Pengumuman Manajer Parttimer

Berikut adalah nama Anggota yang diterima sebagai Manajer Parttimer Periode Oktober 2014–April 2015.

1. Endar Sri Wijayanti. NAK: 12069. Sekolah Vokasi/Bahasa Inggris
2. Plati Laras Makarti. NAK:11675. Kedokteran Gigi/Ilmu Keperawatan Gigi.

Selamat! Tunjukkan sikap profesionalmu. Berikan pelayanan yang terbaik.

Similar Posts

  • Koperasi “Kopma UGM” Adakan Dikorg ke-29

    Yogyakarta–Koperasi “Kopma UGM”kembali mengadakan Pendidikan Organisasi (Dikorg) ke-29 bertempat di Wisma Satunama pada 5–6 Desember 2015 dengan mengangkat teman “The Secret of Puzzle”. Acara ini diadakan bagi anggota koperasi yang telah mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) serta kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta.

    Acara dimulai pukul 06.00 WIB pada hari pertama, rombongan berangkat dari Koperasi “Kopma” UGM” menuju lokasi pada pukul 07.30. Materi yang disampaikan adalah Manajemen Organisasi oleh Andrianto Maulana, Leadership oleh Akhmad Mudhakir, Manajemen Konflik oleh Jazaul Hasanah, Manajemen Komunikasi oleh AkhmadFaqihudin. Setelah semua materi disampaikan, materiterakhir yang disampaikan adalah materi Life Plan dari anggota gugus Trainer Community (TC), Siti Ema Atika. Acara kemudian dilanjutkan dengan pensi dari setiap kelompok. Pertunjukan yang ditampilkan antara lain: puisi berantai, drama musikal, tebak angka, karaoke dan lagu berantai. Penghujung kegiatan pada hari itu adalah Heart to Heart (HTH) oleh staf PSDA yang berakhir pada pukul 22.30 WIB.

    Acara hari kedua dimulai pukul 06.00 WIB, peserta berkumpul di ruang Aula Wisma Satunama untu ksarapan pagi. Acara selanjutnya adalah outbond yang diisi oleh para punggawa TC, outbond berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Seusai outbond, peserta kemudian mandi dan berbenah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan siang di ruang Aula. Agenda terakhir adalah pengumuman panitia Dikorg ke-30, pembagian hadiah dan pengumuman putra-putri Dikorg, yang terpilih adalah Reza sebagai putra Dikorg dan Sanela sebagai putri Dikorg.

  • |

    Koperasi dan Problematika Digitalisasi

    Pandemi Covid-19 sangat memengaruhi sektor ekonomi hampir di seluruh lini, berbeda dengan krisis finansial lainnya. Pada krisis finansial 1998, UMKM dan koperasi dapat bertahan, menjadi pelindung bahkan pendukung perekonomian Indonesia, berbeda dengan krisis akibat pandemi sekarang. Begitu pemaparan di awal yang disampaikan oleh pembicara pada kesempatan 8 November 2020, berbincang dengan para peserta. Koperasi “Kopma UGM” menghadirkan kembali Sharing Session Gerakan Cinta Koperasi ketiga, untuk Kopmania. “Digitalisasi Koperasi sebagai Langkah Kemajuan di Era Modern” menjadi tema yang diangkat pada sharing session kali ini. Yang dihadirkan sebagai pembicara menemani dan memberikan banyak insight adalah beliau Mohammad Anharulfikri. Mohammad Anharulfikri merupakan Businees Development VIS Indonesia, yang juga sempat menjadi Ketua Umum Kopma UGM pada 2018/2019.

    Seperti dipaparkan oleh Mohammad Anharulfikri, bahwa tantangan yang dihadapi koperasi selama pandemi adalah berupa kesulitan dalam operasional, meliputi penagihan hingga pelaporan. Tidak dapatnya berkoordinasi secara langsung dengan anggota atau pengurus membuat koperasi mau tidak mau harus ikut beradaptasi. Di sinilah dianggap perlu dilakukannya digitalisasi terhadap tubuh koperasi sendiri. Pandemi bisa jadi gerbang awal untuk mulainya koperasi menjamah digitalisasi, agar dapat menghindari masalah seperti likuiditas. Kurangnya infrastruktur penunjang serta tidak jarang terjadinya kendala finansial, sangat menjadi tantangan koperasi di Indonesia.

