Yogyakarta-Koperasi “Kopma UGM” kembali menyelenggarakan Pendidikan DasarKoperasi untuk para anggota baru. Diksarkop 113 dilaksanakanpadatanggal 21-22 November 2015 di D3 Teknik Mesin, Sekolah Vokasi UGM. Dengan mengusung tema “Entrepreneur Muda Bersama Kopma”, kegiatan ini diikuti oleh 140 perserta yang berasal dari berbagai fakultas di UGM.
Pada hari pertama, acara dimulai pukul 06.30 WIB. Materi yang disampaikan diantaranya Sejarah dan Identitas oleh Rusli Akhmad Junaedi, Part timer oleh Nurul Meika Tri Wahyuni, Peran Anggota Koperasi oleh Anjar Pramesty dan Kewirakoperasian oleh Budi Prasetyo. Selanjutnya, para pengurus dan staf pun mengadakan sharing dengan para peserta mengenai berbagai pengalaman selama berorganisasi di Koperasi“Kopma UGM” .Acara hari pertama pun ditutup dengan pementasan seni dan bakat dari masing-masing kelompok yang berakhir pukul 21.30 WIB.
Pada hari kedua, para peserta kembali berkumpul di halaman depan Front Office tepat pukul 06.15 WIB untuk melakukan senam pagi bersama. Acara pun dilanjutkan dengan Games Outing dan pengenalan gugus komunitas. Pada acara Award Diksarkop ,Akim terpilih sebagai Ketua Angkatan Diksarkop 113, Deden sebagai Putra Diksar dan Priska sebagai Putri Diksar. Acara pun diakhiri pukul 17.45 WIB dengan acara ritual.
Sabtu, (9/11), Olimpiade Koperasi Siswa Nasional 2019 atau Olikopsisnas kembali diadakan oleh Koperasi “Kopma UGM”. Tema yang diusung kali ini adalah Digitalisasi Koperasi dalam Membangun Startup dan Peran Millenial Menuju Revolusi Industri 4.0. Olikopsisnas merupakan keberlanjutan dari kegiatan Cooperative Workshop yang digelar beberapa waktu lalu. Terdapat dua perlombaan menarik yang diikuti oleh peserta tahun ini yakni Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan Lomba Poster.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dari awal hingga akhirnya acara. Jumlah peserta adalah sebanyak 32 tim dimana setiap tim terdiri dari 3 anggota untuk perlombaan LCC dan 10 perserta untuk lomba poster. Sistem perlombaan cerdas cermat dimulai dengan tes tulis individu dan diambil 20 tim untuk melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu tes tulis tim, dan pada tahap ini hanya 5 tim yang dapat lolos dan berjuang di tahap akhir yaitu tahap Cerdas Cermat. Sementara itu, sistem perlombaan poster dimulai dengan presentasi poster yang sudah dibuat kemudian hanya 3 poster yang dapat melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu penyampaian ulang.
Kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama dan pembagian sertifikat untuk seluruh peserta Olikopsisnas 2019. Perlombaan cerdas cermat dimenangkan oleh SMKN 1 Bantul sebagai juara 1, SMKN 1 Turen sebagai juara 2, SMKN 7 Yogyakarta sebagai juara 3, SMAN 2 Bantul sebagai harapan 1, dan SMAN 7 Yogyakarta sebagai harapan 2. Sementara itu, perlombaan Poster dimenangkan oleh Salma Khoirunida sebagai juara 1, Mochamad Firhan sebagai juara 2, dan Vika Agustin sebagai juara 3, serta tambahan kategori pemenang yaitu best essay yang diraih oleh tim dari SMAN 1 Surakarta.
Ilustrasi keterhubungan segala pihak di era digital.
Setiap tanggal 12 Juli, seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Koperasi Nasional. Hari Koperasi Nasional ditetapkan bertepatan dengan Kongres Gerakan Koperasi pertama di Tasikmalaya tahun 1947. Mulai tahun itu, koperasi di Indonesia terus berkembang hingga sekarang.
