sumber : Hatta dan Buku-bukunya (Public Domain)
| |

Mengulas Tulisan-tulisan Mahakarya Sang Bapak Koperasi Indonesia

Seperti yang kita ketahui bersama, gelar Bapak Koperasi Indonesia diberikan kepada wakil presiden Indonesia pertama, yakni Mohammad Hatta atau yang sering akrab dipanggil dengan julukan Bung Hatta. Gelar tersebut beliau peroleh lantaran jasa beliau dalam menginisiasi didirikannya Koperasi Indonesia dengan puncaknya kala itu, yakni pada tanggal 12 Juli 1947. Beliau kerap menyumbangkan gagasan kenegaraan, terutama dalam lingkup ekonomi nasional. Beliau juga salah satu penggagas dari konsep ekonomi kerakyatan yang memuat cita-cita bangsa dalam memajukan perekonomian berbasis nilai kerakyatan sila keempat Pancasila.

Selain sebagai seorang politikus dan ekonom, beliau adalah cendekiawan sekaligus sastrawan yang mumpuni. Bung Hatta juga dikenal dengan berbagai buku-bukunya yang menjadi mahakaryanya selama beliau hidup. Beliau dikenal sebagai sosok yang gemar membaca semasa hidupnya. Bahkan ketika beliau diasingkan bersama Soekarno ke Boven Digul, beliau membawa buku-buku favoritnya dalam jumlah yang banyak. Kecintaan beliau terhadap buku juga tertuang dalam karya-karyanya yang terkenal. Beliau menulis sejumlah buku dalam berbagai bidang dan topik. Mulai dari bahasan filsafat, ilmu pengetahuan, wawasan kebangsaan, ekonomi, pendidikan, hingga buku yang membahas keagamaan. Selain dari bahasan tematik yang disebutkan sebelumnya, beliau juga menulis sebuah otobiografi yang menceritakan perjalanan hidupnya sebagai seorang tokoh bangsa. Buku otobiografi ini juga menjadi salah satu mahakarya yang dibaca oleh banyak orang. Buku tersebut berjudul “Mohammad Hatta, Untuk Negeriku Sebuah Otobiografi.”

“Mohammad Hatta, Untuk Negeriku Sebuah Otobiografi” memberikan gambaran hidup Hatta dari seorang yang hidup dan lahir sebagai seorang Minangkabau dan bagaimana ia sebagai seorang yang anti-Belanda namun belajar di negeri penjajah tersebut. Buku ini ditulis oleh beliau pada masa akhir hidupnya yakni sekitar tahun 1980 dan berisi refleksi akan segala hal yang beliau alami saat semasa muda hingga menjadi seorang tokoh bangsa. Cerita yang beliau tuangkan sangat memberikan perspektif beliau saat menjadi sebagai seorang negarawan, terutama pada bagian yang menceritakan bagaimana beliau mewakili Indonesia dalam pertemuan antar negara dalam rangka penyerahan kedaulatan Indonesia di Belanda. Buku ini memberikan gambaran mengenai sisi pribadi Bung Hatta di balik kehidupan beliau sebagai seorang politisi dan negarawan. Kita sebagai pembaca dapat merasakan emosi dan perasaan beliau sebagai manusia, bukan hanya sekadar seorang negarawan yang tidak berjiwa. Buku ini memberikan sisi emosional dan personal dari sosok Bung Hatta pada pembaca, sehingga pembaca dapat mengenal beliau secara lebih dalam dan lebih “intim.” Tentu, buku ini layak dibaca untuk kamu yang ingin mengenal sosok Bung Hatta sebagai sesama manusia yang berperasaan.

Selain otobiografi, beliau juga menulis buku yang menuturkan bahasan serius, seperti “Demokrasi Kita” yang membahas refleksi mengenai pelaksanaan kenegaraan Republik Indonesia sebagai negara demokratis. Buku ini berisi tentang refleksi mendalam terhadap mimpi demokrasi yang diusung pada saat negara ini lahir, dan beliau juga turut andil dalam perumusan visi dan misi Indonesia menjadi negara demokrasi. Buku ini berkaca pada beberapa “kejadian” yang terjadi dalam tubuh demokrasi bangsa Indonesia pada tahun 1960-an. Yakni salah satunya, perubahan Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila turut menjadi bahasan dalam buku ini.