    Kehadiran teknologi sangat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena kehadirannya, banyak sektor yang bisa mengefisiensikan kerja para anggotanya. Bisa dilihat bahwa semakin banyak bermunculan start up sebagai perusahaan yang memanfaatkan kemudahan teknologi. Akan tetapi, di sini koperasi masih banyak yang tertinggal. Bagaimana koperasi masih menggunakan pencatatan manual, menemui kesulitan pengembangan usaha karena terbatasnya akses, dan juga terkait sumber pendanaan atau pendapatan yang sering kali masih kurang.

    PT Visi Indonesia Sentosa saat ini berusaha mengembangkan sebuah platform yang diharapkan dapat membantu koperasi sedikit mulai bergerak ke ranah digital. VIS mengembangkan mobile banking untuk koperasi. Harapannya dengan aplikasi ini dapat membuat data yang bersifat exclusive hanya dapat diterima anggota, dan tidak dinikmati audiens umum, seperti jika menggunakan media sosial. Platform atau aplikasi ini nantinya akan terintegrasi, bersifat otomatis, dan hanya dapat digunakan oleh dukungan data pengurus serta anggota koperasi. Terdapat perbedaan tampilan dan fitur di antara anggota dan pengurus koperasi pada platform.

    Platform ini dapat memudahkan kegitan simpan pinjam pada koperasi karena dapat dilakukan secara daring, tanpa terikat ruang. VIS turut ingin membuka akses pemasukan dan pendanaan tambahan dengan berkembang bersama anggota. Ini diwujudkan dengan dibukanya akses pemasukan tambahan dengan mendistribusikan barang lebih murah, berbagi pendapatan dengan dompet anggota, serta disediakannya akses ke Bank Sampoerna untuk sumber pendanaan baru. Pengurangan biaya operasional juga dapat dilakukan dengan otomasi pengiriman dan penjumlahan uang, pengiriman pesan atau pemberitahuan, yang akan mendukung admin menjadi lebih efektif dan efisien. Dalam persoalan penambahan anggota baru juga sangat dimungkinkan, dengan iklan digital pada platform, proses onboarding yang mudah, dan penyelenggaraan event.

    Lantas bagaimana prosedur yang harus dilakukan koperasi mahasiswa ketika hendak bergabung menjadi mitra VIS? Menjadi pertanyaan peserta diskusi, yang selanjutnya dijelaskan oleh pembicara. Bahwa sangatlah mudah ketika koperasi mahasiswa ingin bergabung, karena dipermudah dengan biaya pengembangan, dan syarat lainnya. Yang menjadi tantangan kemudian adalah bagaimana nantinya membuat produk atau sistem informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan. Bagaimana membuat koperasi mulai bergerak dan memanfaatkan bentuk digitalnya.

    Mohammad Anharulfikri percaya bahwa dengan memajukan koperasi, akan dapat mengangkat taraf ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Koperasi dapat meningkatkan daya saing dengan usaha sejenis non-koperasi. Hal-hal operasional harus dapat diefisiensikan untuk bergerak lebih maju, dengan tidak lagi memerhatikan kesulitan pencatatan data yang dilakukan manual. Teknologi dan digitalisasi ada untuk mengatasi hal teknis kecil yang bisa menghambat proses pemajuan. Dengan tidak melupakan bahwa hal utama yang harus dilakukan koperasi adalah terbuka kepada anggotanya. Koperasi dapat mengawasi anggotanya, begitu sebaliknya. Pertanggungjawaban pengelolaan akan membantu koperasi mulai bergerak ke pengembangan dan pembaharuan.

