|

Ciptakan Kesan Pertama Lewat CV dan Interview yang Mengesankan

Koperasi “Kopma UGM” tepat pada Sabtu, 19 September 2020, mengadakan Pelatihan ke-6 Jiwa Entrepreneurship Anggota Koperasi “Kopma UGM”. Pada pelatihan kali ini tema yang diangkat adalah berkaitan dengan bagaimana mempersiapkan CV dan keahliaan interview sebagai persiapan menghadapi dunia kerja. Pemateri yang hadir menemani peserta pelatihan adalah Kak Nanda Rizky Kurniawan, yang merupakan penulis e-book “7 Kesalahan Pelamar dalam Membuat CV”. Pelatihan yang mengusung judul “Go Get Your Bright Future with Your Best CV and Interview Skill” disambut antusias temen-temen peserta, tidak hanya dari internal Koperasi “Kopma UGM”, namun turut dibuka untuk umum.

Materi pertama sebagai pembuka adalah terkait dengan tiga tahapan kerja. Dalam melakukan sebuah lamaran pekerjaan, pelamar umumnya akan menempuh tiga tahapan sebelum dinyatakan diterima. Tahap pertama adalah adanya seleksi berkas, yang mana pada tahap inilah pelamar membuat kesan pertama dengan perusahaan. Dari tahap seleksi berkas ini, akan dilanjutkan dengan adanya psikotes. Tahap psikotes ini bisa saja ditiadakan oleh recruiter karena terkendala waktu yang singkat. Tahapan terakhir biasanya adalah tahap wawancara. Wawancara atau interview tidak bisa dianggap sepele, karena sangat berpengaruh pada penggambaran dan promosi diri yang ditawarkan. Oleh karenanya pelamar harus memiliki atau setidaknya mengetahui tips dan trik dalam melakukan wawancara yang baik.

Pihak recruiter akan menerima banyak sekali lamaran sekalinya lowongan itu dibuka. Sehingga pada tahap seleksi berkas membutuhkan perhatian dan persiapan matang sebagai amunisi memukau recruiter. Salah satu berkas yang pasti dan akan selalu ada adalah CV. Curriculum vitae atau CV adalah dokumen yang berisikan informasi detail mengenai data diri seseorang seperti nama, alamat, pendidikan, dan pengalamannya. Kak Nanda menjelaskan ada beberapa poin penting yang dimuat dalam sebuah CV, yaitu seperti foto, profil, biodata, keahlian, pengalaman, pendidikan, prestasi, dan hobi. Selain memuat poin-poin penting tersebut CV yang baik, juga perlu mempertimbangkan pilihan bahasa dan tampilan. Bahasa yang digunakan dalam CV menyesuaikan dengan tujuan dan juga kriteria pada lowongan. Foto yang dimuat harus profesional dengan wajah dipastikan menghadap ke kamera.

Poin selanjutnya yang tidak bisa hanya ditulis sekadar adalah bagian profil diri. Pada penulisan profil sebaiknya menyampaikan atau menonjolkan kemampuan yang dimiliki untuk dapat meyakinkan recruiter. Sebaiknya hindari pernyataan berupa kalimat janji atau harapan kepada instansi atau perusahaan. Pengalaman yang didapatkan selama ini ditulis berdasarkan urutan kebaruan dari segi waktunya. Penulisan pengalaman dimulai dari menyebut pengalaman kerja, pelatihan kerja, magang, organisasi, dan seminar. Jangan lupa menyebutkan durasi, posisi, lokasi, dan deskripsi pekerjaan di tempat sebelumnya. Untuk menghemat tempat, pengalaman pendidikan cukup menyantumkan pendidikan terakhir atau yang tengah di jalani, di tembah jurusan dan nilainya. Pilihan tampilan CV juga dipertimbangkan oleh recruiter, karena biasanya desain yang menarik menunjukan kreativitas pelamar.

Selain lembar CV yang pasti dilampirkan, dalam berkas lamaran terkadang pelamar juga dituntut untuk melampirkan portofolio. Media sosial yang dimiliki juga bisa dijadikan portofolio menarik, seperti akun Instagram. Recruiter dapat melihat kepribadian, hobi, ataupun keseharian pelamar yang melamar di tempatnya, untuk dijadikan bahan pertimbangan. Jika hendak mencantumkan nama akun Instagram ada baiknya kelola tampilan feed unggahan dengan menarik dan profesional. Tidak hanya konten unggahan, caption yang menyertai juga penting karena berhubungan dengan kemampuan copywriting.

