang kian hari kian memburuk turut memperburuk kondisi perkoperasian Indonesia, di antara dampak yang nyata terjadi adalah tergerusnya modal kerja berikut penurunan aset koperasi. Berdasarkan data BAPPENAS tahun 2020, selama pandemi Covid-19, 80% koperasi mengalami masalah terkait berkurangnya permintaan serta langka dan mahalnya harga bahan baku. Hal ini perlu untuk diwaspadai sesegera mungkin, mengingat bahwa koperasi adalah salah satu tonggak perekonomian Indonesia yang memiliki peranan penting. Terdapat dua strategi utama yang harus dijalankan, yaitu dengan berhimpun sehingga posisi tawar semakin kuat serta memproduksi komoditas dalam jumlah signifikan.

    Narasumber menyampaikan bahwa sejauh ini terdapat tiga upaya yang bersumber dari pemerintah dalam urusannya untuk mewujudkan koperasi yang berkemajuan kedepannya. Yang pertama adalah pemberlakuan PP No. 7 tahun 2021. Yang kedua adalah re-branding koperasi yang diharapkan mampu membentuk koperasi menjadi bisnis yang lebih modern, dan terakhir adalah akses pembiayaan. Tak lupa, Beliau juga menyertakan keadaan koperasi dari negara lain sebagai bahan komparasi, sebagai berikut.

     

    Jepang Singapura Inggris
    memiliki 224 koperasi mahasiswa yang tergabung dalam satu federasi. Koperasi mahasiswa merupakan bagian dari Singapore National Cooperative Federation. Terhubung dalam jaringan yang terdiri dari lebih dari 30 koperasi.

     

    • Sesi 2 : Henri Suhardja

    Sesi penyampaian materi yang kedua dibawakan oleh Pak Henri Suhardja. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwasannya Covid-19 memberikan dampak negatif yang signifikan pada bidang bisnis seperti terjadinya tindak PHK dimana-mana dan terpuruknya UMKM dan pariwisata. Meskipun membawa segudang dampak negatif, Covid-19 juga mendorong munculnya dampak positif. bermunculannya pengusaha-pengusaha pada saat kritis serta memberikan peluang untuk memulai suatu usaha yang baru adalah efek positifnya. Berdasarkan data, 25% pasar tradisional tutup dalam empat tahun terakhir, hal ini menandakan dimulainya era baru dalam dunia bisnis. Pak Henri sebagai Co-Founder dari Titipku menyampaikan bahwa Titipku memiliki tujuan untuk membantu UMKM menerobos dunia maya dan digital. Titipku sendiri memiliki perbedaan dengan marketplace lainnya. Perbedaan tersebut adalah Titipku hanya bergerak secara hyperlocal, bukan nasional. UMKM yang dibantu oleh Titipku adalah UMKM yang 100% asli Indonesia, dan pembeli dapat mengenal pemilik UMKM tersebut. Titipku berusaha untuk mendigitalkan UMKM yang kedepannya akan sangat bermanfaat. Titipku akan berkolaborasi dengan Kemenkop dan UMKM yang tujuan akhirnya adalah kebermanfaatan bagi masyarakat.

    Narasumber juga mengingatkan peran mahasiswa dalam era evolusi Industri 4.0 adalah sebagai promotor, baik dalam bidang edukasi masyarakat, marketing, maupun pembangun ekosistem digital yang baik. Pada akhirnya program go-digital ini memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak agar terlaksana dengan lancar. Di akhir sesi materi, beliau memberikan tiga kesimpulan, akselerasi digital sebagai kunci, sinergi semua pihak untuk maju, serta aksi nyata bersama.

     

    • Penutup (Diakhiri dengan tanya jawab, proyeksi harapan dari diselenggarakan acara)

                Diskusi diakhiri dengan sesi tanya jawab yang diikuti oleh para peserta dari berbagai instansi. Para peserta tersebut sangat antusias dalam berdiskusi dan menanyakan beberapa pertanyaan teknis yang meliputi kiat dan strategi memaksimalkan pengelolaan usaha dan koperasi. Acara ini ditutup dengan penampilan tari tradisional dari UKM Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta Universitas Gadjah Mada (UKJGS UGM). Dengan terselenggaranya acara Cooperative Workshop 2021, harapannya dapat mendongkrak semangat masyarakat luas dalam berkontribusi memajukan usaha kecil dan koperasi.

