|

Gebyar Perwira 2020: Langkah Nyata Koperasi ‘Kopma UGM’ Membangun Bangsa dengan Berwirausaha

Koperasi mahasiswa “Kopma UGM” sukses menggelar Puncak Pameran Kewirausahaan “Gebyar Perwira” Nasional 2020 pada 28-29 November 2020. Gebyar Perwira merupakan langkah nyata Koperasi “Kopma UGM” untuk memberikan wadah tumbuh bersama membangun bangsa dengan berwirausaha. Dengan mengangkat tema “Bersama Bangun Bangsa dengan Berwirausaha”, Gebyar Perwira 2020 terdiri dari serangkaian kegiatan yang diselenggarakan sejak awal bulan November

 

Ketua Umum Koperasi “Kopma UGM”, Amin Bachtiar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan perkoperasian dan kewirausahaan adalah salah satu peran penting yang harus dilakukan untuk melahirkan insan koperasi yang dapat menjawab persoalan perekonomian untuk saat ini maupun di masa depan. Merespon hal itu, Koperasi “Kopma UGM” menggelar Pameran Kewirausahaan yang kemudian dinamai Gebyar Perwira Nasional 2020.

 

“Gebyar Perwira Nasional merupakan salah satu wujud kepedulian Koperasi ‘Kopma UGM’ dalam melakukan pendidikan perkoperasian dan kewirausahaan dalam pengembangan kader koperasi dan pelaku usaha,” ungkapnya.

 

Puncak acara Gebyar Perwira 2020 diselenggarakan melalui Zoom Meeting dan Youtube dengan konsep webinar dan talkshow yang menghadirkan narasumber dari latar belakang birokrasi, akademisi, dan praktisi di bidang kewirausahaan. Sebelumnya, pameran wirausaha virtual digelar menggunakan platform Instagram dan Tik Tok dengan menampilkan video dari bidang usaha terpilih yang terbagi dalam klaster koperasi, UMKM, start-up, dan sebagainya. Tak hanya itu, Gebyar Perwira 2020 juga mengadakan beberapa kompetisi lainnya, diantaranya adalah Lomba Business Plan dan Lomba Poster yang terbuka bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.

 

Sementara pada acara webinar turut mengundang pembicara dari background birokrasi, yaitu Ir. Syahbenol Hasibuan, M.M (Ketua Dekopin Wilayah DIY). Pada kesempatan ini, beliau menyampaikan pemaparan terkait “Potensi Wirausaha di Era New Normal Guna Meningkatkan Kesejahteraan dan Perekonomian Nasional”. Kemudian, pembicara kedua dari background akademisi, yaitu Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M (Dosen FEB UGM, CEO AdiTV Jogja). Beliau membawakan materi “Mencetak Wirausahawan Muda Sukses dan Berkualitas dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045”.

 

Hari berikutnya, dalam acara talkshow menghadirkan narasumber dari latar belakang praktisi, yaitu dr. Tirta Mandira Hudhi sebagai CEO Shoes and Care. Membawakan topik “Bersama Bangun Bangsa dengan Berwirausaha”, dr. Tirta menceritakan pengalaman pribadinya dalam membangun bisnis. Talkshow ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Youtuber Danang Giri Sadewa sebagai host.

 

Pada akhirnya, Gebyar Perwira 2020 diharapkan dapat menjadi pemantik para pemuda untuk dapat berwirausaha, terlibat langsung dalam memajukan perekonomian bangsa. Serta, bermanfaat bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan potensi dan peluang usaha yang lebih baik dengan membuka kesempatan untuk saling bekerja sama.

 

  • Whafir Pramesty

Similar Posts

  • Kunjungan dan Konsolidasi Anggota

    Sabtu, 15 November 2014, Koperasi “Kopma UGM” mengadakan konsolidasi anggota. Peserta yang mengikuti konsolidasi ini adalah sebanyak 21 anggota, meliputi Ketua Pengawas, Kabid dan Staff Bidang PSDA, beserta anggota lain yang merupakan anggota gugus-komunitas.

    Agenda pertama diisi dengan kunjungan ke Rumah Produksi Cokelat Monggo. Rumah produksi tersebut beralamat di Jalan Dalem KG III / 978 RT 043 RW 10 Kelurahan Purbayan, Kotagede 55173, Yogyakarta. Peserta konsolidasi berangkat ke tujuan dengan menggunakan bus yang sudah disewa sebelumnya. Perjalanan menuju rumah produksi ini berlangsung kira-kira empat puluh menit. Sesampainya di sana, peserta mengabadikan momen kebersamaan lalu diberikan sedikit penjelasan tentang produksi cokelat.