Tahun ini koperasi akan melaksanakan hari jadinya yang ke 75. Setidaknya, telah ada sekitar lima generasi yang telah merasakan sejuknya asas kebersamaan dan kekeluargaan dalam koperasi. Tidak selalu mulus, koperasi di Indonesia memiliki tantangan di setiap zamannya. Pada era kemajuan teknologi sekarang, koperasi perlu terus beradaptasi dengan memasukan unsur digital serta mengikuti tren pasar.
Konsep Platform Co-op dan Startup Co-op
Pada era serba teknologi, koperasi perlu berkembang lebih jauh ke ranah digital. Hal ini dinilai penting dilakukan untuk tetap mengikuti zaman serta diminati konsumen. Langkah adaptasi tersebut, salah satunya dituangkan dalam wujud baru koperasi bernama Platform Cooperative dan Startup Cooperative.
Platform Cooperative disingkat Platform Co-op, dipopulerkan oleh Trebor Scholz, seorang Asisten Profesor di New Scool University New York. Platform Co-op merupakan platform digital yang dimiliki dan diatur secara kolektif oleh orang-orang yang bergantung dan berpartisipasi di dalamnya.
Pengertian serupa juga dimiliki Startup Cooperative atau Startup Co-op. Istilah Startup Co-op lebih populer dipakai di Indonesia, dengan dipelopori oleh Indonesia Consurtium for Cooperatives Innovation (ICCI). Lembaga ini pula yang hingga sekarang ikut mengembangkan Startup Co-op di Indonesia.
Seluruh pihak yang terlibat di dalam Platform Co-op menjadi pemilik sekaligus pengelola secara bersama-sama. Pendiri, pegawai, pengguna, produsen, dan konsumen tidak hanya mempunyai rasa kepemilikan, tapi secara kelembagaan juga benar-benar menjadi pemilik sah.
Seperti halnya terjadi pada koperasi, anggota dapat menentukan keputusan lembaga dan mendapatkan bagian dari profit. Selain itu, asas kebersamaan dan kekeluargaan dalam koperasi tetap dijunjung tinggi.
Contoh sukses Platform Co-op
Inovasi dalam dunia koperasi tersebut telah berhasil dilaksanakan di negara-negara barat. Sebutlah Stocksy, Loconomics, dan Modo adalah tiga dari sekian banyak Platform Co-op yang telah sukses pada bidangnya masing-masing.
Seperti Stocksy yang menjual stok foto dan video berkualitas tinggi pada laman web yang dikelola. Platform Co-op ini diluncurkan pada tahun 2013 dengan meraih omzet senilai 10 juta USD dan memiliki 1000 anggota.
Ada pula Modo Carsharing atau Platform Co-up rental mobil bagi anggotanya. Platform Co-op ini telah berusia lebih dari 20 tahun dan terus mengalami perkembangan. Kini telah ada lebih dari 600 mobil yang dapat digunakan dengan biaya perawatan gratis.
Perkembangannya di Indonesia
Sayangnya, bentuk Platform Co-op di Indonesia belum begitu populer. Dilansir dari Antara.com, ICCI sempat tawarkan konsep Startup Co-op kepada Mentri Koperasi dan Usaha Kecil Mikro, Teten Masduki pada tahun 2019. Tawaran tersebut mendapat apresiasi dan ditindak lanjuti dengan pembentukan tim dalam upaya merumuskan rencana aksi.
Meskipun rencana baik ini masih terus diupayakan oleh pihak-pihak terakait, nggak ada salahnya lho kita curi start untuk menggagas Startup Co-op di Indonesia. Apalagi bentuk Startup bukan jadi hal asing lagi bagi generasi millennial. Dengan menggabungkan peluang pasar dan rancangan yang seksama, bukan tidak mungkin, Startup Co-op yang dirancang dapat berjalan sukses seperti Stocksy dan Modo Carsharing.
