Yogyakarta, Selasa (19/01) Koperasi “Kopma UGM” menerima kunjungan dari Kopma UIN Syarif Hidayatullah bertempat di Ruang Ketua Umum Koperasi “Kopma UGM”. Terdapat dua delegasi dari Kopma UIN Syarif Hidayatullah yang berkunjung ke Koperasi “Kopma UGM”.
Selama kunjungan, delegasi berdiskusi berbagai hal dengan pengurus Koperasi “Kopma UGM”, seperti manajamen oraganisasi dan keuangan. Setelah berdiskusi, delegasi dari Kopma UIN Syarif Hidayatullah diajak untuk berkeliling divisi usaha yang terdapat di Koperasi “Kopma UGM”. Terkahir, acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama di halaman depan Front Office Koperasi “Kopma UGM”.
“Kami senang sekali dapat berkunjung ke Koperasi “Kopma UGM”. Banyak ilmu yang kami dapatkan setelah kunjungan. Selain itu, kami senang dengan sambutan yang baik dari rekan-rekan kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM”, tutur Isti selaku salah satu pengurus Kopma UIN Syarif Hidayatullah.
Yogyakarta – 1 April 2015, telah diadakan pengajian dosen se-Universitas Gadjah Mada di ruang sidang Fakultas Farmasi dengan tema “Memaknai Hikmah dalam Setiap Amal” dengan ustadz Didik Purwodarsono sebagai penceramah. Pengajian ini dihadiri oleh para dosen dari berbagai fakultas di UGM berjumlah sekitar 30 orang, perwakilan-perwakilan dari direktorat kemahasiswaan salah satunya adalah kepala direktorat kemahasiswaan itu sendiri yaitu Dr. Senawi M.P serta para mahasiswa UGM.
Acara pengajian dimulai pada pukul 19.30 dengan diawali sambutan dari dekan Fakultas Farmasi UGM yaitu Dr. Subagus Wahyuono, M.Sc., Apt. Dalam sambutanya, beliau menyatakan bahwa dengan adanya acara pengajian dosen ini, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar dosen se-UGM. Acara pengajian dosen ini merupakan agenda bulanan dengan tempat bergilir di setiap fakultas.
Kemudian selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat Al-quran lalu dilanjutkan acara inti yaitu pengajian yang dipimpin oleh ustadz Didik Purwodarsono. Dalam ceramahnya, ustadz Didik banyak menyinggung tentang karakteristik masyarakat saat ini yang cenderung mengabaikan ibadah dan selalu mengutamakan urusan keduniawian, sehingga dalam setiap tindakannya masyarakat cenderung selalu berorientasi pada urusan dunia seperti uang, jabatan, status dan sejenisnya. Akibatnya pemaknaan atas setiap tindakan yang dilakukan seolah tidak pernah terpaut dengan ibadah. Maka dalam ceramahnya, ustadz Didik banyak menyinggung tentang bagaimana seharusnya masyarakat menyikapi hal tersebut, dengan kembali merenungi makna dari setiap tindakan kita, diluar tujuan duniawi.
Lalu sekitar pukul 21.00 acara diakhiri dengan pidato singkat oleh Dr. Senawi, M.P. sebagai kepala direktorat kemahasiswaan, beliau menyatakan bahwa pengajian ini merupakan acara yang perlu untuk digiatkan, selain sebagai majelis ilmu tapi juga sebagai sarana silaturahmi. Disebutkan pula dalam penutupan bahwa pengajian selanjutnya, akan diadakan di Fakultas Filsafat UGM. (Novi Isnaeni)
Kerumunan gadjah mada muda pada saat upacara penutupan PPSMB UGM tahun 2022 / Sumber: https://twitter.com/ssingularitears/status/1555833679011663872?t=l921cupfjfzFZotBaz9A3w&s=19
Senin pagi (1/8), Lapangan Pancasila tampak dipenuhi ribuan orang memakai almamater berwarna khaki muda dan caping beraneka warna. Mereka yang berkerumun ini adalah mahasiswa baru strata satu Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah menjalankan hari pertama masa orientasi kampus dengan nama Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB).