    Materi pertama adalah sejarah Cokelat Monggo. Diceritakan bahwa perjalanan ini dimulai ketika pria asal Belgia datang ke Indonesia. Indonesia merupakan salah satu dari 3 penghasil kakao terbesar di dunia, tetapi di Indonesia ini pengolahan kakao tidak semaksimal Belgia yang kita tahu bukan penghasil kakao. Karena merasa kurang puas, pria ini membuat cokelat dan memberikannya kepada temannya. Cokelat yang dibuatnya enak dan temannya menyarankan untuk menjual cokelat itu. Akhirnya, pria ini menjual cokelatnya dengan menaiki vespa pink dan menggunakan kotak styrofoam untuk membawa cokelatnya. Cokelat ini dibawa ke tempat berjualan, salah satunya adalah Sunday Morning (Sunmor) UGM pada saat itu.

    Nama Monggo didapat ketika sedang merumuskan nama yang baik untuk produk ini. Awalnya diberi nama chocomania. Namun, ketika mengurus perizinannya ternyata nama tersebut sudah digunakan. Nama lain pun segera dipikirkan sampai ada yang berkata, “Monggo namanya mau apa?”. Sejak itulah nama cokelat ini menjadi cokelat Monggo.

    Setelah dari Rumah Produksi Cokelat Monggo, peserta menuju Waduk Sermo di Dusun Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. Di sini, seluruh peserta yang tergabung dalam gugus maupun komunitas diberikan upgrading. Materi upgrading disampaikan oleh M. Fajri Saptaji, Ketua Pengawas. Materi diawali dengan kisah “Kue Jahe” lalu dilanjutkan dengan materi mengenai demokrasi anggota melalui gugus-komunitas. Meskipun hari mulai hujan, peserta dapat mengikuti materi dengan baik.

    Usai materi, acara dilanjutkan dengan makan siang. Peserta menikmati menu makan siang yang sudah disediakan oleh PSDA. Lalu peserta beristirahat; ada yang pergi sholat dzuhur, ada pula yang bersiap untuk menaiki perahu di dermaga. Selepas naik perahu, semua peserta kembali ke jalan untuk melanjutkan perjalanan menuju Pantai Glagah. Pantai ini terletak di desa Glagah, Kecamatan Temon, kabupaten Kulon Progo. Di sini peserta masih bisa menikmati pemandangan ombak meskipun hujan turun. Di sini peserta juga makan sore sebelum kembali ke Koperasi “Kopma UGM”.

    Kira-kira pukul 17.00 WIB peserta meninggalkan lokasi wisata Pantai Glagah menuju Koperasi “Kopma UGM”. Peserta sudah tiba lagi di Koperasi “Kopma UGM” sekitar pukul 18.30. Semua peserta pun pulang untuk beristirahat di tempat tinggal masing-masing.

  • Koperasi “Kopma UGM” Raih Penghargaan Koperasi Berprestasi Nasional pada Peringatan Harkopnas 2018