Buku ini sangat “berani” karena didalamnya ada beberapa kritikan terhadap Soekarno, yakni presiden sekaligus sahabat karib dari Bung Hatta sendiri. Secara terang-terangan, Bung Hatta mengkritik bagaimana pemerintahan Soekarno pada era 1960 menjadi sebuah pemerintahan diktator dan menyalahi mimpi demokrasi yang dibangun oleh kedua sahabat tersebut. Buku ini membuat geger rakyat, karena menyadarkan bahwa pada masa itu, Soekarno didewakan, bahkan diusulkan menjadi presiden seumur hidup. Bung Hatta menilai bahwa pada masa itu, pemerintahan terlalu mengagungkan Soekarno. Bung Hatta menuliskan kekhawatirannya akan adanya ketidakstabilan politik ketika Soekarno tidak mampu lagi menjadi presiden, atau dalam bahasa beliau dituliskan sebagai “Indonesia pasca kematian Soekarno.” Buku ini memberikan pembaca gambaran terhadap perspektif Bung Hatta saat menemani Soekarno di masa akhir pemerintahannya. Bahkan buku ini memberikan gambaran keberanian Bung Hatta sebagai negarawan yang menjunjung demokratis, terbukti bagaimana beliau mengkritik orang terdekatnya sekaligus orang nomor satu di Indonesia.

Selanjutnya, karya beliau lainnya adalah “Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun.” Buku ini menjadi rujukan para pejuang ekonomi kerakyatan dan para tokoh koperasi yang turut melanjutkan semangat beliau. Dalam buku ini, beliau membangun sebuah falsafah konsep ekonomi berbasis koperasi sekaligus bagaimana penerapan koperasi secara konkret. Buku ini juga menceritakan bagaimana landasan perkoperasian masuk ke dalam konstitusi negara kita, yakni juga melalui upaya beliau yang mengajukan beberapa poin yang pada akhirnya berbuah menjadi UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1. Pasal ini memuat falsafah perekonomian Indonesia yang berasaskan kekeluargaan, hingga pada akhirnya melahirkan sebuah konsep Koperasi Indonesia.

 

Buku tersebut adalah bentuk harapan beliau terhadap masa depan perekonomian Indonesia. Melalui buku tersebut, Bung Hatta menawarkan sebuah jalan untuk mencapai kemakmuran bagi seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali. Yakni melalui koperasi yang menjadi penggerak utama perekonomian rakyat. Bagi beliau, koperasi mampu memajukan negara ini dalam berbagai aspek, dari ekonomi, sosial, hingga aspek politik. Semua visi misi dan konsep ekonomi kerakyatan serta landasan filosofis koperasi tertuang secara rapi dikemas dalam buku ini.

Melalui ulasan terhadap karya tulis Bung Hatta, kita dapat memperoleh beberapa hikmah. Yakni salah satunya adalah bagaimana beliau sebagai seorang negarawan yang cinta akan pengetahuan yang tertuang dalam tulisan abadi. Beliau adalah seorang negarawan sekaligus sastrawan yang hebat, sehingga dari situ kita dapat terinspirasi untuk menjadi sosok yang tidak melupakan peran sastra dalam kehidupan, bahkan kita sudah sukses sekalipun. Kita dapat melihat bagaimana buku membesarkan beliau menjadi orang hebat, dan turut berjuang dalam memerdekakan bangsa Indonesia melalui kecerdasan.

Melalui keteladanan beliau, harapannya dapat meningkatkan semangat literasi dan tingkat membaca pemuda. Karena dengan berkaca kepada Bung Hatta, kita dapat mengenal beliau sebagai seorang yang menjadi hebat dan berpengaruh dengan mengabdikan waktu luangnya untuk membaca. Juga, tidak kalah pentingnya untuk menyadarkan kepada kita untuk turut berkontribusi dalam perkembangan sastra di Indonesia melalui tulisan-tulisan kita. Sehingga kedepannya akan memajukan dunia sastra bangsa Indonesia.

 

Referensi

  • Hatta, Mohammad. 1992. Demokrasi Kita. Jakarta : Universitas Indonesia (UI Pres)
  • Hatta, Mohammad. 2015. Membangun Koperasi, Koperasi Membangun. Jakarta: Penerbit buku kompas.
  • Hatta, Mohammad. 2016. Mohammad Hatta, Untuk Negeriku Sebuah Otobiografi. Jakarta : PT Kompas Media Nusantara
  • Noer, Deliar. 2012.. Jaap Erkelens, ed. Mohammad Hatta:Hati Nurani Bangsa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Similar Posts

  • Dikman 16

    Yogyakarta-Bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) Koperasi “Kopma UGM” kembali menyelenggarakan Pendidikan Manajemen (Dikman) ke 16. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, yakni pada Sabtu (12/12) dan Minggu (13/12) di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”. Pendidikan ini sebagai salah satu bentuk pendidikan perkoperasian bagi anggota Koperasi “Kopma UGM” setelah Pendidikan Dasar (Diksar) dan PendidikanOrganisasi (Dikorg) yang bertujuan untuk membekali anggota dengan  kemampuan manajerial dalam rangka mempersiapkan kader-kader koperasi yang kompeten.