Pada hari pertama pelaksanaan PPSMB, seluruh mahasiswa baru dikumpulkan di Lapangan Pancasila guna mengikuti upacara pembukaan PPSMB UGM tahun 2022. Upacara pembukaan ini akhirnya kembali digelar secara luring, setelah vakum dua tahun lamanya. Sebanyak 9000 mahasiswa baru tampak khidmat bercampur rasa senang sebab dapat merasakan kembali PPSMB dengan sebagaimana mestinya.
Pembukaan masa orientasi mahasiswa baru turut dihadiri juga oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Pada sambutannya, Raja Kasultanan Yogyakarta menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa baru karena telah memilih Yogyakarta, khususnya UGM sebagai tempat melanjutkan studi.
“Terima kasih telah mempercayakan Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada sebagai destinasi edukasi. Sebuah pilihan yang tepat dengan beragamnya pilihan jurusan yang berkualitas dan keberadaan Yogyakarta sebagai Nusantara culture melting point, yang Inshaallah dapat membentuk karakter anak bangsa menjadi insan-insan cendekia sekaligus berbudaya,” terang Sri Sultan Hamengkubuwono X lebih lanjut.
Setelah upacara pembukaan telah selesai digelar, seluruh mahasiswa baru kemudian dikumpulkan bersama gugusnya masing-masing untuk melakukan pembekalan di fakultas yang telah ditetapkan. PPSMB total dijalankan selama enam hari, termasuk dua hari masa PPSMB ranah fakultas. Segala lini aspek baik panitia, rektorat, hingga petugas keamanan kampus turut bahu-membahu menyukseskan gelaran penyambutan penerimaan mahasiswa baru di kampus biru.
Puncaknya terjadi pada sabtu sore, (6/8). Seluruh mahasiswa baru kembali dikumpulkan di Lapangan Pancasila untuk mengikuti rangkaian upacara penutupan. Rasa bangga, gembira, dan haru tergambar dari tiap-tiap mahasiswa baru atas rasa syukur telah menjadi bagian dari keluarga UGM. Doa dan harapan mereka tulis dalam sebuah kertas untuk kemudian disuarakan dalam Lapangan Pancasila.
Hal yang tak kalah ikonik, yaitu pembentukan formasi juga terselenggara pada upacara penutupan PPSMB UGM. Total terdapat sepuluh formasi yang berhasil dibuat dengan menggunakan kipas palapa berwarna merah dan putih. satu formasi lain juga terbentuk dari caping yang mahasiswa baru gunakan. Formasi bertuliskan “Bakti Gadjah Mada Pilar Intelektual Nusantara” menjadi akhir dari formasi ini.
Yogyakarta-Bidang HRD Koperasi “Kopma UGM” kembali mengadakan pelatihan PKL yang berasal dari SMKN 7 Yogyakarta pada Rabu (6/1) bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM”. Pelatihan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM serta memberikan pengetahuan tentang Koperasi pada umumnya dan khususnya Koperasi “Kopma UGM” itu sendiri. Selain itu, pelatihan iini juga bertujuan untuk lebih mendekatkan hubungan antara peserta PKL dengan kepengurusan-staf yang ada di Koperasi “Kopma UGM”.
Pelatihan ini terdiri dari dua materi, yakni pengenalan koperasi yang disampaikan oleh Anwar Danu Saputra (Staf Humas dan Gerakan) dan Cash Opname yang disampaikan oleh Winda Aviany Anindya (Staf Keuangan). “Harapannya dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan untuk para PKL yang bekerja sama dengan Koperasi” Kopma UGM” ke depannya,” tandas Nurul Meika selaku staf HRD yang juga merupakan penanggung jawab pelatihan.
Yogyakarta, KOPMA UGM – Lomba Tangkas Terampil (LTT) Perkoperasian tingkat regional Sleman kemarin (16/4) menghasilkan tim delegasi Koperasi “Kopma UGM” sebagai juara 1. Lomba tahunan yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perkoperasian kabupaten Sleman ini dilaksanakan di Kantor Bappeda, Sleman dengan peserta berasal dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri di regional daerah Sleman.