  • “Di Rumah Aja 101” : Tips dan Trik PPKM Produktif untuk Mahasiswa

    Pemerintah telah mengumumkan bahwa akan menyelenggarakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat pada pertengahan tahun ini sehingga masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah. Segala aktivitas seperti pembelajaran, rapat, dan pekerjaan lainnya dibatasi secara daring, sehingga mahasiswa menghabiskan kegiatannya di dalam rumah. Terkadang mahasiswa merasa bosan dan tidak tahu cara menghabiskan waktu di rumah saja, hingga tidak jarang waktu yang berharga digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Maka dari itu, izinkan penulis untuk membagikan beberapa tips dan trik untuk mahasiswa agar menjalani PPKM dengan kegiatan yang tentunya memberikan banyak manfaat.

     

    1. Mencari magang (internship) daring

    Magang atau internship memberikan banyak pengalaman serta menambah portofolio karir kita. Tidak jarang, banyak program magang yang memberikan kita insentif untuk menambah pemasukan kita. Berbagai perusahaan dan startup terutama yang bergerak di bidang jurnalistik dan informasi membuka berbagai program magang untuk para mahasiswa semester pertengahan hingga akhir. So, mari asah kemampuan kerja kita dan coba mendaftar berbagai program magang. Banyak info program magang yang bisa kita temui di berbagai sumber, seperti laman media sosial yang menawarkan informasi program magang yang beragam dan tentunya menawarkan berbagai manfaat.

    2. Menambah skill baru

    Waktu luang yang kita habiskan di rumah saja akan sangat produktif jika kita menggunakannya untuk menambah kemampuan baru seperti memasak, bermain alat musik, dan kemampuan lainnya. Ada banyak media dan metode untuk belajar kemampuan-kemampuan tersebut, seperti video tutorial yang dapat kita temukan di Youtube. Melalui Youtube kita juga dapat mengikuti berbagai pelatihan dasar berbagai kemampuan seperti bermain gitar dan memasak resep-resep masakan yang sederhana

    3. Membaca buku

    Sesuai dengan peribahasa, bahwa buku adalah jendela dunia. Buku nonfiksi maupun buku fiksi dapat mengasah kemampuan literasi kita sembari kita menghibur diri. Berbagai macam buku dapat kita baca seperti buku sejarah, buku novel, hingga buku-buku lainnya yang tentunya dapat menambah wawasan kita.

    4. Berolahraga

    Meskipun kita tidak dapat keluar rumah, kita dapat melakukan berbagai macam home workout. Kita dapat menemukan banyak video panduan olahraga yang dapat kita ikuti. Berolahraga di masa pandemi telah disepakati oleh berbagai ahli kesehatan sebagai salah satu cara utama untuk meningkatkan imun dan kesehatan kita secara umum.

    5. Belajar bahasa asing

    Bahasa asing adalah salah satu kemampuan yang wajib kita asah untuk masa depan kita. Berbagai macam bidang pekerjaan menuntut kita untuk menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Waktu luang di rumah akan menjadi produktif jika kita mulai mempelajari bahasa asing. Banyak sekali kursus yang ditawarkan secara daring. Bahkan kita dapat menonton berbagai video pelatihan dasar bahasa asing melalui Youtube.

    Nah, itulah 5 tips dan trik untuk membuat kegiatan di rumah saat menjalani PPKM menjadi produktif. Semoga bermanfaat!

    Sumber gambar

    https://www.freepik.com/vectors/health’>Health vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

  • | |

    Cooperative Learning sebagai Salah Satu Upaya Pengembangan Pendidikan 3D Koperasi “Kopma UGM”

                Koperasi “Kopma UGM” merupakan salah satu koperasi mahasiswa di Yogyakarta terutama di kalangan mahasiswa UGM. Berdiri sejak tahun 1982, “Kopma UGM” berupaya untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa melalui unit usaha yang dikelola serta dikembangkan oleh mahasiswanya sendiri. Tidak dapat dipungkiri lagi, kegiatan koperasi di kalangan mahasiswa cukup digemari sehingga menjadikan anggota di Koperasi “Kopma UGM” sendiri berkembang hingga mencapai angka 700 lebih terhitung sampai bulan Maret 2022. Di sisi lain, dengan begitu banyak jumlah anggotanya, “Kopma UGM” berupaya untuk selalu mengembangkan berbagai macam kegiatan yang tetap berpedoman nilai dasar, nilai etis, serta prinsip-prinsip koperasi.