            Kak Nanda juga berbagi materi mengenai bagaimana mempersiapkan sesi interview agar semakin dekat dengan pernyataan diterima dan duduk di posisi yang diinginkan. Beberapa pertanyaan umum yang sering kali ditanyakan di awal selain biodata diri adalah tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. Kelemahan yang dimiliki baiknya disampaikan sebagai tindakan jujur. Namun pastikan ketika menyebutkan kelemahan, sertakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasinya. Pertanyaan “berapa gaji yang diinginkan?” juga acap kali ditanyakan recruiter kepada pelamar. Sampaikan nominal gaji dengan menyebutnya dalam angka. Agar gaji yang diajukan realistis, ada baiknya pelamar meriset dahulu berapa pastinya jumlah UMR sesuai posisi yang dilamar di lokasi instansi atau perusahaan, Sesuaikan gaji yang diajukan juga dengan melihat keadaan perusahaan saat itu. Sebagai penutup sesi interview, berusahalah untuk meyakinkan recruiter dengan menyampaikan lagi berbagai soft skill dan hard skill yang dimiliki.

Tidak hanya ketika melamar pekerjaan saja, penulisan CV dan kemampuan interview penting untuk dimiliki. Kopmania yang masih duduk di bangku kuliah juga pasti sering kali ketika melamar organisasi atau pun kegiatan relawan ditagih untuk melampirkan CV. Sesi wawancara juga sepertinya bukan kegiatan asing lagi. Untuk itu memiliki pengetahuan dan kemampuan menyusun CV serta interview dari sekarang dapat membantu kita mempersiapkan kesan pertama yang lebih baik.

(ayu pratiwi)

 

Similar Posts

  • Perpustakaan Kopma UGM, Ruang Baca Anggota Kopma UGM

    Perpustakaan Kopma UGM

    “Perpustakaan Kopma UGM? Emang ada, ya?”

    Begitulah sekiranya tanggapan teman-teman saat tahu bahwa saya menjadi seorang parttimer di Perpustakaan Koperasi “Kopma UGM”. Memang masih banyak yang belum mengetahui tentang keberadaan Perpustakaan Koperasi “Kopma UGM”. Padahal, Perpustakaan Koperasi “Kopma UGM” sendiri telah ada sejak tahun yang sama dengan berdirinya Koperasi “Kopma UGM” pada tahun 1982.

    Perpustakaan Koperasi “Kopma UGM” adalah suatu divisi khusus dari Bidang General Affair yang menangani masalah penyimpanan kearsipan umum Koperasi “Kopma UGM” dan sebagai sarana penyediaan informasi berupa bahan bacaan bernuansa koperasi, enterpreneur, dan umum. Awalnya, Perpustakaan Koperasi “Kopma UGM” memang hanya berfungsi untuk pendokumentasian berkas-berkas penting yang dikeluarkan oleh kepengurusan Koperasi “Kopma UGM”. Namun, seiring waktu berlalu dan semakin berkembangnya kepentingan, jadilah perpustakaan seperti yang sekarang.

    Perpustakaan Koperasi “Kopma UGM” terletak di dalam ruang anggota bersebelahan dengan ruang Ketua Umum. Sehingga, anggota-anggota yang aktif, terutama para staff bidang yang sering menghuni ruang anggota, pasti mengetahui dan sering berkunjung di Perpustakaan Kopma UGM ini. Namun, untuk anggota yang kurang aktif ataupun jarang ke ruang anggota, kemungkinan tidak akan mengetahui bahwa di sana ada perpustakaan.

    Untuk koleksi yang terdapat di Perpustakaan Kopma UGM dapat dibilang cukup ramai. Mulai dari buku tentang koperasi, enterpreneur, hukum, agama, fiksi, dan masih banyak lagi; termasuk juga arsip-arsip Kopma UGM seperti Laporan Tahunan, dan sebagainya. Sampai saat ini telah tercatat sebanyak lebih dari 3000 koleksi yang masuk di Perpustakaan Kopma UGM. Koleksi-koleksi ini berasal dari pembelian rutin tiga bulanan dan juga hibah dari berbagai pihak. Perpustakaan Koperasi “Kopma UGM” menjadi tempat yang cocok bagi anggota yang ingin mempelajari lebih dalam tentang koperasi. Koleksi yang berkaitan dengan koperasi dan enterpreneur cukup banyak di tempat ini. Bagi pecinta novel dan sastra, di sini juga ada koleksi novel dari penulis-penulis ternama Indonesia, seperti Tere Liye, Dee Lestari, bahkan Pramoedya Ananta Toer. Seri Dilan karya Pidi Baiq yang sempat viral beberapa bulan yang lalu juga ada lengkap di Perpustakaan ini.