    Musim liburan sepertinya tak menghalangi Koperasi “Kopma UGM” untuk terus menelurkan prestasi. Pasalnya, Koperasi “Kopma UGM” kembali menunjukkan keunggulannya dengan terpilih menjadi salah satu Koperasi Berprestasi tahun 2018 yang ditetapkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) beberapa waktu lalu (26/6). Pemilihan ini sekaligus meramaikan perhelatan Hari Koperasi yang dilaksanakan setiap 12 Juli. Terpilihnya Koperasi “Kopma UGM” telah disahkan dalam Keputusan Menkop UKM Nomor 21 Tahun 2018 tentang Penetapan Koperasi Berprestasi tahun 2018 yang melibatkan 50 koperasi terpilih dari seluruh Indonesia. Koperasi “Kopma UGM” dikategorikan sebagai koperasi berprestasi jenis koperasi konsumen bersama 17 koperasi konsumen lain.
    Tahapan yang dilalui Koperasi “Kopma UGM” dalam pemilihan Koperasi Berprestasi 2018 bukanlah hal yang singkat. Awalnya, Koperasi “Kopma UGM” hanya menjadi salah satu nama yang diajukan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah DIY ke Kemenkop UKM untuk seleksi berkas bersama beberapa koperasi lain di Provinsi D.I. Yogyakarta. Setelah dinyatakan lolos, Koperasi “Kopma UGM” harus melalui tahapan verifikasi lapangan yang dilaksanakan langsung oleh Kemenkop UKM. Akhirnya, dari empat koperasi yang lolos pada tahap seleksi berkas, hanya tiga koperasi asal Provinsi D.I. Yogyakarta yang mendapat gelar Koperasi Berprestasi 2018, termasuk Koperasi “Kopma UGM”.
    Mengetahui hal ini, Mohammad Anharulfikri, Ketua Umum Koperasi “Kopma UGM”, mengaku bangga bisa menjadi representasi satu-satunya koperasi mahasiswa yang hadir. “Ini proses panjang, hasil kerja kolektif banyak era kepengurusan. Kita selalu berusaha membiasakan hal yang benar dan berinovasi, berani beda dari koperasi lain,” ujar mahasiswa Teknik Industri itu ketika ditanya mengenai perjalanan Koperasi “Kopma UGM” dalam meraih gelar Koperasi Berprestasi 2018.
    Seleksi Koperasi Berprestasi 2018 ini memiliki beberapa kriteria penilaian bagi para peserta, yaitu aspek kelembagaan, aspek usaha, dan aspek keuangan. Menurut Anhar, berdasarkan aspek tersebut, Koperasi “Kopma UGM” berhasil membuktikan keberhasilannya tidak hanya pada besar usaha dan perolehan SHU, tapi juga pada penerapan prinsip-prinsip koperasi, dampak Koperasi “Kopma UGM” dalam menyejahterakan anggota, karyawan, dan masyarakat, serta tentu saja, kesehatan finansial. Hal ini sesuai dengan tema yang diangkat pada Hari Koperasi ke-71 tahun 2018, yaitu “Penguatan Koperasi Mendukung Ekonomi Nasional”. Selain itu, Koperasi “Kopma UGM” juga berhasil menunjukkan keunggulan dari berbagai ciri khasnya, antara lain, menjadi pelopor satu-satunya Olimpiade Koperasi Siswa Nasional serta profesionalitas mahasiswa UGM sebagai sumber daya manusia pengelola organisasi sebesar Koperasi “Kopma UGM”.
    “Intinya, kemenangan ini adalah milik keluarga besar Kopma UGM, anggota, kepengurusan, alumni, pembina, penasihat, karyawan, dan bahkan civitas academica ugm,” ungkap Anhar sebagai penutup. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi cambuk bagi keluarga Koperasi “Kopma UGM” untuk terus berinovasi dan meningkatkan kebermanfaatan Kopma UGM untuk anggota, warga UGM, serta dunia perkoperasian Indonesia. (Koperasi “Kopma UGM”)

  • “Di Rumah Aja 101” : Tips dan Trik PPKM Produktif untuk Mahasiswa

    Pemerintah telah mengumumkan bahwa akan menyelenggarakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat pada pertengahan tahun ini sehingga masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah. Segala aktivitas seperti pembelajaran, rapat, dan pekerjaan lainnya dibatasi secara daring, sehingga mahasiswa menghabiskan kegiatannya di dalam rumah. Terkadang mahasiswa merasa bosan dan tidak tahu cara menghabiskan waktu di rumah saja, hingga tidak jarang waktu yang berharga digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Maka dari itu, izinkan penulis untuk membagikan beberapa tips dan trik untuk mahasiswa agar menjalani PPKM dengan kegiatan yang tentunya memberikan banyak manfaat.

     

    1. Mencari magang (internship) daring

    Magang atau internship memberikan banyak pengalaman serta menambah portofolio karir kita. Tidak jarang, banyak program magang yang memberikan kita insentif untuk menambah pemasukan kita. Berbagai perusahaan dan startup terutama yang bergerak di bidang jurnalistik dan informasi membuka berbagai program magang untuk para mahasiswa semester pertengahan hingga akhir. So, mari asah kemampuan kerja kita dan coba mendaftar berbagai program magang. Banyak info program magang yang bisa kita temui di berbagai sumber, seperti laman media sosial yang menawarkan informasi program magang yang beragam dan tentunya menawarkan berbagai manfaat.

    2. Menambah skill baru

    Waktu luang yang kita habiskan di rumah saja akan sangat produktif jika kita menggunakannya untuk menambah kemampuan baru seperti memasak, bermain alat musik, dan kemampuan lainnya. Ada banyak media dan metode untuk belajar kemampuan-kemampuan tersebut, seperti video tutorial yang dapat kita temukan di Youtube. Melalui Youtube kita juga dapat mengikuti berbagai pelatihan dasar berbagai kemampuan seperti bermain gitar dan memasak resep-resep masakan yang sederhana

    3. Membaca buku

    Sesuai dengan peribahasa, bahwa buku adalah jendela dunia. Buku nonfiksi maupun buku fiksi dapat mengasah kemampuan literasi kita sembari kita menghibur diri. Berbagai macam buku dapat kita baca seperti buku sejarah, buku novel, hingga buku-buku lainnya yang tentunya dapat menambah wawasan kita.