                Salah satu upaya yang telah dilakukan Koperasi “Kopma UGM” untuk mengembangkan anggotanya terutama dalam poin prinsip koperasi, yaitu Pendidikan, Pelatihan, dan Penginformasian, adalah dengan mengadakan pendidikan bertingkat yang ditunjukkan untuk anggota Koperasi “Kopma UGM” sendiri yang terdiri dari Pendidikan Dasar (Diksar), Pendidikan Organisasi (Dikorg), dan Pendidikan Manajemen (Dikman). Berbagai macam pendidikan ini dilakukan untuk memberikan bekal kepada anggota mengenai pengetahuan dasar tentang koperasi serta pengembangan skill yang tak kalah penting. Namun, penerapan pendidikan 3D ini pada tahun-tahun sebelumnya masih berupa interaksi satu arah dan hanya berpusat pada penjelasan dari pemateri. Tentunya hal ini terkadang membuat peserta kehilangan minat untuk mendengarkan materi yang disampaikan.

                Mulai tahun 2021, Koperasi “Kopma UGM” berupaya untuk melakukan inovasi terutama pada penerapan pendidikan 3D ini dengan mengembangkan model pembelajaran Cooperative Learning. Model ini merupakan salah satu sistem pembelajaran di mana nantinya peserta pendidikan akan mulai belajar dan berdiskusi dalam kelompok kecil yang kolaboratif serta menempatkan pemateri hanya sebagai fasilitator jalannya diskusi. Tim pendidikan dapat menyesuaikan materi apa yang cocok untuk mulai dikembangkan model ini dalam penerapannya. Cooperative Learning juga memiliki berbagai macam cara atau model pengembangan misalnya dengan model Jigsaw, Snowball Throwing, Team Games Tournament, dan masih banyak lagi. Tentunya, hal ini diharapkan nantinya peserta dapat lebih memahami apa esensi dari materi yang disampaikan serta dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kolaboratif peserta pendidikan.

  • | |

    Kontribusi Mahasiswa melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Mengembangkan UMKM di Masa Pandemi

    Mahasiswa adalah tulang punggung pembangunan negara, terutama dalam kaitannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan sebagai faktor yang dapat mendorong kemajuan masyarakat. Masa pandemi yang berlanjut seperti ini memerlukan adanya peran dari seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali mahasiswa. Selain belajar, mahasiswa juga dituntut untuk bermasyarakat dan berkontribusi secara aktif dalam pembangunan masyarakat. Teruntuk mahasiswa, kita perlu ingat bahwa selama kita menyandang status mahasiswa, kita memiliki sebuah tanggung jawab besar yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tentu kita harus tetap mengingat sekaligus mengamalkan isi dari Tri Dharma tersebut, yakni pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta yang terpenting adalah pengabdian kepada masyarakat.

     

    Kita perlu menyadari bahwa ilmu yang kita pelajari di kuliah perlu kita terapkan di kehidupan sehari-hari untuk pembangunan masyarakat. Terutama pada masa pandemi yang berkepanjangan, dan memerlukan adanya pemulihan di berbagai bidang. Bidang perekonomian rakyat menengah kebawah merupakan salah satu bidang yang paling berat terdampak oleh adanya pandemi. Terutama dengan kebijakan PPKM yang tentunya menghambat kegiatan perekonomian. UMKM dinilai dapat menjadi salah satu kunci utama pemulihan ekonomi pasca pandemi. Seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki yang diliput oleh Beritasatu (23/07/2021) bahwa kolaborasi dari berbagai pihak adalah kunci ketahanan eksistensi UMKM di masa pandemi. Beliau menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat dituntut untuk bergotong royong membantu pemulihan UMKM setelah sekian lama terdampak pandemi. Gotong royong tersebut dijalankan melalui berbagai upaya dari berbagai lapisan masyarakat, seperti adanya pelatihan dan pengembangan digitalisasi UMKM oleh instansi pemerintah maupun swasta. Melalui gagasan tersebut, terlihat bahwa peluang mahasiswa untuk berkontribusi secara aktif dalam bergotong royong mempertahankan eksistensi UMKM, tentunya dilaksanakan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.

     

    Sesuai dengan namanya, Tri Dharma Perguruan Tinggi mengandung tiga unsur utama yang menjiwai perjalanan akademis seorang mahasiswa, yakni seperti yang telah disebutkan sebelumnya adalah pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui tiga unsur pokok tersebut dapat dijabarkan kontribusi mahasiswa dalam pengembangan UMKM di masa pandemi sebagai berikut.