    Pada hari pertama, acara dimulai pada pukul 07.30 WIB  yang diawali dengan sambutan dari panitia pelaksana dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne Gadjah Mada dan Mars Koperasi “Kopma UGM”. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan berbagai materi Analisis  SWOT yang disampaikan oleh Ufairoh Nurulhayah, Business Plan dengan pemateri Akhmad Mudhaqir, Manajemen Sumber Daya Manusia oleh Akhmad Faqihuddin, dan Laporan Keuangan oleh Tri Suci Rahayu. Materi-materi pun disampaikan dengan diskusi interaktif dan analisis studi kasus, sehingga para peserta dapat dengan mudah memahaminya.

    Pada hari kedua, peserta berkumpul kembali pukul 07.30 WIB untuk mengikuti Debat Koperasi yang dipandu oleh, Ketua Pengawas Koperasi “Kopma UGM”, Alan Griha Yunanto. Masing-masing tim pun terlihat antusias dalam mengemukakan argumen-argumen pro dan kontra dalam perdebatan tersebut. Setelah itu, tepat pukul 12.00 WIB acara Dikman 16 pun berakhir dengan makan siang bersama.

  • Upgrading Public Speaking

    P_20150323_121749

    Yogyakarta- 25 Maret 2015, bidang Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM” telah mengadakan upgrading public speaking untuk kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 yang diselenggarakan pada tanggal 23 Maret 2015 pukul 17.00—19.00 WIB di Ruang Sidang Koperasi ‘Kopma UGM”. Acara tersebut dihadari oleh empat belas orang.

    Menurut Nabila Nurfitri selaku staf Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016, “Tujuan diadakan upgrading public speaking pada kali ini adalah untuk memberikan pengetahuan mendasar mengenai teknik berbicara di depan umum guna bernegosiasi dan branding.”

    Pukul 17.00 WIB pemateri dan peserta upgrading memasuki Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM’. Setelah peserta dan pemateri menempati tempat duduk masing-masing, acara dilanjutkan dengan pembukaan sekaligus pembacaan curriculum vitae (CV) pemateri. Pemateri pada upgrading public speaking kali ini adalah Wijayanti, M. Sc. yang kini menjabat sebagai kepala bidang humas UGM dari tahun 2011 hingga sekarang.

    Setelah pembacaan CV pemateri, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai public speaking oleh pemateri dari pukul 17.15—18.00 WIB. Ketika adzan magrib berkumandang, acara jeda sejenak untuk shalat magrib.

    Seusai shalat magrib, acara dilanjutkan kembali dengan praktik public speaking oleh tiap-tiap peserta yang sebelumnya telah dibagi ke dalam beberapa kelompok. Pada saat semua kelompok telah selesai praktik, pemateri memberikan komentarnya kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

    Pukul 19.00 WIB acara memasuki sesi penutupan. Pada sesi penutupan, acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan oleh Nur Lutfiana Widiastuti selaku ketua bidang humas dan gerakan Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016. (Humas Koperasi ‘Kopma UGM” / Rusli Akhmad Junaedi).

  • Upgrading Pandiksar 110 Koperasi “Kopma UGM”

    1514586_10205233601217267_6071899239049469172_n

    Yogyakarta-Kamis, 26 Februari 2015 bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 kembali mengadakan acara yakni berupa upgrading untuk Pandiksarkop (Panitia Pendidikan Dasar Koperasi) ke-110. Upgrading untuk Pandiksar 110 dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2015 di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” pukul 18.30-selesai dan diikuti oleh 13 orang.

    Mengapa upgrading untuk Pandiksar 110 perlu diadakan? Menurut Anjar Pramesty selaku Staf PSDA Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016 yang diwawancara via facebook menyatakan “Setiap kepanitiaan pasti ada titik jenuhnya, padahal seharusnya job desk masih terus diselesaikan. Titik jenuh itu cukup bisa menurunkan kinerja panitia. Maka dari itu, upgrading menjadi sarana refreshing yang dapat memotivasi panitia untuk terus meningkatkan kinerja panitia”.