    4. Berolahraga

    Meskipun kita tidak dapat keluar rumah, kita dapat melakukan berbagai macam home workout. Kita dapat menemukan banyak video panduan olahraga yang dapat kita ikuti. Berolahraga di masa pandemi telah disepakati oleh berbagai ahli kesehatan sebagai salah satu cara utama untuk meningkatkan imun dan kesehatan kita secara umum.

    5. Belajar bahasa asing

    Bahasa asing adalah salah satu kemampuan yang wajib kita asah untuk masa depan kita. Berbagai macam bidang pekerjaan menuntut kita untuk menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Waktu luang di rumah akan menjadi produktif jika kita mulai mempelajari bahasa asing. Banyak sekali kursus yang ditawarkan secara daring. Bahkan kita dapat menonton berbagai video pelatihan dasar bahasa asing melalui Youtube.

    Nah, itulah 5 tips dan trik untuk membuat kegiatan di rumah saat menjalani PPKM menjadi produktif. Semoga bermanfaat!

    Sumber gambar

    https://www.freepik.com/vectors/health’>Health vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

  • |

    Berlatih Kewirausahaan melalui Koperasi “Kopma UGM”

    Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam menyelenggarakan webinar Kuliah Kewirausahaan Pemuda Daring pada Kamis pagi (23/7). Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Akt. selaku Pembina Koperasi “Kopma UGM” menjadi salah satu narasumber yang membawakan topik “Peran Koperasi ‘Kopma UGM’ dalam Penumbuhkembangan Semangat Kewirausahaan di Kalangan Mahasiswa”.

    Koperasi “Kopma UGM” pada dasarnya adalah organisasi yang berbadan hukum koperasi sekaligus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UGM. Menurut Didi, dengan dua kondisi tersebut, Koperasi “Kopma UGM” cukup unik karena ada konsekuensi-konsekuensi yang harus diikuti baik secara hukum maupun secara kegiatan kemahasiswaan dan terkadang aturan-aturan hukum tersebut tidak selalu pas atau sinkron dengan kegiatan UKM. Anggota dari koperasi “Kopma UGM” ini adalah orang per orang yang telah terdaftar sebagai anggota. Koperasi Kopma UGM berdiri pada 12 Maret 1982 dan mengalami evolusi dari kegiatan yang sebelumnya khusus internal mahasiswa UGM kemudian membuka diri untuk anggota-anggota dari luar UGM. Adapun beberapa layanan yang terdapat pada Koperasi “Kopma UGM”, diantaranya:

    1. Warparpostel

    Warparpostel menyediakan jasa kurir JNE dan Pos Indonesia, foto copy dan print, agen laundry, voucher pulsa, acesories HP, servis laptop, sewa kamera, jasa warung telkom, fax, ticket box event, dan agen iklan media massa.

    1. Swalayan

    Swalayan adalah salah satu divisi usaha Koperasi Konsumen “Kopma UGM” yang bergerak pada bidang bisnis retail. Swalayan terbentuk untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang semakin banyak.

    1. Konveksi dan Sablonase

    Gamashirt bergerak di bidang produk dan jasa pakaian/konfeksi/mikro garmen. Produk-produk Gamashirt antara lain: kaos promosi, kaos raglan, polo shirt, training spack, seragam olah raga, seragam sekolah, seragam kerja, jas lab, jas almamater, kemeja pdl, jaket, sweater, hoodie, rompi, dan pakaian dinas.

    1. Kafetaria

    Merupakan salah satu divisi di Koperasi Konsumen “Kopma UGM” yang bergerak di bidang kuliner dan geprek dengan sistem prasmanan. Buka pukul 08.00-21.00 WIB. Kafetaria juga menerima pesanan katering.

    1. Laporan Laba-Rugi

    Untuk mengetahui pengelolaan Koperasi “Kopma UGM” oleh anggotanya, Didi juga menampilkan laporan laba-rugi tahun 2019 dengan total penjualan sebesar 7 miliar. Didi menilai, para mahasiswa mengelola uang yang sudah cukup besar tersebut tentu saja memerlukan integritas, government atau tata kelola yang baik dan pencatatan yang baik pula. Bagi para anggotanya, Koperasi “Kopma UGM” menjadi sarana untuk belajar terkait pengelolaan usaha yang secara finansial juga harus akuntabel.