Yogyakarta, Selasa (19/01) Koperasi “Kopma UGM” menerima kunjungan dari Kopma UIN Syarif Hidayatullah bertempat di Ruang Ketua Umum Koperasi “Kopma UGM”. Terdapat dua delegasi dari Kopma UIN Syarif Hidayatullah yang berkunjung ke Koperasi “Kopma UGM”.
Selama kunjungan, delegasi berdiskusi berbagai hal dengan pengurus Koperasi “Kopma UGM”, seperti manajamen oraganisasi dan keuangan. Setelah berdiskusi, delegasi dari Kopma UIN Syarif Hidayatullah diajak untuk berkeliling divisi usaha yang terdapat di Koperasi “Kopma UGM”. Terkahir, acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama di halaman depan Front Office Koperasi “Kopma UGM”.
“Kami senang sekali dapat berkunjung ke Koperasi “Kopma UGM”. Banyak ilmu yang kami dapatkan setelah kunjungan. Selain itu, kami senang dengan sambutan yang baik dari rekan-rekan kepengurusan-staf Koperasi “Kopma UGM”, tutur Isti selaku salah satu pengurus Kopma UIN Syarif Hidayatullah.
Yogyakarta-Koperasi “Kopma UGM” kembali berpartisipasi di forum Internasional yang diselenggarakan oleh International Cooperative Alliance Asia Pacific di Bangkok, Thailand, pada tanggal 16 s.d 20 September 2015. Dalam kesepatan ini Koperasi “Kopma UGM” diwakili oleh Muhammad Fajri Saptaji (Ketua Umum) dan Nur Lutfiana Widiastuti (Kabid. Humas dan Gerakan) memaparkan country report di forum member ICA-AP sebagai best consumer cooperative dari Indonesia.
Dalam workshop ini ICA-AP berkolaborasi dengan Cooperative League of Thailand dengan mengambil tema “moving towards sustainable growth and development in the cooperative decade”.Tema ini diambil untuk bisa memberikan pemahaman kepada pemuda penggerak koperasi agar tetap bisa sustainable ditengah perkembangan zaman abad ke-21. Workshop untuk youth dan campus cooperative ini dihadiri oleh Pakistan, Nepal, Bhutan, India, Thailand, Malaysia, Indonesia, Kamboja, Filipina, Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang.
Workshop ini dibuka oleh member ICA Board termuda yaitu Mr. Aditya Yadav. Dalam sambutanya, Aditya Yadav mengatakan bahwa koperasi merupakan solusi bisnis yang terbaik dan pemuda harus ikut serta dalam membangun dunia menjadi lebih baik lagi. Hal yang menarik dari workshop ini adalah keynote address dari Mr. Matthieu Cognac, ILO Regional Office Asia-Pacific tentang youth employment.Matthieu mengatakan bahwa koperasi pada zaman sekarang tidak hanya sekedar wadah untuk menghantarkan pemuda menjadi pekerja atau pengusaha tetapi apapun pilihan yang akan diambil, pemuda dapat mempunyai dapak positif bagi dunia.
Tidak kalah penting, materi tentang understanding cooperative principles through ICA guidence notes disampaikan langsung oleh Prof. Yashavantha Dongre, Co-secretary ICA-AP. Dalam kesempatan ini, ICA-AP memberikan penjelasan tentang prinsip-prinsip koperasi dan catatan bagaimana menjalankan prinsip tersebut.Sebagai contoh, pada penjelasan prinsip pertama yaitu keanggotaan yang terbuka dan sukarela. Koperasi membuka peluang kepada siapa saja yang ingin menjadi anggota dan menikmati kebermanfaatan yang diberikan oleh koperasi. Namun, hal yang harus diperhatikan yaitu koperasi mempunyai fokus dalam memberikan kebermanfaatan kepada anggota. Semisal, koperasi petani memberikan kebermanfaatan kepada anggota berbentuk 1 karung pupuk gratis setiap bulan untuk 1 orang anggota. Apakah jika ada seorang dosen yang ingin menjadi anggota koperasi petani tidak diperbolehkan? Tentu saja boleh, namun yang menjadi peranyaan kebermanfaatan apa yang akan diperoleh oleh dosen tersebut, saat koperasi hanya menyediakan 1 karung pupuk gratis setiap bulan untuk 1 orang anggota. Saat koperasi petani fokus pada pemberian pupuk gratis, tidak menutup kemungkinan pada tahun selanjutnya koperasi tersebut dapat memberikan tidak hanya 1 karung, tapi 2 hingga 10 karung pupuk gratis setiap bulan untuk 1 orang anggota. Itu artinya, homogenitas membership itu bukan diartikan sebagai pembatasan, tetapi merupakan bentukpemfokusan koperasi dalam memberikan kebermafaatan kepada anggota.