    Untuk ke depannya, keberadaan Perpustakaan Kopma UGM ini diharapkan dapat lebih dikenal, khususnya dikalangan anggota Koperasi “Kopma UGM”. Sehingga, anggota Koperasi “Kopma UGM” memiliki alasan lain untuk selalu aktif mengunjungi Kopma UGM, terlebih mereka yang senang dan hobi membaca buku. Karena sejatinya, Perpustakaan bukanlah sekedar tempat untuk melepas lelah, apalagi terlelap. Melainkan adalah sebuah tempat di mana orang-orang dengan khidmat memperbarui wawasan mereka tentang beragam ilmu melalui membaca dan khususnya, untuk Perpustakaan Koperasi “Kopma UGM” ini, dalam bidang perkoperasian. (/k)

  • | |

    5 Kegiatan Ini Buat Liburan Semestermu Jadi Lebih Seru

    Sumber: istockphoto.com

    Liburan semester sudah di depan mata. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa dan pelajar setelah belajar keras selama satu semester. Apakah ujian akhir semester sudah terselesaikan semua dengan baik? Kalau sudah, inilah saatnya bagi kamu untuk merencanakan kegiatan semasa liburan panjangmu. Akan ada banyak hal yang dapat dilakukan selama liburan. Berikut 5 kegiatan keren untuk isi liburanmu.

    Streaming dan Maraton Film
    Menonton film merupakan salah satu kegiatan yang paling digemari akhir-akhir ini. Apalagi saat ini banyak film dan drama terbaru yang tayang di situs streaming online. Akses ke website atau platform tersebut sangat mudah walaupun mesti membayar dahulu perbulannya. Namun, jangan sampai kita menikmati karya orang lain dengan menonton bajakannya di situs ilegal.

    Mengasah skill
    Kegiatan ini sangat populer di generasi Z. Banyak sekali di antara mereka mengambil kelas-kelas non akademik untuk menunjang karir mereka di masa depan. Selain itu, tuntutan perkembangan teknologi yang pesat, membuat kebanyakan orang ingin terus mengasah kemampuan mereka agar tidak tertinggal. Nah, bagi kalian yang ingin liburan dengan produktif, mempelajari kemampuan baru dapat menjadi rekomendasi kegiatan liburan untuk kamu.

    Menekuni hobi
    Apakah kamu masih ingat tentang hal yang suka kalian lakukan sewaktu kecil atau bertahun-tahun yang lalu? Mungkin, di momen liburan ini, kalian dapat kembali menjalani hobi kalian untuk mengisi waktu luang. Melakukan aktivitas yang kita sukai dapat menghilangkan kejenuhan akibat aktivitas sehari-hari yang monoton. Siapa tahu hobi kalian dapat menghasilkan ide-ide baru dan mendatangkan rezeki.

    Mencoba hal-hal baru
    Kalau kamu adalah orang yang menyukai tantangan, rencana kegiatan liburan ini cocok untukmu. Kamu bisa melakukan hal-hal yang belum pernah kamu lakukan. Dengan ini, pengalamanmu akan bertambah dan semakin terbuka kesempatan-kesempatan untuk lebih berkembang.

    Travelling
    Bepergian menjadi salah satu cara untuk melepas penat. Selain itu, travelling membuat kita menjadi lebih percaya diri karena secara tidak langsung kita harus berhadapan dengan orang asing dan suasana baru. Tidak melulu memerlukan biaya besar. Bagi pemula, kalian dapat mencoba travelling ke tempat-tempat di sekitar kota kalian atau di kota terdekat.

    Nah, setelah membaca artikel ini kalian pasti sudah tahu akan merencanakan liburan seperti apa. Jangan hanya rebahan saja, ya! Yuk, kita buat liburan semester kali ini jadi berkesan!