    1. Kewirausahaan Anggota

    Untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan kepada para anggotanya, Koperasi “Kopma UGM” memberi kesempatan anggotanya untuk berjualan dengan membuat produknya melalui koperasi, diantaranya:

    – Galigo Coffee

    Membuka café coffee sederhana yang menjual berbagai jenis minuman kopi dan makanan, menyediakan wifi dan tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas atau sekedar nongkrong.

    – Dodolan Compucell

    Usaha di bidang teknologi online yang menjual software original, handphone, dan komputer.

    – Keripik pisang

    Memproduksi keripik pisang berbagai rasa bersama teman-teman non anggota Kopma UGM.

    – Kypud Silky Pudding

    Snack ringan berupa pudding yang unik. Kypud memiliki rasa yang kekinian dikemas dengan kemasan yang menggemaskan.

    – Sandal Gunung Haiger

    Bisnis distribusi sandal gunung dari Mojokerjo yang bermerk haiger, sistem usaha dijalankan dengan pemesanan secara online.

    – Pray Print

    Usaha yang bergerak di bidang jasa dan teknologi berupa digital printing yang bisa order online dan bisa diantar.

    1. Gugus Komunitas Kewirausahaan

    Merupakan salah satu gugus komunitas di Koperasi “Kopma UGM” yang mewadahi minat anggota dalam membuka usaha. Kegiatan dari Gugus Komunitas Kewirausahaan ialah salah satunya melakukan kunjungan ke berbagai tempat usaha di daerah Yogyakarta dan melakukan diskusi rutin.

    Selain berbicara soal bisnis, Koperasi “Kopma UGM” juga melakukan pembinaan soft skills dalam pendidikan organisasi sebagai UKM, diantaranya:

    1. Cara berorganisasi yang baik
    2. Kemampuan komunikasi
    3. Kepemimpinan
    4. Manajemen konflik
    5. Perencanaan dan Penganggaran

    Selanjutnya, juga terdapat program Srawung Virtual #1 Bersama Forum Pemuda Pemudi Sendowo (FPPS) via aplikasi daring video conference yang bertujuan untuk menjalin kembali silaturahmi antara Koperasi “Kopma UGM” dengan masyarakat Sendowo yang terdampak pandemi COVID-19.

    Terkait dengan prestasi yang telah diraih oleh Koperasi “Kopma UGM” sejak berdirinya adalah terpilih menjadi salah satu Koperasi Berprestasi tahun 2018 oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) dan berhasil menunjukkan keunggulannya dengan menjadi pelopor Olimpiade Koperasi Siswa Nasional. Didi juga menampilkan rangkaian prestasi Koperasi “Kopma UGM” selama tahun 2018 dan 2019.

     

    – Whafir Pramesty

  • Wisata Industri Koperasi “Kopma UGM”

    Untuk memberikan motivasi kepada anggota agar dapat menjadi wirausaha muda mandiri, bidang  Pengembangan Sumber Daya Anggota(PSDA) Koperasi “Kopma UGM” mengadakan acara Wisata Industri.

    Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu 25 April 2015, diikuti oleh 21 orang peserta yang terdiri dari staf PSDA dan anggota. Wisata Industri kali ini mempunyai dua tujuan wisata, yakni Bakpiapia dan Pantai Kuwaru.

    Peserta berangkat pukul 08.00 WIB dengan menggunakan Bus mini menuju Bakpiapia.  Saat berkunjung di Bakpiapia, peserta melihat proses produksi hingga proses pengemasan bakpia khas Yogyakarta ini. Kemudian  dilanjutkan dengan sesi sharing dengan General Manager Bakpiapia.

    Setelah puas menjelajahi Bakpiapia, peserta melanjutkan perjalanan menuju destinasi selanjutnya yakni Pantai Kuwaru. Pantai  Kuwaru adalah salah satu pantai di deretan pantai selatan yang terletak di Kabupaten Bantul.

    “Acaranya seru, apalagi pas di Bakpiapia. General Managernya menyampaikan dengan baik dan jelas”; tutur Siti Wariyullarum sebagai salah satu peserta dalam Wisata Industri itu. Hanya saja Arum sedikit kecewa dengan kondisi Pantai Kuwaru yang kurang bersih, “Harapannya kedepan masyarakat sekitar pantai lebih peduli akan kebersihan pantai sehingga pengunjung dapat nyaman untuk  bermain disana” imbuhnya.(Humas dan Gerakan Koperasi “Kopma UGM”/Anwar Danu Saputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.