Materi yang dilombakan di LTT Koperasi ini meliputi pengetahuan umum koperasi, sejarah koperasi indonesia dan dunia ,ekonomi syariah, akuntansi, serta undang-undang perkoperasian. Secara keseluruhan, LTT Koperasi terdiri dari tiga sesi yaitu pertanyaan wajib, pertanyaan lemparan dan pertanyaan rebutan. Dari skor masing-masing sesi kemudian diakumulasi menjadi nilai akhir yang menjadi penentu siapa yang akan menjadi pemenang. Dari keseluruhan sesi, tim delegasi Koperasi “Kopma UGM” yang terdiri dari Nabiila Nurfitri, Anwar Danu Saputra dan Sulistyowati berhasil mengumpulkan skor tertinggi diantara tim lainya yaitu sebanyak 1700. Kemudian disusul Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dengan skor 1200 dan Universitas Yogyarakarta sebanyak 900 yang masing-masing mjuara kedua dan ketiga. Pemenang dari LTT ini nantinya akan mewakili Sleman di LTT Koperasi tingkat provinsi bulan Mei mendatang.
“It was a tough game, kelihatan banget semangat teman-teman dari ke-empat universtas lain untuk belajar koperasi dan bisa menjadi wakil sleman untuk ke DIY. Buat Kopma, aku harap bisa mengulang sejarah menjadi yang terbaik di tingkat DIY” ucap Nabiila Nurfitri selaku salah satu peserta LTT. (Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM” / Novi Isnaeni)
Tantangan ekonomi kerakyatan membuat lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan inovasi Kampungpreneur Digital berbasis aplikasi website berupa kampungprenur.com. Kampungpreneur Digital merupakan suatu program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk menciptakan iklim kewirausahaan bagi masyarakat yang ada di kampung. Platform bebasiskan digital ini merupakan salah satu tim yang lolos didanai Dikti pada PKM-M (Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat) 2017.
Dalam menjalankan program tersebut, tim Kampungpreneur Digital terdiri dari Hasbiyansyah (CEO Kampungpreneur), Tabiah (Finance), Destri Karlina (Public Relation), Muhammad Yusuf N.P. (IT Support), Ratna Fitriana Dewi (Resource Development), dengan seorang dosen pembimbing Maun Budiyanto, S.T., M.T. Dimana kampungpreneur.com launching pada tanggal 21 April 2017.
Hasbiyansyah selaku CEO Kampungpreneur mengatakan bahwa kampungpreneur.com hadir untuk menjawab tantangan yang ada di masyarakat dan meningkatkan perekonomian setempat. “Ide berawal dari kurang meratanya penggunaan atau pemanfaatan digitalisasi bagi masyarakat terutama bagi para pelaku usaha yang ada di kampung. Masyarakat sebagai pelaku usaha masih memiliki kendala dalam hal mendapatkan akses pendampingan, pelatihan, akses pasar, dan permodalan, maka dari itu, Kampungpreneur Digital hadir menjawab tantangan yang ada,” tutur Hasbiyansyah sebagai mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Sistem Informasi Sekolah Vokasi UGM.
Fasilitas yang diberikan berupa pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan usaha dengan para expert, web store untuk memperluas akses pasar, serta fitur bantuan modal yang dalam hal ini Tim Kampungpreneur Digital telah bekerja sama dengan mitra yang nantinya dapat membantu pelaku UMKM untuk mendapat bantuan modal dengan mudah.
Kampungpreneur Digital telah mengadakan pelatihan dan pendampingan sesuai dengan kebutuhan kampung berdasarkan hasil social mapping. “Pelaku UMKM yang pada awalnya hanya menjual produk disekitaran wilayah kampungnya saja, saat ini sudah mendapatkan akses pemasaran secara luas melalui web store kampungpreneur.com” tandas Hasbiyansyah selaku CEO Kampungpreneur.com.
Pada tahap awal, Kampungpreneur Digital bermitra dengan Dusun Karanggeneng, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Namun dalam jangka panjang, Kampungpreneur Digital berencana merangkul beberapa wilayah lain yang akan berkolaborasi bersama. Hasbiyansyah menambahkan juga bahwa kampungpreneur.com nantinya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang kini dihadapi para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di wilayah pesedaan. Hingga Indonesia bisa benar-benar mencapai ekonomi berdikari melalui wirausaha yang mandiri.