  • |

    Webinar I Puncak Gebyar Perwira Nasional 2020: Berbicara Tentang Wirausaha Bersama Syahbenol Hasibuan

    Koperasi “Kopma UGM” sukses menggelar puncak Gebyar Perwira Nasional 2020 dengan dua kali webinar pada 28 November 2020. Webinar pertama mengangkat topik “Potensi Wirausaha di Era New Normal Guna Meningkatkan Kesejahteraan dan Perekonomian Nasional”. Acara ini mengundang Ir. Syahbenol Hasibuan M.M, Ketua Dekopin Wilayah DIY, sebagai pembicara. Tak hanya itu, acara puncak ini juga turut menghadirkan keynote speaker Drs. Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM RI.

     

    Wirausaha telah lama digalakkan di Indonesia maupun dunia. Syahbenol mengatakan bahwa sejatinya wirausaha adalah sebuah jiwa/semangat yang ada pada diri setiap orang, namun lahir atau tidaknya jiwa ini bergantung pada lingkungan orang tersebut berada. Menurutnya, seseorang  yang mempunyai jiwa wirausaha adalah orang yang selalu percaya diri, mempunyai dasar, dan mempunyai jiwa yang mampu meneruskan tujuan berwirausaha. Wirausaha bukan hanya sekedar watak, dalam semangatnya ada unsur kepemimpinan. Akan tetapi, kepemimpinan disini adalah memimpin secara manusiawi bukan otoriter, supaya dapat maju bersama-sama mencapai tujuan yang disepakati. Selain itu, karakteristik jiwa wirausaha adalah mengetahui dan berani mengambil risiko. Seseorang juga mampu mengambil keputusan dalam waktu yang tepat dan cepat. Keputusan tentu memiliki unsur pendukung, seperti situasi dan kondisi, pengetahuan, pengalaman, pendidikan, dan dukungan yang mesti dimanfaatkan. Dalam merencanakan rencana usaha, seseorang berjiwa wirausaha tentu dibekali pula pengetahuan-pengetahuan tentang hukum adat atau kebiasaan tempat ia berbisnis. Kreatifitas juga dibutuhkan dalam mewujudkan jati dirinya yang positif. Hal ini dapat diperoleh ketika bekerja sama dengan rekan kerja kemudian menciptakan inovasi. Namun, di samping karakteristik itu semua, yang paling penting adalah pintar dalam manajemen waktu karena jika kita tidak dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan baik, tidak mustahil kita bakal kehilangan kesempatan serta peluang.

     

    “Wirausaha adalah sikap mental, kemampuan oleh hal-hal yang positif di dunia, dalam prosesnya tentu menciptakan sesuatu yang berbeda. Dinilai dengan menggunkan sebuah upaya dan waktu, kemudian mendapatkan kepuasan pribadi serta berani menanggung risiko baik finansial, psikologi maupun sosial yang tentunya risiko ini telah diperhitungkan sebelumnya,” tegas Syahbenol.

     

    Pandemi memang menyerang berbagai aspek, terutama ekonomi. Namun, seorang wirausahawan tidak sepenuhnya kehilangan peluang karena kita melihat bahwa sebelum pandemi datang, teknologi digital sudah berkembang. Teknologi digital ini membantu wirausahawan untuk mengembangkan potensi pada usaha online. Dibarengi dengan sikap dan karakteristik wirausaha, hal ini menjadi sebuah potensi yang dapat kita harapkan, mobilisasi untuk menjadi sebuah penggerak untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian nasional.

     

    “Coba dibayangkan andaikata pada saat pandemi covid ini teknologi digital nggak ada, bagaimana kita mencari bahan makan, membeli keperluan kita, mendapatkan informasi, dan belajar. Di satu pihak ini karunia, di pihak lain kita mendapat musibah yang dapat diatasi dengan teknologi digital,” ungkap Syahbenol. “Misal tanpa teknologi digital, tanpa jiwa dan karakteristik wirausaha, kita akan menerima nasib apa adanya dan tentu dampaknya bisa jadi kita bakal mati lemas,” tambahnya.

     

    Dalam situasi sulit seperti ini, dibutuhkan kemampuan inovasi yang tinggi, keinginan kuat untuk berprestasi, dan kemampuan dalam melaksanakan perencanaan secara realistis. Dari sikap tersebut, seorang wirausahawan dapat mengidentifikasi peluang-peluang usaha baru untuk menggerakkan ekonomi. Dalam hal ini, kita perlu memperhatikan keinginan konsumen agar produknya tetap disenangi atau memetakan produk baru yang disenangi dalam era new normal ini. Kemudian, melakukan evaluasi terhadap produk usaha yang sudah ada dan memperbaiki cara penawarannya serta saluran distribusinya untuk kedekatan produk tersebut kepada kebutuhan masyarakat atau pasar.