Dalam workshop ini terdapat 3 subtema yang menjadi bahan diskusi, sharing ide dan pengalaman antar delegasi dari tiap negara. Tema pertama yaitu tentang youth and campus cooperative in promoting ethical consumption diawali dengan presentasi dari delegasi Korea Selatan. Tema kedua yaitu financial literacy diawali dengan laporan perkembangan dari delagasi Nepal. Kemudian tema ketiga yaitu career development support dengan studi kasus yang telah dilakukan oleh university co-op in Japan. Di kesempatan ini Koperasi “Kopma UGM” berdiskusi tentang tema ketiga bersama dengan delegasi dari India, Malaysia, Jepang dan didampingi oleh International resource person, Dina Faoziah dari NFUCA Jepang.
Para delegasi juga diajak untuk melihat langsung praktek koperasi kampus di Chulalongkorn University dan Kasetsart University. Selain itu ada perlombaan poster yang bertujuan untuk mengetahui seberapa paham para aktivis muda koperasi tentang koperasi di abad ke-21 ini. Secara keseluruhan banyak hal yang bisa kita ambil dari workshop kali ini. Tidak hanya dalam pengembangan strategi koperasi pemuda di Indonesia, tetapi juga memperbarui kembali pemahaman identitas dan jati diri koperasi.
Yogyakarta- KOPMA UGM, Upgrading press release yang diadakan oleh bidang humas dan gerakan (16/4) bertujuan untuk memotivasi dan melatih kemampuan menulis press release staf, asisten bidang, dan pengelola gugus komunitas. Acara yang bertempat di Ruang Sidang Koperasi “Kopma UGM” terdiri dari dua materi, pertama, teknik kepenulisan dasar yang diampu oleh Hamzah Zhafiri Dicky (Manajer Utama Isigood.com) dan kedua, penulisan press release yang disampaikan Hendy Kurniawan (Editor Online Tribun Jogja).
“Menulis memang bukan pekerjaan yang mudah, melakukannya membutuhkan latihan bertahap dan konsisten, “ ucap Hamzah ketika menyampaikan materi. Peserta tampak antusias dengan datang tepat waktu pada acara tersebut.
Menurut Anwar Danu Saputra sebagai salah satu peserta upgrading mengatakan,”Bagus, sangat edukatif. Kita tidak hanya dijelaskan tentang teori tapi juga dibimbing untuk praktik secara langsung.”
“Press release merupakan salah satu komponen penting bagi sebuah corporate seperti Koperasi “Kopma UGM”. Salah satu misi dari Koperasi “Kopma UGM” adalah mewujudkan hubungan yang harmonis baik internal maupun eksternal dengan meningkatkan kualitas dan intensitas informasi tentang Koperasi “Kopma UGM”. Press release inilah salah satu medianya,” ujar Rusli Akhmad Junaedi selaku penanggung jawab acara yang diwawancarai seusai acara.
Selain itu, Muhammad Fajri Saptaji selaku ketua umum Koperasi “Kopma UGM” yang diwawancarai sehari setelah pelaksanaan upgrading menambahkan, “Upgrading kemarin merupakan upgrading yang cukup bermutu dibandingkan dengan upgrading yang lain di kopma, sebab di sana penanggung jawab acara mampu mengundang pemateri yang memang ahli dibidangnya.”