    Karena sejatinya ketika ingin mewujudkan digitalisasi harus diawali dengan sosialisasi. Digitalisasi bukan sesuatu yang sangat krusial untuk dilakukan koperasi saat ini. Perkembangan teknologi dan digital bergerak sangat dinamis dan terus terjadi pembaharuan. Bukan tidak mungkin ini bisa saja menyulitkan koperasi kelak. Ini kemudian perihal bagaimana meyakinkan koperasi untuk mulai menjamah bentuk digital, kemudian ikut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi.

     

    (ayu pratiwi)

     

  • |

    Belajar Negosiasi Lewat Upgrading Kopma UGM

    “Bagaimana kalau kita deal di angka 100 juta?”

    “Ah tidak, itu belum cukup menguntungkan saya. Kita bahas lebih lanjut”

    Percakapan yang sering didengar ketika seorang pebisnis melakukan transaksi dan bernegosiasi dengan rekan bisnisnya. Begitu pentingnya mengetahui lebih lanjut cara bernegosiasi dengan benar agar bisa deal di angka atau tujuan tertentu, Koperasi “Kopma UGM” punya caranya. Sabtu, (6/6), telah dilangsungkan kegiatan kaderisasi anggota Koperasi “Kopma UGM”, berupa Upgrading Negosiasi. Kegiatan yang menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Iva Ariani, S.S., M.Hum. (Kabag Humas dan Protokol UGM), bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya insan Koperasi “Kopma UGM”. Kegiatan berlangsung dengan menggunakan media Google Meet, secara virtual. Terbuka untuk seluruh anggota Koperasi “Kopma UGM”, kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Iva Ariani sebagai narasumber dalam kegiatan yang berlangsung selama dua jam, menyampaikan bahasan menarik seputar negosiasi.

    Bahasan negosiasi disampaikan oleh narasumber sebagai sebuah bentuk interaksi sosial dengan beberapa pihak, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama dan menguntungkan kedua belah pihak. Bertujuan untuk mencapai kesepakatan dan menyelesaikan masalah, serta membuat solusi atas pemecahan masalah, negosiasi menciptakan interaksi positif di kedua belah pihak. Jelas kita tahu, bahwa di dalam kehidupan ini sering kali kita dihadapkan dengan kondisi yang mengharuskan dilakukannya negosiasi. Tidak hanya dalam pekerjaan profesional, negosiasi juga kerap dilakukan dalam kegiatan sehari-hari.

    Narasumber juga memberikan beberapa tips dalam melakukan negosisasi, seperti menggunakan komunikasi efektif, tidak boleh egois, menciptakan win win solution, dan harus mengetahui jelas tujuan atau keinginan kita. Setelah siap dengan tips, dilanjutkan dengan proses atau langkah-langkah yang harus ditempuh dalam bernegosiasi. Pertama ialah wajib menentukan dan memahami prioritas. Kedua, harus memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Ketiga, perlu juga memikirkan apa yang akan didapat oleh lawan kita. Keempat, tidak lupa untuk menyiapkan rencana cadangan. Dan terakhir adalah melakukan penawaran atau target yang tinggi.

    Kegiatan upgrading dengan bahasan dan penyampaian menarik dari narasumber memancing sejumlah pertanyaan. “Menurutku upgrading ini sangat memuaskan ditinjau dari pembicara. Karakteristik pembicara sangat relevan dengan materi negosiasi sendiri. Pembicara yang notabenenya sebagai seorang humas dan protokoler sengat apik dalam mengemas materi mengenai negosiasi yang linear dengan jabatannya sebagai humas. Kemudian audiens cukup aktif dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pembicara” terang Tsania Zulfa, Staf Bidang Hubungan Masyarakat Kopma UGM, yang berkesempatan turut mengikuti kegiatan tersebut.

    Iva Ariani selaku narasumber di akhir sesi menyampaikan closing statement untuk para peserta upgrading. “Negosiasi dekat dengan kita. Hal-hal yang bersifat personal juga memerlukan negosiasi. Pikirkan posisi-posisi pihak lain atau sudut pandang orang lain supaya kita menjadi negosiator yang baik”.