     

    Namun, perlu juga kita mengetahui bagaimana seorang wirausahawan bisa gagal. Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dalam berwirausaha, diantaranya: pengetahuan pasar yang tidak/kurang memadai, kinerja produk yg rendah, persaingan penjualan dan pemasaran, produk terlalu cepat usang, waktu memulai usaha baru tidak tepat, dan dana operasional tidak memadai. Meskipun demikian, kegagalan bukan penghalang untuk tetap berwirausaha. Jika satu konsep gagal, tetap harus mencoba lagi dan optimistis serta mencari celah yang ada.

     

    “Kalau satu konsep gagal, tetap ceria tetap optimis, mencari lagi hal-hal yang baik sesuai dengan situasi dan kondisi, mencari dan menduduki relung-relung teknologi, bagaimana kita bisa membuat bahwa kita itu menjadi seolah-olah mendapatkan monopoli praktis,” ujar Syahbenol.

     

    • Whafir Pramesty

     

  • Laporan Tri Wulan Koperasi “Kopma UGM”

    Yogyakarta – Prinsip ketiga Koperasi “Kopma UGM” yaitu pengawasan secara demokratis oleh anggota. Prinsip tersebut diimplementasikan, salah satunya, dengan menyelenggarakan laporan setiap tri wulan (laptri) yang diadakan oleh pengawas Koperasi “Kopma UGM”. Pengawas, dalam menyelenggarakan laptri dibantu oleh tim kerja pengawas (TKP) yang dibawahi langsung oleh pengawas.
    Laporan tri wulan pertama dilaksanakan pada 23 April 2016 bertempat di Ruang Anggota Koperasi “Kopma UGM”. Laptri bertujuan untuk mengetahui progress Kepengurusan-Staf Koperasi “Kopma UGM” selama tiga bulan. Terutama, karena laptri ini merupakan laptri pertama dalam Kepengurusan-Staf Koperasi “Kopma UGM” 2016/2017.
    Laptri dibuka oleh salah satu anggota tim kerja pengawas. Laporan pertama disampaikan oleh Ufairoh Nurulhayah, Ketua Umum Koperasi “Kopma UGM”, yang menyampaikan laporan fungsi manajemen organisasi dan laporan departemen risbang yang dibawahi langsung oleh Ketua Umum. Laporan bidang yang pertama disampaikan oleh Kabid PSDA, Rizka Siwi Margianti. Laporan selanjutnya diikuti oleh Bidang Bisnis, Bidang HRD, Bidang Keuangan, Bidang Humas dan Gerakan, dan Bidang Administrasi. Laporan tersebut disampaikan oleh masing-masing kepala bidang.
    Peserta laporan tri wulan tentunya merupakan anggota Koperasi “Kopma UGM”. Laptri akan sah bila jumlah peserta memenuhi quorum. Anggota yang hadir pada laptri pertama melebihi quorum yang telah ditentukan. Suasana tertib dan nyaman mendukung terlaksananya laptri yang kondusif. Banyak pertanyaan muncul dari anggota, terutama karena keingintahuan anggota akan progress yang dilakukan Kepengurusan-Staf yang baru dan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
    Setiap laporan tri wulan mempunyai penghargaan bagi bidang yang telah melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Berdasarkan hasil quesioner yang dibagikan sebelum laptri, Bidang Administrasi meraih perolehan bidang terbaik pada tri wulan pertama. Selain itu, pemenang sayembara pengawas dimenangkan oleh Anjar Pramesty dan Fiky Nihayatu Muna.

  • Koperasi “Kopma UGM” Ikuti ICA-AP Workshop on Youth and Campus Cooperative 2015

    Yogyakarta-Koperasi “Kopma  UGM” kembali berpartisipasi di forum Internasional yang diselenggarakan oleh International Cooperative Alliance Asia Pacific di Bangkok, Thailand, pada tanggal 16 s.d 20 September 2015. Dalam kesepatan ini Koperasi “Kopma UGM” diwakili oleh Muhammad Fajri Saptaji (Ketua Umum) dan Nur Lutfiana Widiastuti (Kabid. Humas dan Gerakan) memaparkan country report di forum member ICA-AP sebagai best consumer cooperative dari Indonesia.