     

    1. Pembelajaran

    Pembelajaran mencakup segala aktivitas transfer ilmu pengetahuan melalui metode secara langsung, yakni melalui penyampaian oleh dosen, serta melalui metode tidak langsung, yakni pembelajaran mandiri oleh mahasiswa dengan mencari materi tambahan di luar kelas. Berbagai ilmu yang berguna bagi pengembangan UMKM dapat dipelajari oleh mahasiswa dari bermacam-macam disiplin ilmu. Mahasiswa dari disiplin ilmu sains dan teknologi dapat memperoleh berbagai pengetahuan mengenai optimalisasi produksi melalui berbagai penerapan teknologi serbaguna, seperti peralatan industri dan penggunaan aplikasi berbasis digital untuk membantu kegiatan usaha. Seorang mahasiswa ilmu komputer dapat mempelajari sistem jaringan teknologi informasi untuk merancang sebuah aplikasi digital untuk membantu pembukuan, kegiatan jual beli, dan lain sebagainya. Lalu seorang mahasiswa dari disiplin ilmu ekonomika dapat mempelajari ilmu manajemen sederhana untuk ia kembangkan menjadi sebuah konsep yang dapat berguna bagi kegiatan UMKM

     

    Pembelajaran tentunya tidak hanya mencakup teori yang terikat oleh disiplin ilmu yang dipelajari oleh mahasiswa, namun juga mencakup kemampuan lain yang diasah di luar kelas. Kemampuan ini mencakup soft-skills seperti kepemimpinan, berbicara di depan umum, berdiskusi menyampaikan pendapat, perencanaan kegiatan, dan kemampuan bersosialisasi lainnya. Kemampuan ini dilatih di berbagai kegiatan di luar kelas, seperti melalui organisasi yang ada baik di dalam maupun di luar kampus. Kemampuan ini tentunya sangat dibutuhkan ketika mahasiswa terjun langsung ke masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan. Untuk mengembangkan sektor UMKM, mahasiswa harus memiliki bekal kemampuan bersosialisasi yang baik. Maka sebelum terjun ke masyarakat untuk berkontribusi, mahasiswa dituntut untuk mencari pengalaman melalui berbagai wadah pengembangan seperti yang telah dicontohkan sebelumnya.

    1. Penelitian dan Pengembangan

    Melanjutkan dari pembelajaran, penelitian dan pengembangan merupakan penerapan dari ilmu yang mahasiswa pelajari untuk mengkaji sekaligus menyelesaikan permasalahan di masyarakat, seperti resesi ekonomi masa pandemi yang masyarakat alami saat ini. Melalui berbagai pengetahuan yang dipelajari semasa kuliah, mahasiswa dapat menerapkannya untuk mengembangkan sektor UMKM, seperti inovasi produk berbasis agroindustri yang mengembangkan potensi hayati daerah. Kontribusi mahasiswa melalui konsep penelitian dilakukan dengan cara meneliti berbagai hambatan yang dihadapi oleh UMKM seperti kurangnya optimalisasi teknologi dan pemanfaatan potensi daerah. Mahasiswa dapat berkontribusi dengan meneliti berbagai potensi daerah seperti hasil bumi yang kemudian dikembangkan untuk diolah menjadi produk yang layak jual dan diminati. Selain itu, mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan digital untuk membantu digitalisasi UMKM sebagai alternatif metode jual beli yang aman di masa pandemi. Dengan demikian, maka adanya berbagai inovasi tersebut akan mendongkrak UMKM untuk bangkit setelah terdampak pandemi.

     

    1. Pengabdian kepada Masyarakat

    Terakhir dan terpenting, adalah pengabdian kepada masyarakat. Segala ilmu dan pengetahuan yang dipelajari dan dikembangkan semasa kuliah harus digunakan untuk mengabdi kepada masyarakat. Melalui penelitian dan pengembangan, mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat sebagai wujud pengabdian. Kemudian mahasiswa dituntut untuk terjun langsung ke masyarakat untuk menyalurkan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan untuk mengembangkan masyarakat. Melalui pengabdian, seorang mahasiswa dapat berkontribusi dalam mempertahankan eksistensi UMKM dengan berbagai penyuluhan dan sosialisasi yang didapatkan dari pembelajaran, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan. Penyuluhan ini tentunya dapat mencakup berbagai bentuk yang menyesuaikan dengan disiplin ilmu mahasiswa tersebut. Seperti adanya penyuluhan pemanfaatan platform jual beli berbasis online untuk membantu kegiatan UMKM di masa pandemi

     

    Demikian paparan dari kontribusi yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mengembangkan UMKM di masa pandemi yang tentunya sejalan dengan Tri Dharma Perguruan tinggi.  Harapannya para akademisi dapat selalu terinspirasi untuk selalu mengabdi kepada masyarakat, terutama di masa pandemi seperti ini yang memerlukan kontribusi berbagai lapisan masyarakat. Oleh karenanya peran dan peluang mahasiswa sangatlah besar dalam mengembangkan UMKM di tengah krisis seperti sekarang ini.