    Jadi setelah ini sudah memantapkan hati dan tekad untuk bernegosiasi mencapai tujuan penting belum nih? Oh iyaa, tips negosiasi bisa banget diterapkan saat bernegosiasi sama orang terdekat, kayak pas sama doi misalnya heee.

    (Ayu Pratiwi)

  • |

    Mengurai Teknik Polyphasic Sleep: Tidur dengan Pola Unik

    I Tried the Most Extreme Sleep Cycle — Here is What Uberman is Like | by  cstead1 | Medium
    I Tried the Most Extreme Sleep Cycle — Here is What Uberman is Like | by  cstead1 | Medium

    Tidur merupakan kebutuhan biologis yang esensial bagi semua orang. Namun, pernahkah kamu mendengar teknik tidur “polyphasic sleep”? Polyphasic sleep merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan pola tidur yang terdiri dari beberapa segmen tidur dalam sehari. Dalam teknik ini, seseorang akan tidur lebih dari dua kali per hari. Teknik tidur ini merupakan teknik tidur yang kontroversial karena manusia pada umumnya akan melakukan pola tidur monofasik atau tidur di malam hingga pagi hari.

    Metode polyphasic sleep dapat dilakukan dengan berbagai macam variasi. Di antara banyaknya variasi tersebut, terdapat dua variasi polyphasic sleep yang terkenal, yakni Uberman sleep dan Everyman sleep. Uberman sleep atau pola tidur Uberman merupakan salah satu variasi polyphasic yang paling ekstrem. Pola tidur Uberman hanya melibatkan tidur sekitar dua jam dengan durasi masing-masing tidur 20-30 menit. Selain pola tidur Uberman, terdapat pola tidur lain yang tidak kalah populer, yaitu Everyman sleep. Pola tidur ini memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan pola tidur Uberman karena memiliki durasi yang lebih panjang, yakni tiga hingga empat jam dalam sehari. Dalam pola Everyman sleep, seseorang akan tidur selama tiga jam di malam hari dan melengkapi durasi tidur lainnya dengan tidur sebanyak tiga kali dengan masing-masing durasi tidur sepanjang 20 menit.

    Alasan mengapa teknik polyphasic sleep menjadi salah satu teknik tidur yang terkenal adalah karena teknik ini dikenal dapat meningkatkan produktivitas seseorang. Dengan menerapkan pola tidur polyphasic, seseorang dipercaya memiliki lebih banyak waktu yang tersedia untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti bekerja, belajar, atau mengejar hobi lainnya. Selain itu, pola tidur polyphasic dipercaya memberikan fleksibilitas yang lebih besar dan dapat meningkatkan efisiensi tidur.

    Namun, di balik banyaknya manfaat yang mungkin didapatkan dari penerapan pola tidur polyphasic, terdapat beberapa risiko dan pertimbangan yang harus diperhatikan. Pertama, penerapan pola tidur ini membutuhkan tingkat adaptasi yang tinggi karena melibatkan periode kelelahan dan ketidaknyamanan. Kedua, pola tidur polyphasic dapat berdampak negatif pada kesehatan dalam jangka panjang karena kurangnya tidur. Ketiga, penerapan pola tidur polyphasic juga mungkin akan menjadi kendala sosial karena sebagian besar orang tidur di malam hari dan beraktivitas di siang hari.

    Teknik polyphasic sleep adalah eksperimen tidur yang tidak konvensional yang melibatkan tidur dalam serangkaian segmen pendek sepanjang hari. Meskipun memiliki potensi manfaat dalam meningkatkan produktivitas, penting untuk menyadari risiko dan efek jangka panjang yang belum sepenuhnya dipahami. Sebelum mencoba pola tidur polyphasic, berkonsultasilah dengan profesional kesehatan untuk memahami apakah ini sesuai untuk kita. Tidur yang cukup dan berkualitas tetap menjadi prioritas utama untuk kesehatan dan kesejahteraan yang baik.