    Upgrading Pandiksar 110 kali ini diisi oleh Anindityo Dwiprakoso (Mas Tyo) dan Prasetya Kurniawan (Wawan) dari Trainer Community (TC) Koperasi “Kopma UGM”. Materi yang disampaikan pertama-tama adalah ice breaking yang disii oleh Wawan lalu dilanjutkan dengan game dari Mas Tyo untuk mengurutkan jati diri koperasi (sejarah dan identitas) dan nama-nama kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM” periode 2015/2016.

    “Pandiksar seru banget bisa masuk ke dalam game dengan baik. Mereka tampak antusias meskipun ngantuk-ngantuk,” ungkap Anjar Pramesty. Selain itu, Anjar Pramesty juga berharap “Setelah upgrading ini, harapannya pandiksar semakin kompak dan bisa lebih maksimal dalam menjalankan job desk,” tuturnya. (Humas Kopma UGM/Rusli Akhmad Junaedi).

  • Oprec Internal Auditor Koperasi “Kopma UGM”

    [Open Recruitment Internal Auditor]

    Are you curious to know how internal auditor’s life?
    Wanna get some precious experience from becoming internal auditor in Koperasi “KOPMA UGM”?
    Wanna get benefits and incentives too?

    Now you can get these all with us!!!
    Koperasi “KOPMA UGM” is an organization with legal status as Cooperatives and also UKM in UGM which has sales volume billion rupiahs.
    Koperasi “KOPMA UGM” is hiring INTERNAL AUDITOR now!!!

    What are you waiting for???
    Apply now before August 7th 2016!!!

    Requirements:
    1. Undergraduate UGM Student
    2. Koperasi “Kopma UGM” member preferred but not a must
    3. Having knowledge in Auditing
    4. Ready for 5 months contract, starting August 2016
    5. Benefits and incentives will be provided

    If you interested:
    Send your CV, Academic transcript, Student ID card, Kopma member card (if any), photo, and application letter
    to: pengawas@kopma-ugm.net

    For more information, please contact: Winda / 082110300550 / Id Line: winda_a2

  • Open Recruitment Staff Koperasi “Kopma UGM”

    Ingin berkontribusi lebih jauh di Kepengurusan-Staf Koperasi “Kopma UGM”?
    Ingin belajar bagaimana mengelola sebuah organisasi?

    Yuk, persiapkan dirimu untuk mengikuti rangkaian oprec staf di Koperasi “Kopma UGM”…

    #UGM #banggamenjadiugm #kopma #koperasi #kopmaugm #oprecstaff #staf #openrecruitment #coming #soon #organisasi #belajar #kepengurusan

    #AkuCintaKoperasi #Aciko

  • Identitas Koperasi di Indonesia

    identitas-koperasi

    Koperasi adalah lembaga ekonomi yang tumbuh atas dasar solidaritas dan kerjasama antar individu yang berkembang sejak awal ‘Revolusi Industri’ di Eropa pada akhir abad 18 sebagai sebuah jawaban atas masalah-masalah sosial yang timbul selama tahap awal Revolusi Industri. Perkembangan dunia perkoperasian di Indonesia saat ini banyak mengalami pasang surut. Di Indonesia, ide-ide perkoperasian diperkenalkan pertama kali oleh seorang Patih bernama Raden Aria Wiraatmadja yang pada tahun 1896 mendirikan sebuah Bank untuk Pegawai Negeri. Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.

    Setelah era kemerdekaan di Indonesia, koperasi mulai perlahan menunjukkan perubahan. Pada tanggal 12 Juli 1947, gerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi pertama kalinya di Tasikmalaya. Pada hari itu pula kemudian ditetapkanlah sebagai Hari Koperasi Indonesia.

    Kongres Koperasi pertama menghasilkan beberapa keputusan:
    1.Mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia [SOKRI] 2.Menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi 3.Menetapkan pada tanggal 12 Juli sebagai hari Koperasi

    Pada tanggal 12 Juli 1953, mengadakan kembali Kongres Koperasi yang ke-2 di Bandung. Kongres koperasi ke -2 mengambil putusan:
    1. Membentuk Dewan Koperasi Indonesia [Dekopin]sebagai pengganti SOKRI 2. Menetapkan pendidikan koperasi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah 3. Mengangkat Muhammad. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia 4. Segera akan dibuat undang-undang koperasi yang baru

    Melihat sejarah dan perkembangan koperasi di Indonesia tersebut, kita diharapkan dapat terus memajukan dunia perkoperasian di Indonesia dengan pesat seiring dengan perkembangan zaman dan tetap mempertahankan citra koperasi sebagai salah satu lembaga yang memajukan perkembangan perekonomian di Indonesia.

    Mundi Tri Nugroho
    Kabid Administrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.