    Dalam workshop ini ICA-AP berkolaborasi dengan Cooperative League of Thailand dengan mengambil  tema “moving towards sustainable growth and development in the cooperative decade”.Tema ini  diambil untuk bisa memberikan pemahaman kepada pemuda penggerak koperasi agar tetap bisa sustainable ditengah perkembangan zaman abad ke-21. Workshop untuk youth dan campus cooperative ini dihadiri oleh Pakistan, Nepal, Bhutan, India, Thailand, Malaysia, Indonesia, Kamboja,  Filipina, Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang.

    Workshop ini dibuka oleh member ICA Board termuda yaitu Mr. Aditya Yadav. Dalam sambutanya, Aditya Yadav mengatakan bahwa koperasi merupakan solusi bisnis yang terbaik dan pemuda harus ikut serta dalam membangun dunia menjadi lebih baik lagi. Hal yang menarik dari workshop ini adalah keynote address dari Mr. Matthieu Cognac, ILO Regional Office Asia-Pacific tentang youth employment.Matthieu mengatakan bahwa koperasi pada zaman sekarang tidak hanya sekedar wadah untuk menghantarkan pemuda menjadi pekerja atau pengusaha tetapi apapun pilihan yang akan diambil, pemuda dapat mempunyai dapak positif  bagi dunia.

     Tidak kalah penting, materi tentang understanding cooperative principles through ICA guidence notes disampaikan langsung oleh Prof. Yashavantha Dongre, Co-secretary ICA-AP. Dalam kesempatan ini, ICA-AP memberikan penjelasan tentang prinsip-prinsip koperasi dan catatan bagaimana menjalankan prinsip tersebut.Sebagai contoh, pada penjelasan prinsip pertama yaitu keanggotaan yang terbuka dan sukarela. Koperasi membuka peluang kepada siapa saja yang ingin menjadi anggota dan menikmati kebermanfaatan yang diberikan oleh koperasi. Namun, hal yang harus diperhatikan yaitu koperasi mempunyai fokus dalam memberikan kebermanfaatan kepada anggota. Semisal, koperasi petani memberikan kebermanfaatan kepada anggota berbentuk 1 karung pupuk gratis setiap bulan untuk 1 orang anggota. Apakah jika ada seorang dosen yang ingin menjadi anggota koperasi petani tidak diperbolehkan? Tentu saja boleh, namun yang menjadi peranyaan kebermanfaatan apa yang akan diperoleh oleh dosen tersebut, saat koperasi hanya menyediakan 1 karung pupuk gratis setiap bulan untuk 1 orang anggota. Saat koperasi petani fokus pada pemberian pupuk gratis, tidak menutup kemungkinan pada tahun selanjutnya koperasi tersebut dapat memberikan tidak hanya 1 karung, tapi 2 hingga 10 karung pupuk gratis setiap bulan untuk 1 orang anggota. Itu artinya, homogenitas membership itu bukan diartikan sebagai pembatasan, tetapi merupakan bentukpemfokusan koperasi dalam memberikan kebermafaatan kepada anggota.

    Dalam workshop ini terdapat 3 subtema yang menjadi bahan diskusi, sharing ide dan pengalaman antar delegasi dari tiap negara. Tema pertama yaitu tentang youth and campus cooperative in promoting ethical consumption diawali dengan presentasi dari delegasi Korea Selatan.  Tema kedua yaitu financial literacy diawali dengan laporan perkembangan dari delagasi Nepal. Kemudian tema ketiga yaitu career development support dengan studi kasus yang telah dilakukan oleh university co-op in Japan. Di kesempatan ini Koperasi “Kopma UGM” berdiskusi tentang tema ketiga bersama dengan delegasi dari India, Malaysia, Jepang dan didampingi oleh International resource person, Dina Faoziah dari NFUCA Jepang.

    Para delegasi juga diajak untuk melihat langsung praktek koperasi kampus di Chulalongkorn University dan Kasetsart University. Selain itu ada perlombaan poster yang bertujuan untuk mengetahui seberapa paham para aktivis muda koperasi tentang koperasi di abad ke-21 ini. Secara keseluruhan banyak hal yang bisa kita ambil dari workshop kali ini. Tidak hanya dalam pengembangan strategi koperasi pemuda di Indonesia, tetapi juga memperbarui kembali pemahaman identitas dan jati diri koperasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.