  • Pelatihan Pimpinan Sidang

    Dalam rangka menyambut Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi “Kopma UGM”, bidang administrasi mengadakan pelatihan pimpinan sidang bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” pada Senin (18/01) yang diikuti oleh panitia RAT Ke-34 dan asisten bidang. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai cara pemilihan pimpinan sidang serta hak dan kewajiban seorang pimpinan sidang dengan pemateri Anindtyo Dwipraksoso (Pimpinan Sidang RAT Ke-33) dan Novita Rahmawati (Anggota Pengawas Koperasi “Kopma UGM” 2015/2016).

    Ketika menyampaikan materi, Anindtyo Dwiprakoso atau yang akrab disapa Tyo menurturkan, “Menjadi seorang pimpinan sidang, seorang anggota harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Pada saat RAT, Pimpinan sidang tahun sebelumnya menjadi pimpinan sidang sementara untuk memandu pemilihan pimpinan sidang. Semua anggota boleh mengajukan nama orang yang akan menjadi pimpinan sidang. Selanjutnya akan dipilih orang-orang yang memiliki minimal lima suara untuk melakukan tahapan selanjutnya. Setelah terpilih orang-orang yang memenuhi syarat tersebut, anggotra-anggota tersebut diberikan waktu untuk musyawarah siapa yang akan menjadi pimpinan sidang. Jumlah anggota pimpinan sidang tergantung kebutuhan. Setelah pimpinan sidang terpilih, akan dipilioh sekretaris sidang yang akan membantu pimpinan sidang dalam menjalankan sidang. Pemilihan sekretaris sidang ini bisa ditunjuk langsung oleh pimpinan sidang maupun dipilih oleh forum”.

    Sementara itu, Novita Rahmawati menjelaskan, “Seorang pimpinan sidang harus mempunyai konsentrasi yang tinggi, dan juga patuh pada dasar yang ada, yaitu Tata Tertib, AD dan ART, dan SK. Pimpinan sidang ketika mengetuk palu tidak hanya sekedar mengetuk, ini adalah tanggung jawab dan urusan dunia akhirat. Koperasi “Kopma UGM” bukian hanya sekedar UKM, melainkan suidah mempunyai badan hukum”.

    “Ketika kalian belum berkesempatan untuk menjadi seorang pimpinan sidang maupun sekretaris sidang, ikuti saja alur RAT secara bertahap. Beranilah untuk mengkritisi apa yang disampaikan, baik itu LPJ Pengurus atau saat GBPK dan APBK. Karena hanya saat RAT inilah kalian bisa menyuarakan  pendapat kalian sebelum diketuk palu.”, pesan Novita kepada peserta pelatihan pimpinan sidang.

  • Dekopinwil Jatim Kunjungi Koperasi “Kopma UGM”

    Yogyakarta – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) JawaTimur beserta rombongan mengunjungi Koperasi “Kopma UGM” (26/10). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari model pembanding pengelolaan dan kaderisasi koperasi mahasiswa oleh Dekopinwil Jatim. Agenda pertama adalah diskusi yang bertempat di ruang sidang Koperasi “Kopma UGM”, dilanjutkan dengan mengunjungi divisi usaha Koperasi“Kopma UGM”.

    Agenda diskusi berjalan  lancar dengan antusiasme tinggid ari para peserta rombongan. Hal itu dapat dilihat dari keaktifan mereka dalam mengajukan berbagai pertanyaan khususnya pada bidang pengelolaan bisnis di Koperasi“Kopma UGM”. “Saya merasa senang bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan.” Kata Akhmad Mudhaqir selaku Kabid Bisnis Koperasi“Kopma UGM”. Akhmad menambahkan,“Tercipta suasana yang kondusif pada acara tersebut.” Acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari Koperasi“Kopma UGM” yang diwakili oleh Akhmad Faqihudin selaku Kabid HRD pada Dekopinwil Jatim dan diakhiri dengan mengunjungi  divisi usaha Koperasi “Kopma UGM”.